<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356</id><updated>2012-02-11T13:22:14.033+07:00</updated><category term='kuliner'/><category term='reportage'/><category term='film'/><category term='cuore'/><category term='liburan'/><category term='giorni'/><category term='fiksi'/><title type='text'>Clear Holder in Life</title><subtitle type='html'>No other sign has the emotional strength of Scorpio.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>254</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-2270403561799793161</id><published>2012-01-04T23:10:00.002+07:00</published><updated>2012-01-06T18:25:43.055+07:00</updated><title type='text'>Zobar #Audiobook</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-5qht7yiEzL8/TwbaCI3TKPI/AAAAAAAACeg/hy67TbUPXaU/s1600/zobar-jangan-pulang-malam.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-5qht7yiEzL8/TwbaCI3TKPI/AAAAAAAACeg/hy67TbUPXaU/s200/zobar-jangan-pulang-malam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694478509130590450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selalu saja ada titik balik yang mengingatkan ku akan hal yang lama aku inginkan, tapi tidak tersampaikan dengan cepat. Bahkan, untuk niat yang satu ini pun, sudah aku inginkan sejak kali pertama menjejakkan kaki di yayasan ini. Iya, aku tahu, jika punya niat baik, maka baiknya disegerakan. Tapi, yap, selalu ada tapi. Aku punya alasan khusus. Bukan juga waktu yang menghalangi. Tapi, ya itu, entah apa yang kemudian sejak satu bulan terakhir, akhirnya aku memutuskan untuk OKE, INI SAATNYA!!! &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--more--&gt;&lt;br /&gt;Dan mulai awal desember 2011, saban rabu, aku kemudian rutin menjejakkan kaki ke Yayasan Mitra Netra. Dan mulai sejak itu, aku menjadi volounteer untuk membuat audiobook, bagi teman-teman tuna netra. Senang? Yup. Puas? Entah dinilai kepuasan itu dari mana. Tapi, kalau ditanya, apakah aku senang melakukan hal ini, ya, aku dengan tegas menjawab, aku puas dengan pekerjaan ini, meski harus free sekalipun. Untuk mendapatkan kepuasan batin dan kebahagiaan yang aku rasakan saat ini, aku rela kok, melakukan pekerjaan dengan sukarela. .&lt;br /&gt;Tuhan kasih aku suara yang (menurut banyak orang) bagus. Dan aku mungkin hanya punya pita suara untuk bisa saling berbagi, dan pita suara yang Tuhan kasih ke aku, yah, aku berbagi dengan yang sepantasnya, mereka yang tuna netra.&lt;br /&gt;Nggak perlu surat lamaran, aku mengajukan diri via phone, dan kebetulan langsung meluluskan keinginanku untuk membuat audiobook. Yeaaaaa happy, rasanya seperti mendapat pekerjaan dengan gaji belasan juta rupiah. Beneraaaaaan. Nggak bohong.&lt;br /&gt;Dan aku langsung jatuh cinta pada sebuah novel berjudul, "Zobar Jangan Pulang Malam". Menurut staff di sana, novel ini sudah berada pada tangan ke tiga. Maksudnya sudah ada 3 relawan yang mencoba baca, tapi kemudian tidak kembali lagi. Hingga terbengkalai. Entah karena apa. Tapi, salah satu alasan yang aku jelas tangkap, karena novel ini, menggunakan berbagai macam bahasa, salah satunya Perancis. Yeaaaaa. Tuhan kasih jalan kan ke aku.&lt;br /&gt;"Zobar" adalah nama tokoh utama di novel ini. Novel setebal 162 halaman ini, bercerita tentang lika liku perang jaringan narkoba internasional. Zobar yang sudah insaf terpaksa bertemu musuh lamanya yang dibekingi DEA. Untuk menyeimbangi kekuatan, Zobar menggaet temannya agen CIA.&lt;br /&gt;Tokoh-tokoh multibangsa bersalingsilangan di novel ini. Orang Nigeria, Perancis, Inggris, hingga seniman asli Jawa yang ngepos di Bali. Semuanya berawal dari satu titik mula: sebuah penjara di Thailand, yang dihuni tahanan narkotika dari berbagai bangsa.&lt;br /&gt;Nah, yang nulis nih novel adalah Ilham Malayu, penata musik Indonesia tahun 70-an, yang kemudian mendekam 15 tahun di tiga penjara Thailand karena terlibat bisnis narkoba di sana. Tak heranlah, Ilham bisa menggambarkan situasi penjara dengan lancar, juga bagaimana bisnis narkoba berjalan.&lt;br /&gt;Garap audiobook ini, dipaksa juga untuk membaca kesuluruhan isi novel. Uniknya, novel ini kan punya banyak karakter, nah, aku membacanya, diusahakan tidak datar, tapi beneran ku sesuaikan dengan intonasi karakter yang aku perkirakan seperti apa ekspresinya. Susahnya, kalau sudah ada dialog perempuan. Brrrrrr, gimana coba. Kalau karakter beberapa pria di novel ini sih, yah, ku buat agak sedikit-sedikit beda lah. Tapi, karena masih amatir dan coba-coba, maaf jika kemudian tidak sesempurna yang diharapkan.&lt;br /&gt;Sumpah, segera setelah selesai novel ini, aku segera ingin bertemu dengan penulisnya. Envi beneran.&lt;br /&gt;Dan, setelah beberapa kali datang, dan mendekam di bilik studio rekaman selama beberapa kali rabu, dengan 2 hingga 2,5 jam rekaman (sempat mangkir karena kerja), akhirnya audiobook novel ini selesai jugaaaaa. Alhamdulillah banget. Thanx, God. Zobar&lt;br /&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry®&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-2270403561799793161?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/2270403561799793161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=2270403561799793161' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/2270403561799793161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/2270403561799793161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2012/01/zobar.html' title='Zobar #Audiobook'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-5qht7yiEzL8/TwbaCI3TKPI/AAAAAAAACeg/hy67TbUPXaU/s72-c/zobar-jangan-pulang-malam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-7423899601943086165</id><published>2012-01-01T22:42:00.000+07:00</published><updated>2012-01-01T22:43:07.472+07:00</updated><title type='text'>Yang ku sebut -&gt; Keajaiban</title><content type='html'>Miracolo &lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-7423899601943086165?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/7423899601943086165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=7423899601943086165' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/7423899601943086165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/7423899601943086165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2012/01/yang-ku-sebut-keajaiban.html' title='Yang ku sebut -&gt; Keajaiban'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-5076274651192763913</id><published>2011-12-03T23:10:00.000+07:00</published><updated>2011-12-03T23:18:37.920+07:00</updated><title type='text'>Baju Bekas di perjalananku</title><content type='html'>Sejak punya hobi travelling satu tahun terakhir, aku pun punya kebiasaan baru, yaitu berburu baju bekas. Alasan utama bukan karena aku kekurangan baju, tapi, lebih karena sisi kepraktisan. Tas ransel yang ku miliki sejak 4 tahun lalu tidak memiliki banyak ruang. Awalnya aku maklum, jika kondisi tas akan terasa berat saat berangkat. Dan jika usai perjalanan, aku mau isi tas berkurang. Dan baju-baju bekas itu lah yang aku akhirnya buang, agar ruang di tas ku berkurang. Dengan demikian, juga berkurang beratnya. Apakah kemudian aku akan kembali penuhi dengan oleh-oleh? Nop. Don&amp;#39;t push your luck. &lt;br&gt;Aku biasa berbelanja di pasar baju bekas di kawasan pasar senen. Biasa ku lakukan seminggu jelang keberangkatan. Dan biasa aku habiskan hingga 2 jam untuk mencari baju bekas. Kriterianya, tidak hanya masih layak pakai, tapi juga warna, dan model. Ya, itung-itung, saat di foto, baju ku ngga itu-itu aja sih. Dengan 60K idr aku bisa dapat 4 potong baju. Cukup dengan model yang praktis, dominan kaos, dan kaos polo. Setelah itu, yah, dilakukan proses pencucian secara berulang, hingga siap pakai, dan terkesan bukan lagi baju yang aku beli dari pasar baju bekas. &lt;br&gt;Cara ini sukses kok, selama aku travelling. Dan, karena akhirnya merasa cocok, baik model, ukuran, maupun warna, komitmen untuk membuang baju bekas usai travelling, tidak aku lakukan. Baju-baju itu tetap aku bawa pulang ke rumah. Dan hingga kini, masih aku pakai untuk sehari-hari. Jadi, kalau ketemu aku, tebak aja sendiri, apakah baju yang aku pakai, adalah baju bekas atau tidak. &lt;br&gt;adhie&amp;#39;s #TselBlackberry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-5076274651192763913?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/5076274651192763913/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=5076274651192763913' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/5076274651192763913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/5076274651192763913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/12/baju-bekas-di-perjalananku.html' title='Baju Bekas di perjalananku'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-8695361714440856108</id><published>2011-11-28T15:00:00.002+07:00</published><updated>2011-11-28T15:10:23.221+07:00</updated><title type='text'>Syukur</title><content type='html'>&lt;div class="hidenpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Ga cukup dengan hanya mengatakan kata 'iri' itu adalah hal yang manuasiwi. Itu bukan alibi membenarkan diri, atas apa yang sebenarnya, diri kita juga memiliki. Lantas tinggal bagaimana kita bisa memaknai dan mensyukuri apa yang telah kita punya.&lt;br /&gt;Tak pernah merasa bisa cukup memang, tapi, dengan iri terhadap kesederhanaan rejeki orang lain, adalah juga salah. Pernah kita bisa melihat dari dua sisi, seberapa kecil yang orang lain miliki? lalu kenapa dengan kecil rejeki yang kita anggap terhadap orang lain itu, justru membuat kita iri, bahkan, rasanya ingin juga memiliki?&lt;br /&gt;Salahkan diri jika begitu, jangan salahkan, apalagi mengusik kebahagiaan orang lain yang sedang menikmati rejeki itu. Dan jangan pula harus menyakiti dengan kata-kata serta mengintimidasi. Itu sesungguhnya yang teramat kejam yang dilakukan seorang manusia terhadap manusia lainnya. Apalagi jika rejeki yang dimilikinya jauh lebih besar dari orang yang dihina. Itu biadab.&lt;br /&gt;Kata-kata sederhana yang kerap mungkin dilontarkan adalah, "enak banget lo". Well, enak atau tidaknya sebuah rejeki itu kan berbalik lagi, bagaimana kita mensyukuri nikmat yang ada. Semua ada porsinya, dan semua sudah diatur. Tinggal bagaimana kita bijak menghargai harta, kesenangan dan lainnya. Jangan sampai kemudian kita dianggap berusaha mencuri kebahagiaan orang lain, 'harta' orang lain, padahal itu bisa dijauhi.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana kamu menentukan sikap?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-8695361714440856108?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/8695361714440856108/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=8695361714440856108' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/8695361714440856108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/8695361714440856108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/11/syukur.html' title='Syukur'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-9030917139020677100</id><published>2011-11-10T22:50:00.004+07:00</published><updated>2011-12-03T21:15:08.494+07:00</updated><title type='text'>Hari ini setahun lalu #Merapi</title><content type='html'>Lembar cuti telah di ACC manager sebulan lalu. Sementara, tiket pesawat  telah dibooking 3 bulan sebulannya. Ini beneran liburan yang amat  terencana. Kecuali hotel, persiapan lainnya telah disusun. Bahkan  itineraire, dan buku panduan liburan pun sudah siap. Yup, jelang ulang  tahunku, aku mau liburan ke Jogja.&lt;br /&gt;Namun, rencana itu berangsut kian  suram. Status merapi tiap harinya kian ditingkatkan. Yang menjadi  kekhawatiran utamaku adalah jika keadaan tidak kunjung membaik, maka,  mau tidak mau penerbanganku dibatalkan. Memang ini kasus force major.  Semua biaya yang dikeluarkan akan diganti (baca: refund) oleh maskapai.  Tapi, itu tak begitu saja mudah untukku membatalkan perjalananku ke  Jogja. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alih-alih maksa berangkat, seminggu sebelum berangkat, aku  antri tiket promo. Niatku, merubah jadwal cuti. Berangkat mundur, maka  pulang pun mundur. Aku dapat tiket one-way 120K idr. Tapi, semua  kemudian gugur. Penerbangan ke dan dari Jogja semua dibatalkan. Merapi  tidak dapat dikendalikan. Debu dan pasir mengancam penerbangan. &lt;!--more--&gt;&lt;br /&gt;Aku  bersiasat, aku harus ke Jogja. Tapi untuk apa? Begitu teman-teman  bertanya. Aku tahu, ini keputusan bodoh, jika aku tetap ke Jogja.&lt;br /&gt;Rencana  cuti, memang pada akhirnya, mau tidak mau diketahui kantor. Dan kantor  pun kemudian fokus untuk mengirimkan team ke Merapi. Cuti!&lt;br /&gt;Yap, aku  cuti! Dan aku menampik untuk mengalihkan cuti menjadi kerja. Kesal,  lantaran, aku sudah menawarkan diri untuk bantu liputan Merapi, jika  memang kantor membutuhkan aku. Tapi, niat aku hanya dibalas, 'boleh saja  bantu, tapi nggak dapat SPJ yah'.&lt;br /&gt;Mmmmm dalam hati aku hanya  berujar, aku tidak perlu menerima uang SPJ, aku bisa lakukan semua for  free. Kenapa harus dipikir dengan uang? Segalanya kemudian memang  tiba-tiba bisa menjadi mungkin. Aku bawa seragam. Jika, tiba-tiba kantor  memerlukanku. Aku sudah tidak mikirkan uang.&lt;br /&gt;Dan aku tetap  berangkat ke Jogja, dengan naik kereta api. Ini kali pertama  perjalananku naik kereta ke Jogja. Uang saku yang seharusnya lebih dari  cukup, harus berkurang, karena harus beli tiket KA PP. Menyiasati  kekurangan uang saku, aku pun menumpang tidur beberapa malam di kos  seorang teman.&lt;br /&gt;Pagi tiba di Jogja, aku sempatkan diri makan nasi  angkringan di Stasiun, terus naik Trans Jogja menuju kos. Cukup jauh  dari pusat kota. Dan turun dari bus pun, aku harus berjalan cukup lama.  Ini melelahkan, bisikku. Tapi, ini salah satu cara menekan bajet  perjalanan. Tapi, untuk apa aku saat ini di Jogja.&lt;br /&gt;Bekal following  #jalinmerapi, aku pantau posko-posko pengungsian. Ini terlalu pede. Aku  terlalu bodoh untuk mengenal Jogja. Sementara sebaran pengungsi cukup  luas. Aku telpon satu-satu penanggung jawab posko pengungsi. Kemudian ku  dapati Muntilan. Ku tanya, bagaimana meraih tempat posko? berapa lama  perjalanan? naik bus apa? Saat informasi ku dapatkan, ku urung  berangkat.&lt;br /&gt;Baik, liburan cuti ku tahun ini, ku putuskan untuk  menjadi relawan di daerah bencana. Tapi, aku pun berpikir logis, dengan  suasana Merapi yang tidak bersahabat, aku harus juga berpikir untuk  keselamatan aku. Dan posko pengungsian yang paling dekat dengan lokasi  kos adalah stadion maguwo.&lt;br /&gt;Bersendal jepit dan kaos, plus tas  pinggang aku menjajahi bus Trans Jogja. Di ujung gang, aku lanjutkan  perjalananku dengan ojek. Tanpa ku beri tahu tujuanku, tukang ojek itu  menebak tujuanku. Dan saat ku tanya tarif, ia berkata, 'serelanya bapak  aja. Bapak pun ke sini bantu warga juga dgn sukarela, kan?' Tapi, aku  pun tak mau semaunya bayar. Aku masih bisa bayar, berapapun yang ia  minta, tapi dengan batasan wajar. Baik banget nih tukang ojek. Dan  daripada aku pusing mencari ojek untuk kembali ke halte, aku pun meminta  nomer hp-nya.&lt;br /&gt;Stadion begitu sesak. Dan rasanya aku tidak perlu  menjelaskan secara rinci bagaimana kondisi di stadion. Super berantakan.  Spanduk berjejer tak beraturan. Begitu pun baju seakan tidak mau kalah,  berjejer. Sejurus mata melihat segerombolan anak-anak bernyanyi dengan  posisi melingkar. Sementara di tengahnya, mungkin, mahasiswi yang  memandu tiap gerak anak-anak tersebut.&lt;br /&gt;Aku yang sejak awal mencari  posko kemanusiaan, kembali ke misi awal. Sekedar mendaftar. Sekedar  memberi tenaga. Aku menghampiri sebuah posko penerangan, berharap akan  menunjukan jalan. Nyatanya, sekali aku dilempar ke posko lain, dua kali  dilempar ke posko lainnya, dan kali ketiga??? Well, heloooooooow. Coba  untuk tidak berprasangka. Tapi yang aku rasakan justru berbeda. Give up?  Nop, aku lebih memilih berpikir kalau mereka terlalu sibuk, dan  menganggap aneh kedatanganku. Apalagi aku seorang diri.&lt;br /&gt;Aku pun  akhirnya menghampiri teman-teman kantor. Asal tahu saja, aku sebenarnya  ingin menghindari kontak langsung dengan teman-teman kantor. Tapi, argh,  kenapa kemudian aku datang menyapa?&lt;br /&gt;Aku ini sedang liburan. Aku  nggak mau kerja. Aku nggak mau liputan. Tapi, esok paginya aku sudah  bergabung. Status ku nggak jelas. Jakarta tidak mengetahui keberadanku.  Sampai wajahku muncul di layar tv. Diprotes? Nop. Jakarta hanya tahu aku  sedang cuti. Dan saat aku kemudian diketahui liputan, Jakarta tidak  melarangku untuk melanjuti liputan. Aku bebas. Yup, aku reporter relawan  untuk stasiun tiviku sendiri.&lt;br /&gt;Apa aku merubah misi awalku? Nop, ini  salah satu jalan bagiku, masuk ke area bencana, berinteraksi langsung  dengan warga, menyampaikan keluhan mereka dengan mick dan kamera yang  aku gunakan. Ini caraku. Ini caraku menjadi relawan dengan caraku ini.  Dan aku begitu bersemangat. Pikirku, kalau aku tidak menggunakan atribut  reporter, mana mungkin aku bebas masuk ke sejumlah wilayah terisolir?  Ini berkah untuk aku. Sadar aku tidak dibayar untuk pekerjaan ini, tapi  aku tidak mengapa. Kepuasanku melebihi dari sekedar uang spj. Sadar meski aku  relawan reporter, aku pun selalu mengiyakan perintah field producer  untuk kesana kemari ambil liputan. Bahkan, beberapa liputanku dipakai  untuk materi live. Ini sungguh menyenangkan batinku. Membuka mata, aku  bisa terapkan yang aku bisa untuk sesama.&lt;br /&gt;Dan aku pun tidak sungguh  merugi, 'upah' beberapa liputan, aku pun bisa tidur numpang bersama  teman, pun untuk sekedar makan. Impas. Dan aku tidak mau minta lebih  dari apa yang aku sudah lakukan. Sadar, aku sedang cuti. Ini semua lebih  dari cukup.&lt;br /&gt;Berada 5 kilometer saat siaga satu, jika bukan karena  tugas, adalah perbuatan bodoh. Tapi, demi pekerjaan, ini berubah menjadi  perjuangan mendapatkan nilai berita. Aku menggarap profil desa  penghasil salak pondoh di lereng gunung berapi. Usai, aku bersama teman  camper dan driver, ingin naik 3 kilometer ke atas, menuju desa peternak  ayam. Namun, mendung, membuat kami urung. Lantaran bunyi geluduk tiada  hentinya. Sampai di posko dengan 30 menit perjalanan, baru ku tahu,  bunyi geluduk itu ternyata adalah bunyi letusan gunung berapi.  Alhamdulillah.&lt;br /&gt;Jika di hari tiba di Jogja, urung ke Muntilan, maka,  aku pun berkesempatan ke Muntilan bersama rombongan teman kantor.  Bersandar SNG di sebuah asrama, tempat ratusan warga mengungsi.  Menyelami rasa keprihatinan warga. Berbaur bermain bersama anak-anak.  Ngobrol dengan penuh kesederhaan, dengan hanya duduk di koridor sekolah.  Mendengar keluh kesah, dan semangat bertahan warga. Kesan ini luar  biasa. Ini lebih dari sekedar menjadi repoter relawan, tapi lebih pengalaman batin jelang pertambahan usiaku.&lt;br /&gt;Powered by TselBlackberry®&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-9030917139020677100?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/9030917139020677100/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=9030917139020677100' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/9030917139020677100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/9030917139020677100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/11/j.html' title='Hari ini setahun lalu #Merapi'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-5045863413579511375</id><published>2011-11-05T23:03:00.000+07:00</published><updated>2011-11-05T23:05:26.543+07:00</updated><title type='text'>Relung (Part 14)</title><content type='html'>&lt;div class="hidenpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Ku hempaskan tubuh ku ke kasur yang sudah 2 minggu tidak ku tiduri.&lt;br /&gt;Ku tarik nafas dalam-dalam, mencari udara segar dalam kamar.&lt;br /&gt;Ku tidur berbantal lengan, menatap langit-langit kamar.&lt;br /&gt;Berat mataku. Ingin segera tidur. Tapi, sebentar lagi maghrib. Pamali kata orang tua kalo tidur saat maghrib. Entah apa yang menjadi pantangannya. Tapi, sepertinya gak terlalu berat untuk menjalankan larangan itu.&lt;br /&gt;Sudahlah, menahan kantuk untuk beberapa saat nggak jadi masalah.&lt;br /&gt;Aku bergegas ke kamar mandi.&lt;br /&gt;Aku merasa kurang segar kalo belum mandi. Apalagi setelah menempuh perjalanan jauh. Debu. Keringat. Lengkaplah. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku keluarkan isi tas ranselku.&lt;br /&gt;Pfuih, gak yakin kalo aku mesti membebani Mbok Ina dengan cucian kotor yang menumpuk. Tapi, aku pun rasanya enggan untuk mencuci ini semua.&lt;br /&gt;Beh, ah sudahlah, tak banyak yang aku kerjakan pula. Biarlah ini aku yang kerjakan. Toh, ada mesin cuci.&lt;br /&gt;Beranjak ke kamar mandi, aku nyalakan radio. Lagu mana suka. Terserah. Yang penting rumah ini nggak terlalu sepi.&lt;br /&gt;Aku rangkul cucian kotor itu dan aku masukkan ke mesin cuci. Semua sudah masuk.&lt;br /&gt;Aku melepaskan kaos dan celana ku. Kini aku hanya berbalut handuk.&lt;br /&gt;Sendiri di rumah.&lt;br /&gt;Aku nyalakan rokok. Beranjak ke dapur untuk mengambil gelas.&lt;br /&gt;Di otakku terbayang betapa nikmatnya minum kopi.&lt;br /&gt;Pfuih.&lt;br /&gt;Ah, air putih saja, ucapku dalam hati&lt;br /&gt;Aku hembuskan asap rokok. Nikmat sekali rasanya.&lt;br /&gt;Suara mesin cuci sudah bergolak.&lt;br /&gt;Aku duduk di meja makan. Bergantian rokok dan minum.&lt;br /&gt;Sungguh, lelahku menyiksaku.&lt;br /&gt;Ingin segera tidur.&lt;br /&gt;Lapar.&lt;br /&gt;Aduh, mana yang harus aku penuhi? Keluhku dalam hati.&lt;br /&gt;Lelah perjalanan membuatku aku nggak konsen berpikir.&lt;br /&gt;Otakku berputar.&lt;br /&gt;Oke, sambil nunggu cucian, aku mandi. Terus sambil nunggu sholat maghrib, aku masak seadanya.&lt;br /&gt;Selesai shalat maghrib aku makan, terus aku tidur.&lt;br /&gt;Done.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-5045863413579511375?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/5045863413579511375/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=5045863413579511375' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/5045863413579511375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/5045863413579511375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/11/relung-part-14.html' title='Relung (Part 14)'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-4005684803839151130</id><published>2011-11-05T22:54:00.002+07:00</published><updated>2011-11-05T22:58:53.915+07:00</updated><title type='text'>Relung (Part 13)</title><content type='html'>&lt;div class="hidenpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Stasiun Tawang pukul 07:30 pagi. Meski hanya membawa satu ransel, tapi tetap ada yang membebaniku.&lt;br /&gt;Ugh, Bu Sri, secara diam-diam ternyata memberiku oleh-oleh untuk ku bawa ke Jakarta.&lt;br /&gt;Aku sendiri nggak tahu kapan Bu Sri belanja oleh-oleh ini. Yang jelas, wingko babat dan bandeng presto sudah membuat tangan kanan ku gontai dan hilang keseimbangan.&lt;br /&gt;Akunya yang nggak tahu diri. Sudah menumpang, tapi tidak memberi balasan yang berarti.&lt;br /&gt;Kapan waktu ke Semarang aku harus mampir ke tempat Pak Suryo dan Bu Sri.&lt;br /&gt;Bunyi peringatan penumpang berbunyi. Aku segera bergegas masuk ke dalam gerbong kereta Kamandanu yang akan membawaku kembali ke Jakarta. Di lorong gerbong aku mencoba mencocokan karcis kereta dengan mata melihat nomor kursi.&lt;br /&gt;Ah, ku dapati juga akhirnya. Pfuih, kantong oleh-oleh aku letakkan di atas. Sementara tas ransel aku biarkan diletakkan di bawah kursi. Duduk di tepian dekat kaca. Posisi bagus untukku, karena aku bisa melihat pemandangan siang pantai utara Jawa.&lt;br /&gt;Saat aku mulai bersandar, dari kejauhan aku dengar suara yang cukup menarik perhatian seluruh penumpang gerbong ku. Mengganggu ketengangan penumpang lain saja, keluhku. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ups, sorry, maaf"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Haiya, sudah bikin rusuh, tasnya pun harus jatuh tepat di bahu kananku.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Maaf, mas. Maaf"&lt;/span&gt;, serunya dengan nada menyesal.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"So ke, nggak apa-apa",&lt;/span&gt; jawabku setengah hati, berharap tidak ada perbincangan lebih lanjut. Aku mau tenang sepanjang perjalanan 6 jam Semarang - Jakarta. Itu pun kalo penumpang reseh itu nyadar, kalo aku sama sekali nggak minat untuk ngobrol. Muka sudah ke setting tidak bersahabat.&lt;br /&gt;Oke, kereta sudah mulai bergerak dari Stasiun Tawang.&lt;br /&gt;Kebiasaanku memang untuk tidak banyak bicara di dalam moda transportasi apapun. Apalagi kalo lagi gak mood untuk ngomong dengan orang asing. Dan terutama saat tidak ingin.&lt;br /&gt;Jadi, jangan harap perjalanan ini membuka pertemananku, meski hanya sekedar teman seperjalanan. Aku mau menikmati perjalananku.&lt;br /&gt;Dia pun rasanya setali tiga uang dengan ku.&lt;br /&gt;Pas.&lt;br /&gt;Aku alihkan pandanganku ke sisi kananku. Masih banyak hal indah yang bisa dilihat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Air laut itu nanti kalo musim pasang, akan menggenangi rel kereta ini, Mas".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam.&lt;br /&gt;Aku alihkan pandanganku ke sumber suara itu. Penumpang di sebelahku.&lt;br /&gt;Amat tidak sopan kalo aku berkomentar datar atas pernyataannya tadi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Iya",&lt;/span&gt; jawabku sambil tersenyum. Berusaha sopan. Cukup sopan pikirku, dan aku kembali melihat sisi kananku.&lt;br /&gt;Tapi, nggak berapa lama kemudian.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Maaf tadi, kalo tas saya menimpah bahu, Mas. Nggak apa-apa, kan?&lt;/span&gt;" tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Nggak apa-apa, kok. Gak ada yang serius"&lt;/span&gt;. jawabku sekenanya.&lt;br /&gt;Udah yah, ngobrolnya. keluhku dalam hati.&lt;br /&gt;Aku kemudian coba bersandar. Meletakkan kepalaku di sandaran kursi. Tidur.&lt;br /&gt;Damn.&lt;br /&gt;Dia diam. Sikap ku, dan nada bicaraku mungkin sudah diterjemahkan olehnya, kalau aku sedang tidak ingin diganggu.&lt;br /&gt;Bimo.&lt;br /&gt;Bimo tuh bersahabat, nggak sombong.&lt;br /&gt;Aku batalkan niat ku untuk tidur.&lt;br /&gt;Mungkin ngobrol dengan sesama penumpang bisa buang jenuh ku sepanjang perjalananku.&lt;br /&gt;Aku beranjak dari sandaranku dan menoleh ke arah penumpang sebelahku.&lt;br /&gt;Dia tersenyum bersahabat dan mengulurkan tangannya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Saya Ardi".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Bimo". &lt;/span&gt;Jawabku menyambut perkenalan teman baruku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-4005684803839151130?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/4005684803839151130/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=4005684803839151130' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/4005684803839151130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/4005684803839151130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/11/relung-part-13.html' title='Relung (Part 13)'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-4865807645664850176</id><published>2011-11-05T22:51:00.002+07:00</published><updated>2011-11-05T22:53:55.960+07:00</updated><title type='text'>Relung (Part 12)</title><content type='html'>&lt;div class="hidenpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Pertemuan terakhir dengannya itu semakin menegaskan posisi ku di hadapannya.&lt;br /&gt;Berkali-kali memang ku katakan ‘cukup dan tidak lagi’. Aku hanya perlu waktu untuk sembuh. Dan menjauh darinya adalah salah satu jalan yang aku pilih. Dan berhasil. Ia tahu yang aku inginkan.&lt;br /&gt;Satu minggu ini tak ada lagi telpon darinya, sms sekalipun tak ia kirim. Memang bukan yang aku harapkan. Baik juga untuk dia. Untuk memperbaikin hubungan yang ia miliki. Tak ingin ia berpaling hanya untuk seorang aku.&lt;br /&gt;Dan keberadaan ku di Semarang saat ini benar-benar ku manfaatkan untuk diriku sendiri. Menenggelamkan ku pada kesibukan yang aku punya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Besok jadi pulang, Den?”&lt;/span&gt; tanya suara di belakangku.&lt;br /&gt;Aku palingkan kepalaku.&lt;br /&gt;Ibu Sri berjalan ke arahku, sambil membawa secangkir kopi ukuran besar.&lt;br /&gt;Perlahan ia berjalan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Iya, Bu. Sudah cukup materi yang harus saya bawa ke Jakarta.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Naik pesawat jam berapa?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Besok naik Kamandanu yang pagi. Nggak buru-buru ke Jakarta. Jadi, saya pilih naik kereta aja. Lebih santai”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Bukannya enak naik pesawat?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Lagi gak ingin, Bu”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Den ini aneh. Seumur-umur ibu ingin naik pesawat. Eh, Den Bimo malah gak kepingin. Ya udah. Ibu tinggal tidur yah. Ini kopi buat Den Bimo. Besok pagi, biar Bapak aja yang antar Den Bimo ke Tawang”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bu Sri duduk di hadapanku sambil meletakkan segelas kopi ukuran besar. Wuih, doping agar aku terus terjaga. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rawut wajahnya menyuratkan usianya. Meski begitu ada tersirat wajahnya yang begitu tenang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Gak usah, Bu. Biar naik taksi aja atau naik angkot”.&lt;/span&gt; Jawabku sambil menyambut secangkir kopi itu.&lt;br /&gt;Bu Sri mengurungkan niat untuk masuk ke dalam kamar.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Den ini gimana sih. Gak apa-apa. Biar si Bapak yang anterin”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Aduh, Ibu, saya jadi ngerepotin aja. Dikasih tumpangan tidur aja saya sudah seneng banget. Saya nggak mau repotin lagi.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Siapa yang merasa direpotin? Justru kami seneng Den Bimo tinggal di rumah kami. Tapi, maklumin, Den, yah, kalau rumah kami nggak bagus”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Ibu, saya yang berterima kasih”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yah, ini malam terakhir aku di Semarang, dan selama di kota ini aku memang tinggal di sebuah keluarga di Kampung Branci dekat Matraman. Kawasan China Town di Semarang.&lt;br /&gt;Rumah ukuran tidak seberapa luas ini hanya ditempati Ibu Sri dan suaminya, Pak Suryo.&lt;br /&gt;Kalau ditanya kenapa aku nggak ingin diantar Pak Suryo, itu karena.....mana aku tega melihat Pak Suryo mengayuh becak ke Tawang yang jaraknya 30 menit. Tapi, aku juga gak tega menolak tawaran. Menolak berarti ....ah aku paling tidak suka menggunakan kata ini...tidak menghargai. Tapi,....&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Gak apa apa, Den. Besok Bapak antar ke Tawang. Sayang ongkos taksinya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Pak Suryo keluar dari kamar. Dan duduk di samping istrinya.&lt;br /&gt;Malam terakhir. Ah, berarti perbincangan terakhir kami.&lt;br /&gt;Tidak.&lt;br /&gt;Aku tidak ingin ini pertemuan terakhir buat kami. Ingin tetap merasakan kemurahan hati mereka.&lt;br /&gt;Hari pertama di Semarang aku sempat cek in di hotel yang diberikan kantor. Dan ketika aku kemudian mencari narasumber, aku tersesat di antara jalan perkampungan. Mereka lah yang menunjukkan aku jalan. Sangat tidak mungkin memang menolak kemewahan hotel dan memilih tidur di rumah yang tidak seberapa luas ini.&lt;br /&gt;Toh, bukan Bimo kalau tidak suka berimporvisasi dengan keadaan. Toh, menyelami kehidupan langsung masyarakat menambah inspirasi untuk bahan tulisan.&lt;br /&gt;Saat Pak Yogi tahu aku tidak tidur di hotel, ia sempat memarahiku. Tapi, aku berikan alasan yang kuat. Menolak fasilitas kantor memang sudah menjadi kebiasaanku. Termasuk pulang dengan kereta dari pada pesawat.&lt;br /&gt;Dan aku sekarang sedang menikmati perbincangan dengan keluarga yang sederhana ini.&lt;br /&gt;Sudah jam 10 malam.&lt;br /&gt;Biasanya Pak Suryo sudah tidur. Lelah mengayuh becak di Johar, tempat biasa dimana ia mangkal. Berangkat jam lima pagi hingga tujuh malam.&lt;br /&gt;Tapi, malam ini, dengan rokok kretek di tangannya, ia menemaniku. Obrolan yang aku tahu tidak jauh dari nasihat-nasihat.&lt;br /&gt;Sementara sekali-kali aku menyeruput kopi buatan istrinya. Nikmat banget kopi tubruk buatannya.&lt;br /&gt;Malam makin larut.&lt;br /&gt;Aku tak segera tidur. Kopi tubruk itu kuat pengaruhnya.&lt;br /&gt;Sementara Pak Suryo dan Bu Sri sudah masuk kamar.&lt;br /&gt;Lampu dimatikan.&lt;br /&gt;Aku baringkan tubuhku pada balai di ruang tamu. Balai tempat tidurku selama di rumah ini. Berselimut sarung.&lt;br /&gt;Menatap langit rumah dengan jelaga hitam dari bentukan asap dapur.&lt;br /&gt;Bau kayu rumah.&lt;br /&gt;Sudah tua rumah ini. Sama usia dengan kedua pemiliknya.&lt;br /&gt;Aku sudah kerasan dengan kesederhanaan ini.&lt;br /&gt;Dan besok pagi....ke Jakarta?&lt;br /&gt;Optimis, semua hal telah ku buang di Semarang.&lt;br /&gt;Hari baru lagi untukku esok di Jakarta.&lt;br /&gt;Tak akan ada lagi dia dan dia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-4865807645664850176?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/4865807645664850176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=4865807645664850176' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/4865807645664850176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/4865807645664850176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/11/relung-part-12.html' title='Relung (Part 12)'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-3531601029640497930</id><published>2011-11-05T22:40:00.005+07:00</published><updated>2011-11-05T22:48:50.163+07:00</updated><title type='text'>Relung (Part 11)</title><content type='html'>&lt;div class="hidenpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Bimo&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;Suara itu.&lt;br /&gt;Seperti terhipnotis, seketika itu juga aku hentikan langkahku. Rio yang berada di depanku menghentikan langkahnya juga.&lt;br /&gt;Aku menolehkan kepala.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kenapa, Bim?”&lt;/span&gt; tanya Rio.&lt;br /&gt;Aku nggak menjawab.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kamu”&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Sebuah kebetulankah bertemu dengannya?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kamu kenapa? Kok pake kruk gitu?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku nggak menjawab.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Rio, lo duluan dech, gue nyusul”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Oh, oke. Tapi, yakin gak apa-apa?”&lt;/span&gt; tanya Rio memastikan.&lt;br /&gt;Aku hanya mengangguk meyakinkan.&lt;br /&gt;Rio berlalu.&lt;br /&gt;Kini hanya aku dan dia. Berdiri kami berhadapan.&lt;br /&gt;Tatapannya seakan menelanjangiku. Matanya bergeming menatapku lekat dari ujung rambut sampai ujung kaki.&lt;br /&gt;Aku menatapnya kosong. Tanpa ekspresi sekalipun.&lt;br /&gt;Tak ada waktu. Harus segera cabut. Sekarang juga.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kamu kenapa, Bim?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Seperti yang kamu lihat. Dah jelas, kan? Aku sekarang pakai alat ini untuk berjalan”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Karena?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku tak menjawab.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Aku ditunggu teman-teman di atas. Aku nggak enak. Aku harus segera ke sana”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Bim, kamu kenapa sih? Jawab dulu dong pertanyaanku”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Aku tertabrak mobil saat naik motor. Kaki ku patah dan sekarang lagi fisioterapi”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kapan?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Aku rasa cukup informasi yang aku kasih ke kamu”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Tapi...”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Waktunya nggak tepat. Next time aja”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku berlalu tapi terhenti.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan nggak akan ada next time, kan, Bim? Aku yakin itu. Kamu nggak akan beri itu”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku nggak menjawab.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Terima kasih yah, kamu sudah membuat kita jadi pusat perhatian pengunjung”&lt;/span&gt;. Ucapku perlahan menahan kekesalan. Menyindirnya? Sudah barang tentu.&lt;br /&gt;Dia terdiam, sama halnya dengan ku.&lt;br /&gt;Nggak nyaman rasanya ketika menyadari semua orang melihat kami dengan pandangan yang..... Pfuih. Hey, i’m not an actor that you can see on tv everyday!!! I’am just an ordinary people!!!!&lt;br /&gt;Untuk pertama kalinya kami berjalan beriringan. Bukan sepenuhnya inginku. Dia berusaha bantu aku berjalan. Aku mengelak.&lt;br /&gt;Damn, kenapa harus di Plaza Semanggi?&lt;br /&gt;Sudahlah. Sudah terlanjur basah. Di manapun nggak akan membantu. Cuma pergi dari hadapannya yang bisa bantu aku bisa bernafas lega.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Aku senang bisa ketemu kamu lagi, Bim. Meski aku harus melihat kamu berjalan dengan kruk ini”&lt;/span&gt; ucapnya memecahkan kebekuan kami. Nggak penting juga.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Tiga minggu lalu kejadiannya saat mau ketemu dengan kamu di Setiabudi”.&lt;/span&gt; Ucapku datar sambil berusaha cari sandaran.&lt;br /&gt;Kini dia berdiri di hadapanku. Ya, tepat di hadapanku.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Iya, beberapa menit lagi untuk bisa ketemu kamu dan kecelakaan itu terjadi”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Bim!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari nadanya aku paham kalau dia terkejut.&lt;br /&gt;Berpengaruhkah?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Sudahlah, nggak apa-apa. Aku yang kurang berhati-hati dan terlalu memaksa tukang ojek itu untuk ngebut”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Maafkan aku kalau kamu ternyata benar-benar menuju ke sana. Yang ada dipikiranku justru...”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Iya, kamu akan selalu salah menilai aku. Selalu saja salah”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku membetulkan posisi sandaranku.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Aku berusaha mencari kamu setelah itu. Tapi aku nggak bisa hubungi kamu”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Ponselku dicuri saat kejadian itu. Aku harus pergi”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku beranjak dari posisi sandaranku dan siap melangkah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Bim!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Aku rasa semuanya sudah jelas. Aku mohon. Aku dah kabulkan keinginan kamu untuk bertemu denganku. Tapi, please, jangan minta lebih dari ini. Aku nggak mau teman-temanku menunggu lama”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku berlalu dan meninggalkannya.&lt;br /&gt;Aku pejamkan mata dan bernafas dalam-dalam.&lt;br /&gt;Lega.&lt;br /&gt;Akhirnya.&lt;br /&gt;Namun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-3531601029640497930?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/3531601029640497930/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=3531601029640497930' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/3531601029640497930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/3531601029640497930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/11/relung-part-11.html' title='Relung (Part 11)'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-3273923819974973870</id><published>2011-10-15T14:40:00.017+07:00</published><updated>2011-10-15T15:14:21.650+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liburan'/><title type='text'>#Solotraveller 4th Day: Last day in Saigon to Hanoi</title><content type='html'>20/09/11 Cukup aneh sebenarnya menurutku, tiga hari di Ho Chi Minh, tapi tidak pernah sempat merasakan suasana kota yang sesungguhnya. Sejak tiba sabtu malam, Tien langsung mengantarku ke travel dan booking perjalanan selama di kota ini. Dan di hari selanjutnya, aku sudah t&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/--0UaRf67GwE/Tpk8V7pqf0I/AAAAAAAACbg/WI3dQoNRKz4/s1600/IMG_2078.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/--0UaRf67GwE/Tpk8V7pqf0I/AAAAAAAACbg/WI3dQoNRKz4/s200/IMG_2078.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663624353882472258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;erjadwal untuk ikut tour ini dan itu. Pulang tour sore, justru aku lebih memilih untuk tinggal di penginapan, atau sekedar cari makan yang tidak jauh. Paling hanya sekitar jalan De Tham street atau perempatan jalan, menyusuri blok, ke perempatan jalan lagi.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Hingga berakhir di kedai kecil, biasa aku pesan macaroni dan nasi goreng plus ayam goreng. Nongkrong dengan waktu yang tidak terlampau lama. Bukan karena tidak nyaman, tapi, lebih karena cuaca di Ho Chi Minh saat aku berada di sana tidak bersahabat. Gerimis, yang kadang disertai dengan hujan deras. Kondisi hujan ini yang kemudian membatalkan perjalananku dengan Daisuke ke Pecinan usai dari Mekong.&lt;br /&gt;Kedai ini rasanya yang paling pas dengan lidahku. Kecil banget tempatnya. Hanya ada 4 bangku pendek, dan meja yang selevel. Menu yang ditawarkan pun juga hanya macaroni dan nasi aja. Plus pemilik yang tidak bisa berbahasa inggris. Transaksi hanya dilakukan dengan menuliskan Dong di selembar kertas. Dan aku mengiyakan dengan anggukan kepala dan senyuman. Selanjutnya, ia langsung memasak. Kedai ini, aku sudah jadikan tempat makan sejak hari kedua. Paling aman. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yup, orang selalu bilang, untuk mencicipi Pho, sejenis mie khas Vietnam dan menu khas lainnya. Tapi, entah kenapa, aku kalau jalan-jalan tidak terlalu suka untuk berwisata kuliner. Buatku urusan perut itu, cukup dengan makan yang cukup, dan kenyang. Kalau urusan lidah, aku tidak terlalu memperhatikan, dan membiarkan tidak memanjakan lidah untuk ikut jalan-jalan. Lagipula prinsipku sejak ka&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-EUIpDI_fsXY/Tpk5vwYC_wI/AAAAAAAACaM/bQ3JEahwRpI/s1600/IMG_1976.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-EUIpDI_fsXY/Tpk5vwYC_wI/AAAAAAAACaM/bQ3JEahwRpI/s200/IMG_1976.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663621498997505794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;li pertama h&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-N7pdO_7q0FE/Tpk86HzT_8I/AAAAAAAACbs/G2osDJkPY-Q/s1600/IMG_2056.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-N7pdO_7q0FE/Tpk86HzT_8I/AAAAAAAACbs/G2osDJkPY-Q/s200/IMG_2056.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663624975619456962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;obi jalan-jalan yah, untuk mata dan perasaan. Lain tidak. Makanya aku tidak terlalu banyak menyisihkan bajet untuk makan (baca; sekedarnya).&lt;br /&gt;Macaroni dengan potongan paha ayam seharga 17 ribu rupiah itu juga sudah cukup membuatku kekenyangan. Sebab, ukuran paha ayamnya sudah besar banget. Sementara untuk minum, aku biasa beli beberapa liter air, dan kemudian jus, serta yogurt. Untungnya, penginapan yang dibooking Tien, juga menyediakan lemari es kecil, jadi bisa nyetok deh.&lt;br /&gt;Lepas urusan makanan, yang paling penting justru adalah komunikasi. Mmmm, thank lah, berkat jalan-jalan seorang diri menyusuri jalan di tengah gerimis, aku membaca ada kios telepon internet. Nggak perlu dua sampai tiga kali mikir deh untuk masuk dan cari tahu biaya melakukan komunikasi ke Indonesia. Dua ribu rupiah per menit, baik untuk telepon lokal maupun ke telepon genggam. Dan lokasinya pun hanya tinggal nyebrang jalan dari mulut jalan tempat penginapan. Surga.&lt;br /&gt;Tapi, aku baru menemukannya di hari terakhir. Jadi, tidak terlalu bany&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-hUetejvFTNU/Tpk9gi9c8eI/AAAAAAAACcE/Snw4lgJSySM/s1600/IMG_1981.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-hUetejvFTNU/Tpk9gi9c8eI/AAAAAAAACcE/Snw4lgJSySM/s200/IMG_1981.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663625635744772578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ak memanfaatkan penemuan ini. Sebelumnya aku lebih banyak menggunakan perangkat Blackberry messanger dan Voice Note.&lt;br /&gt;Well, aku sudah menata kembali tas ranselku, karena selasa siang aku harus terbang ke Hanoi dengan Jetstar. Sisa waktu ku di hari ini, aku harus gunakan  untuk &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-zljLRHubgFE/Tpk9woWEz0I/AAAAAAAACcQ/gaxXzoJQds0/s1600/IMG_1978.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-zljLRHubgFE/Tpk9woWEz0I/AAAAAAAACcQ/gaxXzoJQds0/s200/IMG_1978.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663625912068132674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;city tour yang super singkat, tiga jam saja mungkin. Yah, paling tidak aku bisa foto di depan pasar Ben Then, kemudian di depan katedral, kantor pos, dan beberapa gedung dan taman serta landmark kota ini.&lt;br /&gt;Dan Tien pun datang jam setengah sembilan. Tien bilang sebelumnya, kalau hari ini ia libur dan bisa fokus nemenin aku jalan-jalan di Ho Chi Minh. Tapi, saat Tien tiba, aku coba meyakinkan lagi, apa benar dia libur, feeling ku sih nggak, karena dia jawab setengah ragu gitu. Apapun, aku sangat, bahkan teramat sangat menghargai usaha Tien untuk mengentertain aku selama berada di kotanya. Tien benar-benar teman yang super baik. Tidak hanya saat kami bersama satu kampus di Siena, tapi setelah tujuh tahun tidak bertemu pun, aku tetap mendapati Tien sebagai teman yang baik banget. #Hug&lt;br /&gt;Dengan motornya, kami pun menelusuri jalan-jalan utama kota. Berhenti sejenak untuk ambil beberapa gambar. Dan hingga ke sejumlah titik pun, Tien, tidak berhenti-henti menyarankan untuk foto di ragam lokasi yang biasa dijadikan tempat favorit para turis. Tien sendir&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-PCF2sxdvMKo/Tpk71CA8mTI/AAAAAAAACbU/JWaRAQh-arA/s1600/IMG_2087.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-PCF2sxdvMKo/Tpk71CA8mTI/AAAAAAAACbU/JWaRAQh-arA/s200/IMG_2087.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663623788655057202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;i yang memotretku. Dan jika aku ingin Tien bersama dalam satu frame, maka aku meminta orang lain untuk membantu kami. Begitu seterusnya, hingga ku rasa perjalanan keliling kota tersingkat ini selesai, dan Tien pun mengantar aku ke bandara.&lt;br /&gt;Dan, pesawatku pun delay hingga lima jam ke depan. Notifikasinya baru aku terima begitu turun dari motor. Aku memberi tahu Tien, ia menawariku untuk jalan- jalan lagi aja. Tapi, aku tahu kondisinya, Tien harus segera ke kantor, dan aku memastikan, kalau aku ba&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-hmNixh5Ablk/Tpk9QC-IzWI/AAAAAAAACb4/x4bFpK__q5Q/s1600/IMG_1987.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-hmNixh5Ablk/Tpk9QC-IzWI/AAAAAAAACb4/x4bFpK__q5Q/s200/IMG_1987.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663625352279805282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ik-baik saja untuk lima jam ke depan, dan aku memilih untuk berada di bandara. Itu cara yang lebih aman.&lt;br /&gt;Kami berpisah dan itu amat membahagiakan.&lt;br /&gt;Terus terang, aku juga berpikir ada apa dengan aku, kenapa aku bisa tidak mati gaya selama berada di bandara, dan di negara orang pula. Aku asik sendiri dengan troli, makan ayam goreng yang dibelikan Tien, main hp, buka laptop, dengerin musik. Dan jika aku bosan di dalam, aku cari angin di luar bandara, melihat orang lalu lalang. Semua itu aku lakukan dalam waktu lima jam. Bahkan, saat aku ingi&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-BbYhPPUY_LM/Tpk-MeXfH8I/AAAAAAAACcc/8xksESaK3ZU/s1600/IMG_2074.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-BbYhPPUY_LM/Tpk-MeXfH8I/AAAAAAAACcc/8xksESaK3ZU/s200/IMG_2074.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663626390426034114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;n kembali melihat foto-foto perjalanan, aku sempatkan ngedit foto. Hanya satu yang tidak aku lakukan, tidur. Dan aku nggak mau tidur., Takut bablas. Dan lima jam di bandar, plus 2 jam, total tujuh jam dibandara aku lalui dengan menyenangkan.&lt;br /&gt;Well, merugi juga sih sebenarnya, aku sengaja pilih penerbangan siang, karena berarti aku masih bisa menikmati suasana sisa siang di Hanoi. Jika pesawat berangkat jam 1, maka paling tidak aku sampai di Hanoi jam 3 sore. Masih banyak waktu untuk jalan-jalan dan beradaptasi. Nah, jika pesawat take off jam 5 sore, maka tiba di Hanoi jam 7 malam.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-4B5x1Pb0R2o/Tpk5_UrJKMI/AAAAAAAACaY/u8YwPR24Jws/s1600/IMG_2105.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-4B5x1Pb0R2o/Tpk5_UrJKMI/AAAAAAAACaY/u8YwPR24Jws/s200/IMG_2105.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663621766439315650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku nggak mau sampai di kota Hanoi malam hari. Tapi apa boleh buat, terima saja.&lt;br /&gt;Yang aku tahu, dari Bandara ke pusat kota Hanoi itu membutuhkan waktu satu jam-an. Dan ada bus bandara, plus transportasi umum. Aku pilih bus bandara. Mmmm jangan berpikir bus bandara itu, sebesar bus damri di Jakarta. Aku bisa bilang kalau ini seperti minivan, tarif hanya 2 dolar atau sekitar 17 ribu rupiah. Murah daripada harus menyewa taksi.&lt;br /&gt;Saat turun dari pesawat itu, aku kenalan dengan #Solotraveller dari Prancis. Aku paham kalau ia pun harus irit. Aku menawarinya untuk bersama ke pusat kota, lagipula kondisinya jadi menguntungkan untuk aku, setidaknya aku ada teman bicara. Ia ngotot untuk naik bus dari salah satu maskapai dengan harga tiket yang sama. Tapi aku meragu untuk naik, &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-XOnaj3TnPsc/Tpk61kv6fDI/AAAAAAAACa8/yCbMvHAfkNg/s1600/IMG_2103.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-XOnaj3TnPsc/Tpk61kv6fDI/AAAAAAAACa8/yCbMvHAfkNg/s200/IMG_2103.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663622698467228722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;karena kondisi busnya amat sangat tidak layak. Dan aku pilih naik bus dari Vietnam Airlines. Memang sih harus nunggu penuh, tapi rasanya ini yang lebih layak.&lt;br /&gt;Nah, si bule itu, ngotot, kalau naik bus pilihanku, tarifnya 4 dolar per orang. Yah, aku bilang aja, "salah denger kali lu, bro. lah, gw denger aja cuma 2 dolar per orang. Kalo lu ga percaya, tanya aja lagi. dan kalo lu mau naik bus itu yah silakan aja". Hingga akhirnya ia naik juga bus yang aku pilih.&lt;br /&gt;Malam itu sungguh tidak menguntungkan untuk aku yang tidak suka malam, apalagi jika tiba di sebuah kota yang baru. Aku perlu matahari untuk melihat semuanya. Dan aku tidak butuh hujan untuk saat ini. Sebenar-benarnya tidak butuh hujan. Tapi apa daya, terima saja. Temanku asal Indonesia yang bekerja di Hanoi mengatakan kalau memang kota ini sedang musim hujan. Wassalam.&lt;br /&gt;Satu jam berikutnya aku sudah tiba di pusat kota. Berbekal peta aku membuka dan mempelajarinya, mengamati nama jalan, dan sungguh pekerjaan sia-sia. Sempat kaget saat ada sebuah kompleks perumahaan besar di tepi kota, dengan plang nama taipan perumahan asal Indonesia. Huh, hebat&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-JV7fYujErms/Tpk7MHs_XaI/AAAAAAAACbI/hK6z2XlaxVY/s1600/IMG_2088.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-JV7fYujErms/Tpk7MHs_XaI/AAAAAAAACbI/hK6z2XlaxVY/s200/IMG_2088.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663623085807328674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; juga. Pokoknya ada World-nya gitu deh.&lt;br /&gt;Pada saat aku naik bus ini, sebenarnya si sopir aku tanyakan, apakah dia bisa menganta&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Jnf9Z_ImnFg/Tpk5hjMuwSI/AAAAAAAACaA/h3MSmjOF_84/s1600/IMG_1949.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Jnf9Z_ImnFg/Tpk5hjMuwSI/AAAAAAAACaA/h3MSmjOF_84/s200/IMG_1949.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663621254942212386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;rkanku ke alamat hotel aku. Dia menjawab bersedia. Namun, saat aku beranjak cari bus lainnya, dan kembali ke bus dia, aku kembali tanyakan hal yang sama, jawabannya berubah. Ia pun menjawab dengan nada tinggi, menolak untuk mengantarkanku. Baiklah, ini salahku.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-jvynyCvf3zM/Tpk6Q_L2FrI/AAAAAAAACak/TS3guvw1pzY/s1600/IMG_2104.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-jvynyCvf3zM/Tpk6Q_L2FrI/AAAAAAAACak/TS3guvw1pzY/s200/IMG_2104.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663622069908543154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi, setelah semua penumpang turun di perhentian terakhir, sopir ini, balik menanyai alamat hotelku, tentunya dengan sejumlah biaya tambahan yang tidak lebih besar dari 2 dolar. Aku mengiyakannya. Ini jalan terbaik menuju hotel, daripada aku harus turun kemudian mencari taksi. Anggap saja bagi-bagi rejeki, dan ia teramat senang menerima lembaran-lembaran Dong dari aku. Dan aku pun duduk manis, hingga tiba di Stars Hotel, Hanoi. Perjalanan berikutnya adalah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-3273923819974973870?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/3273923819974973870/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=3273923819974973870' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/3273923819974973870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/3273923819974973870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/10/solotraveller-4th-day-last-day-in.html' title='#Solotraveller 4th Day: Last day in Saigon to Hanoi'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/--0UaRf67GwE/Tpk8V7pqf0I/AAAAAAAACbg/WI3dQoNRKz4/s72-c/IMG_2078.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-3073022786883663954</id><published>2011-09-26T17:46:00.016+07:00</published><updated>2011-10-15T11:02:10.088+07:00</updated><title type='text'>#Solotraveller 3rd Day: Mekong Delta - Get More</title><content type='html'>19/09 Yeaaaaaa &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-VAPdz6nm-gQ/Tpj-SCR8oOI/AAAAAAAACX8/ZzV-_ClY-X8/s1600/IMG_1948.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-VAPdz6nm-gQ/Tpj-SCR8oOI/AAAAAAAACX8/ZzV-_ClY-X8/s200/IMG_1948.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663556117221646562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;bangun kepagian lagi dan disambut dengan kegalauan. Terlalu banyak yang dipikirkan, apa yang bisa aku lakukan. Dan apa yang terjadi di hari ini? Tarik nafas panjang aja dulu. Sebelum akhirnya beranjak untuk sholat. Adem pikiran untuk kemudian lanjut untuk tidur, berusaha untuk tidur tepatnya. Dan bangun sebelum alarm membangunkan aku.&lt;br /&gt;Okey, hari ini jadwal tour berikutnya adalah Mekong Delta Full Day Trip. Terdengar amat sangat menyenangkan? Yeaaaa&lt;br /&gt;Seperti biasa, pagi di kantor TheSinhTourist sudah banyak peserta tour yang datang. Bus sendiri dijadwalkan berangkat jam setengah sembilan. Dan, aku kemudian bertemu dengan Stepensen. Turis asal Malaysia. Nggak tahu nih orang seru sendiri pas liat aku, mungkin senang aja kali yah, ketemu lagi di rombongan tour yang sama. Dia sendiri bersama 3 teman lannya.&lt;br /&gt;Berusaha cari anggota group lainnya untuk diajak ngobrol, aku kemudian merapat ke seorang Jepang, yang kemudian ku ketahui bernama Daisuke, #solotraveller juga. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;8:30 bus yang dipenuhi turis, termasuk aku (halah) pun meluncur 2 jam menuju Mekong Delta dengan dipandu seorang guide. Beruntung jika memang booking tour seorang diri, karena di bus pun dikasih duduk sendiri, sementara bangku di sebelah juga kosong. Begitu pun Daisuke.&lt;br /&gt;Perjalanan menuju Mekong Delta, tak banyak yang ku lakukan, selain untuk tidur. Yap, selalu saja kurang tidur, p&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-wLFKR4IjNoI/Tpj-n-nuoaI/AAAAAAAACYI/Htl-zC-nSvQ/s1600/IMG_1993.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-wLFKR4IjNoI/Tpj-n-nuoaI/AAAAAAAACYI/Htl-zC-nSvQ/s200/IMG_1993.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663556494196384162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;un makan. Selalu bersemangat tiap harinya. Hanya itu, mencoba untuk bersemangat. Tidak lupa aku report ke Tien aktivitasku selama liburan di kotanya, kadang Tien yang sms duluan. Nah, kalau Tien nggak bisa nemenin saat pagi atau siang karena harus bekerja, Tien paling sms anda datang untuk ngobrol makan malam.&lt;br /&gt;Lepas dari pusat kota, bus masuk ke....mungkin sebutannya jalan tol kali yah. Jalan ini lebih tenang, nggak sering la&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-H5ljJXrVfsc/Tpj_zfBHnbI/AAAAAAAACYs/yr4zLOzloAk/s1600/IMG_2019.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-H5ljJXrVfsc/Tpj_zfBHnbI/AAAAAAAACYs/yr4zLOzloAk/s200/IMG_2019.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663557791383002546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;gi dengar klakson. Tapi, mungkin karena kebiasaan, tetap aja, kalo bukan para biker yang klakson, si sopir tour yang hobi banget bunyiin klakson. Ini yang buat aku jadi gak bisa tidur. Padahal sisa perjalanan dengan bus ini, tak banyak yang bisa dilihat. Kecuali, adanya makam di tengah sawah. Dan itu aku dapati, tidak hanya di satu lokasi saja, namun juga di banyak lokasi. Kenapa? Jangan tanya kenapa yah.&lt;br /&gt;Hujan menyambut kami saat kapal mulai membelah sungai Mekong. Angin dari sisi kiri melengkapi guyuran hujan yang perlahan membuat aku menggeser posisi duduk di sisi kanan kapal. Tapi, juru kemudi memperingatkan kami untuk tetap menyeimbangkan kapal, karena kapal sudah sedikit miring ke kanan akibat sejumlah penumpang memilih menyelamatkan diri dari terpaan hujan. Kontan, tak banyak pilihan, aku dan beberapa penumpang pun, setengah hati relah berbasah-basahan.&lt;br /&gt;Untungnya hujan turun hanya beberapa menit saja (baca: sebentar). Kami pun selanjutnya duduk manis, hingga jelang perhentian pertama.&lt;br /&gt;Perhentian pertama ini, kami singgah di sebuah delta pulau bernama Phoenix. Setelah kapal merapat, kami pun menyusuri jalan setapak yang sedikit licin, imbas dari hujan tadi. Sepi, itu kesan pertama yang aku tangkap. Jelas ini merupakan pengalaman pertamaku menginjakkan kaki di sebuah delta sungai berpenghuni. Ajaib aja kesannya. Karena entah butuh berapa tahun, endapan tanah ini membentuk sebuah 'pulau' di tengah sungai, apalagi jika kemudian orang-orang memilih tinggal di dalamnya.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-9JQWL1Mvto0/Tpj_IhkvioI/AAAAAAAACYU/5yWPq9wTCQg/s1600/IMG_2001.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-9JQWL1Mvto0/Tpj_IhkvioI/AAAAAAAACYU/5yWPq9wTCQg/s200/IMG_2001.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663557053334915714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sedikit sok tahu, tiap kali guide memperkenalkan buah-buah lokal yang ada di pulau itu, aku selalu menjawabnya, 'Di negara saya, namanya Jeruk Bali, Cepedak, dan Buah Naga'. Mengeluh tak banyak yang bisa dilihat, kecuali saat ada seorang perempuan warga lokal yang tekun membuat kertas yang terbuat dari nasi. Kertas ini biasa digunakan untuk membungkus penganan khas dari Vietnam. Aku lupa namanya. Ini menarik, karena, pekerjaannya dilakukan secara tradisional.&lt;br /&gt;Tidak jauh dari lokasi pertama, kami diajak melihat beragam kerajinan yang terbuat dari tempurung kelapa. Pun, tidak ada yang menarik perhatianku, kecuali bercakap dengan teman-teman baru, dan mengabadikan beberapa foto.&lt;br /&gt;Satu-satunya yang menarik perhatianku adalah saat guide mengajak kami makan siang. Yihaaaaa&lt;br /&gt;Restoran di tepi&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-vmXmcFoZFS0/TpkAVhiMURI/AAAAAAAACY4/Xv6ttFrvPeI/s1600/IMG_2026.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-vmXmcFoZFS0/TpkAVhiMURI/AAAAAAAACY4/Xv6ttFrvPeI/s200/IMG_2026.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663558376174145810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;an sungai Mekong itu menyediakan sejumlah meja bundar dengan lima kursi yang melingkarinya. Pelayan berbaju merah pun dengan cekatan membawa sejumlah menu di tengah meja. Mmmmmm kalau ini aku suka menunya, ikan gurame. Tapi, mereka bilang, kalau ikan ini hanya didapati di sungai Mekong. Yakin? Karena dari ciri fisiknya aku cukup tahu ini namanya ikan gurame. Tapi, aku memilih tidak berdebat. Bukan apa, lebih karena, aku pun tidak bisa menjelaskannya dengan bahasa yang pelayan gunakan. Bahkan, saat aku memesan sofdrink pun, aku kerap menggunakan benda yang aku mau, berikut warnanya untuk memesan.&lt;br /&gt;Sejurus kemudia&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-_dc6ZRgUkPA/Tpj_eN2arQI/AAAAAAAACYg/_znMWTNK9pY/s1600/IMG_2006.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-_dc6ZRgUkPA/Tpj_eN2arQI/AAAAAAAACYg/_znMWTNK9pY/s200/IMG_2006.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663557425997458690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;n, pelayan mengambil potongan daging ikan, mencampurnya dengan sayuran, dan membalutnya d&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Jo2EAAMHPQY/TpkCU8lwUcI/AAAAAAAACZQ/Ko14FG70cBw/s1600/IMG_2032.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Jo2EAAMHPQY/TpkCU8lwUcI/AAAAAAAACZQ/Ko14FG70cBw/s200/IMG_2032.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663560565280231874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;engan kertas nasi itu. Masing-masing kami diberi 2 buah. Cukup enak. Apalagi tumis kangkungnya. Ikan dan tumis kangkung yang bisa aku makan, selain itu, aku tak bisa menikmati sisa menu yang tersaji. Jangan tanya kenapa. Daisuke cukup lahap menyantap sop dan beberapa potong semur daging. 3 teman baru ku lainnya dari Hongkong pun cukup menikmati sajian itu. Aku tidak. Nasib. Btw, makan siang ini sudah termasuk dalam biaya tour loh.&lt;br /&gt;Selesai di persinggahan pertama, kami lanjutkan perjalanan ke delta berikutnya. Delta ini khusus untuk pertenakan madu.&lt;br /&gt;Ke lokasi ini tidak membutuhkan waktu yang lama, kira-kira lima belas menit, itu pun juga tidak membosankan, karena, sepanjang perjalanan pun juga disuguhi dengan sejumlah rumah terapung warga lokal.&lt;br /&gt;Dan, setibanya kami di delta ini, kami pun disuguhi dengan minuman teh madu. Seger seger seger. Meski sebenarnya tidak terlalu istimewa sih penyajiannya, tapi tetap saja, dengan suasana berbeda, aku tetap bisa menikmati apapun di sini. Termasuk saat nekat mengangkat papan kawat yang berisi ribuan madu dan berfoto. Seru aja. Hal ini pernah aku lakukan saat liputan di bumi perkemahan Cibubur.&lt;br /&gt;Usai sajian teh madu, dan berjalan-jalan sedikit di sekitarnya, termasuk toko oleh-oleh, kami pun di ajak untuk menyusuri jalan kampung ini. Dan ternyata, ada kejutan seruuuuuu. Damn, ini beneran seru, naik delman khasnya Vietnam, dan ini tidak ada di dalam buku petunjuk paket wisata yang&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-ekublIZP4ZA/TpkA-mIqUYI/AAAAAAAACZE/p091cmIFHTo/s1600/IMG_2031.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ekublIZP4ZA/TpkA-mIqUYI/AAAAAAAACZE/p091cmIFHTo/s200/IMG_2031.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663559081783873922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; diberikan. Apapun, cukuplah ini menyenangkan hati terus di sisa perjalanan di Delta Mekong. Super, Senang. Yihaaaa. Akunya yang nggak berhenti tersenyum di tengah liburan ini, di hari ini.&lt;br /&gt;Jadi, delman ini mengantar kami menelusuri kampung dari ujung pulau ke ujung pulau lainnya. Tersedia 7 delman, dan akunya yang karena begitu senangnya, hampir terjatuh, saat kudanya itu, tanpa kasih tahu ke aku, dah kabur aja. lol&lt;br /&gt;Sepuluh menitan kami berdelman ria, bertemu dengan turis lainnya yang justru memilih bersepeda keliling pulau, saling bertegur dan menyapa. Sweet. Hingga kemudian kami turun dan diberi kejutan lainnya yang nggak kalah dengan yang sebelumnya. Disuguhi lagu-lagu rakyat di sebuah saung di tepi sungai. Mantap.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-ZEBmZjzniew/TpkCvQA1hBI/AAAAAAAACZg/g6qjcs_41ZA/s1600/IMG_2043.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ZEBmZjzniew/TpkCvQA1hBI/AAAAAAAACZg/g6qjcs_41ZA/s200/IMG_2043.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663561017170691090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mana paham dengan lagu yang dinyanyikan, guide menjelaskan, kalau lirik lagu itu berisi ungkapan rasa cinta. Dalem. Mereka, para penyanyi, dengan diiringi pemain musik, secara bergantian menyanyikan, kurang lebih 4 buah lagi. Dan kami pun menikmati sajian tersebut dengan menyantap, sajian buah-buahan tropis; pisang, buah naga, belimbing dan jeruk.&lt;br /&gt;Di sini aku kenal dengan Andi Nguyen, turis lokal asal Hanoi, yang menjadi teman perjalananku berikutnya di Hanoi. Dia staff admin sebuah maskapai besar yang berbasis di Hanoi.&lt;br /&gt;Meskipun waktu sudah sore, dan aku pikir ini adalah titik terakhir tour di Mekong, tapi ternyataaaaa. Ah ingin menulis secara detail apa yang terjadi sepanjang hari iniiiiiii. Karena, transportasi selanjutnya adalah dengan sampan. Mantap, kan?&lt;br /&gt;Aku satu sampan de&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-6TzhuY5-HxA/TpkDKETuvOI/AAAAAAAACZo/am3xUXLoL5k/s1600/IMG_2046.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-6TzhuY5-HxA/TpkDKETuvOI/AAAAAAAACZo/am3xUXLoL5k/s200/IMG_2046.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663561477885181154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ngan Daisuke, menyusuri anak sungai Mekong, dengan pendayungnya perempuan lokal. Seru beneran seru, karena kami menelusuri anak sungai yang berliku, kemudian di kanan kirinya itu ada pohon mirip pohon salak, atau entah lah. Cukup panjang perjalanan menyusuri anak sungai ini, hingga kami kemudian tiba di kapal yang mengantar kami dari awal perjalanan. Damn, well organise banget nih tour operator.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-LXVnDp4dYtU/TpkDktQwEjI/AAAAAAAACZ0/bOgSEMPyq6o/s1600/IMG_2051.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-LXVnDp4dYtU/TpkDktQwEjI/AAAAAAAACZ0/bOgSEMPyq6o/s200/IMG_2051.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663561935555138098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ah, ini adalah perjalanan terakhir, karena sudah cukup lelah. Namun, ternyataaaaaa, titik berikutnya adalah ke delta berikutnya. Pingsan.&lt;br /&gt;Memang tidak lama bagi kami singgah di pulau yang satu ini, dan pulau ini khusus untuk membuat permen dari kelapa. Just it. Namun, di pulau ini, aku kenalan dengan Vaness, turis dari Singapura, teman perjalanan Sebastian, turis asal Malaysia. Kami bicara banyak tentang perjalanan kami masing-masing. Dan Vaness cukup mengatakan aku gila dengan melakukan perjalanan sendiri di Vietnam. Aku pun mengungkapkan alasan kenapa aku melakukan ini seorang diri.&lt;br /&gt;Mekong Delta is awesome beneran, yah, perjalanannya, ya teman-temannya, dan harga yang harus aku bayar untuk semua pengalaman perjalanan itu hanya kurang dari 300 ribu rupiah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-3073022786883663954?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/3073022786883663954/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=3073022786883663954' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/3073022786883663954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/3073022786883663954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/09/solotraveller-3rd-day-mekong-delta.html' title='#Solotraveller 3rd Day: Mekong Delta - Get More'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-VAPdz6nm-gQ/Tpj-SCR8oOI/AAAAAAAACX8/ZzV-_ClY-X8/s72-c/IMG_1948.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-6460139592134026034</id><published>2011-09-20T13:02:00.002+07:00</published><updated>2011-10-08T10:28:28.300+07:00</updated><title type='text'>#Solotraveller 2nd days: Cu Chi Tunnel #HoChinMinh</title><content type='html'>18/09 Lagi, bangun terlalu pagi, padahal semalamnya pun juga ngga tidur lebih awal. Leyeh-leyeh di atas tempat tidur nggak jelas. Baru setengah jam kemudian alarm berbunyi. *tepokjidat&lt;br /&gt;Mungkin akunya yang terlalu antusias dengan perjalanan ini, jadinya pikiran terus menerawang, sementara daya tahan fisik dipaksakan. Ini nggak bagus. *pecut&lt;br /&gt;Ya paling aku mengonsumsi vitamin, juz, dan minum banyak air. Kalau kar&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-BUuYOuEFaI8/To-_qqDEUMI/AAAAAAAACXc/HzqW_nQT5UU/s1600/IMG_1951.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-BUuYOuEFaI8/To-_qqDEUMI/AAAAAAAACXc/HzqW_nQT5UU/s200/IMG_1951.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5660953996190568642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;bohidrat? Mmmmm berharap aku kurusan dalam 11 hari ini, karena fisik dipacu terus. Mahal ya, boooow mau kurus aja kudu jalan-jalan.&lt;br /&gt;7:45 aku sudah berada di kantor TheSinhTourist di De Tham Street, dari tempatku menginap, hanya 5 menit berjalan kaki.&lt;br /&gt;Aku tidak banyak melakukan aktivitas pagi dengan berjalan-jalan, meski hanya di sekitar tempatku tinggal. Nggak banyak pula jadinya, hal-hal yang diabadikan. Sarapan di sini dengan menu yang tidak bisa aku makan, membuat aku pilih yang pasti-pasti saja. Syukurnya, aku masih punya simpanan roti sobek yang aku bawa dari Jakarta, dan sisa roti sobek lainnya. Cukuplah untuk sekedar mengganjal perut, plus menghajar yogurt. Ah, sehat beneur.&lt;br /&gt;Di #HoChiMinh, banyak warga yang sarapan di luar rumah. Umumnya, di pinggir jalan. Berbangku dan bermeja kecil dengan ditemani kopi, atau teh, dan semangkuk Pho. Tergoda memang untuk merasakannya, meski hanya duduk di pinggir jalan. Tapi, ya sudahlah, aku coba cari kenikmatan lainnya dengan cara ku sendiri.  &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak turis yang memadati kantor tour operator ini. Mmmmm kalau dari wajahnya, damn, aku sep&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-9mfrMBLXr48/To--nW8lh-I/AAAAAAAACXU/Jt9V0FtAI-A/s1600/IMG_1963.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-9mfrMBLXr48/To--nW8lh-I/AAAAAAAACXU/Jt9V0FtAI-A/s200/IMG_1963.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5660952840011876322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;erti berada di belahan dunia manaaaaa gitu. Ada yang duduk, ngobrol antar sesama. Ada yang baru datang dan booking tiket tour, dan ada yang sekedar merokok di luar kantor sambil menunggu busa datang.&lt;br /&gt;Mata ku pun tertuju pada satu pria yang aku prediksi, dia orang Indonesia. Eits, jangan tendensius ah. Aku perlu berbicara dalam bahasa Indonesia tauuuu.&lt;br /&gt;En, eng ing eng. Sengaja aku duduk membelakangi mereka, yes, mereka, entah itu siapanya si pria itu. Yang jelas, dengan sedikit nguping, aku mendengar mereka bicara bahasa Indonesia. Yihaaaaaaa&lt;br /&gt;Mulai dah.&lt;br /&gt;'Dari Indonesia juga?' tanyaku memulai pembicaraan.&lt;br /&gt;Sejurus kemudian, aku tahu kalau yang pria ini tinggal dan bekerja, serta memiliki istri dan satu anak di Vietnam. Dan berada di kantor tour ini, untuk ajak orangtuanya ke Delta Mekong. N you know what? Mereka tinggal di Rawa Lumbu. *jleb&lt;br /&gt;'Tahu provider Vietnam yang bisa BBM-an, Mas?'&lt;br /&gt;Sejurus kem&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-YuVg_BJQLBo/To_A0Pk0giI/AAAAAAAACXk/ia6-NcZ1rIw/s1600/IMG_1957.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-YuVg_BJQLBo/To_A0Pk0giI/AAAAAAAACXk/ia6-NcZ1rIw/s200/IMG_1957.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5660955260394701346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;udian, dengan sigap, dia pinjam handphoneku. Diregistrasi seperti cara di Indonesia, tunggu beberapa saat. Kemudian direstar. Deng deeeeeng. Bisaaaaaaaaa!!! Happppppppieeee!!! Pulsa yang dibeliin Tien, kepotong 30K VND untuk berlangganan bb selama seminggu. Agar aku tidak lupa, aku minta dipandu untuk registrasi, jika masanya sudah habis. Mmmmm ini yang disebut dengan rejeki senyum. Sempet tukeran nomer handphone and kartu nama.&lt;br /&gt;Dan, aku pun sudah di dalam bus. Sementara yang lainnya duduk berduaan, aku duduk sendirian. Mmmmmm wish you were here, sayaaaaaang.&lt;br /&gt;Perjalanan ke Cu Chi Tunnel memakan waktu 1:45 menit keluar kota Ho Chi Minh.&lt;br /&gt;Ups, lupa, aku ambil paket tour Cu Chi Tunnel setengah hari, plus Ho Chi Minh city setengah hari, total +/- 321K VND, dibagi dua aja ke rupiah. Murah? Embeeeeer, daripada ha&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-P2TkXEQgtMw/To_CHEET57I/AAAAAAAACXs/U5QmXmLvQAg/s1600/IMG_1966.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-P2TkXEQgtMw/To_CHEET57I/AAAAAAAACXs/U5QmXmLvQAg/s200/IMG_1966.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5660956683234699186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;rus urus sana sini sendiri, ambil paket tour dengan harga yang masuk akal, dan tergolong murah, yah, ini bisa menjadi pilihan. Terutama dengan kendala bahasa jika harus ke Cu Chi sendiri. Jangan tanya aku soal bagaimana jika ke Cu Chi sendirian yah. *peace&lt;br /&gt;Perjalanan ini sejauh 200 km, begitu yang aku baca di buku panduan.&lt;br /&gt;Cu Chi Tunnel sendiri adalah lorongan bawah tanah yang digunakan selama perang Vietnam melawan AS. Luasnya? Mmmmmm coba googling aja yah? Kalau turis asing masuk sini bayar 80K VND. That's it.&lt;br /&gt;Mmmmm cukup menyenangkan sih, sepanjang tour ini. Banyak hal yang bisa dilihat di tengah hutan ini. Guide, ngasih banyak penjelasan tentang sejarah lorong, alat perangkap, sekaligus memberi kesempatan peserta tour menyusuri lorong bawah tanah sejauh 14 meter.&lt;br /&gt;Dan aku cukup heran, dengan kondisi badan yang sudah tidak kurus ini, aku mampu masuk terowongan.&lt;br /&gt;Dan, resiko! Lagi-lagi resiko kalo travelling sendiri adalah saat ingin mengabadikan momen adalah yang paling sulit. Jadinya, minta tolong ke siapapun. Tapi, ini ternyata menjadi pembukaan&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-nYaG7yqjPyo/To_CikSEpbI/AAAAAAAACX0/oDNa-V0bM20/s1600/IMG_1962.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-nYaG7yqjPyo/To_CikSEpbI/AAAAAAAACX0/oDNa-V0bM20/s200/IMG_1962.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5660957155738822066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; percakapan yang mumpuni. Entah kebetulan atau tidak, mereka juga senang dimintai tolong.&lt;br /&gt;Korban pertamaku adalah Stephensan, Malaysia. Peserta tour rombongan dengan teman-temannya. Aku langsung akrab sama dia, bahkan cakap bahasa Melayu. Beberapa kali aku mintai tolong, pun nggak keberatan. Pas muka ku celingak celinguk, agar bisa minta tolong foto-n ke orang lain, dia justru yang nawarin bantuan. Hey, kami cepat akrab. Sempat aku cerita tentang perjalananku di Melaka dan Penang. Dan dia kaget saat aku mengatakan, kalau aku #solotraveller.&lt;br /&gt;Next, cengo sendirian, and asyik sendiri. Sok pede, menyapa peserta tour lainnya yang seorang diri. Berharap senasib. Dooooor, eaaaaa dia asli Torino, Italia. Huwaaaaa parlavamo Italiano subito.&lt;br /&gt;Kalau si Jovico lebih parah, dia sudah 2 bulan ini travelling sendiri. Setelah Vietnam, akan lanjut Laos dan Kamboja. Mantap, Man. Karena kesamaan bahasa, kami juga langsung akrab. Kalau nggak salah dia menyebut dirinya itu bekerja di bidang pengembangan informatika deh.&lt;br /&gt;Mmmmm kalau dipikir-pikir, #solotraveller itu beneran memaksa kita belajar untuk tidak hanya mengontrol diri sendiri, tapi juga bisa membuka hati bergaul dengan orang-orang asing. Bersikap ramah dan menjadikannya sebagai teman perjalanan.&lt;br /&gt;Kacrutnya adalah saat aku coba bersikap ramah dengan sesama turis asal Indonesia, beda group memang. Mereka berempat. Aku sendiri. Ya eyalah. Aku menyapa, 'hai, saya juga dari Indonesia'. Aku menggunakan kata 'saya' loh, bukan 'gue'. Eh, mereka cuma memandang balik tanpa membalas sapaanku, serasa ingin mengatakan, 'SO?'&lt;br /&gt;Damn, schifo, gila, aku pikir mending aku kenal dan berteman baik deh sama orang asing sekalian, kalau sesama negara sendiri aja kelakuannya sengah. *cih&lt;br /&gt;Sisa perjalanan di Cu Chi Tunnel cukup menyenangkan. Dan saat tahu tour berakhir, maka aku menanti sisa paket tour berikutnya. City tour Ho Chi Minh setengah hari, yang pada akhirnya dibatalkan. Pfuih.&lt;br /&gt;Dari jadwal jam 2, molor hingga menit ke lima belas. Guide ku, bilang, aku akan bersama lima peserta tur lainnya. Hingga akhirnya. Kecewa, tour tidak bisa dilanjutkan jika peserta hanya aku saja.&lt;br /&gt;Sebagai kompensasi, aku ditawari untuk dibayarin taksi, atau disewain motor, atau diantar sampai titik yang aku inginkan, baru kemudian aku pulang ke penginapan naik taksi. Dan aku bulat mengatakan TIDAK.&lt;br /&gt;Ngambek? Yes lah. Aku kemudian jalan terhuyung memendam kekecewaan. Halah. Rencana hari ini memang harus dipaksakan untuk jalan-jalan ke kota. Tapi, nyatanya? Aku hempaskan tubuh ke atas kasur. Dan hujan. Yihaaaaaaa&lt;br /&gt;Rasa kecewa pun tidak terlalu berat, karena aku merasakan suasana hujan di Ho Chi Minh. Mmmmmm seru.&lt;br /&gt;Hujannya kadang berhenti, kadang lanjut. Tapi deras banget. Baru bener-bener berhenti itu jam 6-an, saat Tien datang ke penginapan dan ngajak makan malam. Tien menawarikan makan di restoran kemarin. Aku bilang nggak mau. Aku ingin makan Pho. Jadilah, di tengah gerimis, kami berdua naik motor cari kedai Pho.&lt;br /&gt;Sisa hari ku jelang malam, aku lanjutkan dengan menulis, preview foto, dan kemudian tidur. Besok, aku lanjutkan tour ke Mekong Delta.&lt;br /&gt;Sent from my BlackBerry® smartphone from Viettel&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-6460139592134026034?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/6460139592134026034/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=6460139592134026034' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/6460139592134026034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/6460139592134026034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/09/solotraveller-2nd-days-cu-chi-tunnel.html' title='#Solotraveller 2nd days: Cu Chi Tunnel #HoChinMinh'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-BUuYOuEFaI8/To-_qqDEUMI/AAAAAAAACXc/HzqW_nQT5UU/s72-c/IMG_1951.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-6862420760499389937</id><published>2011-09-18T20:13:00.003+07:00</published><updated>2011-09-18T20:42:10.018+07:00</updated><title type='text'>#Solotraveller 1st Day: Ho Chi Minh - Nervous</title><content type='html'>&lt;div class="hidenpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;17/09 Jam 4 pagi aku sudah beranjak bangun. Ini di luar kebiasaanku. Dan  ini sudah terjadi sejak 3 hari lalu. Tapi dini hari itu, rasanya lebih  parah. Aku sudah coba lagi pejamkan mata, tapi nggak berhasil. Aku akui  memang, aku mengalami yang namanya....nggak tahu deh istilah apa. 'Kata'  itu pun baru aku temui beberapa jam kemudian, itu pun dalam usaha untuk  tidur yang kembali gagal.&lt;br /&gt;Perjalanan #solotraveller ku kali ini  memang teramat menguras pikiran. Galau? Yes tentu. Dan pada saat  terbangun itu lah, sempat kepikiran untuk membatalkannya. Atau paling  tidak memangkas waktu perjalanan, dari 11 hari menjadi 4 hari saja.  Cukup di Saigon, tidak perlu lagi lanjutkan ke Hanoi.&lt;br /&gt;Pikiran-pikiran  itu yang terus menggangguku. Namun, sisi pikiranku lainnya berkata,  perjalanan ini harus diteruskan. Jadilah perang bathin, dan sukses deh,  aku tidak tidur. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; Semua pikiran-pikiran pesimis itu, pada akhirnya ku  coba untuk menyiasatinya dengan pikiran positif. Cukup lama berpikir,  bergulat dalam lamunan, dan pikiran yang tidak menentu. Disuruh untuk  tidur lagi pun, aku sudah. Tapi, ya, tidak berhasil untuk pejamkan mata.  Dan selama 3 jam selanjutnya, aku hanya tetap berada di tempat tidur,  tidak beranjak, dengan pikiran yang....&lt;br /&gt;Homesick!&lt;br /&gt;Kata itu  akhirnya muncul. Bukan senyum yang aku keluarkan, justru muka kecut.  Tambah sedih. Tambah meragu. Rrrrrrrgh kenapa harus ada 'homesick'?  Berangkat pun belum.&lt;br /&gt;Ya ya ya ya, jika ku utarakan ke beberapa  teman, maka mereka pun menjawab dengan tertawa. Tapi, aku biarkan mereka  tertawa, agar hati dan pikiranku pun terbuka. Ku sengajakan, agar yang  ada dihati dan pikiranku, tidak hanya di'bisiki' oleh diriku sendiri.  Berhasilkah? Cukup. Selebihnya, aku menata dan mengikis.&lt;br /&gt;Dan selebihnya kemudian aku kembali packing.&lt;br /&gt;Dan jurus selanjutnya, aku sudah berada di Bandara.&lt;br /&gt;Pesawat  AirAsiaID ke Ho Chi Minh, take off 16:35. Namun, ada keterlambatan 20  menit. Untuk perjalanan ke #Vietnam, tiket 1 way aku sudah beli sejak  februari seharga 170K IDR, murah? Mmmmm&lt;br /&gt;Bahkan, rencana perjalanan  ini sudah ku atur, jauh sebelum aku lakukan perjalanan #solotraveller ke  Selat Melaka di bulan April.&lt;br /&gt;Awalnya, aku berpikir untuk berada di  Ho Chi Minh saja. Tapi, apa ayal, nanggung, pikirku. Aku pun kemudian  mengotak atik rute, sekaligus melihat jadwal penerbangan, dan  ketersediaan maskapai untuk ke Hanoi. Pilih yang low cos carrier, Tiger  Airways dan Jetstar. Dan kemudian memutuskan untuk ke Hanoi 2 bulan  jelang keberangkatan. Itu pun, aku yang merasa perlu untuk sesekali  intip harga. Kalau sedang promo, dan harganya masuk akal, aku langsung  booking. Kebetulan ada pada kisaran 600K idr. Kendala setelah itu adalah  tidak adanya direct flight dari Hanoi ke Jakarta. Aku kemudian memilih  Tiger Airways ke Singapore dulu seharga 400K idr, baru kemudian  AirAsiaID Singapore - Jakarta 600K idr. Jadi, ke Vietnam ini aku  kombinasikan berbagai maskapai, sekalian cobain satu persatu  fasilitasnya. Dan 11 hari bukanlah waktu yang pendek, itu panjang, dodooooool, dan nekat. Makanya, aku benar-benar merencanakan waktu perjalananku ini, termasuk mengatur cuti. Aku memilih untuk tidak cuti saat lebaran, tapi, kompensasinya aku bisa cuti 7 hari, plus ekstra libur reguler 4 hari, jadinya total 11 hari duaaaaaar.&lt;br /&gt;Jam 8 malam, pesawat landing. Cuma bisa diam saat  masuk ke bandara. Sepi beneeeeeeur. Padahal ini bandara international  loh. Kalau di parkiran pesawat sih, memang banyak pesawat, tapi kok yah,  sepi. Dan lucunya, saat pemeriksaan di imigrasi, nggak perlu nulis ini  itu. Bablas. Cuma ngecap stempel aja. Ngakak. Padahal temanku, Tien,  sudah mengantisipasi dengan memberikan alamat hotel.&lt;br /&gt;Tien itu  temanku waktu kami bersama-sama belajar bahasa Italia di Siena tahun  2004. Jadi, perjalanan ke Vietnam ini, selain liburan, juga untuk ketemu  Tien. Dan Tien pun sudah tahu rencanaku ke negaranya sejak Maret 2011.  Lama ya, boooow. Dan baru konfirmasi lagi satu bulan sebelumnya.&lt;br /&gt;Tien  pula yang jemput aku di Bandara dengan motornya, dan anterin aku ke  tour operator, untuk selanjutnya ke hostel, atau disebut room for rent.  Nggak tahu deh kenapa istilahnya seperti itu. Dan sejurus selanjutnya adalah cuma aku yang bengong.&lt;br /&gt;Aku bilang ke Tien, kalau aku nginep di tempatnya aja, jadi bisa tahu kebiasaan keluarga Vietnam. Aku berkeras minta itu. Tapi, nyatanya Tien berkeras untuk kasih aku penginapan for free 3 malam. *jleb&lt;br /&gt;Tien bilang, di rumahnya banyak orang plus ada anak kecil, takutnya aku nggak bisa istirahat. Baiklah. Dan  tahu selanjutnya, Tien pula yang bayarin aku untuk tour dua hari ke depan.  Tidaaaaaaaaaak. Bahkan untuk komunikasi, Tien kasih aku simcard plus  pulsa. Ya, Allah, baik banget sih nih, temanku. Semoga rejekinya nambah, yah.&lt;br /&gt;Dan akhirnya aku memahami kepentingan Tien juga membawa aku untuk stay di De Tham Street. Karena dari lokasi ini, aku bisa mudah kemana saja. Akses makan pun mudah, dengan cita rasa beragam. Dan juga di Districk 1, pilihan banyak orang untuk liburan di Vietnam, tepatnya di Ho Chi Minh.&lt;br /&gt;Oke, minggu aku sudah mulai perjalanan tour ke Cu Chi Tunnel, Ho Chi Minh tour a half day, dan kemudian senin, Mekong Delta full day. Those tour cost 453.000 VND atau sekitar 250.000 IDR.&lt;br /&gt;11 malam anyway, aku segera beranjak tidur, berharap besok akan jadi hari yang menyenangkan. Oh yah, untuk ukuran room for rent, fasilitasnya cukup amat sangat lengkap. Kamarku di lantai 3 memang,no lift, tapi dilengkapi tv kabel, free wifi, refrigerator, lemari, kamar mandi di dalam dengan air panas, pluz air conditioner. Mantap!!!&lt;br /&gt;Sent from my BlackBerry® smartphone from Viettel&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-6862420760499389937?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/6862420760499389937/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=6862420760499389937' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/6862420760499389937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/6862420760499389937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/09/solotraveller-1st-day-ho-chi-minh.html' title='#Solotraveller 1st Day: Ho Chi Minh - Nervous'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-5561797838916655628</id><published>2011-09-10T07:48:00.004+07:00</published><updated>2011-12-03T21:03:36.379+07:00</updated><title type='text'>Karena Tak Sepantasnya</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;jiwa ini tak tenang, saat diam mu mengusikku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dan jika kau butuh waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;maka biar ku katakan, tak pantas ini kau lakukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;terlebih karena seharusnya kau sadari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kita juga ingin tak ingin tanpa jiwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tapi, jika kau paksakan diam mu, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;maka biar ku katakan, aku tak cukup pintar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pahami kebosanan yang mengharuskan kamu tak tenangi jiwaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dan karena kelaku mu sungguh tak perlu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;karena apapun kamu, namun ku maafkan mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;refrain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku tak punya cukup waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang ku tahu, batas waktu itu berakhir saat ku luluh pada kekalahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dan ku menyepakatinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;chorus &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sadar, tak pnya cukup kuasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;siasati rasa dan terbuka &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lemah, tak pnya cukup kuat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;saat akhirnya tak ada lagi sisa pertahanan&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-5561797838916655628?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/5561797838916655628/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=5561797838916655628' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/5561797838916655628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/5561797838916655628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/09/karena-tak-sepantasnya.html' title='Karena Tak Sepantasnya'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-8222273445829428461</id><published>2011-09-08T06:47:00.000+07:00</published><updated>2011-09-08T06:52:00.844+07:00</updated><title type='text'>Doa pagi</title><content type='html'>Kenapa menjadi bahagia membuat aku begitu mudah menangis?&lt;br&gt;Aku tak sekalipun meragu ada luka di antara bahagia yang ku rasakan kini, tapi kenapa selalu tersentuh dengan hal-hal sekecil apapun. &lt;br&gt;Kala terdiam dan menyadari apa yang ku miliki, air mata ini deras mengalir. &lt;br&gt;Meski terpaksa ku tahan sekalipun, sia-sia.&lt;br&gt; Aku hingga kini belum dapat jawab akan hal itu. &lt;br&gt;Yang aku sadari, mungkin Tuhan sentuh aku melalui tangan-tangannya, agar aku melihat dunia dari hati, bukan hanya dari mataku. &lt;br&gt;Terkesan galau, tapi ku tahu bedanya galau dengan kebahagiaan. &lt;br&gt;Dan rasanya, aku seperti tak punya banyak waktu banyak. Sedikit apa yang ku punya, maka rasanya ingin berbagi, meski hanya sekedar peluk. Sekedar membuat mereka nyaman, mereka tidak sendiri. &lt;br&gt;Aaaaaaarg kadang kesel dengan keadaan ini. Endorphine ku seperti berlebihan. Rasanya ingin merubah dunia dengan cara sederhanaku, tapi kalau hanya berujung dengan air mata, malas rasanya. Kenapa bahagia harus keluar air mata? &lt;br&gt;Mestinya kan, bahagia itu senyum. &lt;br&gt;Apa aku teramat bahagia? &lt;br&gt;Apa aku teramat lepas menjalani hidup ini? Berhasil menyiasati semua keadaan menjadi aura positif untuk jalan pikiran dan hatiku, dan aku dengan sukarela, membagi kelebihan aura bahagia itu ke orang lain. Pertanyaan. &lt;br&gt;Aku tahu ada juga permasalahan hidup yang aku miliki, tapi, itu seperti ku letakkan di relung yang teramat dalam. Dan saat itu muncul, aku pun bisa saja sejenak menangis. Sejenak. &lt;br&gt;Dan semua terkalahkan, saat ku sadari, aku tidak sendiri di dunia ini. &lt;br&gt;Ah, kacau. &lt;br&gt;G, jika memang seperti ini, biarkan aku menjadi berguna untuk mereka yang membutuhkan. Karena, aku pun masih lemah untuk bisa berbagi pada semua orang. &lt;br&gt;Beri aku kekuatan hati dan berpikir bersih dengan logika yah, agar aku juga kuat membantu, meski hanya dengan tepukan bahu. &lt;br&gt;adhie&amp;#39;s #TselBlackberry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-8222273445829428461?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/8222273445829428461/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=8222273445829428461' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/8222273445829428461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/8222273445829428461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/09/doa-pagi.html' title='Doa pagi'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-5018467780827765290</id><published>2011-09-07T20:07:00.002+07:00</published><updated>2011-09-07T20:14:08.783+07:00</updated><title type='text'>Relung (Part 10)</title><content type='html'>&lt;div class="hidenpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Plaza Semanggi.&lt;br /&gt; Kalau bukan untuk menghormati undangan Pak Yogi,  aku sudah enggan meluluskan keinginan teman-teman untuk makan siang di  tempat ini. Dan lebih memilih berada di kantor meski selalu menemukan  kebuntuan dalam mencari titik temu dari setiap argumen kami.&lt;br /&gt; Entah,  aku sudah malas kalau harus berada di sebuah tempat di mana begitu  banyak orang yang datang dengan beragam motivasi yang terkadang nggak  jelas. Beragam gaya dan beragam pola tingkah laku. Tapi, di sisi lain,  itu lah uniknya sebuah kehidupan. Dan setiap orang pasti memiliki  keunikan.&lt;br /&gt;Entah pada pola pikir mana aku berada saat ini.&lt;br /&gt; Cavana? Mmm nggak terlalu suka.&lt;br /&gt;Melewati pos pintu jaga. Sudah nggak peduli, berapa puluh pasang mata yang mengamatiku, tentunya dengan kruk yang aku gunakan.&lt;br /&gt;Aneh, baru lihat yah, orang jalan pakai kruk???&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Bim, napa lo, diem banget?”&lt;/span&gt; &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Rio menepuk pundakku. Ternyata setelah turun dari mobil di lobi barat,  aku menghiraukan teman-temanku. Sementara aku asik melihat kerumanan  orang lalu lalang. Dan beberapa duduk di walk cafe. Anti, Dina, dan Pak  Yogi justru sudah jauh di depan.&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Sorry, bro, lagi asik nech gue  liat orang-orang. Harap maklum, lah, Gue kan gak kemana-mana, kan,  selama ini!”&lt;/span&gt; ujarku mencari pembenaran.&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Ya udah, cepetan lah, yang lainnya dah di depan nech”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Aku berhenti.&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Well, hellooooo!”&lt;/span&gt; terpekik perlahan.&lt;br /&gt; Aku membelalakkan mata ke arah Rio. Kesal. Meski belum sempat sampai ke ubun-ubun.&lt;br /&gt; Nggak perlu banyak kata, Rio sudah paham ternyata.&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Sorry, Bim. Nggak nyadar gue, kalau lo jalannya harus pelan-pelan.  Yah, udah pelan-pelan. Gue temenin lo. Biar mereka cari tempat dulu aja.  Paling mereka juga nelpon kita”. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Sekarang Rio dan aku sudah berjalan beriringan.&lt;br /&gt; Sungkan yang kulihat dari Rio saat berusaha membantu tiap langkah dan memegang kruk ku saat aku mulai terlihat letih.&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dah nyantai aja. Gue gak apa-apa”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Satu yang paling aku nggak suka dari Plaza Semanggi adalah bentuk  koridornya yang memutar. Dan itu menyesatkan. Benar-benar menyesatkan.  Sangat tidak bersahabat. Apalagi kalau pertama kali masuk ke tempat ini.&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Mereka nunggu di Sky Dining tuh”. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Ha?”&lt;/span&gt; tanyaku singkat dan mengernyitkan keningku. Entah ada berapa  garis yang terbentuk dari lipatan dahiku. Tapi, mendengar kata Sky  Dining, rasanya, cukup berlipat-lipat garisnya.&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Iya, si Anti baru kirim sms, kalau mereka sudah di Sky Dining. Di tempat ngopinya tuh”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Marah gue. Tau kalau mau makan di Sky Dining, kan, bisa langsung  parkir di lantai 9. Atau nggak, setidaknya bisa di drop di lobi selatan  dan langsung naik lift. Nyiksa nech.”&lt;/span&gt; Umpatku.&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Ya, mungkin mereka  berubah pikiran, Bim. Sabar lah. Ini, kan, jam makan siang. Jadi,  mungkin setelah mencari ke sana kemari penuh tempatnya dan mereka  memutuskan untuk coba ke Sky Dining.”&lt;/span&gt; Ucap Rio menenangkan.&lt;br /&gt; Nggak perlu aku menjawab. Dan setengah hati aku melangkah.&lt;br /&gt; Sesuatu yang indah itu memang patut diperjuangkan. Tapi, apa perlu  memperjuangkan sesuatu tapi menyiksa fisik? Makan gratis gitu. Damn.&lt;br /&gt; Percuma kalau terus meruntuk. Dengan susah payah aku melangkah.&lt;br /&gt; Rio sudah tidak banyak kata lagi.&lt;br /&gt; Kasihan dia.&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Bimo”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-5018467780827765290?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/5018467780827765290/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=5018467780827765290' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/5018467780827765290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/5018467780827765290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/09/relung-part-10.html' title='Relung (Part 10)'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-3725515148045142661</id><published>2011-09-07T20:02:00.003+07:00</published><updated>2011-09-07T20:05:58.021+07:00</updated><title type='text'>Relung (Part 9)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Ku buka pintu taksi. Perlahan berdiri. Tertatih tatih.&lt;br /&gt;Pfuih,  masih agak susah dibawa jalan. Ku raih kruk dan kuletakkan di ketiak  kananku. Sebentar kemudian taksi sudah beranjak pergi.&lt;br /&gt;Ku berdiri cukup lama di depan pintu lobi. Sebelum akhirnya mbak Retno, resepsionis kantor membukakan pintu untukku.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Pa kabar, mas Bimo? Dah sembuh, mas?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt; Aku sambut uluran tangannya. Tapi...upz &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Maaf, mbak, pake tangan kiri salamannya. Aku baik-baik saja, kok. Apa  kabar juga? Cuma yah ini, belum normal jalannya. Makasih loh, Mbak, pake  dibukain pintu segala”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Mbak Retno hanya tersenyum.&lt;br /&gt; Wuih, sejuk sekali ruangan ini. Sejuk juga kalau ketemu dengan orang yang bisa memberi senyumnya.&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Aku masuk dulu yah, Mbak. Oh yah, Pak Tejo kemana? Kok, gak ada di tempat?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Aku hentikan langkahku saat menyadari Pak Tejo pesuruh kantor yang  biasanya duduk di dekat meja resepsionis tidak ku lihat. Atau mungkin  sedang membuat kan minum teman-teman ku?&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Pak Tejo sedang cuti, Mas. Baru masuk lagi minggu besok. Anaknya mau nikah di kampung”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Oh...ya sudah, Aku masuk dulu yah, Mbak”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Tertatih. Ku coba lagi melangkah perlahan.&lt;br /&gt; Dah jam sepuluh, kok sepi yah? Tanyaku dalam hati sambil melihat jam di dinding lobi.&lt;br /&gt; Hari senin dan sudah tiga minggu aku tidak menginjakkan kaki ku di  kantor ini. Hawa udara kantor yang bikin aku kangen. Ngangenin banget  suasananya. Aduh, sudah nggak tahu seperti apa, meja kerjaku setelah  tiga minggu ditinggalkan begitu saja.&lt;br /&gt; Rio bilang kalau meja ku dah  rapi. Penasaran. Kalau dari pintu ruangan ini, belum tampak bagaimana  rapihnya mejaku. Huh, mejaku tuh ada di pojok. Sebuah lokasi yang nyaman  banget.&lt;br /&gt; Terdengar sayup-sayup suara dari balik pintu ruangan Pak  Yogi. Ku coba mengenali suara dengan mendekat ke arah sumber suara itu.  Ada Anti, Dina, dan Rio. Meeting? Ini kan hari....?&lt;br /&gt; Damn, iya saatnya meeting. Lupa euy.&lt;br /&gt; Tok tok tok&lt;br /&gt; Aku buka pintu...&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Bimoooo”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Bro”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Hai, Bim”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Upz....&lt;br /&gt; Aduh.&lt;br /&gt; Jedug.&lt;br /&gt; Kikuk aku.&lt;br /&gt; Diskusi terhenti. Mereka menyerbuku. Rio tepuk bahuku dan merangkulku.  Anti cium pipi ku. Dina mengantri untuk mencium pipiku berikutnya.  Sementara Pak Yogi dengan kalemnya senyum dan menghampiriku.&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kamu dah baik kan, Bim?”&lt;/span&gt; tanya Pak Yogi sambil mengulurkan tangan kanannya.&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Maaf, Pak, pake tangan kiri. Mmmmm udah lebih baik kok, Pak. Dokter  hanya menganjurkan untuk fisioterapi aja untuk memperkokoh posisi jalan.  Itu saja”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Bagaimana aku nggak kangen dengan kantor kalau mereka hangat seperti ini menyambutku.&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kami sedang membahas proyek selanjutnya. Tugas kamu sudah di acc klien. Mereka puas, meski ada revisi sedikit”. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Ucap Pak Yogi sambil mempersilahkan kamu duduk. Hanya bisa menyimak. Mencerna tiap kata agar bisa melebur dalam pembicaraan.&lt;br /&gt; Tim kembali lengkap.&lt;br /&gt; Langsung back to topic kerjaan. Tidak apa apa lah, penyegaran untukku  karena terlalu lama aku berada dalam kamar. Jadi autis. Bagus untukku  kalau bisa fokus kembali ke kerjaanku daripada.......&lt;br /&gt; Ah, suasana  obrolan kreatif ini yang hilang selama aku terkurung di rumah. Nggak  pernah damai dengan argumen. Semua ide dan permasalahan dibahas saat itu  juga. Dinamis banget. Aku pun dengan mudah larut dalam diskusi ini.&lt;br /&gt; Nggak heran kalau dua jam rasanya cepat berlalu. Kalau pun diskusi berakhir buntu, meeting dilanjutkan ke kafe.&lt;br /&gt; Dan memang ternyata buntu.&lt;br /&gt; Lunch time.&lt;br /&gt; Pak Yogi mengajak kami makan siang di Plaza Semanggi. Katanya sih,  sekalian makan siang menyambut kedatanganku lagi di kantor. Halah.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-3725515148045142661?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/3725515148045142661/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=3725515148045142661' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/3725515148045142661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/3725515148045142661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/09/relung-part-9.html' title='Relung (Part 9)'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-3366417760313036911</id><published>2011-07-30T09:01:00.001+07:00</published><updated>2011-07-31T16:14:14.213+07:00</updated><title type='text'>Selfhealing</title><content type='html'>Bangun tidur langsung nenggak sereal, sebenarnya bukan sebuah bentuk pencitraan. Rutinitas yang mulai ku lakukan sejak awal pekan ini. Begitu pun halnya dengan jalan di titian peraga (treadmill) sepanjang 5-6 kilometer. Dua hal itu semata-mata karena ingin hidup lebih sehat, dengan bonus susut lemak tentunya ahahahah. Yup, aku kembali termotivasi untuk menghargai tubuh. Rasanya sudah cukup berat, ehem lom juga berat sih, kalo aku bandingkan dengan mereka yang super.&lt;br /&gt;Saat pujian datang, aku kian termotivasi. Rasanya, ingin mengatakan, 'aku ingin lakukan ini, karena kamu yang minta'.&lt;br /&gt;Tapi, kesan itu nyatanya tidak tepat. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tidak baik rasanya melakukan sesuatu atas kehendak lain. Lebih baik jika memang semua dilakukan atas kehendak sendiri. Bukan mengapa. Nothing last forever. Kita nggak mau kemudian hilang motivasi, jika tak ada lagi pendorong, yang notabenenya ada objek orang. Kita juga nggak mau kemudian patah arang, jika suasana hati tergantung karena sosok lain.&lt;br /&gt;Dan kemudian tidak mengapa saat semua hilang, maka kita bisa lanjutkan hidup, tanpa perlu lagi mencari siapa yang akan membantu kita. Sebenarnya, yang bisa buat dunia itu indah adalah kita, bukan karena apa, dan dengan siapa. Namun, dengan bagaimana.  Bukan lagi 'bagaimana' dengan nada kebingungan loh yah. Bagaimana kita bisa menyiasati kondisi agar semua menjadi menguntungkan hati. Sehingga menepis galau. Agree, nggak muda, perlu hati keras. Tapi, bukan hal yang mustahil, kan?&lt;br /&gt;Kembali lagi, 'yang bisa buat dunia itu indah adalah kita, bukan karena apa, dan dengan siapa. Namun, dengan bagaimana'.  Kalau pun keindahan itu karena 'apa' dan dengan 'siapa' itu lebih karena, kita mengajak 'apa' dengan lebih berperan, dan dengan 'siapa' lebih karena kita ingin berbagi. Tujuan akhirnya karena ingin memenangkan hati.&lt;br /&gt;Aku masih dalam proses, dan masih perlu belajar siasati hati. Percaya itu tidak mudah. Menulis ini, jadi bagian menggurui diri, memotivasi diri untuk kembali bangkit. Mengatakan, 'aku baik-baik saja' karena jadi obat, saat hati perlu detox.&lt;br /&gt;adhie's #TselBlackberry®&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-3366417760313036911?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/3366417760313036911/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=3366417760313036911' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/3366417760313036911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/3366417760313036911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/07/selfhealing.html' title='Selfhealing'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-5799024894397295241</id><published>2011-07-27T22:55:00.002+07:00</published><updated>2011-07-31T16:15:07.248+07:00</updated><title type='text'>Terima kasih, Mami! *peluk</title><content type='html'>Baru tiba di kantor 7:30, kakak perempuan pertamaku, telepon, kasih tahu kalau Mami sudah ngga ada. Aku tutup langsung telepon itu, dan nangis.&lt;br /&gt;Ada sesak dan sesal. Karena malamnya, aku kepikiran ke Mami. Punya keinginan untuk foto bareng. Aku cuma punya foto bareng saat aku masih usia 6 bulan. Keinginan untuk foto bareng, juga sebenarnya pernah terjadi, beberapa bulan sebelum kakek ku meninggal, dan sesal, karena tidak pernah terwujud.&lt;br /&gt;Jam 8 pun aku segera meluncur ke Menteng, karena aku dapat kabar, Mami akan dimakamkan jam 10 pagi di Tanah Kusir. Beruntung, pagi itu, jalan cukup bersahabat. 45 menit kemudian aku tiba di rumah Mami yang di Menteng. Prosesi kebaktian tutup peti masih berlangsung. Aku segera masuk garasi, mencari pintu samping dan masuk ke ruang tamu, untuk kemudian berdiri cukup lama. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cuma bisa memandangi peti. Diam. &lt;!--More--&gt; Dan kembali menangis. Berhenti untuk kemudian menangis.&lt;br /&gt;Aku melihat sosok wanita yang membelakangiku. Dari bahunya, aku tahu, dia Tante Anka, anak Mami yang ke lima. Aku melangkah mendekat. Dia menoleh, terus bangun menghampiri, kami pun berpelukan. Anak-anak Mami lainnya juga ku hampiri satu persatu. Selanjutnya, aku tetap mengikuti prosesi kebaktian tutup peti itu hingga usai. Sampai aku berkesempatan melihat Mami di dalam peti. Wajahnya damai banget. Aku yang berdiri di tepian peti, kemudian beranjak mundur, karena perlahan air mataku jatuh.&lt;br /&gt;Walau bagaimanapun, aku punya kenangan pribadi terhadap sosok wanita yang aku biasa menyebutnya dengan 'Mami'.&lt;br /&gt;Cerita bagaimana keluargaku ketemu Mami rasanya terputus deh. Aku sendiri ga pernah jelas, bagaimana keluarga kami 'dipersatukan'. Yang aku tahu, tiga kakak ku juga sering main ke rumah Mami di Pasar Minggu. Jarak rumah kami 10 menit jalan kaki. Dekat. Memang dekat.&lt;br /&gt;Masa tahun 80-an itu memang masa krisis keluargaku dan beruntung keluargaku mengenal Mami. Aku sebagai bungsu pun, juga mengalami masa-masa krisis di awal tahun kehidupanku. Dan yang aku tahu, Mami juga turut membantu membesarkan aku.&lt;br /&gt;Di rumahnya dengan halaman yang luas, aku terbiasa menginap beberapa malam, terutama saat weekend. Selain, halaman depannya yang luas, aku juga biasa bermain di halaman belakang. Saat bermain itu pula, ada bekas luka di dahi, yang hingga kini berbekas.&lt;br /&gt;Aku masih kebayang kok, sketsa rumah Mami tempo dulu. Dimana aku tidur, dimana Mami biasa potong rambutku, ngobrol, becanda, dan hal lainnya. Sekarang sih, rumah Mami dah dipugar. Maaf, Mam, kasurmu sempat aku ompoli. Upz.&lt;br /&gt;Kebiasaanku kalau menginap itu, Mami selalu sajikan roti dan susu coklat. Selalu dan selalu. Mungkin pikirnya agar aku cepat besar, eheheheheh.&lt;br /&gt;Mami juga yang paling rewel kalo rambutku dah panjang. Pasti deh, Mami ambil gunting, dan paksa aku duduk di kursi kayu bundar. Selalu modelnya sama, dengan poni. *tutupmata. Pernah sekali waktu, Mami nggak sengaja, saat gunting rambutku, kupingku ikut ke gunting. Panik&lt;br /&gt;Buat aku, Mami itu sosok yang penuh kasih, sekaligus berwibawa. Dengar tutur katanya saja, orang dah luluh. Tapi, Mami juga bisa tegas. Makanya, meski aku ngga pernah dimarahin, aku ngga berani menentangnya. Mami tahu benar mengajarkan anak-anaknya, termasuk aku, agar menghormatinya, tanpa perlu dia meminta.&lt;br /&gt;Mami juga lah, yang memberiku sebuah nama. Nama yang sebenarnya ada kaitannya dengan bentuk pipiku yang chubby. Yup, Mami memberiku nama 'Bam', dari asal kata, 'Embam', dari 'Tembam'. Nama itu kemudian penggunaannya berkembang. Tanya deh, sama anak-anaknya Mami, mereka manggil nama asli ku atau 'Bam'?. Pada saat pemakaman tadi aja, semua mengingatku dengan 'Bam'. Nyokap, kakak2ku, bahkan tetanggaku juga ketularan memanggil aku dengan nama itu.&lt;br /&gt;Sepertinya upaya menyembunyikan nama kecilku, gagal.&lt;br /&gt;Tapi, ada panggilan lain sebenarnya. Nah, yang ini, khusus dibuatkan Oma untukku. Tapi, aku ngga mau share di sini. Wkwkwkwkw&lt;br /&gt;Oma itu, ibunya Mami. Oma yang asli Belanda, pernah mengajak nyokap beserta kakak2ku untuk tinggal di sana. Tapi, nyokap tidak menyanggupinya, dan lebih memilih terus di Indonesia. Oma sendiri juga harus pulang pergi Belanda - Indonesia, saat itu. Hingga akhirnya memilih menetap di Indonesia, sampai akhir hidupnya.&lt;br /&gt;Terima kasih, Tuhan, telah diberi kesempatan mengenal sosoknya. Aku tahu, kami berbeda iman, mengenangnya, berarti bentuk hormat aku terhadap sosok yang penuh kasih.&lt;br /&gt;Love you, Mom. Terima kasih. *Peluk&lt;br /&gt;Powered by Telkomsel Blackberry®&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-5799024894397295241?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/5799024894397295241/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=5799024894397295241' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/5799024894397295241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/5799024894397295241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/07/terima-kasih-mami-peluk.html' title='Terima kasih, Mami! *peluk'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-3209931286650999852</id><published>2011-07-25T20:33:00.000+07:00</published><updated>2011-07-25T20:30:56.659+07:00</updated><title type='text'>Dieu</title><content type='html'>Aku korbankan perasaanku untuk org lain, tapi ku harus hapus air mata ku sndiri. Ku beri bahuku untk keluh orang lain, tp ku harus mengemis tiap kali jatuh. Sementara, ku harus pake topeng yg ga bkn ku nyaman, semata2 agar mereka nyaman padaku. &lt;br&gt;Dan malam ini Tuhan beri aku tanda, ada jalan dan ada nilai yg ditempuh dan dimiliki oleh seseorang untk memaknai apa yg dihadapinya. Bernilai dan kuat untk org lain. Dan sesungguhnya aku jauh lbh kuat pada tiap sekam yg menghajarku. Bukan karena topeng yg kupakai. &lt;br&gt;Tuhan berbicara, menjawab air mataku malam ini. Ada orang yg ditakdirkan untk kuat demi orang lain yg lemah. &lt;br&gt;adhie&amp;#39;s #TselBlackberry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-3209931286650999852?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/3209931286650999852/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=3209931286650999852' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/3209931286650999852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/3209931286650999852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/07/dieu.html' title='Dieu'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-5288658733021617579</id><published>2011-07-25T20:30:00.000+07:00</published><updated>2011-07-25T20:27:51.857+07:00</updated><title type='text'>Anugrah</title><content type='html'>Cuma bisa diam meski persoalan membelit. Tapi, masih bisa senyum sambil mata berkaca-kaca, karena merasa tak berhak diriku menyusahkan hati. Lapang dada. Terima apa adanya. Dan berbagi. Menjadi manfaat untk orang lain. &lt;br&gt;Jika tak punya materi, maka biarlah hati dan kata2 yg digunakan untk melepaskan penat mereka yg butuh. &lt;br&gt;Jika pun hati tengah galau, gunakan saja tenaga, dan gerakan otot bibir untk senyum. Binarkan mata. &lt;br&gt;Seberapa pun pedih kita, yakin lah mereka yg dtg k qta untk mengeluh, adalah berkah dan petunjuk, kalo qta masih beruntung. Hati qta dibutuhkan. &lt;br&gt;Dgn cara ini, tak hanya mereka yg terobati, namun qta juga telah memenangkan hati. &lt;br&gt;Anugrah itu datang dgn caranya sendiri.&lt;br&gt;adhie&amp;#39;s #TselBlackberry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-5288658733021617579?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/5288658733021617579/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=5288658733021617579' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/5288658733021617579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/5288658733021617579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/07/anugrah.html' title='Anugrah'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-4491760290478152733</id><published>2011-07-23T18:38:00.000+07:00</published><updated>2011-07-23T18:36:23.662+07:00</updated><title type='text'>Tuhan</title><content type='html'>Tuhan, Kau ikat aku dengan garisan hidupku, agar aku taat pada-Mu. Namun, Kau juga bebaskan pikiranku, agar aku mampu menyikapi garisan hidupku.&lt;br&gt;Dan saat ku lelah pada keyakinanku atas Mu, Kau beri aku airmata sesal, karena tlah meragukan kuasa Mu. Selalu Kau tuntun aku dengan berkat intuisi. Kau jamah aku dengan beragam rasa kehidupan. Kau kuatkan aku dengan ketidaksempurnaan. Kau buatku berkaca saat ku menyesali apapun, berkaca pada jernih air mata. Kau ajarkan kasih dengan cara-Mu. &lt;br&gt;adhie&amp;#39;s #TselBlackberry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-4491760290478152733?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/4491760290478152733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=4491760290478152733' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/4491760290478152733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/4491760290478152733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/07/tuhan.html' title='Tuhan'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-7063659000359916143</id><published>2011-07-23T18:34:00.001+07:00</published><updated>2011-07-25T10:26:14.908+07:00</updated><title type='text'>Relung (Part 8)</title><content type='html'>Dia tahu sekali cara memanipulasi pikiranku. Pintar sekali merajuk. Dan itu kelemahanku. Dia menggunakan senjata itu. Aku takut luluh.&lt;br /&gt;"Kamu, tuh, jahat. Sadar nggak sih? Kamu datang ada hanya membawa masalah untuk aku. Dan aku sudah selesai dengan kamu. Aku harap kamu paham".&lt;br /&gt;Kenapa aku menjadi terus mengumpat? Ini bukan aku. Ini bukan Bimo. Apakah sakit ini demikian menghujam dan menahun? Sampai aku bersikap seperti ini? Damn....&lt;br /&gt;"Bimo, aku tahu aku salah. Please, maafkan aku, yah."&lt;br /&gt;Kalo sudah masuk dalam tahapan seperti ini biasanya....&lt;br /&gt;"Bukan pengakuan salah kamu yang aku butuhin. Aku dah maafin kamu. Tapi, jangan membebaniku dengan cara kamu seperti ini. Kalo kamu ikhlas untuk tidak lagi bersamaku maka aku juga bisa benar-benar ikhlas. Aku ngerasa kamu belum ikhlas dan aku ngerasa itu".&lt;br /&gt;"Jangan dibahas lagi" &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Kita nggak bisa nggak membahas ini. Aku sudah capek dengan labilnya perasaan kamu ke aku. Please, kamu bantu aku juga untuk ikhlas".&lt;br /&gt;"Caranya gimana? Menghindar dari kamu sudah. Yang belum apa?"&lt;br /&gt;O o, jadi selalu ini kamu berusaha menghindari dari aku, dan rupanya nggak berhasil yah?&lt;br /&gt;"Menghindar dari aku pun gak berhasil untuk ikhlas kan? kamu gak bisa, karena kamu masih sayang sama aku!"&lt;br /&gt;"Aku ngga mau nyakitin dia lagi dan kamu lagi cukup semuanya jadi pelajaran".&lt;br /&gt;Pfuih....itu sudah bukan urusanku lagi, runtukku dalam hati. Itu sudah menjadi resiko dari panasnya api yang kamu mainkan.&lt;br /&gt;"Jangan berbicara seperti itu, Bim. Aku nggak seburuk itu memperlakukan kamu."&lt;br /&gt;"Terus kenapa kamu sekarang hadir lagi? Aku pikir kita sudah dan selesai. Aku tidak ingin kamu pilih aku untuk kamu, karena posisi ku lemah diantara kamu dan dia. Akan lebih menyakitkan aku kalau kamu yang memilih dan ternyata pilihan kamu adalah dia dan bukan aku".&lt;br /&gt;"Beberapa hari yang lalu, aku ribut dengannya. Dia tahu aku kenal kamu. Cuma aku berhasil meyakinkan dia, kalau tidak ada apa-apa antara aku dan kamu".&lt;br /&gt;"Oh, oke terima kasih kamu akhirnya datang dengan kondisi seperti ini. Kalo kamu susah kamu datang ke aku dan kalo kamu senang, kamu lupain aku?" ucapku dengan sindiran yang kupikir sangat jelas.&lt;br /&gt;"Bukan itu, Bimo!"&lt;br /&gt;"Kamu nggak berubah. Kamu sadis. Kamu nggak punya hati".&lt;br /&gt;"Bim...."&lt;br /&gt;"Itu kamu. Kamu yang pintar memanipulasi perasaan orang. Tapi kamu tersiksa dengan keadaan itu. Itu alasan besar aku kenapa aku sudah tidak ingin bersama kamu lagi. Dan kamu juga setuju untuk tidak melanjutkannya. Aku sudah ikhlas. Tapi kamunya yang selalu menimbang hati kamu. Kamu yang masih ingin dia dan juga kamu yang masih inginkan aku. Tapi buat kamu, aku lebih mudah dibuang dan dilupakan. Dengannya kamu merasa jauh lebih nyaman dan aman. Sedangkan denganku....? aku apa? Aku nggak lebih dari selingkuhanmu dan ....simpanan kamu!"&lt;br /&gt;Aku memang simpananmu, kan?&lt;br /&gt;Sembab mataku seketika. Bendungan air mata mulai terasa akan jebol. Kembali ku hisap dalam-dalam rokok dari batang yang sudah kesekian. Tetap tak bisa tenang.&lt;br /&gt;"Kamu tahu kelemahanku. Karena kamu tahu aku sayang kamu. Aku capek. Baiknya kamu benar-benar pergi. Ini semua untuk kebaikan kamu dan aku, juga dia".&lt;br /&gt;"Tapi ada sesuatu dari kamu yang ngga bisa lepas. Aku ngga tahu apa".&lt;br /&gt;"Apa tujuan kamu bicara itu?"&lt;br /&gt;"Bim, kalo kamu sudah memaafkan aku, kenapa harus seperti ini? kamu ingin hukum aku?"&lt;br /&gt;"KAMU TUH MUNAFIK!!!!!!!!!!"&lt;br /&gt;Iya aku sudah memaafkanmu namun aku sedang merajang saat ini. Sesak nafasku.&lt;br /&gt;Puas aku. Namun inikah cinta dan sayang? Harus menyakiti ketika semua kata tentang 'kita' sudah usai?&lt;br /&gt;Sign out.&lt;br /&gt;adhie's #TselBlackberry®&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-7063659000359916143?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/7063659000359916143/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=7063659000359916143' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/7063659000359916143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/7063659000359916143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/07/relung-part-8.html' title='Relung (Part 8)'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-6171861271659818260</id><published>2011-07-23T18:32:00.001+07:00</published><updated>2011-07-25T10:25:56.538+07:00</updated><title type='text'>Relung (Part 7)</title><content type='html'>Aku hanya bisa mengumpat dalam hati. Gelisah seketika itu juga menyelimutiku. Geram pun merajaiku. Lama jemariku tak berkutik di atas keyboard. Tertegun. Bingung.Rasa kangen dan sayang itu begitu menyakitkan aku. Tapi rajutan kalimatnya yang menolakku seperti sebuah tamparan keras.&lt;br /&gt;"Bimo".&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Entah dorongan apa yang menguatkanku, meski hanya sebuah kata dari dua huruf saja.&lt;br /&gt;"ya".&lt;br /&gt;Damn. "Kenapa aku harus membalasnya?" keluhku dalam hati. Tekanan begitu dalam yang aku rasakan saat ini. Semuanya begitu bercampur aduk.&lt;br /&gt;"Apa kabar, Bimo?" &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Hai! Kabarku standar aja". Jawabku apa adanya.&lt;br /&gt;"Kok standar?"&lt;br /&gt;What the hell???? Gerutuku. Nggak tahu apa, yang udah lo lakukan ke gue? Nggak tahu apa gimana susahnya gue saat ini? Umpatku bertubi-tubi. Pfuih gak ngefek juga. Toh dia gak tau bagaimana ekspresi wajahku menatap layar monitor. Geram. Marah.&lt;br /&gt;"Bim, kamu masih di situ, kan? "&lt;br /&gt;What the hell? Apa urusan lo gue masih di sini atau nggak? Runtukku kesekian kali.&lt;br /&gt;Sebatang menthol masih terapit di antara kedua bibirku. Asap yang ku hembuskan membentuk kepulan asap tebal. Sebentar kemudian asap itu menghilang mengikuti arah angin yang masuk dari daun jendela kamar.&lt;br /&gt;"Iya aku masih di sini. Ada apa yah?" tanyaku dingin.&lt;br /&gt;"Ingin tanya kabarmu aja, Bim. Udah lama gak update kamu".&lt;br /&gt;"Perlunya kamu update aku untuk apa?"&lt;br /&gt;Pertanyaan ini yang sering aku lakukan. Pertanyaan mendesak hingga lawan bicara bingung mencari jawaban, dan biasanya nggak pernah terpikirkan kalau pertanyaan ini keluar. Keluar dengan spontan. Dan jawaban yang biasa ku dapat adalah jawaban yang jujur.&lt;br /&gt;"Aku kangen kamu, Bim"&lt;br /&gt;Damn.&lt;br /&gt;"Bukannya semua sudah jelas. Dan kamu dah minta aku untuk lupain kamu? Kenapa sekarang kamu mengeluarkan kalimat itu?"&lt;br /&gt;"Aku nggak boleh kangen ma kamu, Bim?"&lt;br /&gt;Aduh picisan banget sech nech kalimat!!!! Bukannya menjawab pertanyaan ku malah balik tanya yang nggak penting.&lt;br /&gt;"Aku sudah lebih baik saat ini. Tolong jangan ganggu aku, yah."&lt;br /&gt;"Kamu marah sama aku?"&lt;br /&gt;STUPID QUESTION!!!!&lt;br /&gt;"Jangan ganggu aku yah. Aku sudah baik-baik saja. Please. Ini akan jauh lebih sulit lagi. Aku sudah terima semuanya. Aku dah ikhlasin kamu untuk memilih jalan dengan dia".&lt;br /&gt;Perbincangan cyber yang aku memilih untuk tidak melanjutkannya lagi.&lt;br /&gt;"Tapi, Bimo, kamu nggak paham situasinya seperti apa".&lt;br /&gt;Beruntung aku tidak melihat langsung ekspresi wajahnya. Dan aku jauh lebih beruntung dia tidak melihatku yang buruk sekali saat ini.&lt;br /&gt;"Itu sudah pilihan kamu. Dan itu sudah menjadi keputusan kamu".&lt;br /&gt;"Jadi harus benar-benar berakhir seperti ini?"&lt;br /&gt;"Maksud kamu apa? Sudah jelas, kan, semuanya. Mau kamu apa lagi?"&lt;br /&gt;"Aku ingin kita tetap menjadi teman, Bim".&lt;br /&gt;"Jangan paksa aku. Aku sudah hargai keputusan kamu. Dan sekarang aku minta kamu juga hargai pilihanku".&lt;br /&gt;Damn.&lt;br /&gt;Aku bersungut. Aku ingin menyudahi semuanya.&lt;br /&gt;Satu batang rokok sudah habis. Ku lanjutkan yang kedua.&lt;br /&gt;"Berteman pun tidak bisa?"&lt;br /&gt;Aku tak menjawab segera. Berusaha keras mencari jawaban yang tepat. Lama jemariku berkutat dalam keraguan dan bimbang.&lt;br /&gt;"Tidak. Tidak untuk saat ini. Aku perlu waktu".&lt;br /&gt;Mungkin ini jawaban yang tepat. Menghianati perasaanku yang sesungguhnya. Membangun benteng tinggi. Menyelamatkan hatiku. Aku berhak atas itu. Meski harus....&lt;br /&gt;Agh, kenapa datang lagi. Aku sudah tidak ingin mengikuti jejak nya lagi. Aku sudah tidak mau.&lt;br /&gt;"Bim, please, aku butuh kamu. Aku sedang tidak baik saat ini".&lt;br /&gt;What???&lt;br /&gt;adhie's #TselBlackberry®&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-6171861271659818260?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/6171861271659818260/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=6171861271659818260' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/6171861271659818260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/6171861271659818260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/07/relung-part-7.html' title='Relung (Part 7)'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-4206357881831870420</id><published>2011-07-22T06:45:00.000+07:00</published><updated>2011-07-22T06:43:37.673+07:00</updated><title type='text'>Random - (transkrip acc twitter)</title><content type='html'>Jujur tidak biasanya ku hilang kata-kata. Resah yang kian merasuk ini buatku pilih jadi pendiam. Gamang tiada henti. &lt;br&gt;Beranjak dari lamunan, terkesan ku mampu. Tapi, jika ku terendap. Relakanlah, ku dapat maju meski ku harus merangkak. &lt;br&gt;Aku diam tak mengapa. Merajut sisa kembali utuh. Meski sulit, biarkanlah. Aku terbiasa. &lt;br&gt;Aku ingin meminjam hidupmu. Atau, biarkan aku berada di hidupmu. &lt;br&gt;adhie&amp;#39;s #TselBlackberry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-4206357881831870420?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/4206357881831870420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=4206357881831870420' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/4206357881831870420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/4206357881831870420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/07/random-transkrip-acc-twitter.html' title='Random - (transkrip acc twitter)'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-6101812956280004465</id><published>2011-06-06T08:13:00.001+07:00</published><updated>2011-06-06T10:58:20.130+07:00</updated><title type='text'>In the "L" city a.k.a SURABAYA</title><content type='html'>Minggu 29 Mei 2011, pagi itu seperti biasa loper koran bawain tabloid plus beberapa koran yang memang khusus aku langganan pada terbitan akhir pekan saja. Lembar demi lembar aku buka edisi 29 Mei 2011. Mana ada artikel yang menarik, aku baca. Namun, saat itu aku bergegas langsung membaca halaman horoskop. Dan mataku kemudian menyudut pada rasi bintangku, Scorpio. "Selamat telah mendapatkan tiket murah untuk liburan sekolah". Begitu kira-kira isi ramalannya. Aku sendiri lupa kalimat persisnya seperti apa. Tapi, aku masih ingat, bagaimana reaksiku. Yup, tersenyum lebar. Aku kemudian nge-tweet apa yang ada di pikiranku, hingga kemudian berbalas dari teman kuliahku, yang mengatakan aku traveler sejati. Masa sih? Nggak lah, semua hanya kebetulan yang positif aja. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun, kebetulan berikutnya pun tanpa diduga, manager gathering menelponku. Memintaku untuk membantu proses siaran di biro Surabaya, dan segera harus berangkat pada hari Selasa.&lt;br /&gt;Aku cuma bisa diam, sedikit bengong, separuh senang, dan selanjutnya tertawa lebar.&lt;br /&gt;Ada apakah pagi itu? Pikirku kemudian. Dua kebetulan yang saling berkaitan. Hingga aku kemudian mengiyakan untuk menerima tugas itu. Manager production, yang notabenenya atasanku langsung pun sudah menyetujui. Aku tanpa ragu menolak perintah kantor untuk bko produser selama 13 hari. Ya eyalah. Nolak? Mau dikasih sp?&lt;br /&gt;Meski aku mencoba untuk menghilangkan kesan yang semua serba kebetulan, tapi, aku tidak bisa menutupi fakta-fakta terkait kota Surabaya ini.&lt;br /&gt;Desember 2010, aku telah memesan tiket untuk #solotraveller ku rute Jakarta - Yogyakarta via pesawat. Kemudian Yogyakarta - Surabaya via kereta dan lanjut Surabaya - Denpasar via pesawat. Namun, kemudian ku ubah, Jakarta - Surabaya - Denpasar via pesawat. Jika membaca ini, jangan kemudian menyimpulkan aku cukup uang bepergian dengan pesawat. Bajet rute itu tidak lebih dari 50K. Yes, aku menggunakan pesawat low cost carrier mandala air, sebelum kemudian rencana perjalananku gagal, 'coz maskapai itu dinyatakan bangkrut.&lt;br /&gt;Sesuai dengan rencana, aku tetap melakukan perjalanan #solotraveller ke pesisir selat Melaka.&lt;br /&gt;Hey, ada satu lagi kebetulan yang beneran kebetulan. Meski destinasi perjalananku masih lama, entah kenapa pulang kantor pada hari jumatnya, aku sengaja mampir ke toko Glodok Elektronik di arteri pondok indah. Aku kasak kusuk cari kompas. Yes, kompas. Aku cari dengan desain kecil warna menyolok dan compatible dengan kunci sebagai penggantungnya. Aku sengaja mengharuskan beli kompas adalah untuk penunjuk arah Sholat. Pengalaman terakhir di Melaka dan Penang, aku melakukan sholat dengan berbagai arah, karena aku betul-betul lost direction.&lt;br /&gt;Dan sekarang kompas itu bener-bener sangat bermanfaat.&lt;br /&gt;Dan inilah aku saat ini, tujuh hari berada di kota ber-plat "L", dan berkode wilayah, "031" a.k.a Surabaya. Akhirnya!!!&lt;br /&gt;Ditugaskan tanpa persiapan untuk melakukan riset. Bukan untuk riset tujuan jalan-jalan kemana selama di Surabaya. Nggak mau aji mumpung lah. Aku perlu riset transportasi kota ini. Meski selama tujuh hari ini anter jemput kantor, tapi itu tidak membuatku pintar mengenal kota ini. Jadinya, selama dua hari wiken, aku yang benar-benar memanfaatkan waktu untuk jalan-jalan belajar banyak tentang Surabaya. Naik angkot! Aku nggak ingin selamanya berada di sini, meski hanya 13 hari, dengan tergantung pada taksi. Selain irit, menggunakan angkot juga menyenangkan.&lt;br /&gt;Selama ditugaskan di biro Surabaya, aku menggarap materi berita lokal 30 menit 'Buletin Jatim', dan 30 menit berikutnya 'Titik Tengah'. Sebagai orang yang nggak pernah menginjakkan kaki, menggarap 2 program ini adalah tantangan. Isu lokal yang selama ini aku pegang yah, isu terkait Jakarta. Namun, ini? *ketok kepala sendiri.&lt;br /&gt;Terkait kebijakan publik, aku membaca banyak dengan isu-isu yang berkembang saat ini di Jawa Timur. &lt;br /&gt;Dan dengan cara menggarap berita ini pula, aku jadi bisa belajar tentang Surabaya dan Jawa Timur umumnya dengan cara berbeda.&lt;br /&gt;Selebihnya, aku cuma berusaha kamuflase keadaan psikis dengan kesendirian berada di kota ini. Selebihnya, aku cuma berusaha menghibur diri dengan memanipulasi keadaan kota ini agar dapat memberi aura positif pada psikisku. Dan melakukan #solotraveller pun ku anggap bonus tugas dari kantor ini. Lagipula, wiken dengan berdiam diri di kos, adalah percuma. Melakukan orientasi kota, jalan-jalan, berlibur, untuk saat ini, hanya itu yang bisa aku manfaatkan dari kota ini. Meski terkesan menyenangkan, lebih menyenangkan berada dekat dengan keluarga, kan?&lt;br /&gt;Lokasi kos (bukan hotel) yang jauh dari kantor, membuatku sepi sebenarnya. Apalagi lokasi kos, jauh dari mulut jalan, jauh dari tempat makan. Membuatku krisis lapar, karena malas beranjak, apalagi untuk sekedar cari sarapan.&lt;br /&gt;Namun, walau bagaimana pun, Surabaya punya cara menemaniku dengan caranya sendiri. Kota ini membiarkan aku pula menikmatinya dengan caraku sendiri.&lt;br /&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry®&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-6101812956280004465?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/6101812956280004465/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=6101812956280004465' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/6101812956280004465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/6101812956280004465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/06/in-l-city-aka-surabaya.html' title='In the &quot;L&quot; city a.k.a SURABAYA'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-3253641716721335284</id><published>2011-05-29T19:50:00.012+07:00</published><updated>2011-09-08T14:00:30.913+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liburan'/><title type='text'>#Solotraveller 4th Day: Penang - Happy</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Good morning. How are you"&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Hi, I'm good, thank you for asking m&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;e".&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"So where do you go?"&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Yeah, this is the bus to Bukit Bendera"&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Correct"&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"How long it takes?"&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"About 45 minutes"&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"O&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-d28r1VIqnMM/TmhjFzQBonI/AAAAAAAACWU/-ilBK240ehk/s1600/IMG_1299.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-d28r1VIqnMM/TmhjFzQBonI/AAAAAAAACWU/-ilBK240ehk/s200/IMG_1299.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649874683844207218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ke, tha&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;nk you."&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Yeaaaaah pagiku dimulai dengan senyum dari sopir perempuan Rapid Penang. It was gold, folks.&lt;br /&gt;Ramah bener, dan itu jadi booster perasaanku seharian ini. Setelah kemarin....&lt;br /&gt;Siapapun pasti akan senang dengan keramah tamahan, tak terkecuali jika keramahan itu diberi oleh seorang sopir sekalipun. G, kalian harus tahu bagaimana ekspresiku saat itu. Senyum, hanya sebuah senyuman, yang membuat satu hari itu menyenangkan. Good sign. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah membeli karcis dengan tarif sesuai zona, aku kemudian mencari tempat duduk di sisi belakang. Hanya ada satu penumpang cowok, dengan tas ransel, plus kamera tergantung di lehernya, entah dari mana asalnya, deng. Aku pun menghampirinya dan berkenalan.&lt;br /&gt;Namanya Dang, asal Bangkok, sama seperti aku, Dang juga #solotraveller. Dan kami sepakat untuk berteman dan menjelajah Penang bersama-sama. Terbukti, aku memang teramat supel. Wkwkwkwkwk&lt;br /&gt;Bersama Dang, aku beruntung karena kini aku ada yang fotoin, lol. No no no, bukan itu sih misinya, lebih karena aku ingin punya random friend, sama seperti saat di Singapore, aku ketemu Asril.&lt;br /&gt;Meski komunikasi antara &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-U4Upj5JAYIE/Tmhk3vmp0rI/AAAAAAAACW0/1S-kbBPL8RU/s1600/IMG_1321.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-U4Upj5JAYIE/Tmhk3vmp0rI/AAAAAAAACW0/1S-kbBPL8RU/s200/IMG_1321.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649876641370460850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;kami terkendala bahasa, tapi itu bukan berarti kami tidak bersenang-senang, bahkan kami sudah klik. Kesepakatan kami adalah pertama ke Bukit Bendera. Kemudian, ikut rute Dang. Setelah itu, Dang ikut rute aku. Kalau di antara kami punya rekomendasi tempat yang bagus, maka kami akan meluncur ke sana. Hebat, kan, kesepakatan yang kami buat. Btw, ini hari terakhir Dang di Penang.&lt;br /&gt;Teramat pagi memang kami ke Bukit Bendera, tapi nyatanya antrian sudah mengular. Widiiiiiiih&lt;br /&gt;Bukannya segera berbaris, kami justru foto-foto di depan gerbang.&lt;br /&gt;Gokil juga nih, bocah.&lt;br /&gt;Dang tidak banyak bicara, tapi, banyak inisiatif. Beberapa angle foto yang ada, sebagian besar, Dang y&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-6p1lt-JbydA/Tmhjyfh7p9I/AAAAAAAACWk/vqWKoMz_eqY/s1600/IMG_1303.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-6p1lt-JbydA/Tmhjyfh7p9I/AAAAAAAACWk/vqWKoMz_eqY/s200/IMG_1303.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649875451644717010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ang ambil.&lt;br /&gt;Sesekali ia juga menunjukkan kepadaku hasil bidikannya di kota sebelum akhirnya ia singgah di Penang. Aku tahu dia profesional fotografer, tapi Dang selalu menolak dengan julukan itu.&lt;br /&gt;Tidak ada yang menyenangkan saat mulai perjalanan pagi, selain melihat dengan kepala sendiri aktivitas warga lokal di pasar. Kita mengenalnya dengan istilah pasar tumpah, dan menuju Bukit Bendera, aktivitas warga lokal terlihat jelas, macet. Tapi, seru. Kaca bus yang transparan, bersih tanpa noda, membuat aku sukses mengabdikannya. Di bus sendiri, lebih banyak turis asing daripada warga lokal sendiri. Jadinya, bus umum seperti bus pariwisata.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-U_iUAtAKrP4/Tmhjbr6cKiI/AAAAAAAACWc/vrK6cjllmOs/s1600/IMG_1295.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-U_iUAtAKrP4/Tmhjbr6cKiI/AAAAAAAACWc/vrK6cjllmOs/s200/IMG_1295.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649875059831745058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku sudah keluarin uang lembaran 50 RM, tapi kasir meminta uang dengan pecahan lebih kecil. Aku cuma mengernyit. Dang yang ada di belakangku, lebih tak paham.&lt;br /&gt;Selanjutnya aku hanya membeli ekspresi wajah yang cukup senang, dengan senyum sumringah. Entah, karena muka ku melayu banget atau nggak, tapi aku dapat potongan setengah harga untuk tiket masuk. Rejeki lah yah. Mau bilang, juga, kok, jujur banget. Aku jelaskan ke Dang kenapa aku tiba-tiba begitu senang. Setelah paham, dia pun mengangguk. Dan nggak berniat untuk protes. Aku juga bisa baca pikiran dia saat itu, "kenapa aku nggak dapat potongan harga??? "Aku cuma menawarkan makan siang, aku yang akan traktir dia. Dan dia pun kemudian tertawa. Telat.&lt;br /&gt;sejurus kemudian, antrian teratur baris untuk naik ke kereta yang didisain mengikuti kontur berbukit. Jadi, keretanya itu berbentuk miring, tidak seperti kereta kebanyakan. Unik, bahkan tempat duduknya pun, juga didisain khusus. Seru, seser&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-zVJiFrKO3kU/TmhkNFgkzJI/AAAAAAAACWs/Ab06J0p1bx8/s1600/IMG_1307.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-zVJiFrKO3kU/TmhkNFgkzJI/AAAAAAAACWs/Ab06J0p1bx8/s200/IMG_1307.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649875908516170898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;u saat masuk untuk mendapatkan posisi duduk yang nyaman. Karena, pengalaman unik itu, tidak hanya saat berada di bukit, tapi juga proses perjalanan menuju atas, atau pun saat meluncur kembali ke bawah.&lt;br /&gt;Hanya ada &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-wyLJY-tbEmM/TmhmQYufixI/AAAAAAAACXE/wrsMyluYHJc/s1600/IMG_1332.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-wyLJY-tbEmM/TmhmQYufixI/AAAAAAAACXE/wrsMyluYHJc/s200/IMG_1332.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649878164237683474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;dua kereta, yang ke atas dan yang ke bawah. hanya ada rel tunggal, dan saat dua kereta bertemu, maka, disetting pertemuan itu berada pada titik, di mana ada rel ganda. Smart. Tegang sih, saat ke atas, apalagi saat ke bawah, tepat berada di bagian depan kereta. Pokoknya nggak rugi jika menempatkan Bukit Bendera ke dalam daftar wisata di Penang, apalagi kalau kebetulan dapat potongan harga. LOL&lt;br /&gt;Singkat kata, Bukit Bendera, cukup menyenangkan la yah. Banyak yang bisa dilihat. Pemandangan sih terutama, selebihnya, hanya ada tempat peribadatan. Sayang, saat berada di lokasi tersebut, matahari sudah beranjak naik, jadinya, saat ingin foto dengan latar belakang kota, hasilnya tidak bagus. Backlight gitu sih istilahnya.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Q5fibXFUMXw/Tmhlg2bLjpI/AAAAAAAACW8/qxvy5odWCQw/s1600/IMG_1354.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Q5fibXFUMXw/Tmhlg2bLjpI/AAAAAAAACW8/qxvy5odWCQw/s200/IMG_1354.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649877347576024722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sesuai kesepatakan dan janji aku ke Dang, aku traktir dia makan siang.&lt;br /&gt;Selanjutnya, Dang ingin mengunjungi Kuil kek Lok Si Temple. Mau bilang apa yah???? Kuil ini luar biasa banget lokasi dan disainnya. Aku cuma bisa say thanx to Dang yang punya selera bagus dengan tempat-tempat oke. Beruntung aku, punya random friend dengan selera awesome lah.&lt;br /&gt;Dan memang, kami pada akhirnya menetapi janji kami masing-masing saat pertama kali bertemu. Aku nggak keberatan saat Dang punya usulan untuk pergi ke suatu tempat, karena aku juga pastinya akan mengusulkan hal yang sama.&lt;br /&gt;Ke kuil itu sungguh juga menyenangkan. Daaaaan, setelah 5 jam bersama, Dang, baru mengaku, kalau dia adalah insinyur, seraya memberikanku kartu namanya. Hey, dude, terima kasih, sudah percaya.&lt;br /&gt;Pertemanan aku dengan Dang, semakin seru, karena tidak hanya sama pada minat, tapi juga ke arah toleransi.&lt;br /&gt;Kembali ke downtown ke Jantung kota Penang. Kami menuju beberapa titik kota tua di Penang, sesuai dengan instruksi pada peta wisata. Kebanyakan kuil dan kuil. Hingga, waktu aku bilang ke Dang, kalau aku mau sholat dulu.&lt;br /&gt;Dang bilang, kurang lebih begini,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Lo sholat di mana"&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Masjid Kapiten Keling, dekat dari sini. Belok kiri dah nyampe".&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ya udah, lo sholat aja gih. Gue selesain foto-foto dulu di sini. Nanti kalau gue dah kelar, gue ya&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-UIvhzGiQ_kc/TmhnCief-iI/AAAAAAAACXM/TgKkXsWuksQ/s1600/IMG_1389.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-UIvhzGiQ_kc/TmhnCief-iI/AAAAAAAACXM/TgKkXsWuksQ/s200/IMG_1389.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649879025848416802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ng nyamperin lu ke Masjid. Lo jangan kemana-mana kalau dah kelar. Susah nyarinya, nanti". &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cool hein.&lt;br /&gt;Dan lagi-lagi yang aku nggak suka, ya, itu, perpisahan. Lagi dan lagi. Dang, harus segera nyebrang, untuk ngejar kereta ke KL. Sisa waktu, kami habiskan kemudian, di Fort Cornwills, liat pantai, foto-foto, makan-makan, ngobrol seperti sahabat lama, hingga mengantar Dang ke Jetty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-3253641716721335284?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/3253641716721335284/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=3253641716721335284' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/3253641716721335284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/3253641716721335284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/05/solotraveller-4th-day-penang-happy.html' title='#Solotraveller 4th Day: Penang - Happy'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-d28r1VIqnMM/TmhjFzQBonI/AAAAAAAACWU/-ilBK240ehk/s72-c/IMG_1299.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-5290331231717577479</id><published>2011-05-29T19:49:00.012+07:00</published><updated>2011-09-08T13:35:12.920+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liburan'/><title type='text'>#Solotraveller 3rd Day: Penang - C'est Grave</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-pILpBbPTs6s/TmHErjPmQ3I/AAAAAAAACVU/5XB5RNxARUs/s1600/IMG_1263.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-pILpBbPTs6s/TmHErjPmQ3I/AAAAAAAACVU/5XB5RNxARUs/s200/IMG_1263.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5648011660173394802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;30/04/11 Jam 7 pagi aku sudah siap dengan tas ransel. Menarik nafas panjang, dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'oke, this is it, my next destination #Penang"&lt;/span&gt;. Penang sebenarnya bukanlah tujuan akhirku. Karena menjawab tantangan seorang teman, kemudian memperhitungkan jarak yang ngga terlalu jauh dari #Melaka, aku kemudian mengiyakan. Mengiyakan dalam waktu kurang dari 2 minggu. Alhasil kasak-kusuk. Ubah rute, riset lagi, dan hunting tiket. *tepokjidat.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Namun, baiklah, sepertinya ke #Penang, akan melengkapi wisata kota tua ku di pesisir Melaka ini.&lt;br /&gt;Karena sudah tak ada lagi yang aku lakukan di kamar, aku putuskan untuk ceck out.&lt;br /&gt;Dan tidak perlu bangunin si penjaga hostel. Katanya, kalo mau ceck-out, kunci kamarnya cukup di lempar ke dalam saja. Baiklah. *pring&lt;br /&gt;Gerimis, maaaaaak!&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-uBqpuGofBos/TmHE9yFsFlI/AAAAAAAACVc/9_eECmi2PkQ/s1600/IMG_1266.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-uBqpuGofBos/TmHE9yFsFlI/AAAAAAAACVc/9_eECmi2PkQ/s200/IMG_1266.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5648011973396010578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi, tetep seneng melangkah di bawah terpaan gerimis seperti ini. Apalagi dgn ransel yang menggunung. Untung pake rain coat. Jangan sampai deh, kejadian isi ransel basah kehujanan di Padang terulang lagi.&lt;br /&gt;Shelter bus ada di bagian belakang RS Mahkota Medical Centre, yang letaknya persis seberang jalan Mall Merdeka Parade. Sepi, hanya ada beberapa calon penumpang. Kalau dari wajahnya, sih, aku bisa ngenalin, mereka asal Indonesia. Dan betuuuuuuul.&lt;br /&gt;Pada awalnya, aku senang bertemu dengan mereka. Tapi, entah yah, rasa rasanya, mereka seperti menjaga jarak, dan berupaya untuk tidak mau kenal, bahkan sekedar basa basi sekalipun. Kejadian ini juga aku alami saat berada di Singapura. Semoga, yang mengalami kejadian dicuekin itu hanya aku saja. Karena aku juga pada akhirnya, yaaaaa terserah sih.&lt;br /&gt;Apa karena penampilanku? Nggak juga. Tampilan backpacker sederhana yang juga masih asik diliat kok. Mungkin mereka yah, yang bermasalah, bukan aku. Karena sejurus kemudian, aku ngobrol dengan seorang bapak yang pamer kekayaan dan bisnisnya. *keplak&lt;br /&gt;Aaaaaaaargh, kalau mau dibandingin, percuma juga sih. Tetep maunya sederhana saj&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-bIsq0zMkJnE/TmHFRqQRWDI/AAAAAAAACVk/8e-ytDi-yo4/s1600/IMG_1272.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-bIsq0zMkJnE/TmHFRqQRWDI/AAAAAAAACVk/8e-ytDi-yo4/s200/IMG_1272.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5648012314890295346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;a di depan orang-orang, tanpa perlu menjelaskan siapa aku, begitu pun apa profesiku.&lt;br /&gt;Bus &lt;a href="http://www.transnasional.com.my/"&gt;Transnasional&lt;/a&gt; terlambat dari jadwal. Dengan estimasi perjalanan 2 jam ke Kualalumpur, mestinya aku akan tiba jam 10-an di KLIA, karena pesawatku ke Penang take off jam 12:15. Oke, masih banyak waktu sih, tapi tetap sajalah ada rasa khawatirnya. Untungnya, aku sudah memangkas waktu ceck-in pesawat dengan fasilitas web ceck-in Air Asia, seminggu sebelum berangkat #solotraveller. Rasa khawatir telat pun berkurang. Halah. Ugh&lt;br /&gt;Jika bus dari Johor Bahru terkesan nyaman, maka bus Transnasional ini, juga nyamaaaaaan banget. Aku dapat kursi single, paling pojok, dengan posisi naik, dekat jendela pula. Widiiiiiiiih. Bonusssssss&lt;br /&gt;Padahal seju&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-KcFm-XCgfp8/TmHH1w1NwsI/AAAAAAAACWM/tbwKpqn3WcE/s1600/IMG_1343.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-KcFm-XCgfp8/TmHH1w1NwsI/AAAAAAAACWM/tbwKpqn3WcE/s200/IMG_1343.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5648015134154408642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;mlah penumpang sudah menunggu sejak pagi.&lt;br /&gt;Dan ini adalah perhentian pertama, karena bus kemudian melaju menuju Melaka Sentral untuk mengangkut penumpang lainnya. Suasana tiba-tiba beda. Gaduh. Coba untuk rileks and santai. Sesantai 2 jam ke depan, saat bus, melaju mulus di atas aspal tol di Malaysia. Cute. Kalem banget perjalanan ke KL. Like this trip.&lt;br /&gt;Karena naik Air Asia yang tergolong low cost carrier, maka aku turun di LCCT, yup, T-nya itu terminal. Sementara LCC-nya dah gw jelasin di kalimat sebelumnya.&lt;br /&gt;Waktu naik Tigerairways juga, landing and take off nya di Budget Terminal. Ya gitu deh, yang penting sampai and low cost gitu.&lt;br /&gt;Kalem, dan kepercayaan diri sudah di level 8. Sudah nyaman dengan suasana baru. Cuek dengan kesendirian perjalanan ini. Masih menikmati apapun yangh dilihat dan dirasakan. Ini sungguh gila.&lt;br /&gt;Flight ke Penang, kurang dari satu jam. Tinggal nyebrang aja sih memang. Awalnya, bahkan aku kepikiran untuk naik bus aja, meski resikonya akan laaaaaaama. Cermat hitung waktu dan bajet serta beban fisik, aku memutuskan untuk terbang saja. Pokoknya, kalo pindah satu kota ke kota lain, lebih dari 6 jam, aku pilih pesawat. Dan tak akan berpikir mahal, jika selesih tarif tidak jauh, plus, bonus waktu tempuh lebih pendek.&lt;br /&gt;TouchDown @ Penang International Airport. Masih dalam rehab. Berantakan. Cuek. Rrrrrrrg bingung. Yang penting keluar aja dulu dari Bandara and cari bus ke pusat kota.&lt;br /&gt;Ada satu bus yang memang tersedia dari Bandara ke pusat kota, sebut saja &lt;a href="http://www.penang-traveltips.com/komtar.htm"&gt;Komtar&lt;/a&gt;, dan cuma ada satu trayek bus, dengan frekuensi kedatangan yang nggak perlu harus nunggu lama. Perjalanan dari Ba&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-F5iKeNrL5cw/TmHFoaDNCpI/AAAAAAAACVs/E-QB8XrcMFw/s1600/IMG_1342.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 187px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-F5iKeNrL5cw/TmHFoaDNCpI/AAAAAAAACVs/E-QB8XrcMFw/s200/IMG_1342.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5648012705677511314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ndara ke Komtar, dengan &lt;a href="http://www.rapidpg.com.my/"&gt;Rapid Penang&lt;/a&gt; kurang lebih 30-an menit. Jangan anggap lama yah, coz, perjalanan ke pusat kota ini bisa dikatakan cukup menyenangkan, karena sekaligus bisa merasakan Penang lebih awal.&lt;br /&gt;Turun di Komtar, selanjutnya? Kalau aku tidak segera menyiasati kelelahan dan perjalanan tanpa arah menuju hostel, mungkin aku sudah gila. Aku nggak tahu arah mata angin, dan kemana arah menuju Chilua Street, lokasi hostel ku berada, Day and Night  Guesthouse. Oke, aku sudah memegang peta memang, tapi, jika arah mata angin saja tidak diketahui, bagaimana aku bisa menuju guesthouse. Hey, aku sudah teramat lapar pula ketika itu, ditambah dengan kelelahan.&lt;br /&gt;Lagi, untungnya aku segera menyiasati pikiran aku, agar aku juga tidak lelah hati. Makanya, meski kesasar, dan tanya sana sini, aku tetap menikmatinya, travel shot sambil foto-foto, karena belum tentu aku akan melewati jalan yang sama ke esokan harinya. Betul, kan?&lt;br /&gt;Dan seperti menemukan harta karun, ketika Chilua Street ada di depan mataku. Yihaaaaaaaa. Ugh, ternyata, Komtar dan jalan ini, kalau ditarik garis lurus, tidaklah harus mutar-mutar. *tepokjidat&lt;br /&gt;Untunglah, proses selanjutnya menemukan hostel, bukanlah pekerjaan yang meletihkan. Berbelok ke arah kiri, mencari Seven Eleven, dan got it. Yup, posisinya memang berhadapan dengan minimarket itu. Alhamdulillah.&lt;br /&gt;Lebih beruntung lagi, pengelolanya baik banget dan super ramah. Kami sempat &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-XPchujWSoIY/TmHF-3dOD4I/AAAAAAAACV0/CRjf36y_MYc/s1600/IMG_1268.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-XPchujWSoIY/TmHF-3dOD4I/AAAAAAAACV0/CRjf36y_MYc/s200/IMG_1268.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5648013091528380290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ngobrol pada saat ceck-in. Dia tahu banyak tentang Indonesia terutama kejayaan Indonesia di Bulutangkis, dulu. Bahkan dia tahu banyak pula tentang taipan-taipan Indonesia di jamannya hingga sekarang. Satu komentar yang aku masih ingat hingga sekarang adalah, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Indonesia saat ini bulu tangkisnya parah. Lebih maju pada saat Rudi Hartono"&lt;/span&gt;. Aku yang mendengarnya langsung tiba-tiba kalem.&lt;br /&gt;Proses administrasi selesai, aku pun menanyakan transportasi di Penang. Tanpa aku duga, bapak paru baya itu mengeluarkan peta kota Penang, dan menunjukkan, bahkan mencatat bus yang melintas di depan hostel ini. He is nice. Adem dah batinku kalau ketemu dengan orang-orang baik saat diri sedang susah. Meski hanya senyum kecil pun cukup berarti.&lt;br /&gt;Saat itu aku menanyakan arah tujuan ke &lt;a href="http://www.malaysia-islands.com/html/penang/beach/batu-ferringhi.shtml"&gt;Pantai Batu Feringghi&lt;/a&gt;. Kenapa pantai? Entah.&lt;br /&gt;Aku drop saat lihat kondisi kamar yang di luar harapan ku. Cuma narik nafas dalam-daaaaaalam, dan yang kepikiran pada saat itu adalah segera keluar kamar dan mencari hiburan dengan berjalan-jalan.&lt;br /&gt;Yup, memang amat tidak masuk akal, ke pantai sore-sore. Karena untuk mencapai tujuan saja, itu perlu w&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-EIfZvlQciA8/TmHGZRdElLI/AAAAAAAACV8/EdKYeqNCZeg/s1600/IMG_1373.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-EIfZvlQciA8/TmHGZRdElLI/AAAAAAAACV8/EdKYeqNCZeg/s200/IMG_1373.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5648013545183679666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;aktu. Tapi, yang ada dipikiranku, harus keluar, segera setelah meletakkan barang-barang.&lt;br /&gt;Baru saja aku merasa senang, jiwa ini kemudian dibanting lagi, keras-keras.&lt;br /&gt;Maunya menjerit. Sedih. Aku nggak perlu lah, mendeskripsikan bagaimana kondisi kamar aku, plus kondisi lantai bawah yang dijadikan bar.&lt;br /&gt;Tapi, ya sudah, aku nggak mau larut bete. Lagi-lagi, aku menyiasati pikiranku dengan mengatakan, ke Penang bukan untuk tidur, tapi untuk jalan-jalan. Dan kalau nggak mau lama-lama di kamar, yah, habiskan waktu berlama-lama di luar. Balik ke hostel, hanya untuk tidur, dan charge handphone, i-pod, n kamera digital. Selebihnya, biar kota dengan caranya sendiri menghibur aku.&lt;br /&gt;Powered by Telkomsel Blackberry®&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-5290331231717577479?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/5290331231717577479/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=5290331231717577479' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/5290331231717577479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/5290331231717577479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/05/solotraveller-3rd-day-penang-cest-grave.html' title='#Solotraveller 3rd Day: Penang - C&apos;est Grave'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-pILpBbPTs6s/TmHErjPmQ3I/AAAAAAAACVU/5XB5RNxARUs/s72-c/IMG_1263.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-1619058876338477803</id><published>2011-05-29T19:48:00.055+07:00</published><updated>2011-08-25T09:03:05.340+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liburan'/><title type='text'>#Solotraveller 2nd Day, Melaka - I'm so free</title><content type='html'>29/04/11 07:00 Aiiiiiiiiiih masih gelap bener. Waktunya salah nih.  Celingak celinguk, sepi. Bengong di depan pintu. Beneran masih sepi.  Swear, aku nggak bohong. Dingin? Nggak&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-sgpCwJDclm8/TlSrGi9Mf3I/AAAAAAAACUE/wMJY8jGUTn8/s1600/IMG_1137.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-sgpCwJDclm8/TlSrGi9Mf3I/AAAAAAAACUE/wMJY8jGUTn8/s200/IMG_1137.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644324361953116018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; sih, tapi laparnya pasti.&lt;br /&gt;Widiiiiih  McD 24 jam itu membuat pandangan nggak kemana-mana. Sumpah, aku suka  banget dengan posisi hostel ini, strategis bener. Hidup seolah berada di  tengah-tengah peradaban, yaitu peradaban kuno dan modern. Tapi, kaki  lebih memilih melangkah ke Seven Eleven, 5 meter dari hostel. Roti dan  air kemasan ukuran 1,5 liter. Hey, aku sudah mandi shubuh tadi.&lt;br /&gt;Aku pun balik ke kamar, dan menyendiri. Menyusun rencana perjalanan berikutnya di kota ini.&lt;br /&gt;Kalau  kemarin, sisi kanan sungai Melaka, maka hari ini adalah sisi  kirinya. Dimana banyak bangunan tua Islam. Yup, berdasar pengamatanku  sih seperti itu. Dan sisi kiri sungai juga banyak tinggal penduduk  lokal. Dan aku tahu, perjalanan hari ini beneran yang super lama,  seharian penuh. Jonker Walk salah satu tujuan. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kelar sarapan nasi goreng putih teri medan, plus  ceplok telor, aku melengkapi sudut kota sisi kanan Melaka yg kemarin  belum rampung. Berbekal peta dan info warga lokal, aku susuri tiap  jalan, dan gedung tua. Pagi itu, depan Christ Church sudah banyak turis  asing. Dan yang menjadi favorit mereka, tentu saja naik becak khas  Melaka, dengan iringan lagu Wali. *kalem&lt;br /&gt;Kalau sejak awal perjalanan  aku berusaha untuk berbaur di tengah keterasingan, &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-HIl5gHh-CmE/TlSrdUlvtBI/AAAAAAAACUU/cc_JdGbhMjw/s1600/IMG_1196.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-HIl5gHh-CmE/TlSrdUlvtBI/AAAAAAAACUU/cc_JdGbhMjw/s200/IMG_1196.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644324753233654802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;maka yang ku lakukan  selanjutnya adalah membantu, turis remaja dari filipina yang kesulitan  mengabadikan kebersamaan mereka di reruntuhan gereja di St. Paul Hill. Aku sebenarnya  yang menawarkan bantuan. Hey, aku ngerti betapa berharganya moment itu,  dan rasanya kalau satu orang bertugas mengabadikan itu, berarti orang  itu mengorbankan diri untuk temannya. #hug&lt;br /&gt;Oh yah, di salah satu  bagian dalam gereja itu, entah kapan mulainya ada lubang, sepertinya sih  sumur. Nah, orang-orang suka buang uang ke dalamnya. Beberapa langsung ma&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-cURMBm8Gql8/TlSrUupg_UI/AAAAAAAACUM/KC_qF7vz1Os/s1600/IMG_1176.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-cURMBm8Gql8/TlSrUupg_UI/AAAAAAAACUM/KC_qF7vz1Os/s200/IMG_1176.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644324605609966914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;suk ke dalam sumur, beberapa di antaranya tertahan di jeruji  penghalang. Tebak, aku berada di bagian yang mana? Aku sendiri nggak  tahu apa akibat dari tradisi itu. Ngga ada yang bisa ditanyain sih. Aku  kemudian menyebrang ke sisi lain sungai, menelusuri dan mencari  masjid-masjid tua. Memasuki kampung pecinan, melihat aktivitas warga  lainnya. Dan ini yang unik, simple memang, bagaimanakah warga lokal  memenuhi kebutuhan hidupnya, memasak misalnya. Dan, aku menemukan sebuah  rumah yang menjual sayur mayur. Cool, hein. Aku sempat mengabadikannya,  tentunya seijin pemilik warung.&lt;br /&gt;Aku juga sempat tanyakan ke pemilik  warung nasi Bukittinggi, darimana mereka mendapat sayur mayur untuk  keperluan berdagang. Jawabnya, ke supermarket. Mmmmm.&lt;br /&gt;Nah, karena  kawasan&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-bwQDUgzIaP0/TlSrmsZnQQI/AAAAAAAACUc/6yeS_3Aavr4/s1600/IMG_1207.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-bwQDUgzIaP0/TlSrmsZnQQI/AAAAAAAACUc/6yeS_3Aavr4/s200/IMG_1207.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644324914244043010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; ini, banyak terdapat persimpangan jalan, maka aku pun sukses  tersesat. Maksud ingin mempersingkat jalan, nyatanya justru aku semakin  menjauh. Capek. Ya sudahlah, sekalian aja, acara kesasar ini, menjadi  bonus di luar rute yang seharusnya.&lt;br /&gt;Asyiknya adalah, aku pun  menelusuri sungai Melaka. Widiiiiih, aku harus nyob&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-qlalhwmHUOs/TlSsFG8_MYI/AAAAAAAACUk/6fACEHDhGuQ/s1600/IMG_1210.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-qlalhwmHUOs/TlSsFG8_MYI/AAAAAAAACUk/6fACEHDhGuQ/s200/IMG_1210.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644325436767809922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ain naik perahu ini  di malam hari. Banyak referensi dari traveller lainnya, kalau harus  masukin acara malam dengan perahu di daftar tujuan. Tapi, harus malam.&lt;br /&gt;Sementara  nunggu malam, dan harus sholat jum'at, aku kembali ke hostel untuk  mandi. Kemudian bergegas ke waru&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-YuPF44rEHUU/TlSsQkXozGI/AAAAAAAACUs/jjMWpvhpx7M/s1600/IMG_1211.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-YuPF44rEHUU/TlSsQkXozGI/AAAAAAAACUs/jjMWpvhpx7M/s200/IMG_1211.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644325633642777698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ng bukittinggi. Bukan untuk makan, tapi  minta informasi lokasi masjid terdekat.&lt;br /&gt;Dan tanpa aku duga, pemilik warung itu, justru mengajakku untuk bersama dengannya pergi ke masjid terapung. Aku yang memang ingin jalan-jalan agak jauh dari pusat kota, akhirnya kesampaian juga. Gilaaaaaaa, aku suka.&lt;br /&gt;Teramat sukanya, aku sampai hampir netesin air mata. Hampir yah. Haru bisa sholat Jum'at di negara orang.&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;Selain memang lokasinya di tepi pantai dan dikondisikan seperti masjid terapung. ada yang unik yang bisa aku bawa ke Jakarta. mereka memperhatikan ja&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;maah yang tuli. Yup, pada saat khotib khutbah, ada proyektor yang &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dipantulkan ke dinding, sehingga, meski jamaah yang tuli tidak mendengar, mereka masih bisa memahami dan tahu isi khotbah si khotib. Sejauh ini, aku tidak melihat layanan yang diberikan masjid di Indonesia. Mohon koreksi, kalau nyatanya ada.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;Dan berdasarkan ide gila, dan secara semua titik turistik kota tua di Melaka sudah disinggahi, kini waktunya untukku, memanjakan diri dengan cara lainnya, yaitu, nonton di bioskop. Yihaaaaaa&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;Thorn I’m coming&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;.&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-QcZrIG-a0vU/TlSsaqbs9LI/AAAAAAAACU0/Y67RAQD0QRg/s1600/IMG_1236.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-QcZrIG-a0vU/TlSsaqbs9LI/AAAAAAAACU0/Y67RAQD0QRg/s200/IMG_1236.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644325807069131954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;Jauh-jauh ke Melak&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;a Cuma untuk nonton ke bioskop? Well hello,&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;Aku ke Melaka Parade. Dan nonton di sini&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; ternyata aku juga menemukan ilmu baru terkait dengan pajak perfilman. Nah, kan.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau di Indonesia, besaran harga tiket masuk yang dibayar oleh penonton adalah hanya jumlah totalnya saja. Nah, kalau di Melaka, ent&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;ah itu berlaku di Malaysia atau tidak, mereka, merinci bayaran yang har&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-uNycy3IftRk/TlStx-uKoQI/AAAAAAAACU8/K5S9WRnKwrY/s1600/IMG_1247.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-uNycy3IftRk/TlStx-uKoQI/AAAAAAAACU8/K5S9WRnKwrY/s200/IMG_1247.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644327307163902210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;us dibayar oleh penonton. Komponen itu terdiri dari Harga awal, surcharge, tax. Nggak tahu deh kenapa di Indonesia tidak bis&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;a diterapkan hal seperti ini.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Ada ilmu dan ada yang bisa dipelajari ternyata saat travelling ini, dan tidak hanya melulu tentang wisata budaya, tapi juga buaaaaanyak. Like it.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ada satu momen yang kemudian m&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-M45fn_5xHj8/TlWfHfOv8DI/AAAAAAAACVM/vuQGEnjdbsM/s1600/IMG00463-20110429-1503.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-M45fn_5xHj8/TlWfHfOv8DI/AAAAAAAACVM/vuQGEnjdbsM/s200/IMG00463-20110429-1503.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644592658970046514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;embuat aku drop usai nonton film Thorn. Bukan karena filmnya, tapi #nomention lah. Hiks.&lt;br /&gt;Arrrrrrrrgh&lt;br /&gt;Aku nggak mau sedih, kalau sedih maka rugilah aku pergi jauh-jauh cuma untuk nangis. Pokoknya aku harus senang-senang. Bagaimanapun caranya, yang penting halal. Mmmmm ada satu kalimat sih yang kerap menjadi mantra penyembuh mood kalah drop, "Kalau sedih di luar kota, berjalanlah, karena yakinlah, kota itu punya cara sendiri untuk menghiburmu".&lt;br /&gt;Dan cara ku selanjutnya untuk menghibur diri adalah duduk di tepian sungai Melaka, dan menunggu malam, untuk selanjutnya menyusuri sungai dengan Melaka River Cruise.&lt;br /&gt;Huh, ini akan menjadi pelengkap aktivitas berlibur ku seharian di Melaka. Tidak mengapa seorang diri sekalipun. So far, cukup, bahkan, teramat menyenangkan. Waktu tempuh 45 menit pulang pergi dengan waktu tempuh 9 kilometer, cukup membunuh waktu, hingga aku beneran lelah.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-u0fL6NhvJ_c/TlSt7EbVDyI/AAAAAAAACVE/jTNVaYFx8os/s1600/IMG_1138.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-u0fL6NhvJ_c/TlSt7EbVDyI/AAAAAAAACVE/jTNVaYFx8os/s200/IMG_1138.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644327463314329378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi, mana bisa segera tiduuuuuur? di depan hostel ada bazar. Masih ada sejumlah ringgit sih, tapi yah, masa harus belanja ini itu. Oleh-oleh? Mmmm aku cukup beli baju untuk nyokap saja dengan pilihan motif yang membuat aku mati gaya. Gak jauh beda dengan di Indonesia. Aku beli baju pun tidak dengan oleh-oleh lainnya. Mengingat, perjalananku masih 3 hari lagi. Jujur, akan terbebani dengan membawa oleh-oleh berukuran besar, sementara tas ku saja sudah sesak.&lt;br /&gt;Jadinya, aku cuma beli air minum kemasan, dan sedikit makanan. Aku ngantuk, dan harus segera tidur, karena besok pagi-pagi sekali bus menuju Kualalumpur akan berangkat jam 7 pagi.&lt;br /&gt;Powered by Telkomsel Blackberry® &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-1619058876338477803?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/1619058876338477803/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=1619058876338477803' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/1619058876338477803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/1619058876338477803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/05/solotraveller-2nd-day-melaka-exhausted.html' title='#Solotraveller 2nd Day, Melaka - I&apos;m so free'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-sgpCwJDclm8/TlSrGi9Mf3I/AAAAAAAACUE/wMJY8jGUTn8/s72-c/IMG_1137.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-6477071664824248454</id><published>2011-05-29T19:48:00.054+07:00</published><updated>2011-08-25T08:59:15.731+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liburan'/><title type='text'>#Solotraveller 2nd Day Melaka - Touchdown Yup</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-hQroxsTVgGQ/Tj6WZN-XZlI/AAAAAAAACSc/UtmLTHF_-Qg/s1600/IMG_1144.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-hQroxsTVgGQ/Tj6WZN-XZlI/AAAAAAAACSc/UtmLTHF_-Qg/s200/IMG_1144.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5638109143506576978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;28/04/11  Jam  13 aku tiba di Melaka setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2  jam   setengah. Dari Larkin ke Melaka langsung bablas tol, keluar tol    kemudian 30 menit menuju terminal sentral, dan 30 menit ekstra mencapai    pusat kota Melaka.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Christ  Church,  bangunan yang dulu hanya bisa aku  lihat dari tayangan tivi,  namun  sekarang bangunan berwarna merah itu,  tepat berada di depanku.   Akhirnya. Alhamdulillah.&lt;br /&gt;Pekerjaan  selanjutnya adalah mencari alamat   guesthouse Crazy Backpacker di jalan  PM 2. Bingung. Meski aku sudah   tanya belasan kali ke supir untuk minta  diturunkan di lokasi terdekat,   tetap saja...lost! &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; &lt;!--More--&gt; Aku juga tanya  sejumlah penumpang, tapi mustahil   mereka beri info yan&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-3l_ufSTylm8/TkC2jl_I3yI/AAAAAAAACSk/tRS29jqLYCY/s1600/IMG_1173.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-3l_ufSTylm8/TkC2jl_I3yI/AAAAAAAACSk/tRS29jqLYCY/s200/IMG_1173.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5638707456076472098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;g  jelas. Mereka  tidak bisa bahasa Inggris, pun Melayu. Mereka turis,  sama halnya seperti  aku. Walhasil,  45 menit berikutnya aku menyusuri  jalan besar protokol  ke arah selatan  (akhirnya kutahu arah) menuju  pusat perdagangan, kalo ga  salah namanya  Pahlawan Plaza. Besar,  teramat besar, dengan junction ke pusat belanja  di seberangnya. Hebat  euy. Tapi, kaki tetap bergeming  untuk fokus cari  alamat. Belasan kali  ku tanya warga lokal dengan  jawaban sekenanya,  hingga kemudian ku  berhenti di sebuah warung tidak  jauh dari perempatan  ja&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-EP1Nv-AmRxQ/TkC3FUOKNcI/AAAAAAAACSs/are7RAILZL0/s1600/IMG_1245.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-EP1Nv-AmRxQ/TkC3FUOKNcI/AAAAAAAACSs/are7RAILZL0/s200/IMG_1245.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5638708035423188418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;lan.  Penjual mie itu, keluar dari tokonya,  mengarahkan tangannya ke  arah  tujuanku. Intinya, dari titik ini aku  berada, aku harus berjalan   melewati 2 pusat perbelanjaan, dan PM2 tepat  berada di depan Menara   Taming Sari, yang notabenenya tak jauh dari  lokasi aku diturunkan oleh   bus tadi. *gubrak&lt;br /&gt;Ya Allah, aku cuma mau segera letakkan ransel trus tidur sejenak. Aku dah &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-_-SV5s6ZOok/TkC3tSEbAAI/AAAAAAAACS0/0Ha7kGnoXXM/s1600/IMG_1238.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-_-SV5s6ZOok/TkC3tSEbAAI/AAAAAAAACS0/0Ha7kGnoXXM/s200/IMG_1238.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5638708722040242178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;beneran lelah. Mau nangis gimana? Gila apa?&lt;br /&gt;Oke,    aku sudah berada tepat di depan menara Tamin Sari. Sisi kiri ku  adalah   ruko. Dan aku kembali bertanya-tanya, di manakah PM 2,  GuestHouse  Crazy  Backpacker? Jawaban mereka membuatku seperti  melakukan tawaf. Putar-putar dan kembali ke titik awal. Tersesat di  lokasi ruko. Oke!!!   Sampai aku kemudian marah pada diri sendiri,  ngapain sih gw lakuin ini   semua????&lt;br /&gt;Cukup lama aku terduduk diam, tepat di anak tangga, sebelum akhirnya, seseorang memberi tahu lokasi guesthouse ku.&lt;br /&gt;Guesthouse    itu memang berada tepat di depan Taming Sari, menghadap bahkan. Dan    Guesthouse itu di luar bayanganku. Ruko yang dimodifikasi menjadi  tempat   penginapan. Stres!!! Dan untuk ke dalamnya, harus menekan bel,  karena   pintu pagar itu selalu dalam kondisi terkunci.&lt;br /&gt;Tidak berapa lama, pria yang aku perkirakan berdar&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-hJtHwaG5K1M/TkC41N9HryI/AAAAAAAACS8/-btOqoXwhHU/s1600/IMG00454-20110429-0815.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-hJtHwaG5K1M/TkC41N9HryI/AAAAAAAACS8/-btOqoXwhHU/s200/IMG00454-20110429-0815.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5638709957886455586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ah India itu turun, dan tersenyum, sambil menyebut namaku.&lt;br /&gt;Yup,    aku menggunakan jasa online, Agoda.com untuk tinggal selama di Melaka  3   hari 2 malam dengan biaya 55 RM untuk single room, fan, n shared    bathroom. Semua beres. Sebenarnya ini kali pertama aku m&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Al4cOnRDDos/TkUg-AxpTuI/AAAAAAAACTU/ncNh4_VkPK0/s1600/IMG_1198.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Al4cOnRDDos/TkUg-AxpTuI/AAAAAAAACTU/ncNh4_VkPK0/s200/IMG_1198.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639950358083620578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;elakukan   reservasi via internet untuk urusan traveling. N ternyata memudahkan ku.&lt;br /&gt;Aku kemudian diantar ke kamar, terletak di lantai 2. Diam, tanpa banyak kata. Hanya sekat-sekat.&lt;br /&gt;Lapaaaaaaar!!!!!&lt;br /&gt;Sempat   makan siang memang di Melaka Sentral dengan nasi lemak, tapi  perjalanan  berikutnya, &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-IPP839j1fOI/TkUgRlm_cNI/AAAAAAAACTE/YZJKEe2s5TY/s1600/IMG_1243.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-IPP839j1fOI/TkUgRlm_cNI/AAAAAAAACTE/YZJKEe2s5TY/s200/IMG_1243.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639949594876932306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;menguras  kalori teramat banyak, hingga lapar  kembali  menyerang. Teringat, ruko  di belakang guesthouse, rumah makan  Padang.  Yihaaaaaaa&lt;br /&gt;Ya ya ya  ya, kenapa jauh-jauh ke Melaka, cuma  makan nasi  Padang? Well, bukan  cuma makanannya sih yang aku cari, tapi  lebih ke  suasana. Setidaknya,  meredahkan emosi dengan ngobrol bersama  pemilik  warung, yang memang  asal Bukittinggi.&lt;br /&gt;Apa  yang aku liat saat ini adalah benar-benar aku berada di komunitasku.  Ibaratnya, oase di tengah gurun pasir. Halah. Eits, tapi beneran,  rasanya damai banget bisa ngobrol dengan ibu p&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Zy9cHFDtNBk/TkUgoYBsOfI/AAAAAAAACTM/9yjbomZfcHI/s1600/IMG_1229.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Zy9cHFDtNBk/TkUgoYBsOfI/AAAAAAAACTM/9yjbomZfcHI/s200/IMG_1229.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639949986367814130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;emilik  warung makan beserta suaminya. Dan aku yang mudah membuat cair keadaan,  langsung tercipta keakraban. Hey, ini keajaiban. Di saat kondisi batin  beneran drop akibat kelelahan fisik dan mental, aku dipertemukan kembali  dengan orang baik. Masih ingat, kan, dengan Asril? Random friend dari  Melaka? Nah, kondisinya seperti itulah.&lt;br /&gt;Oke, sekarang, banyak  tumpukan piring, dan deretan lauk pauk khas padang. Dan yang paling  membuat aku kaget adalah....wow, G, ada jengkol, dengan &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ZduVcGbO3Go/TkUhOM7q1kI/AAAAAAAACTc/4V9RNsjzUjU/s1600/IMG_1127.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ZduVcGbO3Go/TkUhOM7q1kI/AAAAAAAACTc/4V9RNsjzUjU/s200/IMG_1127.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639950636224796226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;dua  olahan masakan. Masing-masing direndang dan di balado. Kalau yang  direndang itu, potongan jengkolnya besar, nah yang dibalado, dipotong  kecil-kecil. Kepikiran sih untuk menghajar keduanya, tapi kepikiran  lagi, bagaimana riwayatnya, kalau aku mau pee, repotlah. Singkat kata,  diskip lah tuh menu. Dan langsung mengambil nasi, yang ternyata, nasi  bisa diambil bebas, semaunya. Awalnya pelayan melayaniku, karena  ketidaktahuanku, dan pelayan itu langsung ambil nasi dengan porsi super  banyak. Well, helooooow, tampang ku memang kelaparan banget apa? 5 MYR  cukup murahlah untuk sekali makan, dah termasuk rendang. Yamiiiiie&lt;br /&gt;Kelar makan, aku kemudian kembali ke kamar, janji akan makan kembali di warung itu. Lol&lt;br /&gt;Sesuai  jadwal yang aku buat, begitu tiba di Melaka, aku melipir ke kawasan  kota tua, terutama Christ Churh dan bangunan-bangunan lain di  sekitarnya. Pegal banget sih, tapi harus taat jadwal. Lagipula dengan  sisa waktu 4 jam jelang sore, aku masih bisa melakukan city tour yang  bisa menggemukan betisku. Widiiiih capek, tapi puas.&lt;br /&gt;Meski aku  #solotraveller, nggak berarti aku minus foto diri. Berbekal tripod mini  yang aku bawa dari Jakarta, tiap sudut kota tua Melaka, ku jelajahi  seorang diri. Timer pada kamera Canon pun teramat membantuku, hey, minus  orang lain untuk ku mintai tolong, sekedar mengambil gambar. Mandiri.&lt;br /&gt;Yah,  nggak sekali dua kali sih, para turis melihat tingkah ku yang cukup  atraktif, dan asyik sendiri motret. Pasang tripod, pasang timer, lari  cepat-cepat dan kemudia bergaya. Kalau dirasa kurang pas, aku kemudian  mengulang- dan mengulangnya lagi, sampai dapat pose yang paling pas dan  oke ehem.&lt;br /&gt;Sebenarnya ada permasalah mendasar setelah 2 hari dalam  perjalanan ini. Masalah komunikasi. Huh, mahal euy kalau aku harus terus  berlangganan dengan provider yang aku pakai dari Indonesia. Berputar  otak, untuk terus tetap irit, walau bagaimanapun, meski ketersediaan  uang mencukupi, aku te&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-3KrJTXoR94M/TkUhkpPYkLI/AAAAAAAACTk/tvterHsaa6I/s1600/IMG_1241.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-3KrJTXoR94M/TkUhkpPYkLI/AAAAAAAACTk/tvterHsaa6I/s200/IMG_1241.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639951021780799666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;tap  perhitungan dengan pengeluaran, terutama komunikasi. Oleh sebab itu,  usai melakukan perjalanan pendek di kota tua, aku melipir ke sisi kanan  hostelku, yaitu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kawasan kota modernnya Melaka, di mana terdapat beberapa pusat perbelanjaan, bahkan keduanya berhadapan.&lt;br /&gt;Kalau aku hitung-hitung sih, ada 3. Gila yah? Dua di antara pusat perbelanjaan itu bahkan terhubung dengan jembatan.&lt;br /&gt;Sebagai  warga yang berpengalaman masuk pusat perbelanjaan, rasanya sudah tidak  canggung lagi lah, meski berada di pusat perbelanjaan di luar negeri.  Suasananya, kalau aku bisa katakan, bahkan nggak jauh beda kok. Counter  handphone, gerai makanan, baju, parfum, bahkan, baju-baju kelas menenga&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-dpQDHXuIAqA/TkUir-NVeXI/AAAAAAAACT0/hTqS3JZxD7A/s1600/IMG_1162.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-dpQDHXuIAqA/TkUir-NVeXI/AAAAAAAACT0/hTqS3JZxD7A/s200/IMG_1162.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639952247180065138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;h  dengan harga terjangkau juga tersedia. Tapi, tujuanku sekarang justru  adalah mencari sim card untuk bekal hidup 4 hari ke depan.&lt;br /&gt;Setelah  banyak bertanya sana-sini, memang aku menjatuhkan pilihanku. Sudahlah  nggak mau ribet. Tapi kemudian aku diribetkan dengan, bagaimana  mengaktifkannya? Stress  lah aku. Tukang handphone ini bilang, tidak jauh dari lokasi  berjualannya ada gerai yang akan membantuku mengaktifkan simcard itu.  Tapi, sesampainya di lokasi tujuan, mereka mengatakan tidak bisa  membantuku WTF. Selanjutnya, mereka menyarankanku untuk pergi ke gerai  khusus, dan itu lokasinya di seberang pusat perbelanjaan ini.&lt;br /&gt;Cuapeknya,  tapi karena butuh, dan beneran perlu, aku paksakan untuk jalan kaki  lagi. Ke meja informasi dan mereka kemudian mengarahkanku ke lantai 2.  Entah, apa yang ada dibenakku, aku juga langsung menanyakan, apakah di  pusat perbelanjaan ini ada cineplex? Nyatanya ada. Tersenyum lebarlah  aku di tengah&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-LwadEO6IuIE/TkUi9uU3AaI/AAAAAAAACT8/hdGLi8EcNp8/s1600/IMG_1185.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-LwadEO6IuIE/TkUi9uU3AaI/AAAAAAAACT8/hdGLi8EcNp8/s200/IMG_1185.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639952552154300834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; derita pegal kaki dan urat.&lt;br /&gt;Butuh waktu untuk  mengaktifkan layanan simcard itu, ah sudahlah, nggak perlu cerewet.  Nikmatin aja prosesnya. Dan saat simcard aktif, berbahagialah aku yang  teramat sangat.&lt;br /&gt;Waktu sudah menunjukkan pukul setengah 9 malam. Aku  segera balik ke hostel, tapi, aku sempatkan untuk makan lagi, dan  kemudian beli minum beberapa botol untuk persediaan di kamar.&lt;br /&gt;Beruntung,  untuk aktivitasi internet, aku nggak melulu mengandalkan provider  lokal, karena hostelku pun, menyediakan jaringan wifi. Alhamdulillah.&lt;br /&gt;Powered by Telkomsel® &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-6477071664824248454?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/6477071664824248454/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=6477071664824248454' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/6477071664824248454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/6477071664824248454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/05/solotraveller-2nd-day-melaka-touchdown.html' title='#Solotraveller 2nd Day Melaka - Touchdown Yup'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-hQroxsTVgGQ/Tj6WZN-XZlI/AAAAAAAACSc/UtmLTHF_-Qg/s72-c/IMG_1144.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-9082486698994661863</id><published>2011-05-29T19:45:00.005+07:00</published><updated>2011-07-10T19:13:15.424+07:00</updated><title type='text'>#Solotraveller 2nd day: Melaka - Drop (again)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;28/ 04/ 11 05:30 Aku bangun lebih awal. Sholat Shubuh, kemudian persiapan terakhir untuk menempuh perjalanan ke kota berikutnya, Melaka. Saat matahari sudah menampakkan wujud dan hawa panasnya, aku turun dari lantai 4, menuju lobi, untuk kemudian keliling sekitar hotel.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Tapi, tujuan utamaku adalah mencari sarapan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Well, ga ada yang banyak bisa dicari di sekililing hotel ini. Tidak bisa direkomendasikan, hanya ingin segera pergi. Meski kemudian aku tertahan di depan Seven Eleven, sekedar basa basi beli juz yang sebenarnya aku tidak perlu banget. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Menghangatkan badan? Nop, sungguh gila. Danga Bay, cukup untuk wisata malam berjalan kaki bersama Asril, dan itu tidak&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; akan aku lakukan untuk hari berikutnya. Semua di sekelilingku, hanya pekerjaan proyek yang digarap pemerintah lokal. Sepi, teramat sepi. Aku hanya berani berjalan di dalam area tembok. Bergeser sedikit. No way. Mungkin perlu waktu lebih lama untuk membiasakan diri dengan kota ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Dan, jam 8 Asril pun muncul. Oke, this is it. Time to say goodbye to him.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--More--&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sesuai janjinya, Asril jemput aku di hotel untuk mengantar ke terminal Johar Bahru, terminal Larkin. Sepanjang perjalanan kami hanya diam. Beda dengan saat kami menghabiskan waktu di sekitar kota tua Johor Bahru. Senyap. Aku juga nggak tahu harus ngomong apa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;. Seketika emosi menjadi mellow. Gimana nggak? aku yang kemudian menjadi terbiasa dengan kehadirannya, mendadak harus berpisah. Aku bilang sama Asril, kalau aku nggak suka perpisahan. Dia mengerti. Tapi, dia juga nggak bisa berbuat banyak lagi, karena memang sudah saatnya pisah. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Ah sudahlah, tak perlu pula tangis ku pecah saat itu. Tarik nafas dalam. N cuma bersyukur kalau aku sudah dipertemukan dengan orang baik di perjalanan ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Aku tak sempat menikmati perjalanan &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;menuju Larkin. Sisa perjalanan kemudian aku gunakan untuk ngobrol dengan Asril. Sisa selanjutnya? &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Dalam beberapa menit, kami akhirnya tiba di Larkin. Suasana terminalnya terkesan sepi. Mungkin masih pagi, jam 9:20 saat itu. Kalau bisa aku gambarkan suasana terminal, tidak berbeda jauh dengan suasana di terminal Lebak Bulus. That's it.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Asril kemudian bergegas ke dalam terminal. Beberapa orang yang ku duga adalah calo tiket mendekatinya. Aku hanya membututi Asril dari belakang. Dia yang punya wilayah, jadinya aku diam saja. Aman lah yah ehe&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;hehe. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Beberapa armada bus, tujuan Melaka, ternyata sudah jalan beberapa jam ya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;ng lalu. Dan yang tersisa hanyalah bus Delima. Asril menawariku, apakah mau ambil bus ini atau tidak. Aku mengiyakannya. Selain karena, harus menunggu lebih lama lagi untuk bus selanjutnya, aku juga nggak mau upacara perpisahan menjadi lebih lama. Cukup.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;"Oke, aku ambil yang ini saja", jawabku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;"Tapi dengan begitu, kita tidak bisa sarapan bareng", ucapnya pelan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;"Soke, aku harus berhitung waktu".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;This is it.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Seperti layaknya sahabat lama, kami pun foto bareng di depan bus. Hahahaha.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Aku nggak tahu tujuan Tuhan mempertemukan kami, termasuk keluarganya. Tapi, aku mensyukurinya. Kami bertemu di saat aku drop secara fisik dan emosi. Drop karena mengalami kehidupan yang jumping. Dan kemudian terhibur dengan obrolan, canda, dan kehangatan keluarga. Dan saat em&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;osi dan mentalku terbangun kembali, Tuhan kemudian melepasku, membantingku keras, aku drop lagi. Tak ada bekal lagi batin untuk melanjutkan ke kota selanjutnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Aku masuk bus. Asril berlalu. Sempat kami menoleh dan melambaikan tangan, untuk kemudian, aku tertunduk di kursi. Bye, my random friend.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;2 jam perjalanan selanjutnya, tidak ada yang bisa kulakukan, selain dengerin Josh &lt;/div&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-eNv0Vj2rAmQ/ThmTj1Ni_-I/AAAAAAAACSM/AJ_IzBy2UEE/s200/227050_10150284380809638_807624637_9479020_1014422_n.jpg" style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5627691453164748770" /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Groban. Mmmm siap-siap iris nadi. Nggak tahu apa yang &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;terjadi berikutnya di Melaka, selain berusaha membangkitkan diri lagi. Cuma itu saja, kan? Lagipula kalau aku harus terus sedih, siapa yang peduli? Kuasain diri, dan karena ini memang resiko dari perjalanan #Solotraveller. Syukur kalau menemukan keajaiban. Kalau tidak ada keajaiban, siasati semuanya dengan kamuflase. Pergi keluar saat diri sedih, karena kota di manapun kamu berada, pasti akan menghibur dengan caranya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Tapi, sayangnya, itu tidak aku dapatkan saat aku tiba di Melaka. Bengong seratus persen. Hahahahahah sumpah, seketika aku bertanya dalam diri sendiri, "apa sebenarnya yang aku cari sih". Ini perjalanan &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;gila. Sungguh gila.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Apa yang aku riset tentang perjalanan, kota, transport, semuanya buntu. Print kertas berisi info, rasanya menjadi pu&lt;/div&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-qLCMgHBWNW4/ThmXMpPI7kI/AAAAAAAACSU/hdnGmPwlQXE/s200/m.jpg" style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5627695452859723330" /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;tih tanpa ada isi. Blank!!! Panik??? ya iyalah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Aku nggak tahu arah mata angin. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Aku berada di Terminal Melaka Sentral. Berdasar pada apa yang aku riset, untuk menuju ke kota tua aku bisa menumpang, bus Panorama Melaka. Beberapa warga yang aku temui di terminal mengatakan, ada beberapa bus juga yang bisa mengantar ke sana, tapi aku nggak mau akhirnya kehilangan petunjuk. Ngotot, harus naik bus itu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Hei, terminal in&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;i begitu tertib. Para calon penumpang, menunggu bus yang diinginkannya di dalam ruang kaca. Begitu bus datang, mereka kemudian keluar. Tugas berikutnya, kondektur yang berteriak-teriak mencari penumpang. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Setelah menunggu 30 menit, tidak menunggu penuh, bus pun berangkat. Dan perlu waktu 30 menit untuk tiba di sisi kota tua Melaka. Ini pekerjaan rumah berikutnya. Aku turun tepat di depan Christ Church. Dan, mencari penginapan yang telah ku booking. Dimana itu???&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-9082486698994661863?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/9082486698994661863/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=9082486698994661863' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/9082486698994661863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/9082486698994661863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/05/solotraveller-2nd-day-melaka-drop.html' title='#Solotraveller 2nd day: Melaka - Drop (again)'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-eNv0Vj2rAmQ/ThmTj1Ni_-I/AAAAAAAACSM/AJ_IzBy2UEE/s72-c/227050_10150284380809638_807624637_9479020_1014422_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-6396883658992671780</id><published>2011-05-24T15:01:00.012+07:00</published><updated>2011-05-25T20:04:28.352+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liburan'/><title type='text'>#Solotraveller 1st day: Johor Bahru - FreeHugs</title><content type='html'>&lt;div class="hidenpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Jam 7 malam, aku turun dari kamar menuju lobi. Tak lama berdiri, sebuah sedan berhenti di depan hotel. Aku mencoba mengenali sedan itu sambil mendekat. Tidak berapa lama, jendela diturunkan. Si pemilik mobil menyapa. Tepat waktu bener, ucapku dalam hati. Malam itu sesuai janji, Asril mengajakku makan malam bersama keluarganya.&lt;br /&gt;Danga Bay tampak sepi malam itu. Lengang. Tak banyak kendaraan yang lalu lalang. Mobil-mobil warga pun jarang terlihat. Dan jalan besar nan lebar ini rasanya lebih pas dijadikan arena rally, karena mobil pun bisa melaju dengan kencang. Nggak sabar rasanya ingin segera eksplor Danga Bay di malam hari. Untuk cari tahu kehidupan malam kota ini.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.tourismseries.com/danga-bay-johor/"&gt;Danga Bay&lt;/a&gt; itu jadi, distrik, atau lebih tepatnya, dengan menggunakan istilah di Jakarta adalah kotamadya dari &lt;a href="http://www.tourismjohor.com/"&gt;Johor Bahru&lt;/a&gt; (JB). Letaknya di tepian laut. Makanya disebut Danga Bay. Ehehehe &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Saya tak bisa ke Melaka esok hari karena temani anak tanding futsal",&lt;/span&gt; ucap Asril tiba-tiba.&lt;br /&gt;Drop.&lt;br /&gt;Tarik nafas dalam.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"So key, saya tetap dengan rencana saya untuk ke Melaka. Karena sudah booking penginapan. Dan berada di sana untuk 3 hari, 2 malam. Tapi, nggak ada kamu, berarti nggak ada yang fotoin saya",&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kami pun tertawa seketika.&lt;br /&gt;Aku kemudian mencoba menghibur diri setelah tahu kabar ini.&lt;br /&gt;Aku tahu cepat atau lambat, aku dan Asril akan berpisah.&lt;br /&gt;Walau bagaimana pun, Tuhan telah kasih pertemuan ini lebih panjang dari yang kukira.&lt;br /&gt;Awalnya, paling tidak, pertemuan ini tersudahi saat Asril menghantarkanku hingga ke hotel. Namun, Tuhan memberikan lebih waktu untuk kami bersama, saat Asril undang aku makan malam. Dan kupikir, waktu kami akan jauh lebih panjang, saat Asril mengiyakan ajakanku ke Melaka. Tapi, rencana berkehendak lain.&lt;br /&gt;Maka yang ada dalam pikiranku adalah mensyukuri takdir Tuhan yang telah mempertemukan aku dengannya. Dan, memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk persahabatan dan persaudaraan ini.&lt;br /&gt;Tuhan telah kasih aku kebaikan melalui tangan-tangannya, dan aku merasa terberkati karena ini. Di saat aku hilang arah, Dia kasih aku tangan dan menuntunku untuk bangkit. Yap, #solotraveller, harus berjalan sendiri. Jika pun bertemu dan kemudian berpisah, maka ada pelajaran yang bisa dipelajari, dan diceritakan.&lt;br /&gt;Asril terus menelusuri jalan. Dia katakan, rumahnya tidak jauh dari Tunehotels.&lt;br /&gt;Sejurus kemudian, mobil ia belokkan, masuk ke sebuah perumahan. Penjaga keamanan mengangkat portal. Asril menyapanya.&lt;br /&gt;Setelah 3 kali belokan dengan jalan menanjak, kami pun tiba.&lt;br /&gt;Apa yang ku lihat saat itu di depan mata, membuatku menarik nafas teramat dalam. Apa yang aku liat, biar ku tutup rapat. Cukup aku bilang, pemuda ini begitu bersahaja.&lt;br /&gt;hanya ada aku, Asril, dan dua anaknya, serta kucing ras peliharaan si bungsu.&lt;br /&gt;Jelang jam 8, ibu dan istri Asril turun dari lantai 2. Kemudian disusul ayahnya.&lt;br /&gt;Kami pun duduk melingkar di meja makan.&lt;br /&gt;Tersedia banyak lauk di atas meja. Banyak yang menarik minat untuk disantap. Tapi, kenikmatanku yang luar biasa malam ini adalah acara makan malam itu sendiri. Aku nggak pernah bermimpi dapat kesempatan mengenal keluarga asli Malaysia dengan cara yang sederhana ini. Seperti mengamati kebiasaan makan malam mereka. Dan makan malam jam 8 ini adalah bagian dari rutinitas. Keluarga yang harmonis. Like it much!!!&lt;br /&gt;Tapi, kesalahanku adalah, tidak mengikuti cara makan mereka dengan tangan. Entah, kenapa aku nya yang merasa perlu, membutuhkan sendok untuk makan. Janji, aku akan makan tanpa menggunakan sendok, jika diundang makan malam lagi.&lt;br /&gt;Perbincangan di tengah berlangsungnya makan malam ini, lebih banyak mengupas siapa aku, dan tujuan keberadaanku di Malaysia. Namun, selain itu, juga terungkap silsilah keluarga Asril. Ini yang mengejutkan. Ternyata Ayahnya Asril punya darah Padang, dan meski tidak bisa dibilang sering, mereka juga pernah ke Jakarta. Dan mereka punya saudara yang tinggal di Pondok Indah. Bahkan, perbincangan seru terjadi saat muncul kata Cipulir dan Cendol. LoL.&lt;br /&gt;Waduh. Tuhan, ini benar-benar suatu kebetulan yang luar biasa. Wow. Sayang saja aku tidak tunjukan ekspresi keterkejutan yang menyenangkan ini di depan mereka. Kalau tidak, waduh. Aku yang biasanya ekspresif, kali ini lebih kalem. Aku melihat keterbukaan mereka ke aku, yang membuat perbincangan kian cair. Bahkan aku pun kemudian tertawa lepas tanpa sungkan.&lt;br /&gt;Mereka bertanya banyak tentang Jakarta. Isu-isu lokal yang terjadi, pekerjaan yang menjanjikan. Sampai tempat makan paling enak di Jakarta. Yeaaaah rite, gado-gado Bonbin masuk dalam daftar wisata kuliner saat berkunjung ke Jakarta kelak.&lt;br /&gt;Tuhan, ini malam yang sangat menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Jadi, Adhie setelah ini mau kemana? Ajak sana jalan - jalan!"&lt;/span&gt; tanya ayahnya Asril ke aku.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Saya hanya ingin lihat Danga Bay di Malam hari, dan coba teh tarik di negara asalnya"&lt;/span&gt;, jawabku.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Coba ajak Adhie sana ke pasar malam",&lt;/span&gt; saran ibunya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Di sini pasar malam hampir tiap hari. Banyak yang bisa dibeli. Makanan juga ada",&lt;/span&gt; lanjutnya.&lt;br /&gt;Secarik kartu nama aku berikan sebelum pamitan. Berharap aku dapat menjamu mereka saat datang ke Jakarta.&lt;br /&gt;Aku nggak tahu, kemana Asril membawaku. Sudah jam setengah sepuluh malam. Mobil melaju ke arah berlawanan dan menjauh dari tempatku menginap.&lt;br /&gt;15 menit kemudian, kami tiba di sisi lain &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Danga_Bay"&gt;Danga Bay&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ini bagian kota tua JB",&lt;/span&gt; jelas Asril sambil melihat-lihat jika ada parkir kosong.&lt;br /&gt;Aku yang baru singgah, celingak celinguk. Bergumam sendiri. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Kalau mau sedikit ramai, agak jauh dari sini. Saya ajak kamu ke sana",&lt;/span&gt; lanjutnya.&lt;br /&gt;Aku tak sempat mengakrabi jalan ini, karena mobil terus melaju pelan, hingga akhirnya menepi, tak jauh dari KFC.&lt;br /&gt;Dari tempat kami berdiri di parkiran, aroma dupa sudah menusuk hidung, dan dari kejauhan pun, lagu India sudah terdengar.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Kita sekarang ada di komunitas India. Di JB, ada juga komunitas China. Menetap secara berkelompok. Dan itu terjadi sejak lama",&lt;/span&gt; jelas Asril.&lt;br /&gt;Berdua kami kemudian menelusuri selasar toko-toko yang dipenuhi dengan ragam pernak-pernik khas India. Bonus aroma dupa. Berbelok ke kanan, alunan musik berubah. Wali, Kawin. *tepok jidat sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ini namanya pasar karat. Tiap malam selalu ada pasar kaget seperti ini. Di Jakarta ada?",&lt;/span&gt; tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ada juga pasar kaget seperti ini. Bedanya, di kami, barang yang dijual hampir seragam. Beda di sini, banyak variasinya. Makanan juga di jual",&lt;/span&gt; jawabku.&lt;br /&gt;Deretan tenda-tenda di pasar karat ini dengan tawaran barang yang super murah, tak cukup menarik kami untuk membeli, bahkan untuk singgah sekalipun. Tidak selera. Lagipula aku ingin jajan teh tarik.&lt;br /&gt;Kalo di Jakarta, mungkin deretan penjaja makanan di Pasar Karat ini bisa disebut dengan pujasera. Beberapa makanan yang ku tahu khas Malaysia ku lihat, meski beberapa di antaranya aku juga melihat, pecel lele dan ayam. Gubrak.&lt;br /&gt;Kami kemudian pesan teh tarik dan otak-otak.&lt;br /&gt;Selesai makan, kami melanjutkan berjalan kaki menyusuri jalan.&lt;br /&gt;Asril yang malam itu membawa kamera, sekaligus mengabadikan keberadaan aku di JB. Tiap sudut jalan, entah di perempatan, atau di halte bus, semua dijadikan latar belakang foto. Thnx to timer, kami pun juga mengabadikan persahabatan kami. Aku pun sempat mengusilinya, hahahaha, aku katakan akan memotonya. Tapi, tanpa sepengetahuan Asril, aku switch ke video. Tahu sendiri dong, ragam ekspresi lepas terjadi. lol.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Kamu sudah terlihat capek",&lt;/span&gt; ucapku.&lt;br /&gt;Aku tahu Asril berat mengatakan kalau iya capek. Tapi, dari matanya, sudah terlihat jelas.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sudah, mari kita pulang!"&lt;/span&gt;, seru ku sambil menepuk bahunya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Jam berapa kamu berangkat ke Melaka?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Jam sembilan",&lt;/span&gt; jawabku singkat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Saya antar anak ke sekolah dulu, lalu jemput kamu di hotel. Kemudian antar kamu ke terminal yah". &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, ini malam yang sangat menyenangkan. I was so horeeeeeey&lt;br /&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry®    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-6396883658992671780?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/6396883658992671780/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=6396883658992671780' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/6396883658992671780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/6396883658992671780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/05/solotraveller-1st-day-johor-bahru_24.html' title='#Solotraveller 1st day: Johor Bahru - FreeHugs'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-2614376333249156932</id><published>2011-05-21T21:36:00.010+07:00</published><updated>2011-05-21T22:16:36.155+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liburan'/><title type='text'>#Solotraveller 1st day: Johor Bahru - A Beautiful Stranger</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;27/04/11&lt;/span&gt; Sisa waktuku di Singapura, kini ditemani Asril, seorang graphic designer dan juga photographer profesional. Dan  aku yang biasanya menyembunyikan kehidupan profesionalku saat ditanya  orang asing, justru saat itu aku begitu terbuka kepada Asril, kalau a&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Pe0ABM52R6M/TdfRc3Ln5DI/AAAAAAAACRg/5Y8J5z7lkdU/s1600/IMG_1079.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Pe0ABM52R6M/TdfRc3Ln5DI/AAAAAAAACRg/5Y8J5z7lkdU/s200/IMG_1079.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609182154692486194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ku  seorang TV journalist. Padahal, biasanya aku selalu menjawab bekerja di  perusahaan asuransi. Upz&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sesuai kesepakatan bersama, aku pun  mengiyakan ajakan Asril ke Changi untuk mengambil mobilnya dan bersama  kemudian menyebrangi perbatasan.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, itu yang aku ucap dalam hati saat bertemu dan berkenalan dengannya. Tanpa keraguan  sedikitpun aku menerima kebaikannya. Aku pun yang sejak beberapa jam  tiba, selalu memasang muka kecut dan senyum seadanya, kini ada  ketenangan. Yup, aku ada teman bicara, setidaknya untuk beberapa jam ke  depan.&lt;br /&gt;Tapi, kesenangan itu tidak berlangsung lama. Aku dihentikan  oleh petugas jaga yang memintaku untuk membongkar isi tas ku. Aku yang  awalnya merasa keberatan, terpaksa membuka tas ransel. Padahal semua itu  sudah tersusun rapih, dan aku malas untuk merapihkannya. Dan permintaan  petugas jaga itu sungguh berlebihan, bagian dalam tas ku juga  dimintanya untuk dibuka. Aku pasang muka kesal. Namun, saat itu Asril  menenangkan ku. Ia sendiri, bertanya, kenapa tas miliknya tidak dibuka.  Petugas jaga itu bilang, cukup aku saja. Kupret! &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku yang kemudian  merasa seperti penjahat. Merasa dianggap bersalah. Perlakuan ini sungguh  diskriminatif. Ini beneran nggak bikin aku nyaman seketika. Bagaimana  jika kemudian dia iseng meletakkan sesuatu di tasku, dan menganggap ini  adalah kasus? Dan bagaimana jika kemudian aku digiring ke kantor polisi  atas tuduhan rekayasa? Oke, semua itu terlintas di benakku. Teroris?  WTF!!!&lt;br /&gt;Jika saat itu aku sendiri, mungkin aku sudah keluar keringat  dingin. Iya, aku tahu, aku tidak perlu khawatir jika tidak melakukan  kesalahan apa-apa. Tapi, yah, tetap saja. Belakangan aku menyadari dan  teringat, sepanjang perjalanan ku dengan MRT, selalu ada peringatan dari  pengeras su&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-4J69JMmcjuE/TdfSW6Cl3YI/AAAAAAAACRo/W3WmCwvA6tg/s1600/IMG_1081.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-4J69JMmcjuE/TdfSW6Cl3YI/AAAAAAAACRo/W3WmCwvA6tg/s200/IMG_1081.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609183151892323714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ara yang mengatakan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'jika menemukan benda mencurigakan,  segera lah melapor'&lt;/span&gt;. So aku dan tasku adalah benda mencurigakan?  Kupret!!!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Semua sud&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ah selesai, Anda bisa bisa menutup tas Anda,"&lt;/span&gt; ucapnya datar&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Oke, terima kasih, telah merepotkan saya, karena harus merapihkan tas kembali",&lt;/span&gt; jawab ku ketus.&lt;br /&gt;Asril di samping ku, menepuk bahuku, isyarat agar tidak emosional.&lt;br /&gt;Usai insiden itu, kami lanjutkan perjalanan kami.&lt;br /&gt;Menuju  Changi, kami, layaknya teman lama, perbincangan begitu cair. Ngobrolin  hobi, pekerjaan, dan cerita perjalanan. Ini sungguh menyenangkan. Tidak  henti-hentinya kami ngobrol sepanjang perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Usia saya 35  tahun, telah menikah dan punya 2 orang anak",&lt;/span&gt; ucapnya saat kami berada  di stasiun tanah merah, karena harus ganti kereta ke Changi.  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"What? Kamu nggak bohong, kan? Kamu tampak lebih muda dari usia mu." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Yes, I'm 35 years old, Adhie",&lt;/span&gt; ucapnya meyakinkanku.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-rmBSN1bNzdA/TdfTUGu8AbI/AAAAAAAACRw/iyJ3qOgwI6o/s1600/IMG_1082.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-rmBSN1bNzdA/TdfTUGu8AbI/AAAAAAAACRw/iyJ3qOgwI6o/s200/IMG_1082.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609184203271569842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku coba memandanginya lekat, dari ujung rambut sampai kaki.&lt;br /&gt;Aku tak bisa konfirmasi apa lagi. Ngga sopan pula jika kemudian aku tanya ini itu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Kenapa? Masih kaget?", &lt;/span&gt;tanya Asril lagi, ketika suasana menjadi senyap.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Nop"&lt;/span&gt;, jawabku tanpa berpikir panjang.&lt;br /&gt;Kereta kemudian tiba, perjalanan pun kami lanjutkan. 10 menit kemudian kami tiba di Changi. Setelah itu menuju parkiran. Di  parkiran, kami membakar kalori selama 30 menit, karena ia lupa  meletakan mobilnya. Pun, setelah mobilnya ditemukan, ia harus parkir  mobil lagi, karena card parkingnya tak cukup. Ia harus top up, atau  dikenal dengan isi ulang.&lt;br /&gt;Dan kemudian, perjalanan kami lanjutkan kembali.&lt;br /&gt;Kami  banyak bicara tentang keluarga, musik di Malaysia, dan juga  cerita-cerita lainnya. Termasuk rencana perjalanan esok hari ke Melaka.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Kenapa kamu tidak ikut saya saja ke Melaka?"&lt;/span&gt; Tanyaku spontan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Mmmm...kenapa tidak, besok saya tidak punya rencana apa pun", &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Bagus, jadi ada orang yang akan foto saya"&lt;/span&gt;. Kami pun tertawa bersama.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Saya  hantar kamu ke hotel. Kamu bersih-bersih. Nanti jam 7 malam, saya  jemput kamu. Saya ajak kamu makan malam bersama keluarga saya",&lt;/span&gt; ucapnya.&lt;br /&gt;Aku yang sedari tadi menikmati lengangnya lalu lintas Singapura, kaget dengan tawarannya itu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"What? K&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;amu yakin ajak saya makan malam? Are you seriuse?",&lt;/span&gt; tanyaku memastikan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ya, pastilah yakin. Ini saya coba sms keluarga saya, agar disiapkan makan malam. Kami biasa makan malam jam 8".&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-iTIc7h1ZOO4/TdfUDsG9s2I/AAAAAAAACR4/cyDrXK2Izks/s1600/IMG_1088.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-iTIc7h1ZOO4/TdfUDsG9s2I/AAAAAAAACR4/cyDrXK2Izks/s200/IMG_1088.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609185020758307682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku masih belum percaya dengan apa yang aku dengar.  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Oke,  jawab sejujurnya pertanyaan saya. Kenapa kamu ajak saya ikut mobil  kamu?",&lt;/span&gt; tanyaku sambil menggeser posisi dudukku menghadapnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Kenapa  nggak. Bukan karena saya searah pulang, dan bukan karena hotel tempat  kamu menginap dekat dengan rumah saya. Tapi, karena saya ingin saja".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku diam.  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sepi, boleh dengar radio?",&lt;/span&gt; tanya ku memecah kesunyian. Asril kemudian menyalakan radio. Sementara perlahan hujan mulai turun. Sempurna. Hujan.  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Motor-motor  itu adalah milik warga Malaysia. Mereka pulang pergi bekerja di  Singapura. Kamu bisa lihat platnya. Kebanyakan dari mereka bekerja  sebagai buruh di pabrik."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan mereka harus tiap hari lewati perbatasan?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Yes,"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Berapa lama lagi kita tiba di perbatasan?"&lt;/span&gt; Tanyaku kemudian.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Beberapa menit lagi,"&lt;/span&gt; jawabnya&lt;br /&gt;Hujan kian deras di luar. Pengendara motor banyak yang menepi untuk memakai jas hujan. Sementara langit beranjak gelap.&lt;br /&gt;18:15 kami tiba di perbatasan. Tampak antrian motor mengular di tengah lebatnya hujan. Sementara antrian mobil tampak sepi.  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Kalau  akhir pekan, bisa 1 jam mengurus imigrasi. Dan kalau kamu naik bus,  coba lihat di sisi kanan kamu. Mereka yang naik bus, harus turun dengan  mem&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-83YznKwGrB0/TdfVf5jOapI/AAAAAAAACSA/Cz4917MRiRE/s1600/IMG_1089.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-83YznKwGrB0/TdfVf5jOapI/AAAAAAAACSA/Cz4917MRiRE/s200/IMG_1089.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609186604914469522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bawa tas mereka. Bus akan menunggu di luar perbatasan. Jika mereka  lama proses imigrasinya, maka bus akan meninggalkan mereka. Dan mereka  akan melanjutkan perjalanan dengan bus selanjutnya." &lt;/span&gt;Jelasnya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Tapi, saya justru ingin lakukan itu. Itu pengalaman untuk saya,"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Baiklah,  jika kamu ke Singapura suatu hari nanti, kamu telpon saya. Saya akan  jemput kamu. Tapi, saya tidak akan bawa mobil. Saya naik bus. Dan kita  bersama-sama lakukan seperti yang mereka lakukan saat ini", &lt;/span&gt;ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Setuju!" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yah, terus terang, bertemu dengan Asril, semuanya jadi mudah untukku. Terutama saat proses imigrasi.&lt;br /&gt;Perjalanan  di hari pertama ini punya cerita tersendiri. Bertemu orang asing yang  menawarkan begitu banyak kebaikan untuk aku yang baru dikenalnya. Dia  keajaiban dalam perjalanan ini.&lt;br /&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry®    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-2614376333249156932?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/2614376333249156932/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=2614376333249156932' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/2614376333249156932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/2614376333249156932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/05/solotraveller-1st-day-johor-bahru.html' title='#Solotraveller 1st day: Johor Bahru - A Beautiful Stranger'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Pe0ABM52R6M/TdfRc3Ln5DI/AAAAAAAACRg/5Y8J5z7lkdU/s72-c/IMG_1079.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-4041141752564616913</id><published>2011-05-16T14:26:00.009+07:00</published><updated>2011-05-21T16:03:35.882+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liburan'/><title type='text'>#Solotraveller 1st day: 5 hours in Singapore - Destiny</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-7CxPwbze9QQ/TddxVyAFmAI/AAAAAAAACRQ/smmIgm9cEJE/s1600/IMG_1057.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-7CxPwbze9QQ/TddxVyAFmAI/AAAAAAAACRQ/smmIgm9cEJE/s200/IMG_1057.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609076479926573058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;27/04/11&lt;/span&gt; Kurang lebih sepuluh menit, kasak kusuk mencari jalan keluar, akhirnya ku temukan, tangga ke atas yang benar-benar jelas mengantarku menghirup udara bebas. Lebay? Terserah lah, menganggapnya seperti apa, yang jelas, amat sangat tidak nyaman, berada di ruangan yang baru kita tahu, dan kemudian sukses tersesat.&lt;br /&gt;Turun di Stasiun MRT Bugis, berarti berada di Bugis Junction dan terdapat jalur langsung ke pusat belanja. Yup yup yup, aku telah menyadarinya. Peta memang memberikan penjelasan yang sungguh teramat jelas. Namun tetap saja saat berada di medan sesungguhnya, gagap. Telat berpikir untuk membekali diri dengan kompas. Yes, kompas. Next trip, kompas adalah hal yang paling penting, dibandingkan ganti celana dalam tiap hari. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--More--&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah, tujuan ku selanjutnya adalah Merlion. Jangan tanya lokasi dan bagaimana aku mencapai lokasi favorit para turis ini. Pelayan restoran mengatakan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"tiga kali pere&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mpatan arah selatan. Kemudian, ada gedung besar belok kiri, telusuri jalan itu"&lt;/span&gt;. Baik sekali pelayan itu mengarahkanku, sampai harus keluar restoran. Tangannya pun merasa perlu memberi aba-aba dan pengarahan. Berkali-kali pula meyakinkanku, apakah aku paham dengan penjelesannya.&lt;br /&gt;Ucapannya, mirip sekali saat aku ditanyakan arah jalan oleh orang yang tersesat saat di Jakarta. Bayanganku, lokasinya.....? Aku nggak tahu seberapa jauh, dan yang penting berapa lama aku bisa mencapai lokasi itu. Aku terus-terusan kalkulasi waktu, karena aku juga nggak mau lewati perbatasan jelang malam. Alasannya lebih karena nggak nyaman. Dan juga karena tidak biasa. Takut gelap? Nop lah.&lt;br /&gt;Setelah susuri jalan 30 menit, baru aku menyadari aku tersesat. Damn, so lost. Lost in Singapore, Nggak keren lah. Mengasihi diri dan terus berjalan. Bertanya kebeberapa orang, entah&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-AhX0rSxpJuE/Tddu7a88WdI/AAAAAAAACQw/LDFv3ivcJ90/s1600/IMG_1075.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-AhX0rSxpJuE/Tddu7a88WdI/AAAAAAAACQw/LDFv3ivcJ90/s200/IMG_1075.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609073828039514578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; warga lokal atau asing. Ngga beda. Di sini campuran. Jadi aku sendiri ngga bisa bedain, siapakah warga lokal? Beruntung pedestrian di Singapura teramat nyaman. Jika lanjut naik MRT, justru tambah bingung, baiknya memang jalan kaki saja sih. Kalo pun merasa tersesat yah...nasib&lt;br /&gt;Bukan aku, jika kemudian tidak menemukan jalan yang aku mau. Petunjuk jalan teramat jelas di sini. Hanya saja aku yang gagap, yeaaaa gagap. Segagap-gagapnya. Dan terus berusaha menyemangati diri, agar tidak drop. Hey, i’m #solotraveller, kalo lagi drop mental, siapa lagi yang akan bisa membangun kembali semangat itu. Dan ku pikir, itu adalah salah satu tantangan sebagai #solotraveller.&lt;br /&gt;Satu orang terakhir yang aku tanya di mana Merlion berada justru menjawab, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Marlion di tutup saat ini, tapi Anda masih bisa melihatnya dengan kondisi berbeda".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ow ow, Marlion di tutup? Bukankah itu patung besar yang tingginya hampir 9 meter dan beratnya sampai 70 ton? bagaimana bisa tutup? Dan apa maksudnya dengan kondisi berbeda?&lt;br /&gt;Hingga kemudian, oalaaaaah, jalan jauh-jauh hanya melihat kondisi Merlion tertut&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-X2nI9bIois8/Tdd0W_p52CI/AAAAAAAACRY/ULxU2RwyEb0/s1600/IMG_1071.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-X2nI9bIois8/Tdd0W_p52CI/AAAAAAAACRY/ULxU2RwyEb0/s200/IMG_1071.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609079799306377250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;up. Dan ternyata, kondisi ini karena Singapore sedang menyelenggarakan pameran selama kurang lebih sebulan. Dan salah satu obyek pamerannya adalah dengan membuat hotel, seolah-olah Merlion tinggal di dalam hotel itu.&lt;br /&gt;Aku tidak segera masuk ke dalam “hotel” itu, meski gratis sekalipun. Duduk di tepian dermaga adalah pilihan yang tepat saat ini. Istirahat. Dan berada di lokasi ini, aku seperti berada di negara filipina, sekejap kemudian berada di Thailand. Ya, kalau selama ini aku dengar aksen Thailand di film, kini, aku bisa dengar langsung, bagaimana turis asal Thailand itu berkomunikasi dengan sesamanya. Begitu pun turis asal Filipina. Niat ke kawasan pecinan dan arab, sudahlah dibuang jauh-jauh, fokus dan fokus ke Merlion.&lt;br /&gt;Area ini juga memiliki sebuah tanjung dengan teras tempat duduk dan sebuah dek untuk menonton yang sanggup menahan sampai 300 orang, serta sebuah tempat pendaratan kapal sehingga pengunjung &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-9jX7sMZoFoA/Tddv7iFjIoI/AAAAAAAACRA/VU96UJhjIBU/s1600/IMG_1064.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-9jX7sMZoFoA/Tddv7iFjIoI/AAAAAAAACRA/VU96UJhjIBU/s200/IMG_1064.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609074929466286722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;dapat turun dari taksi kapal. Dek ini memberi panorama sang Merlion yang terbaik bagi para fotografer, dengan latar belakang cakrawala kota dan Marina Bay yang indah, termasuk gedung-gedung landmark seperti The Fullerton Singapore dan Esplanade – Theatres on the Bay.&lt;br /&gt;Kesal lantaran Merlion tidak dapat dilihat secara utuh, aku memutuskan untuk sudahi perjalanan ku di Singapura. Memilih segera menyebrangi perbatasan. Istirahat di &lt;a href="http://www.tunehotels.com"&gt;TuneHotels&lt;/a&gt; Johor Bahru, Malaysia. Yup, aku cuma ingin istirahat, dan sesegera mungkin tiba.&lt;br /&gt;Lalu pikirku bingung, lebih praktis dari stasiun MRT manakah untuk ke terminal bus? Bugis Junction, atau mencari stasiun MRT terdekat. Logikanya memanglah harus yang terdekat.&lt;br /&gt;Peta aku buka. Dari posisi ku di Esplanade, yang terdekat adalah &lt;a href="http://www.streetdirectory.com/asia_travel/travel/travel_id_5937/travel_site_154/"&gt;Raffles Place&lt;/a&gt;. Aku pun sesegera ke sana.&lt;br /&gt;Dari informasi yang aku baca, untuk mencapai perbatasan, aku harus naik MRT ke Kranji atau ke Woodlands. Nah, sampai pada titik ini, aku membiarkan kebingunganku mengalahkanku. Mana yang lebih praktis, turun di Kranji atau Woodlands?&lt;br /&gt;Posisiku kini, berada di depan loket, bertanya kepada kasir. Dan dia bingung atas pertanyaanku. Yang dia bisa jawab, hanya dengan satu kata, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“same. Same”&lt;/span&gt;. Baiklah, sambil ku menarik nafas dalam. Orang kedua yang aku tanya pun, setali tiga uang pun juga bingung menjawab pertanyaanku. Usut punya usut ternyata dia juga turis.&lt;br /&gt;Jam 16:25, ya aku harus sesegera mungkin mencapai perbatasan. Karena aku nggak tahu seberapa lama proses imigrasi, keluar dari Singapura, dan kemudian masuk ke Malaysia via Johor Bahru.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kamu bisa naik MRT, kemudian turun di Kranji. Di terminal Kranji banyak bus. Itu lebih mudah untuk kamu melanjutkan perjalanan ke Malaysia”, &lt;/span&gt;begitu jawab seorang pria yang aku tanyai. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Baiklah. Terima kasih”&lt;/span&gt;, balasku.&lt;br /&gt;Selang beberapa detik, ia pun berbalik membelakangiku, begitu pun aku, yang kembali masuk barisan untuk antri beli tiket MRT. Tapi tidak berapa lama kemudian, ia menghampiriku, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kamu bisa ikut saya ke Johor Bahru. Tapi, kita harus ke Changi, karena saya par&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-R231wJkZLKQ/Tddwv7xBNPI/AAAAAAAACRI/UalwSm1Xv3g/s1600/IMG_1077.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-R231wJkZLKQ/Tddwv7xBNPI/AAAAAAAACRI/UalwSm1Xv3g/s200/IMG_1077.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609075829712696562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kir mobil saya di sana. Karena saya pun ada tujuan ke sana. Rumah saya di Johor Bahru”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sontak aku kaget, dan cuma bisa diam. Entah harus jawab apa. Mengiyakan tawarannya atau melepaskan rejeki ini? Walau bagaimanapun, sosok pria di depanku ini adalah orang asing. Aku nggak bisa begitu saja menerima tawarannya. Well, heloooo.... ya takutlah. Aku mentaksir usia pria ini, kira-kira 29-an tahun. Dari perawakannya yang kurus, dan cara berpakaiannya, dia masih kuliah, atau setidaknya telah bekerja. Cuma itu demografi dan profil yang ku dapat dari....baiklah, dia bukan seorang pria. Lebih pas, dia seorang pemuda.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Bagaimana?”&lt;/span&gt; tanya dia mengulangi tawarannya. Kali ini, aku menatap matanya. Entah apa yang menggugah keyakinanku, hingga aku pun meluluskan akan tawaran baik dari pemuda di depanku ini. Aku menerima tawarannya untuk bersama-sama melewati perbatasan dengan mobilnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Baiklah, saya ikut kamu”&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-4041141752564616913?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/4041141752564616913/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=4041141752564616913' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/4041141752564616913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/4041141752564616913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/05/solotraveller-1st-day-5-hours-in_16.html' title='#Solotraveller 1st day: 5 hours in Singapore - Destiny'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-7CxPwbze9QQ/TddxVyAFmAI/AAAAAAAACRQ/smmIgm9cEJE/s72-c/IMG_1057.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-4472122049281853141</id><published>2011-05-14T11:12:00.004+07:00</published><updated>2011-05-14T22:54:33.467+07:00</updated><title type='text'>#Solotraveller 1st day: 5 hours in Singapore - Lost</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-g_7j_nMg8c8/Tc6ZFEpUagI/AAAAAAAACQg/ege6sumJ3a0/s1600/tiger.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 216px; height: 143px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-g_7j_nMg8c8/Tc6ZFEpUagI/AAAAAAAACQg/ege6sumJ3a0/s200/tiger.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5606586898548288002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;27/04/11&lt;/span&gt;, Dan pukul 13:40 Tiger Airways yang aku tumpangi mendarat di bajet terminal Changi Airport. Saat itu pula, aku mulai peranku sebagai #solotraveller untuk pertama kalinya ke luar negeri.&lt;br /&gt;Dua bulan waktu yang aku perlukan untuk persiapan perjalanan ini. Mulai dari pembelian tiket pesawat, rute perjalanan, pesan kamar, hingga membaca sejumlah catatan perjalanan teman-teman yang pernah melintas di sepanjang rute yang aku buat, yaitu Singapura - Johor Bahru - Melaka - Kuala Lumpur - Penang - Jakarta.&lt;br /&gt;Dengan rute pesisir selat Melaka itu, rasanya tidak maksimal jika hanya ditempuh dalam 4 hari saja. Dengan alasan itu, plus tantangan dari teman, aku pun memutuskan untuk lanjut ke Penang (Melaka tujuan akhir semula). Total 6 hari. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dan mulai lah secara intensif 3 minggu melakukan riset. Ini perlu untukku mengenal lebih dalam kota-kota yang aku tuju melalui bacaan. Semuanya bersifat teknis. Mulai dari jarak tempuh antar kota, moda transportasi, biaya, jadwal bus, jadwal terbang, sampai urusan komunikasi. Hey, I'm so blind. Semua informasi itu aku perlukan.&lt;br /&gt;Sampai kemudian, dengan tas ransel seberat 4 kilogram, berisi perb&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Cw_oqDABEb0/Tc6YEYnIIHI/AAAAAAAACQY/QRuHKnU9g1E/s1600/Compass.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 178px; height: 166px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Cw_oqDABEb0/Tc6YEYnIIHI/AAAAAAAACQY/QRuHKnU9g1E/s200/Compass.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5606585787216306290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ekalan selama berkelana, aku bebankan dibahu dan punggung. Berat? Ya iyalah. Aku sampai memutar otak, agar saat pulang nanti, beban bawaanku tidak seberat saat aku pergi. Itu sebabnya, aku beringsut ke pasar poncol senen, untuk mencari baju-baju bekas pakai. Jadi, sekiranya, telah usai pakai, aku bisa langsung membuangnya. Tapi, ternyata....ahahahah gak perlu aku lanjutkan lah. Justru baju-baju seharga 15K IDR itu jadi favorit ku hingga kini.&lt;br /&gt;Yang jelas, Aku begitu bersemangat untuk perjalanan kali ini. Tapi kenapa sendiri? Entah, aku tak bisa jawab tiap pertanyaan yang diajukan, terkait tipe traveling yang aku lakukan. Meski, misi utama yang aku lakukan adalah belajar mengusai diriku sendiri. Mengusai ketakutan, menaklukan diri kala berteman sepi, dan memenangkan komitmen diri kalau aku bisa. Berlebihankah?&lt;br /&gt;Setelah menyusuri selasar yang cukup jauh. Akhirnya aku sampai di antrian imigrasi. Dan ini, sudah membuatku cukup stres. Antri pada barisan imigrasi, sebenarnya bukan hal yang menyenangkan. Apalagi jika melihat rawut muka para petugas yang tidak terlihat ramah. Harus begitukah? Selalu menatap dengan kecurigaan? Aku yang ditatap begitu lekat langsung merasa terintimidasi. Meski aku bersih, rasanya tatapan itu seakan aku seorang kriminal.&lt;br /&gt;Menarik nafas dalam, ini ujian pertama, bisikku dalam hati. Walau bagaimanapun, proses imigrasi harus dilewati. Tenang. Senyum, dan aku menang mengusai diri saat itu.&lt;br /&gt;'Yes, mam, saya hanya transit di Singapura untuk beberapa jam, sebelum lanjut ke Malaysia.' Begitu kira-kira jawabanku saat ditanya, motivasi datang ke Singapura.&lt;br /&gt;Meski bukan kali pertamanya melewati imigrasi, tapi, selalu ada keraguan untuk bisa menembusnya. Ngeri.&lt;br /&gt;Heran aja, jika para penyelundup narkoba, begitu tenang melewati imigrasi, sementara yang lurus-lurus saja, masih diselimuti ketakutan. Please, kalian itu kan orang pertama yang ditemui para traveler, ramahlah dirimu petugas imigrasi.&lt;br /&gt;Keluar dari bajet terminal, langkah berikutnya adalah mencari shuttle bus ke terminal 2, untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke tengah kota dengan MRT. Sejauh ini, apa yang aku baca, hasil dari riset perjalanan yang aku lakukan sesuai dengan situasi.&lt;br /&gt;Mmmm Singapura, kali pertama, jika dianggap pernah, sebenarnya pernah singgah di Changi di tahun 2004, saat Emirates transit sebelum penerbangan dilanjutkan ke Roma. Tapi, yang ini beda suasananya. Pastinya.&lt;br /&gt;Hey, tarik nafas dalam, ini udara Singapura sesungguhnya. Dan tidak perlu mahal untuk kembali lagi ke sini. Tiket seharga 22 SGD telah membawaku. Yup, aku salah satu pemburu tiket murah. Lol&lt;br /&gt;Dan, rasanya menyenangkan dan teramat tertolong dengan keberadaan rambu-rambu di sepanjang jalan. Apalagi saat masuk ke Terminal 2. Ini memudahkan bagi siapapun yang kali pertama ke negara ini.&lt;br /&gt;Earphone yang biasanya selalu aku jadikan sumpel telinga, sebagai pembunuh sepi, kini rasanya menjadi musuh nomor wahid. Aku tidak hanya perlu sekedar manjakan mata, paru-paru, dan hati, tapi aku juga perlu manjakan telinga, meski hanya sekedar mendengar suara-suara. Baik deru mesin mobil, orang-orang bercengkrama. Coba. Ini beda. Dan bisa menjadi pengalaman tersendiri.&lt;br /&gt;Oke, MRT di depan mata. Berdasar apa yang kubaca, EzyCard memudahkan traveler mengatur bajet perjalanan selama di Singapura, cukup dengan 12 SGD. 12 SGD itu, 7 SGD untuk transport, sisa 5 SGD, yang tidak bisa refund. Buat apa coba simpan kartu magnet? Lagipula untuk berhemat, aku bisa lakukan cara ekstrem. Meski kartu valid hingga 5 tahun, sejak tanggal pembelian, lantas apa?&lt;br /&gt;Ya ya ya ya dan ya, tidak mudah untukku membuat keputusan segera. Beli? Atau cukup dengan 1 single trip?&lt;br /&gt;100 SGD yang aku bawa, yah, ga juga harus aku habiskan di kota ini. Aku benar-benar perhitungan. Pokoknya, bekal saku yang aku pegang, juga ada 500 RM. Kalo pun kurang, aku berencana untuk ambil cash di ATM. Hemat!!! Hemaaaaat!!!&lt;br /&gt;Untuk menuju ke Bugis dengan perjalanan single trip, dikenakan biaya, 1,3 SGD. Tapi, kena biaya kartu magnet 1 SGD, total 2,3 SGD. Transaksi dilakukan hanya di mesin tiket automart. Lain halnya, jika membeli ezycard, yang bisa dilakukan di teller. Sesampainya di lokasi tujuan, uang 1 SGD ini bisa di refund. Lain halnya jika usil mau simpan kartu magnet. Nakal? Gak lah, ngapain juga, bukan sesuatu yang harus dijadikan memorable.&lt;br /&gt;Di Singapore, aku berencana untuk melakukan perjalanan singkat, sebelum lanjut ke Johor Bahru saat jelang sore. Itu lah sebabnya, aku sengaja turun di Bugis, karena dekat dengan beberapa kawasan komunitas, setidaknya itu yang ada di pikiranku, dan apa yang telah aku baca.&lt;br /&gt;Oke, isi perut dulu. Dan KFC yang jadi pilihan. 5,8 SGD, 2 potong ayam, burger, kentang, dan coca cola. Aku cuma ga mau ribet dgn pilihan sana sini. Praktis sajalah. Lagian, tujuanku jalan-jalan, bukan manjain perut, tapi manjain mata. Meski banyak banget sih tenant makanan di Bugis stesen ini.&lt;br /&gt;Next, perlu aku cari paracetamol. Ya, saat berangkat, bahkan sehari sebelum berangkat, aku sudah terserang demam. Ga asik banget!!! Sumpah!!! Rasanya....ah sudahlah, aku harus sukses dalam perjalanan ini. Mampirlah aku ke apotek. N beneran ga banget. Kali ini habis 12 SGD, karena selain beli paracetamol, aku juga beli vitamin C.&lt;br /&gt;Dan kesuksesan selanjutnya adalah tersesat di Bugis stesen. Ga tau jalan keluar. Terlalu banyak arah, yang akhirnya memutar-mutar. Dicoba dibawa asik, nyatanya ga berhasil. Panik. G! Phobia muncul. Rasanya ingin teriak. Tak banyak orang bisa bantu. Tanya orang, jawabnya ke sana. Tanya orang lainnya, jawabnya ke situ. Sampai bosan tanya arah dalam bahasa Inggris, aku pun give up, tanya dalam bahasa Indonesia. *tarik nafas&lt;br /&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry®&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-4472122049281853141?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/4472122049281853141/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=4472122049281853141' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/4472122049281853141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/4472122049281853141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/05/solotraveller-1st-day-5-hours-in.html' title='#Solotraveller 1st day: 5 hours in Singapore - Lost'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-g_7j_nMg8c8/Tc6ZFEpUagI/AAAAAAAACQg/ege6sumJ3a0/s72-c/tiger.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-2478739829466057719</id><published>2011-05-08T09:17:00.001+07:00</published><updated>2011-05-08T09:39:36.713+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cuore'/><title type='text'>Dear you</title><content type='html'>Berusaha mengingat kita pernah kenalan dan berjabat tangan adalah hal terberat yang pernah ku lakukan. Yang terucap kini adalah karena tidak ada kesan kala itu. Bahkan jika kemudian membaca namamu, aku pun tak sanggup mengingat rawut wajahmu.&lt;br /&gt;Dan jika setelah itu, kita seperti telah lama kenal, rasanya itu kemudian menjadi keajaiban. Hal apa yang membuat semua ini menjadi mudah untuk kita. Tanpa sekat, batas, seolah ada kenangan lama yang muncul kembali. Tapi itu bukan dari sisiku, dan tak ku yakin kamu pun punya itu. Lantas apa? &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku kemudian memilih untuk tidak banyak tanya, ada apa saat ini. Aku kemudian hanya memilih menikmati kedekatan antara kamu dan aku, dengan apapun saat ini.&lt;br /&gt;Dan maaf jika kemudian aku merasa nyaman dengan perbincangan ini.&lt;br /&gt;Maaf pula jika aku juga merasa perlu bertanya, 'ada apa?'&lt;br /&gt;Untuk selanjutnya aku diam, kembali menikmati kita dengan apa adanya, menikmati dengan caraku.&lt;br /&gt;Sering ku berusaha selami perasaanmu dari tiap kata-katamu. Tapi, aku lebih sering tertipu. Tertipu dari harap yang lebih bisa ku anggap menjadi nyata, daripada fakta yang ku selalu ingkari. Lantas apa?&lt;br /&gt;Kian ku tahu kamu, kian ku pahami kamu, dan kian pula sering ku mereka-reka, ada apakah?&lt;br /&gt;Apalagi harapku sudah jelas adalah diluar kuasaku. Terlebih semangatku sudah jelas adalah berdiri di logika.&lt;br /&gt;Aku yakin sudah, maka sudahilah.&lt;br /&gt;Tapi, jika kemudian hal seperti tadi terjadi, maka, 'ada apakah?'&lt;br /&gt;Berhak kah, ku manjakan diri dengan pertanyaan, 'mengapa?'&lt;br /&gt;#dearyou, bahkan aku tak ikhlas diriku diamkanmu.&lt;br /&gt;Tak ada kabar darimu, pun, tak sekalipun ku berpikir, kau lupakan aku.&lt;br /&gt;Tapi, kenapa saat ini, sepertinya aku yang telah salah besar menelantarkanmu?&lt;br /&gt;#dearyou, kok, aku merasa, kondisi pertanyaanmu, sepertinya kita sedang berpacaran.&lt;br /&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry®&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-2478739829466057719?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/2478739829466057719/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=2478739829466057719' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/2478739829466057719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/2478739829466057719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/05/dear-you.html' title='Dear you'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-4996467678737363513</id><published>2011-03-24T10:11:00.009+07:00</published><updated>2011-03-24T10:31:10.180+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liburan'/><title type='text'>#Bukittinggi, West Sumatra (Part 10)</title><content type='html'>Setelah 3 jam berkeliling kota dengan berjalan kaki seorang diri, aku pun kembali ke titik nol, Menara Jam Gadang. Di sinilah, aku janji ketemu lagi dengan Am. Namun, belum panjang lebar bercerita perjalanan city tour dengannya, Am ajak aku liputan kriminal. 5 men&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-v7aytkqSHh4/TYq58jTy6CI/AAAAAAAACQM/uYIAM2ofsII/s1600/IMG_0927.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-v7aytkqSHh4/TYq58jTy6CI/AAAAAAAACQM/uYIAM2ofsII/s200/IMG_0927.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5587482737628080162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;it dari Menara Jam Gadang, ada kasus seorang pria yang tewas di dalam kamar penginapan. Dugaan saat itu adalah over dosis. Bersama reporter tv lokal yang bersamanya saat itu, kami pun menuju tempat kejadian perkara. Sesaat nafsu liburanku hilang. Nafsu liputan yang kemudian menguasaiku. Kasus kematian pula. Widiiiih. Kebayang seperti apa sosok jenazah tersebut. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tidak berapa lama, kami pun tiba. Sudah banyak teman-teman wartawan yang datang. Begitu pun dari polisi setempat. Sempat juga berkenalan dengan mereka. Ok, ini saatnya bergaul dengan cara lain. Cukup ramai suasananya. Dalam artian, lepas dari adanya seseorang yang tewas, aku, teman-teman wartawan lokal, dan polisi, asik berbaur. Biasanya, kan, selama perjalanan, tidak ada teman bicara, tapi ini....menemukan 1 hal yang beda. Gembira.&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, kami menyudahi liputan dadakan. Yup, polisi, dengan sejumlah alasan, melarang untuk ambil gambar. Sebenarnya di TKP, ada juga seoran&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Yn0qlSkADG4/TYq5OhkOwcI/AAAAAAAACP8/cuGbTV1Q63Q/s1600/IMG_0928.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Yn0qlSkADG4/TYq5OhkOwcI/AAAAAAAACP8/cuGbTV1Q63Q/s200/IMG_0928.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5587481946886160834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;g pelaku hipnotis, yang ditangkap dari lokasi lain. Tapi, saat ingin diliput, polisi segera membawanya ke Polsek. Oke, kasus kematian dan kejahatan hipnotis. Intermezzo liburanku.&lt;br /&gt;Segera Am dan aku kembali ke Menara Jam Gadang, dan bertemulah kami dengan teman-teman wartawan lainnya. Ngobrol lagi dan lagi, plus bonus kuaci dari Satlantas yang ada di sekitaran jam Gadang. Berbagi pengalaman. Dan tentunya sesi foto-foto. Untung ada teman fotografer dari Antara.&lt;br /&gt;Dan seperti biasa, komentar pun muncul, saat mereka tahu, aku melakukan perjalanan keliling Sumatra Barat seorang diri. Nekat, ucap mereka. Tapi, mereka pun ucap kata salut, aku pun merona. *gubrak.&lt;br /&gt;Yeaaaah, aku seneng bertemu dengan teman-teman seprofesi, setelah sekian hari mengaku sebagai karyawan asuransi pada tiap orang yang bertanya. Upz.&lt;br /&gt;Dari obrolan standing party dengan kuaci itulah, aku ditawarkan untuk berkunjung ke Solok. Mmmmmmmh tawaran yang menggiurkan. Berat untuk ditolak. Apalagi kemudian mendengar Batu Sangkar. Serasa ingin tetap berada di Sumatra Barat. Tapi, meski backpacker yang bnlindtraveller, aku harus sadar waktu dan disiplin waktu. Ini adalah hari terakhir aku di Sumatra Barat, dan Bukittinggi adalah kota terakhir. Dari Bukittinggi aku akan lanjutkan perjalanan 6 jam ke Pekanbaru, untuk istirahat dan kembali ke Jakarta pada minggu sorenya. Dan yang aku tahu hanya ada travel dari Bukittinggi ke Pekanbaru, dan itu dimulai pukul 3 sore. Jadi aku nggak berani macam-macam.&lt;br /&gt;Sisa waktu di Bukittinggi, aku manfaatkan dengan berkeliling ke sisi kota lainnya. Namun, kali ini, &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-4nLE6owmhYU/TYq5hyhaDTI/AAAAAAAACQE/dF67BKbipLU/s1600/IMG_0930.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-4nLE6owmhYU/TYq5hyhaDTI/AAAAAAAACQE/dF67BKbipLU/s200/IMG_0930.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5587482277855235378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;aku bermotor. Singgah ke Rumah Bung Hatta. Foto-foto dan ...... Hahahahahah yup, sedikit waktu yang aku punya di Sumatra Barat, ternyata masih bisa singgah ke kota lain. Yup yup yup,&lt;br /&gt;aku melanggar komitmen untuk mendapatkan persinggahan terakhir sebelum lanjut ke Pekanbaru. Jadi, jika membentang garis lurus, dari Bukittinggi -&gt;Pekanbaru itu ada kabupaten yang memiliki keindahan alam luar biasa. Jadi, ringkasnya, daripada habisin waktu berjam-jam di dalam mobil travel, baiknya aku potong waktu perjalanan dengan menyusuri jalan, menghemat waktu sekaligus memanipulasi jadwal. Segera ku lanjutkan perjalanan ke Payakumbuh ke Lembah Harau. Yihaaaaaaaaaa&lt;br /&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry®&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-4996467678737363513?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/4996467678737363513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=4996467678737363513' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/4996467678737363513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/4996467678737363513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/03/bukittinggi-sumatra-barat-part-10.html' title='#Bukittinggi, West Sumatra (Part 10)'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-v7aytkqSHh4/TYq58jTy6CI/AAAAAAAACQM/uYIAM2ofsII/s72-c/IMG_0927.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-6843065701497007265</id><published>2011-02-17T19:06:00.003+07:00</published><updated>2011-02-17T19:30:45.659+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liburan'/><title type='text'>#Bukittinggi, West Sumatra (Part 9)</title><content type='html'>29 Januari '11, sabtu jam 10:45 aku akhirnya, menjejakkan kaki di Bukittinggi. Gerimis.&lt;br /&gt;Suasana basah seperti ini mengingatkanku pada satu kota lain. Apalagi saat aku kemudian menyusuri jalan mendaki dan basah.  Aku merapat ke trotoir di mana mobil-mobil parkir di bahu jalan. Berjajar pula ruko-ruko yang menjajakan beragam buah tangan, makanan, kantor bank, depstore, restoran cepat saji. Ada yang khas, dan aku suka suasana ini. Suasana b&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-C2npRFUFB8c/TV0RsnO5m-I/AAAAAAAACPE/-GV9f_STw9A/s1600/IMG_0890.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-C2npRFUFB8c/TV0RsnO5m-I/AAAAAAAACPE/-GV9f_STw9A/s200/IMG_0890.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574631371897936866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;erbeda justru berkaca dengan penampilanku, celana panjang kargo, topi kupluk, sendal gunung, plus ransel.  Cool, hein??!!???!!!&lt;br /&gt;Aku telepon Amfrezer, teman kontributor kantor yang bermukim di kota ini. Aku menunggunya di..... ah, sebenarnya aku paling fasih menentukan arah mata angin, entah kenapa saat itu, aku lepas kendali dan lupa arah mata angin. Titik pertemuan yang aku syaratkan di depan gedung pertemuan, dan memang gedung itu satu-satunya yang berada di sekitar Jam Gadang.&lt;br /&gt;G, Jam Gadang!!!!!!! &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; Alhamdulillah, akhirnya aku melihat landmark kota ini. Megah. Ibarat alun-alun kota, maka di sini banyak sekali wisatawan lokal yang menghabiskan waktunya untuk bersantai, foto-foto, dan sekedar ngobrol.&lt;br /&gt;Tapi, aku tidak bisa berlama-lama di titik pertemuan ini. Setelah bertemu Amfrezer, aku harus segera ke tukang jahit. Ya ya ya ya, celana kargo ku, robek se robek-robeknya pada bagian selangkangan. Robek terparah terjadi saat aku turun dari mobil travel. Dan aku tidak bisa berbuat banyak, kecuali harus segera menjahitnya. Am memberikanku petunjuk dimana harus mencari tukang jahit, dan ia belum dapat menemani keliling kota &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-txghFdwbpXQ/TV0TJuTXgdI/AAAAAAAACPc/L-IgfAwHMNM/s1600/IMG_0901.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-txghFdwbpXQ/TV0TJuTXgdI/AAAAAAAACPc/L-IgfAwHMNM/s200/IMG_0901.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574632971523555794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bukittinggi karena ada tugas liputan.&lt;br /&gt;So key, I'm fine.&lt;br /&gt;Jadilah aku kemudian ke pasar. Sesuai petunjuknya aku mencari tukang jahit di sudut pasar lantai 2. Tukang jahit kutemukan. Permasalahan berikutnya adalah bagaimanakah caranya aku bisa lepas celana? Letak wc jauh. Sementara, tukang jahit yang kutemukan, tidak memiliki ruangan khusus. Mereka berjejer di luar kios. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Pake sarung saja, lepas di sini"&lt;/span&gt;, saran tukang jahit sambil memberiku sehelai sarung. Ide yang sama sekali tidak terlintas di benakku.&lt;br /&gt;Tanpa sungkan, dan nggak penting berpikir panjang, aku pun mengiyakan saran tukang jahit. Cukup kikuk melakukannya, maklum saja, namanya juga pasar, jadi banyak or&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-BK0NaadaOLI/TV0Sm7JYwHI/AAAAAAAACPU/UDJIFggOFp8/s1600/IMG_0894.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-BK0NaadaOLI/TV0Sm7JYwHI/AAAAAAAACPU/UDJIFggOFp8/s200/IMG_0894.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574632373675933810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ang hilir mudik. Tapi, bukan Adhie namanya kalau tidak percaya diri dan cuek.&lt;br /&gt;Beberapa menit ke depan, aku duduk manis bersarung hijau. Tanpa banyak tingkah. Sejurus dua jurus, jahitan pun selesai. Ku keluarkan selebaran uang lima ribu rupiah sebagai ongkos jasa. Aku ngga tahu standar upahnya berapa. Mau kasih sepuluh ribu, kebesaran juga. Lagian aku kan backpacker. LoL&lt;br /&gt;Selanjutnya, city tour pun dimulai. Berbekal peta wisata yang aku peroleh di kantor wisata Bukittinggi, aku siap menyusuri lokasi-lokasi wisata. Apa yang aku baca, memang sejurus dengan yang aku alami di sini. Yup, lokasi wisata di sini, saling berdekatan. Cukup jalan kaki saja. Oh yah, aku perhatikan juga, Bukittinggi ini siap banget dengan layanan wisata yang dimiliki. Terbukti dengan tersedianya kantor informasi wisata. Jadi, memudahkan wisatawan yang berkunjung. Mirip la&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-RQXPlwm_n3A/TV0SCucJUFI/AAAAAAAACPM/l64JopV9354/s1600/IMG_0891.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-RQXPlwm_n3A/TV0SCucJUFI/AAAAAAAACPM/l64JopV9354/s200/IMG_0891.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574631751789662290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;yanan wisata di beberapa kota di luar negeri. Layananya pun ekstra ramah. Salut deh!!!&lt;br /&gt;Seperti di kota-kota sebelumnya, banyak pula yang menanyakan keberadaanku di Sumatra Barat. Entah, apalagi yang harus ku jawab. Dominasi ekspresi mereka sih, kaget aja dengan cara liburan yang aku jalani. Intinya mereka respek lah. Dan itu memudahkan aku berbaur dengan warga lokal. It works. Yang penting senyum. Bahasa yang sejuta orang akan pahami.&lt;br /&gt;Setidaknya aku temukan tiga kelompok wisatawan asal Padang yang berkunjung ke Bukittinggi. Nah, dengan ketiganya lah aku kemudian ikut mereka. Asik aja. Seru. Padahal kenal pun baru. Tapi, suasana begitu cair. Lepas. Terutama saat mengunjungi Benteng Fort de Kock. Dengan mereka, aku naik hingga ke tingkat tertinggi, dan foto bareng. Hahahahahah. Meski liburan sendiri, aku nggak pernah merasa sepi. Selalu menemukan teman-teman baru yang menyenangkan.  Yihaaaaaaaa!!! Thnx to you, God.&lt;br /&gt;Peta wisata di tangan, kalau meragu akan arah tujuan, bertanyalah. Telinga ku sumba&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-HeAALVCFYIk/TV0TfzO8r0I/AAAAAAAACPk/iHAzR8haXdQ/s1600/IMG_0902.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-HeAALVCFYIk/TV0TfzO8r0I/AAAAAAAACPk/iHAzR8haXdQ/s200/IMG_0902.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574633350804320066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;t dengan ear phone. Playlist dari Ipod sontak menghibur diri saat menapaki jalan menurun arah Panorama, di mana terdapat Ngarai Sianok dan Goa Jepang. Ke berada di perempatan. Ku tanya pada beberapa tukang ojek, yang dijawab dengan isyarat tangan menuju kiri. 5 menit lagi dengan berjalan kaki.&lt;br /&gt;Kota ini sungguh bersih. Tenang. Enak untuk istirahat atau sekedar hiburan. Apalagi, nggak cuma wisata alam yang tersedia, tapi juga wisata sejarah. Sepanjang jalan menuju Panorama pun, di sisi kiri, berjajar rumah-rumah berarsitektur eropa. Skala 1 - 10, kebahagiaanku pada skala 9. Apalagi saat aku kemudian berpijak pada tepian bukit, di mana aku memandang lepas Ngarai Sianok. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ask me how I felt when I was there, please! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry®&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-6843065701497007265?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/6843065701497007265/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=6843065701497007265' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/6843065701497007265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/6843065701497007265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/02/bukittinggi-west-sumatra-part-9.html' title='#Bukittinggi, West Sumatra (Part 9)'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-C2npRFUFB8c/TV0RsnO5m-I/AAAAAAAACPE/-GV9f_STw9A/s72-c/IMG_0890.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-3797758585158237675</id><published>2011-02-15T17:18:00.001+07:00</published><updated>2011-02-15T17:20:09.529+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Relung (Part 7)</title><content type='html'>&lt;div class="hidenpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Aku hanya bisa mengumpat dalam hati. Gelisah seketika itu juga  menyelimutiku. Geram pun merajaiku. Lama jemariku tak berkutik di atas  keyboard. Tertegun. Bingung.&lt;br /&gt; Rasa kangen dan sayang itu begitu menyakitkan aku. Tapi rajutan kalimatnya yang menolakku seperti sebuah tamparan keras.&lt;br /&gt; &lt;i&gt;“Bimo”&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt; Entah dorongan apa yang menguatkanku, meski hanya sebuah kata dari dua huruf saja.&lt;br /&gt; &lt;i&gt;“ya”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; Damn. “Kenapa aku harus membalasnya?” keluhku dalam hati. Tekanan  begitu dalam yang aku rasakan saat ini. Semuanya begitu bercampur aduk.&lt;br /&gt; &lt;i&gt;“Apa kabar, Bimo?”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; &lt;i&gt;“Hai! Kabarku standar aja”&lt;/i&gt;. Jawabku apa adanya.&lt;br /&gt; &lt;i&gt;“Kok standar?”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; What the hell???? Gerutuku. Nggak tahu apa, yang udah lo lakukan ke  gue? Nggak tahu apa gimana susahnya gue saat ini? Umpatku bertubi-tubi.  Pfuih gak ngefek juga. Toh dia gak tau bagaimana ekspresi wajahku  menatap layar monitor. Geram. Marah. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;i&gt;“Bim, kamu masih di situ, kan? ”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; What the hell? Apa urusan lo gue masih di sini atau nggak? Runtukku kesekian kali.&lt;br /&gt; Sebatang menthol masih terapit di antara kedua bibirku. Asap yang ku  hembuskan membentuk kepulan asap tebal. Sebentar kemudian asap itu  menghilang mengikuti arah angin yang masuk dari daun jendela kamar.&lt;br /&gt; &lt;i&gt;“Iya aku masih di sini. Ada apa yah?”&lt;/i&gt; tanyaku dingin.&lt;br /&gt; &lt;i&gt;“Ingin tanya kabarmu aja, Bim. Udah lama gak update kamu”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; &lt;i&gt;“Perlunya kamu update aku untuk apa?”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; Pertanyaan ini yang sering aku lakukan. Pertanyaan mendesak hingga  lawan bicara bingung mencari jawaban, dan biasanya nggak pernah  terpikirkan kalau pertanyaan ini keluar. Keluar dengan spontan. Dan  jawaban yang biasa ku dapat adalah jawaban yang jujur.&lt;br /&gt; &lt;i&gt;“Aku kangen kamu, Bim”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; Damn.&lt;br /&gt; &lt;i&gt;“Bukannya semua sudah jelas. Dan kamu dah minta aku untuk lupain kamu? Kenapa sekarang kamu mengeluarkan kalimat itu?”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; &lt;i&gt;“Aku nggak boleh kangen ma kamu, Bim?”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; Aduh picisan banget sech nech kalimat!!!! Bukannya menjawab pertanyaan ku malah balik tanya yang nggak penting.&lt;br /&gt; &lt;i&gt;“Aku sudah lebih baik saat ini. Tolong jangan ganggu aku, yah.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; &lt;i&gt;“Kamu marah sama aku?”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; STUPID QUESTION!!!!&lt;br /&gt; &lt;i&gt;“Jangan ganggu aku yah. Aku sudah baik-baik saja. Please. Ini akan  jauh lebih sulit lagi. Aku sudah terima semuanya. Aku dah ikhlasin kamu  untuk memilih jalan dengan dia”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; Perbincangan cyber yang aku memilih untuk tidak melanjutkannya lagi.&lt;br /&gt; &lt;i&gt;“Tapi, Bimo, kamu nggak paham situasinya seperti apa”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; Beruntung aku tidak melihat langsung ekspresi wajahnya. Dan aku jauh  lebih beruntung dia tidak melihatku yang buruk sekali saat ini.&lt;br /&gt; &lt;i&gt;“Itu sudah pilihan kamu. Dan itu sudah menjadi keputusan kamu”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; &lt;i&gt;“Jadi harus benar-benar berakhir seperti ini?”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; &lt;i&gt;“Maksud kamu apa? Sudah jelas, kan, semuanya. Mau kamu apa lagi?”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; &lt;i&gt;“Aku ingin kita tetap menjadi teman, Bim”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; &lt;i&gt;“Jangan paksa aku. Aku sudah hargai keputusan kamu. Dan sekarang aku minta kamu juga hargai pilihanku”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; Damn.&lt;br /&gt; Aku bersungut. Aku ingin menyudahi semuanya.&lt;br /&gt; Satu batang rokok sudah habis. Ku lanjutkan yang kedua.&lt;br /&gt; &lt;i&gt;“Berteman pun tidak bisa?”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; Aku tak menjawab segera. Berusaha keras mencari jawaban yang tepat. Lama jemariku berkutat dalam keraguan dan bimbang.&lt;br /&gt; &lt;i&gt;“Tidak. Tidak untuk saat ini. Aku perlu waktu”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; Mungkin ini jawaban yang tepat. Menghianati perasaanku yang  sesungguhnya. Membangun benteng tinggi. Menyelamatkan hatiku. Aku berhak  atas itu. Meski harus....&lt;br /&gt; Agh, kenapa datang lagi. Aku sudah tidak ingin mengikuti jejak nya lagi. Aku sudah tidak mau.&lt;br /&gt; &lt;i&gt;“Bim, please, aku butuh kamu. Aku sedang tidak baik saat ini”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; What???&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-3797758585158237675?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/3797758585158237675/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=3797758585158237675' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/3797758585158237675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/3797758585158237675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/02/relung-part-7.html' title='Relung (Part 7)'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-7431554492712360197</id><published>2011-02-14T19:47:00.004+07:00</published><updated>2011-02-15T17:08:57.974+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liburan'/><title type='text'>#Maninjau - #Bukittinggi, West Sumatra (Part 8)</title><content type='html'>05:00 Waktu Maninjau. Tubuhku terbangun otomatis oleh jam biologisku. Mata masih sepet. Badan masih terasa remuk. Tapi, secara keseluruhan, tidurku teramat nyenyak.&lt;br /&gt;Ini adalah tidur ke 3, di 3 daerah berbeda. Dan ini adalah hari ke empatku di Sumatra Barat, serta pagi pertama dalam hidupku di Maninjau.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-jyanlv5YENw/TVpK-8VjoiI/AAAAAAAACOs/cCEhG96v8rs/s1600/IMG00269-20110129-0918.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-jyanlv5YENw/TVpK-8VjoiI/AAAAAAAACOs/cCEhG96v8rs/s200/IMG00269-20110129-0918.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573849934033297954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku menunggu giliran sajadah yang dipakai ayahnya Vano untuk sholat shubuh. Dan setelahnya, aku buka pintu rumah. Kontan angin shubuh menyeruak masuk ke dalam rumah. Dinginnya nggak bisa ditawar lagi. Angin ini lebih dingin dari air wudhu tadi.&lt;br /&gt;Ku menarik nafas panjang. Segar. Benar-benar segar.&lt;br /&gt;Aku kemudian mengambil tempat di tepian teras, menghadap barat. Melakukan peregangan pada sejumlah bagian tubuh. Sesekali menguap. Kantuk masih tersisah. Tak mungkin ku lanjutkan tidur. Yang ada dipikiranku, hanyalah menikmati suasana pagi di Maninjau. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--More--&gt;&lt;br /&gt;Sepi. Tak tampak aktivitas warga pada saat ini. Mungkin masih teramat pagi, pikirku. &lt;!--More--&gt; Aku kemudian duduk bersilah. Berada di posisiku saat ini, berarti berada di sisi kanan Danau Maninjau. Dan bukit-bukit mengelilingi aku dan perkampungan ini. Berbeda dengan sisi barat dan timur, maka sisi bukit di sebelah timur, lebih landai dibandingkan dengan sisi barat. Dari literatur yang aku baca, sisi barat itu memang curam, sejak atas sampai dasar danau. Dan jika melihat fisik danau yang dikelilingi bukit, danau ini dibentuk dari letusan gunung. Jika letusan gunung membentuk danau seluas ini, maka sebesar apakah gunung itu? Maka, pesisir danau ini sebenarnya, dulu, berada di dalam perut gunung. Lalu siapa yang kemudian pertama kali menghuni pesisiran danau ini? Banyak pertanyaan.&lt;br /&gt;Berusaha tidak sentimentil adalah komitku sejak memulai perjalanan ini. Dan ini berlaku pula saat aku di Maninjau. Yap, aku nggak lama lagi harus menyudahi keberadaanku di sini dalam hitungan jam. Aku harus berada di Bukittinggi sebelum Zuhur. Aku sudah kalkulasikan waktu. Dan karena, masih ada sejumlah urusan keluarga yang harus diselesaikan Vano dan ayahnya, aku berangkat ke Bukittinggi sendiri dengan mobil travel. 1,5 jam perjalanan, bersama warga lokal.&lt;br /&gt;Aku sudah terbiasa dengan perjalanan ini. Bertemu dengan warga lokal sudah seperti keseharianku, dan tidak bisa dihindarkan. Salah, jika kemudian seperti eksklusif di kampung orang. Memulai pembicaraan dengan say hello, atau sekedar senyum.&lt;br /&gt;Satu kekuranganku selama berada di Maninjau adalah belum foto di Petunjuk area Danau Maninjau dan kelok 44 yang terkenal itu. Tanpa segan, ku minta ijin kepada supir travel untuk nanti berhenti di 2 lokasi tersebut. Mulai deh, penumpang lainnya mulai bertanya-tanya ke aku. Mulai dari, mau kemana, dengan siapa, ada saudarakah, hingga pertanyaan selanjutnya, 'kerja dimana?', dengan santa&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-9DAPEGhaomU/TVpPril5fkI/AAAAAAAACO0/BGodaNPmRqo/s1600/maninjau.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-9DAPEGhaomU/TVpPril5fkI/AAAAAAAACO0/BGodaNPmRqo/s200/maninjau.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573855098263141954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;i aku jawab, kalau aku kerja di perusahaan asuransi. *mesem&lt;br /&gt;Tanpa banyak protes dan teramat memahamiku, supir kemudian berhenti di tempat yang ku inginkan. Satu penumpang bertugas memotretku. Sisa penumpang lainnya tersenyum, seolah-olah memaklumi keberadaanku di antara mereka sebagai pelancong. Mereka sabar menunggu. Hal yang sama juga dilakukan pada titik kelok 44. Yah, inilah minusnya jalan-jalan sendiri. Ga bawa tripod pula. Bermodal sandaran rata dan timer, momen indah pun terabadikan.&lt;br /&gt;Dua titik cukuplah untuk kenang-kenangan kalau aku pernah singgah di sini.&lt;br /&gt;Oh yah, yang aku tahu ada peraturan tidak tertulis sepanjang kelok. Pengendara yang menanjak, mereka lah yang memiliki hak untuk diberi jalan saat berada di kelokan. Peraturan yang tidak tertulis lainnya adalah membunyikan klakson.&lt;br /&gt;Sempat berdiskusi dengan ayahnya Vano, tentang pembuatan jalan di kelok maninjau ini. Jaman dulu, orang, sepintar apapun akan selalu membangun jalan sesuai dengan kontur alam. Kalau memang menanjak yah dibuat menanjak. Turun yah turun. Itu lah sebabnya jalan-jalan yang di bangun pada masa penjajahan Belanda sangat awet. Bedakan dengan kondisi sekarang. Bukit dilibas, dibelah tanpa memikirkan keseimbangan alam. Alhasil, seberapa pintar orang membangun jalan, alam masih punya kekuatan yang lebih untuk menghancurkan. Manusia sekarang maunya cepat. Bangun jalan maunya cepat selesai. Kualitas ditepikan, nyawa akhirnya dipertaruhkan.&lt;br /&gt;Kembali lagi ke masalah peraturan tidak tertulis. Nah, peraturan itu pada akhirnya tidak akan berlaku jika sudah melewati kelok 44 atau menuju kota. Tapi, klakson wajib dibunyikan sebagai penanda ada kendaraan lain yang datang. Dan wajib dibalas klakson oleh pengenda&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-une0lTX-mCI/TVpQanCEQLI/AAAAAAAACO8/-FVPrLjZ6RY/s1600/IMG_0923.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 172px; height: 229px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-une0lTX-mCI/TVpQanCEQLI/AAAAAAAACO8/-FVPrLjZ6RY/s200/IMG_0923.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573855906908881074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ra lainnya. Jika tidak, maka, seperti yang terjadi pada mobil yang aku tumpangi. Gores di sisi kanan, mulai dari pintu depan hingga sisi belakang, dengan kedalaman yang lumayan. Yup, mobil ditabrak. Posisi dudukku di sisi kanan mobil cukup aman untukku. Dan untung, dorongan mobil yang menabrak tidak terlalu besar, sehingga tidak membuat mobil terseret ke kiri dan jatuh di jurang. *tarik nafas&lt;br /&gt;Cukup lama antara dua supir berdebat, mencoba menyalahkan satu sama lain. Namun, dengan keadaan mobil yang aku tumpangi, maka mobil inilah yang menjadi korban. Dan aku pula yang menjadi korban, saat waktu terus berjalan. 30 menit dalam perdebatan alot, sampai kemudian mobil pengganti datang.&lt;br /&gt;Perjalanan dilanjutkan tetap dalam kondisi Blind Traveler. G, aku beruntung, berada di tengah ibu-ibu di dalam mobil ini. Meski tetap ditanya ini itu tentang keberadaanku di Sumatra Barat, aku tetap bersykur mereka menghantarku hingga depan Jam Gadang. Tuhan, aku akhirnya tiba!!! *teriak&lt;br /&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry®&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-7431554492712360197?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/7431554492712360197/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=7431554492712360197' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/7431554492712360197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/7431554492712360197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/02/maninjau-bukittinggi-west-sumatra-part.html' title='#Maninjau - #Bukittinggi, West Sumatra (Part 8)'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-jyanlv5YENw/TVpK-8VjoiI/AAAAAAAACOs/cCEhG96v8rs/s72-c/IMG00269-20110129-0918.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-1934059196502608946</id><published>2011-02-13T22:29:00.001+07:00</published><updated>2011-02-13T22:29:33.895+07:00</updated><title type='text'>Met hari Valentine</title><content type='html'>Banyak pergulatan terjadi sejak hati ini mengenalmu&lt;br&gt;Seakan tidak pernah habis dan tak pernah berujung &lt;br&gt;Terjebak antara logika dan hati&lt;br&gt;Larut dalam pertentangan hati dan ujian sebuah kesetiaan&lt;br&gt;Membiarkan hati dan cinta berbagi serta membiarkan kemunafikan ada&lt;br&gt;Namun nyatanya, apapun itu, sayang ini masih ada&lt;br&gt;Dan tidak pernah bisa menghapusnya&lt;br&gt;Karena, aku bukan hanya sekedar ingin menjadi lelakimu&lt;br&gt;Dan untukku kamu juga bukan hanya sekedar hati yang untuk dimenangkan&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-1934059196502608946?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/1934059196502608946/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=1934059196502608946' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/1934059196502608946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/1934059196502608946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/02/met-hari-valentine.html' title='Met hari Valentine'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-7267680957869793859</id><published>2011-02-12T18:22:00.002+07:00</published><updated>2011-02-12T18:55:16.528+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liburan'/><title type='text'>#Maninjau, West Sumatra (Part 7)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-4VeUNSgYv9g/TVZ0V82hDgI/AAAAAAAACOk/u6YOkQNACos/s1600/IMG_0849.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-4VeUNSgYv9g/TVZ0V82hDgI/AAAAAAAACOk/u6YOkQNACos/s200/IMG_0849.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5572769509378428418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dengan kecepatan 20 km/ jam, Kijang hitam perlahan menyusuri jalan beraspal di tepian Danau Maninjau. Dengan kecepatan laju seperti itu, seakan waktu berjalan lama, aku seperti berada di dimensi lain. Sepanjang mata memandang, tampak pohon-pohon peneduh berjejer, di sisi dan kanan kiri jalan. Sementara, rumah penduduk, tampak saling berjauhan. Duduk di sisi kiri, memberi keuntungan untukku, Danau Maninjau itu tidak berapa jauh dariku. Aku tak banyak berkata. Warga lokal sangat beruntung miliki Maninjau. G, cantik. Dan perkampungan ini benar mendamaikan! Hey, aku beruntung telah berada di sini. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--More--&gt;&lt;br /&gt;Tidak menonjol kesibukan lalu lintas di tepian danau ini. Sesekali bus 3/4 melintas. Yap, transportasi di perkampungan ini sangat jarang. Angkutan umum yang tersedia hanya bus 3/4, itu pun untuk layanan jauh. Untuk jarak dekat tidak ada. Setidaknya harus memiliki motor untuk mobilitas. Sepinya lalu lintas berimbas pada sepinya suasana di sini.&lt;br /&gt;Mobil di parkir di sisi jalan. Vano, ayahnya, dan aku, bergantian bawa beberapa barang dari belakang mobil ke dalam rumah. Absen sholat jum'at, kami pun selesaikan zuhur, sebelum lanjut ke pemakaman. Tapi, melihat matahari demikian teriknya, membuatku inisiatif jemur baju dari tas ransel. Alhamdulillah, kena matahari.  Sedangkan, Vano dan ayahnya, beres-beres rumah. Tuan rumah yang baik. LoL&lt;br /&gt;Tempat pemakaman itu tidak jauh, sekitar 10&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-S98dgwg2J_g/TVZz_3OjdHI/AAAAAAAACOc/LXazijq3neU/s1600/IMG_0825.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-S98dgwg2J_g/TVZz_3OjdHI/AAAAAAAACOc/LXazijq3neU/s200/IMG_0825.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5572769129911514226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; menit perjalanan. Jika, pada catatan perjalananku sebelumnya, ku sempat menulis, ada kebiasaan adat untuk mengubur di lereng bukit, maka, saat ini, aku benar-benar membuktikan pemikiranku. Informasi yang aku dapat di Painan, warga Sumatra Barat punya adat warisan, dimana, tanah diwariskan untuk anak. Maka, menguburkan di lereng bukit tidak akan mengganggu warisan tanah. *Mohon dikoreksi&lt;br /&gt;Tali kekerabatan di sini erat sekali. Aku sebagai pendatang merasakan hal itu. Perbincangan antar keluarga ini, tidak membuatku sebagai orang asing. Kosa kata yang mereka ucapkan pun, sedikit banyak ku &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-BO-4iz_U_RM/TVZznLjUa_I/AAAAAAAACOU/IMSiYOfa1aA/s1600/IMG_0842.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-BO-4iz_U_RM/TVZznLjUa_I/AAAAAAAACOU/IMSiYOfa1aA/s200/IMG_0842.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5572768705870588914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;pahami. Bukannya sok tahu, tapi, aku paham maksud pembicaraan mereka. Suasana seperti ini, juga aku rasakan saat pulang kampung. Ramai dan menetramkan, dimana diri, jiwa dirangkul dengan apa adanya.&lt;br /&gt;Oh, yah, entah ini juga merupakan satu kebiasaan atau bukan, itu loh, cara minum kopinya. Kopi dituang ke tatakan cangkir, didiamkan dingin, baru kemudian diseruput.&lt;br /&gt;Padahal, cara praktis, yah, ditiup saja, kalau memang tujuannya dapat segera diminum. Tapi, tak ayal, cara minum kopi seperti ini, aku coba juga, n seru.&lt;br /&gt;Setelah ikutan silaturahmi sana-sini, akhirnya aku merasakan rendang asli pertamaku. Yup, 3 hari di Sumatra Barat, baru ini aku rasakan rendang. Mata benar-benar berbinar. Lidah rasanya sudah memaksa untuk melahap. Sayang, jaim menghadangku. Aku tak makan seberapa banyak. Dan itu bukan aku sekali. Nyesal? *angguk kepala&lt;br /&gt;Seperti tidak ada habis-habisnya, perjalanan di Maninjau pun diteruskan. Tarik nafas panjang.&lt;br /&gt;Berada di Maninjau saat ini, seperti menenangkan pikiran dan batinku. Santai dari target perjalanan berikut. Isi energi dengan cara lain. Bertapa dalam kesunyian Maninjau, dengan duduk di warung tepi danau. Menapaki pijakan keramba di danau. Bercengkrama dengan Vano dan ayahnya. Sesekali mengabadikan momen dengan kamera digital, dan kembali damai dan tenang. Dan menuju maghrib, kuhabiskan waktu di teras rumah, melihat lembayung di barat danau. Gelap. Ini malam pertama hidupku di Maninjau. Sepi.&lt;br /&gt;Seakan melengkapi pertapaan, perkampungan ini pun digelap gulitakan oleh PLN, yes black out. Jangan banyak berharap bisa melihat, bahkan mendapat sisa-sisa cahaya, ini benar-benar pekat gelapnya. Sedikit cahaya ada, itu pun dari sisa-sisa cahaya dilangit, lebih tidak. Seru? *kasih 2 jempol.&lt;br /&gt;Menyesal dan kesal? Nop, aku tidak menyesali bermalam dengan s&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-OzoHkFxcaYI/TVZymEWB2XI/AAAAAAAACOE/vJ6e0kfnT0I/s1600/IMG_0845.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-OzoHkFxcaYI/TVZymEWB2XI/AAAAAAAACOE/vJ6e0kfnT0I/s200/IMG_0845.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5572767587244300658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;uasana sunyi dan gelap. Dan tidak akan pernah menyesali berada dalam situasi ini, meskipun berada di kampung orang. Well, aku menikmati tiap detik perjalananku. Dan suasana mati lampu ini ku yakin juga menjadi bagian ceritaku, seperti yang ku tulis saat ini.&lt;br /&gt;Dengan genset, beberapa warga pun menikmati penerangan kembali, sisanya tetap menunggu kemurahan hati PLN. Masalahnya, sampai berapa lama? Aku tidak mengkhawatirkan ini itu, masalah terbesarku adalah batere bb-ku tersisa 2 bar. Tanpa ada kepastian waktu nyala, membuatku yang.....oke, lupakan hp. Isolasikan diri itu penting. Meniadakan diri sesaat dari kerumunan social media itu wajib saat liburan. Lupakan kota, nikmati Maninjau!!!&lt;br /&gt;Di tengah gelap suasana pengajian, bantuan genset datang. Terang. Akhirnya. Semua anggota keluarga berkumnpul. Hangatnya. Dan aku? Aku mengamati saja, tanpa macam-macam. Melihat kebiasaan warga lokal toh juga bagian tidak terpisahkan dari perjalanan ini, kan? Namun, kondisi perut berkata lain. Makan malam pun tiba. *melompat kegirangan&lt;br /&gt;Kebiasaanku yang kerap mendapat perlakuan setengah diprotes pedagang adalah mesen nasi goreng tanpa kecap, ekstra pedas. Di sini, aku dipaksa makan nasi goreng dengan kecap, dan tidak bisa request sesuai keinginan. Jadi, pedagang nasi goreng telah goreng s&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-9VkApQAv6Zk/TVZzHTu8-oI/AAAAAAAACOM/7MIpfZMqxuc/s1600/IMG_0858.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-9VkApQAv6Zk/TVZzHTu8-oI/AAAAAAAACOM/7MIpfZMqxuc/s200/IMG_0858.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5572768158311053954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ekian banyak porsi sebelumnya. Nah, saat ada pesanan, maka dengan segera terlayani. Positifnya, cepat, negatifnya, selera pelanggan tidak bisa diakomodir. Beneran "oil lamp dinner" nih, ma Vano. Gelap euy di warung ini.&lt;br /&gt;Dan di hari ke-3 ini, ke-3 kalinya mendapatkan sesi obrolan dari 3 orang berbeda, di 3 daerah berbeda.&lt;br /&gt;Jam 11 malam, lampu kembali nyala. Batere hp di isi ulang, sementara aku, mengisi kembali energi dengan tidur.&lt;br /&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry®&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-7267680957869793859?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/7267680957869793859/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=7267680957869793859' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/7267680957869793859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/7267680957869793859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/02/maninjau-west-sumatra-part-7.html' title='#Maninjau, West Sumatra (Part 7)'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-4VeUNSgYv9g/TVZ0V82hDgI/AAAAAAAACOk/u6YOkQNACos/s72-c/IMG_0849.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-933124114487016471</id><published>2011-02-09T20:06:00.009+07:00</published><updated>2011-02-09T20:49:30.718+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liburan'/><title type='text'>#Maninjau, West Sumatra (Part 6)</title><content type='html'>Jam 06:00 WIB. Ini hari ke-3 ku di Sumatra Barat. Badan rasanya remuk. Baru nyadar, kalo kemarin itu nggak ada istirahat dalam waktu lama. Terus aja jalan [baca: naik motor]. Hujan pun diterjang. Jadinya, ya, seperti ini nih, tepar akut. Tapi, perjalanan harus berlanjut. Pagi ini, segera menuju Maninjau.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TVKWnT7dbeI/AAAAAAAACNc/4jiu_epVXQY/s1600/IMG00249-20110128-1258.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 267px; height: 166px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TVKWnT7dbeI/AAAAAAAACNc/4jiu_epVXQY/s200/IMG00249-20110128-1258.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571681291119455714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="hidenpost"&gt;Aku memang benar-benar Blind Traveler. Nggak tahu bus atau angkutan mana yang akan membawaku menuju Maninjau. Untungnya, sejauh ini, perjalananku baik-baik saja. Warga lokal teramat sangat membantu. Pokoknya yang aku tahu, ada mobil travel bernama Tranex Mandiri. Nama PO ini rasanya cukup terkenal. Aku tahu dari beberapa tulisan backpacker yang sempat singgah di Padang. Tapi, aku sendiri nggak tahu posisinya berada di jalan apa. Gubrak. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--More--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--more--&gt;Jujur saja, Maninjau, sebenarnya tidak masuk dalam daftar tujuan travelling ku. Pun Painan. Justru karena lokasinya dekat dengan Bukittinggi lah yang membuatku mengiyakan rekomendasi Vano. Jadi, ngga ada salahnya mampir. Yup, selama 1 hari ke depan, guide-ku adalah teman kantorku.&lt;br /&gt;Vano sendiri hari itu, jum'at 28/01 memang ada keperluan ke Maninjau. Dia bilang akan antar barang bersama ayahnya. Namun, saat meluncur dari Pekanbaru, ia dapat kabar, ada salah satu kerabatnya yang meninggal. &lt;/div&gt;&lt;div class="hidenpost"&gt;Vano berangkat pukul 5 pagi dari Pekanbaru. Dengan 6 jam perjalanan, maka kemungkinan tiba di Maninjau jam 11 siang. Aku sendiri berangkat dari Padang jam 9 pagi, akan tiba di Maninjau 2 jam setelahnya. Tapi, karena, aku sendiri nggak tahu bus menuju Maninjau, maka Vano menawarkan diri untuk bertemu di Simpang Padang Luar, [baca: ngajak bareng]. Yang menjadi permasalahan buatku selanjutnya adalah dimana pula lokasi Simpang Padang Luar itu???&lt;br /&gt;Oke, si Blind Traveler berlanjut.&lt;br /&gt;Dapat duduk paling belakang lagi, dengan kondisi kaca tertutup stiker gelap. Tidak! Aku pindah posisi di bangku tengah. Tranex Mandiri itu jenis colt yah, dengan 10 penumpang. Ongkosnya 18K idr. Nah, aku sebenarnya juga ngga merasa nyaman dengan posisi diapit 2 penumpang lainnya. Tapi, ini jauh lebih baik, daripada duduk tersiksa di pojok.&lt;br /&gt;Sekali dua kali, pertanyaan yang aku kerap dapati adalah,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Ada keluarga di Padang?'&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Ngga ada', jawabku singkat.&lt;/i&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TVKXIvKQRHI/AAAAAAAACNs/I-BzQRzzlZ8/s1600/IMG00248-20110128-1108.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 232px; height: 174px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TVKXIvKQRHI/AAAAAAAACNs/I-BzQRzzlZ8/s200/IMG00248-20110128-1108.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571681865364948082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;'Terus ke Padang ngapain?'&lt;br /&gt;'Jalan-jalan aja',&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Situasi berikutnya adalah kesunyian. Pertanyaan itu adalah kesekian kalinya, kalau bertemu dengan warga lokal. Baik di bus, mobil travel, atau warga lokal yang aku tanya. Mereka hanya bisa diam. Sementara aku tersenyum polos. Mungkin aneh kali yah, buat warga lokal, ada orang Jakarta yang sendirian keliling Padang. Dan kalau kemudian ditanya, &lt;i&gt;'kenapa harus Padang?'&lt;/i&gt;, maka jujur aku nggak punya jawaban. Ada sih jawaban, tapi, aku paparkan di bagian lain aja yah.&lt;br /&gt;Dalam perjalanan menuju Maninjau, ada situs alam yang sayang untuk terlewatkan, yaitu air terjun Lembah Anai. Tapi, aku harus cukup puas, dengan hanya melihat dari dalam mobil, lantaran tidak bisa keluar, meski hanya sekedar untuk berfoto-foto. Sedih pastinya. Membayangkan dengan dapat berhenti sejenak di tempat itu, dan melakukan ritual.......&lt;b&gt;berteriak&lt;/b&gt;!!!!. Kemudian melihat rute rel kereta api dari bukit satu ke bukit lainnya. Widih, pasti menjadi pengalaman perjalanan yang menyenangkan. But, sokelah, satu hari, aku akan kembali ke Sumatra Barat, jalan-jalan dengan berkereta api. Yah, menjadi kelemahan dengan angkutan umum adalah seperti ini, ngga  bisa bebas untuk memanjakan batin untuk menikmati alam, meski sesaat. Namun, pemandangan khas Sumatra Barat yang berbukit dan berlembah, sedikit banyak mengurangi kekecewaanku.&lt;br /&gt;45 menit menjelang Simpang Padan&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TVKWyIsZvbI/AAAAAAAACNk/DbVnOLmsPaM/s1600/IMG00250-20110128-1259.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 277px; height: 207px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TVKWyIsZvbI/AAAAAAAACNk/DbVnOLmsPaM/s200/IMG00250-20110128-1259.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571681477082070450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;g Luar, itu informasi yang aku dapat dari penumpang di sebelahku. Aku perlu kepastian waktu, itu penting. Dan hal itu yang aku lakukan berulang kali. Dan berulang kali pula hujan turun, sepanjang perjalananku. Tarik nafas panjang. Jadi inget baju yang masih dingin. Perlu matahari untuk jemur baju. Sedih.&lt;br /&gt;Di belakangku, ada satu keluarga yang tidak henti-hentinya menjelaskan ke salah satu anggota keluarganya (mungkin juga dari Jakarta) tentang lokasi-lokasi wisata, sampai informasi tentang terminal bus yang biasa mengantarkan penumpang dari Bukittinggi - Jakarta. Buatku, informasi yang disampaikannya, menjadi bonus perjalananku.&lt;br /&gt;Aku pun kemudian turun di Simpang Padang Luar. Oke, jadi ini sebenarnya adalah perempatan jalan. Masuk dalam kabupaten Bukittinggi. Kalau mengambil jalan lurus, sudah masuk ke kawasan Jam Gadang, belok kiri menuju Danau Maninjau. Dan Vano, masih berada di Payakumbuh, satu jam di belakangku. Rrrrrrrrh.&lt;br /&gt;Jam 11:15. Mati gaya di kampung orang. Menunggu pula. Plus gerimis. Lengkap. Terima kasih, Tuhan, perjalanan ini sungguh nano-nano.&lt;br /&gt;Aku putuskan untuk berteduh di warung makan Padang. Bapak tua, yang ku pikir adalah pemilik warung bertanya kepadaku, dan yes, pertanyaaan yang sama. &lt;i&gt;"Mau kemana?" "Ada saudara?" "Dari Mana?", &lt;/i&gt;kemudian terdiam. Namun, setelah itu suasana pecah. Aku ngobrol seperti biasa dengan bapak itu. Tanya sana sini. Ketawa. Yup, ini salah satu menyelami bagaimana kehidupan warga di suatu daerah. Mereka sungguh terbuka bagi pendatang, apalagi yang sengaja datang hanya untuk jalan-jalan melihat Sumatra Barat. Dan suasana&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TVKXz5vpIdI/AAAAAAAACN0/Gm8ip2DXm2o/s1600/IMG_0839.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 229px; height: 305px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TVKXz5vpIdI/AAAAAAAACN0/Gm8ip2DXm2o/s200/IMG_0839.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571682606940496338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; akrab itu, semakin lengkap dengan sajian Teh Taluah. Lol&lt;br /&gt;Sambil menunggu jemputan, aku sengaja tidak banyak keluar dari rumah makan itu. Takut menarik perhatian. Bukan karena apa, aku kan juga nggak tahu situasi kondisi di sana. Satu-satunya saat keluar adalah memotret plang rumah makan untuk kemudian di share ke Vano, agar ia tahu keberadaanku. Karena kalau dia tanya lokasi keberadaanku, aku nggak bisa jamin menjelaskannya dengan benar.&lt;br /&gt;Akhirnya, kijang pick up warna hitam pun datang. G, andai saja aku diperbolehkan duduk di bagian belakang, semakin lengkaplah status ku sebagai pengembara. Tapi, ngga diijinkan. Padahal, pasti seru tuh. Seperti di film-film. Yang aku tahu, Vano dan ayahnya, harus segera menuju rumah mereka, dan hadir pada saat pemakaman. Dan aku pun semakin nggak sabar untuk segera melihat Danau Maninjau. Aku ingin menyegerahkan perjalanan ini. Ah, memang kontur jalan, dan pemandangan Sumatra Barat itu khas banget. Ngangenin indahnya. Kelok sana kelok sini. Bonus kabut. Widih. Seru banget.&lt;br /&gt;Kalau aku dibilang paling norak saat berada di Sumatra Barat, maka silahkan mengatakan hal itu kepadaku. Karena aku nggak akan peduli. Aku benar-benar memanjakan mata, hati, dan pikiranku deng&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TVKY4MICVhI/AAAAAAAACN8/cZGjJSpceAc/s1600/IMG00253-20110128-1608.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 218px; height: 163px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TVKY4MICVhI/AAAAAAAACN8/cZGjJSpceAc/s200/IMG00253-20110128-1608.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571683780105754130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;an ketenangan yang Sumatra Barat berikan. Tuhan, aku sampai di Danau Maninjau. &lt;/div&gt;&lt;div class="hidenpost"&gt;Saat sudah mencapai titik tertinggi, untuk kemudian meluncur turun di kelok 44, aku mau teriak, tapi tertahan. Aku lupa ekspresiku saat itu. Lupa dengan jumlah kelok yang ada. Mata terus lekat pada pemandangan alam itu. Sumpah, bagus banget. Lebay? Terserah. Tuhan, aku mau teriak. Tapi, jaim ah. Cukup berbisik dalam hati. Tuhan, aku teramat senang dengan perjalanan ini. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Vano, heavy thanx!!!! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-933124114487016471?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/933124114487016471/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=933124114487016471' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/933124114487016471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/933124114487016471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/02/maninjau-west-sumatra-part-6.html' title='#Maninjau, West Sumatra (Part 6)'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TVKWnT7dbeI/AAAAAAAACNc/4jiu_epVXQY/s72-c/IMG00249-20110128-1258.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-2136047352320714755</id><published>2011-02-08T19:56:00.005+07:00</published><updated>2011-02-08T20:15:40.626+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liburan'/><title type='text'>#Padang, West Sumatra (Part 5)</title><content type='html'>Aku cuma bisa meratapi isi ransel yang lepek. Itu baju yang tersisa untuk sisa perjalananku 3 hari ke depan. Tidak ada satu pun yang bisa diselamatkan. Ada satu dua lembar, itu pun dalam keadaan lembab. Meletakan baju di jemuran di dalam, bukan ide yang bagus, namun, menyimpannya dalam keadaan lembab, juga pilihan yang tidak bagus. Setidaknya, jika dikelantang, maka kena angin dan kering. Berharap. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TVFBCzmLMuI/AAAAAAAACNY/AdkE_VDVYQQ/s1600/IMG00246-20110127-2258.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TVFBCzmLMuI/AAAAAAAACNY/AdkE_VDVYQQ/s200/IMG00246-20110127-2258.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Di luar masih juga gerimis, tapi Fauzan, masih juga bersemangat untuk ajak aku keliling padang di malam hari. Jam 10:30. Langsung tidur, rasanya pilihan yang paling tepat. Tapi, sayang menolak ajakannya. Tapi, kasihan dia juga, setelah berjam-jam bawa motor. Bukannya aku tidak mau bergantian bawa, tapi karakteristik jalan, dan prilaku orang berkendara di tiap daerah beda. Aku pilih cara aman. &lt;br /&gt;Masih dengan jaket lembab, celana pendek, jam 11 malam, kami menelusuri Padang. Sepi. Mungkin karena sudah jelang tengah malam. Mungkin karena gerimis, atau mungkin seperti ini keadaannya? Aku nggak tahu, karena ini kali pertama aku ke Padang. &lt;br /&gt;Gempa Padang 2009 masih menyisahkan retakan-retakan di sejumlah gedung dan rumah. Bahkan, sepanjang jalan yang kami lalui, ada gedung yang luluh lantah. Oke, so spooky. Aku memang tidak melihat terlalu jelas, namun bukti fisik yang tersisa, sudah cukup bagiku, paham seberapa besar gempa kala itu. &lt;br /&gt;Berdasarkan obrolan tadi siang, malam ini kami menuju jembatan Siti Nurbaya. Menurutnya, jembatan itu akan indah jika dilihat pada malam hari. Berniat ingin membuktikannya, yang membuatku mengiyakan ajakan Fauzan. Oke, jadi jembatan Siti Nurbaya itu ada di tepian dermaga, tempat di mana kapal bersandar  menuju mentawai. Tidak ada yang langsung berkesan, saat mendekati kawasan itu. Justru alunan musik khas yang bersahutan, dari sejumlah deretan warung tenda, membuatku merasa berada di Jakarta. Kesan kurang indah, pemandangan dermaga malam itu, ditambah gerimis, membuatku....oke cukup! Sudahi! &lt;br /&gt;Next, sorry to say, Padang malam hari, saat ku berkunjung teramat menyebalkan. Berharap jembatan Siti Nurbaya indah di kala malam, nyatanya, lampu jembatan padam. Meski minus ini itu, tapi, setidaknya aku dapat lihat kehidupan dermaga di malam hari. Dari kejauhan pun, aku lihat permukiman penduduk di lereng bukit, dengan cahaya temaram. &lt;br /&gt;Oke, perjalanan malam itu, kami lanjutkan dengan nongkrong di depan LP. LoL yup. Itu pun baru sadar berada di depannya saat diberi tahu. Bukan tanpa sebab, kami berada di sini, selain karena tujuan kami adalah makan telur penyu. Melihat bentuk wujud telurnya saja aku belum pernah, apalagi memakannya. Yang jelas ini menu serba telur yang ku makan seharian ini, setelah sebelumnya teh taluah. &lt;br /&gt;Ku pikir ada 3 kantong plastik besar telur berukuran bola pingpong, cuma cangkangnya rapuh. Beda banget dengan telur ayam, yang bercangkang keras. Setelah tanya ini itu ke pemilik kios, katanya cukup berkhasiat. Ah, sudahlah, cukup aku tahu itu saja. Dan meski awalnya ku jijik memakannya...wth selalu ada yang pertama, dan.....ku gigit cangkangnya sedikit, dan ku hisap sampai kering isi rongganya. Seperti itu yang Fauzan lakukan. Yiaaaaaaaaak, meski direbus dengan irisan daun jeruk, tapi bau amisnya masih terasa banget. Menurut si pemilik kios, telur penyu ini bisa dibawa dan awer dalam 15 hari. Membawanya pulang? No way, aku ga yakin dengan legalitasnya. &lt;br /&gt;LoL aku baru nyadar, setelah duduk 15 menit, di depanku itu adalah pantaaaaaaaaaaaai G, pantas ga kelihatan, gelap! &lt;br /&gt;Membuang waktu, kami pun bertukar pikiran. Lebih tepatnya sih bukan aku yang bertukar pikiran. Aku ngga tahu kenapa, tapi ini adalah kali kedua orang yang baru aku kenal mau menceritakan hidupnya ke aku. Baru bertemu! Meski awalnya bingung memposisikan diri, tapi, oke, semua lancar terucap, dan ada solusi. Senang bisa berbagi. Sebenarnya, banyak yang ingin aku ceritakan tentang sosok guide ku ini. Intinya sih, aku salut atas kegigihan dia berwirausaha di usia yang masih 25 tahun. Padahal perjalanan usahanya membuat dia berkaca-kaca saat mengurai satu demi satu. Darah minang kental banget, dan jelas jiwa usahanya. &lt;br /&gt;Lepas tengah malam, tidur, besok aku segera ke Bukittinggi. Jam Gadaaaaaaaaang!!!!1&lt;br /&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry®&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-2136047352320714755?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/2136047352320714755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=2136047352320714755' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/2136047352320714755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/2136047352320714755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/02/padang-west-sumatra-part-5.html' title='#Padang, West Sumatra (Part 5)'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TVFBCzmLMuI/AAAAAAAACNY/AdkE_VDVYQQ/s72-c/IMG00246-20110127-2258.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-7333693151874169219</id><published>2011-02-06T13:29:00.002+07:00</published><updated>2011-02-06T14:09:58.900+07:00</updated><title type='text'>#Padang - #Padang Pariaman, West Sumatra (Part 4)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TU5JPaOArNI/AAAAAAAACNQ/Keg8d7Uf2XM/s1600/IMG00244-20110127-2041.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TU5JPaOArNI/AAAAAAAACNQ/Keg8d7Uf2XM/s200/IMG00244-20110127-2041.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570470318188834002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jujur, kecewa saat tahu, perjalanan jauh ke Bunguis tidak mendapatkan gulai kakap. Gulai jengkol pun tetap membuatku bergeming. Tidak tergoda. Mati rasa. Makan pun hanya sekedarnya. Mungkin, memang perjalanan ini tidak memberkatiku untuk mencicipi makanan khas masing-masing daerah. Apapun itu, lewat. Padahal, sejak pagi tadi, perutku belum pula ku isi nasi, kecuali sate padang di lapangan imam bonjol siang tadi.&lt;br /&gt;Jam 5, mengejar waktu ke Padang Pariaman. Tawaran berikutnya adalah mengunjungi situs syekh Burhanudin, entah apalah itu. Blind Traveler, aku ikut aja. Estimasi waktu 1 jam tiba di lokasi. Dengan kondisi jalan track lurus, maka akan jauh lebih cepat. Itu asumsiku saja. Ternyata, jalan yang ku lewati adalah berbalik 180 derajat. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Truk besar, kontainer, saling salip. Diriku rasanya kecil banget di antara antrian di jalan. Pasrah. Namun, rasa ingin tahuku dan jiwa petualangku mengalahkan ketakutan dan resiko yang aku hadapi.&lt;br /&gt;Belum separuh jalan, gerimis. Sialnya, aku tak bawa rain coat untuk ransel. Sudah beli beberapa waktu lalu, hanya saja, ku lupa posisi terakhir, saat perjalanan ke Semarang awal januari. Bukannya mereda, gerimis justru berganti hujan. Terus bergantian. Kami putuskan untuk menepi. Ransel yang awalnya aku letakkan di punggung, ku pindah ke bagian depan motor. Fauzan, sepupuh temanku itu, ber jas hujan, sementara aku tidak. Jaket? Ah sudahlah. Lepek? Logis terjadi. Berkali-kali aku tanya, seberapa jauh lagi mencapai lokasi, jawabnya 3/4 jam lagi. Oke, untuk kedua kalinya kami menepi di sebuah warung, entah di jalan apa namanya. Berteduh, sambil recharge batere hp yg sekarat. Beberapa menit, cukuplah untuk bb bisa bertahan hingga kembali nanti.  Dan di warung inilah, untuk pertama kalinya ku minum teh taluah. The yang dicampur telur bebek, plus susu. Jangan tanya aromanya seperti apa. Lupakan itu, langsung tenggak aja. Katanya sih berkhasiat untuk sehat lelaki dan meningkatkan gairah. Gairah apa? Skip&lt;br /&gt;Jam 6:15, perjalanan kami teruskan. Hujan mereda. Langit cerah, meski menuju gelap. Plang penunjuk arah ke situs tampak. Semangat pun kembali timbul. Namun, setelah 30 menit berkendara, urung tiba. Langit pun gelap. Gerimis kembali turun. Entah sampai atau tidak nih perjalanan. Buatku tak masalah jika kemudian menelusuri jalan dalam kondisi basah seperti ini. Tapi, jika harus melewati jalan tanpa penerangan sama sekali, baca: gulita, plus hanya terdengar raungan motor kami. Oke, cukup. Perjalanan ini sudah tidak lagi menyenangkan. Takut? Jujur iya. Siapa yang tidak? Apalagi jika baru kali pertama menginjakkan kaki di sebuah daerah.&lt;br /&gt;Sepertinya sudah 30 menit lewat, belum juga tiba. Dalam hati, 'Tuhan, aku pasrah jika ku tak capai tempat itu, yang penting segera kembalikan aku ke Padang, karena aku ingin sudahi perjalanan ini'.&lt;br /&gt;Jalan layang itu mestinya terang, tapi ini gelap. Gerimis. Dan ku pikir, lepas jalan layang itu, ku akan melihat pemukiman. Nyatanya tidak. Motor berbelok ke kanan. Langit di sekitar kian pekat. Satu-satunya penerang, hanya lampu motor. Satu-satunya yang memecah kesunyian hanya mesin motor dan perbincangan, antara aku dan Fauzan.&lt;br /&gt;Satu kilometer kurang lebih, kami lalui jalan beraspal, sisanya jalan becek dan berbatu. Lengkap dengan pangkalan truk. G, aku dimanaaaaaaa??? 'Kalau masih di Sumatra Barat, masih aman lah', cukup melegakan kalimatnya. Pandanganku kemudian tertuju pada meteran bensin. Tiris. Lengkap. Gimana jadinya, kalo kehabisan bensin di tengah jalan seperti ini.&lt;br /&gt;Waktu maghrib terlewati, karena memang sejauh perjalanan, kami tak menemukan masjid. Ini malam jum'at loh. Waduh&lt;br /&gt;Setelah sekian kilometer kami lalui, kami putuskan untuk mampir ke Masjid, sekalian berteduh. Entah di mana. Blind Traveler.&lt;br /&gt;Masjid tidak seberapa penuh. Jamaah pria hanya 3 orang warga lokal, dengan beberapa jamaah wanita di belakangnya. Mereka semua menatap kami. Kami segera berlalu ke temnpat wudhu. Aku yang saat itu bercelana sedengkul, mengeluarkan sarung dari tas ransel. Sarung ku dapat, sambil menarik nafas panjang, 'bajuku basah semua, Tuhan'. Getir&lt;br /&gt;Tidak berapa lama, Qomat. Aku mencari posisi sholat di tengah. Yang aku rasakan saat itu, 'aku seperti musafir'. Sholat di tengah perjalanan, di kampung orang. Nikmat banget rasanya.&lt;br /&gt;19:30, fauzan berkata jujur, 'pikiranku setelah sholat seperti terbuka. Sebelumnya gelap. Aku kesasar.' Ok, itu sudah cukup menjelaskan, bagaimana kami rupanya hanya berputar di sebuah lokasi, tanpa kejelasan arah. Alhamdulillah, 45 menit kemudian, kami tiba.&lt;br /&gt;Masih dalam keadaan gerimis. Sepi lokasi itu. Situs Syekh Burhanuddin, situs cagar budaya, di kabupaten Padang Pariaman. Aku tiba juga.&lt;br /&gt;Aku tidak banyak bicara. Lelah perjalanan, meski duduk diboncengan tetap membunuhku. Seorang warga lokal, menghampiri kami. Ia bilang, tempat ini pada hari rabu penuh, hingga sesak. Rupanya situs ini, menjadi tujuan ziarah warga lokal, maupun di luar kabupaten.&lt;br /&gt;Di antara bangunan baru, masih jelas bentuk bangunan lama, termasuk bentuk nisan batu bersegi lima. Segi lima? Entah kebetulan atau memang dikondisikan. Ini mengundang keinginantahuanku.&lt;br /&gt;15 menit berada dilokasi, kemudian kami putuskan kembali pulang. 45 menit kemudian, kami tiba di rumah Fauzan di Tabing. Yup, 45 menit.&lt;br /&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry®&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-7333693151874169219?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/7333693151874169219/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=7333693151874169219' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/7333693151874169219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/7333693151874169219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/02/padang-padang-pariaman-west-sumatra.html' title='#Padang - #Padang Pariaman, West Sumatra (Part 4)'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TU5JPaOArNI/AAAAAAAACNQ/Keg8d7Uf2XM/s72-c/IMG00244-20110127-2041.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-2940261251415229143</id><published>2011-02-05T17:22:00.004+07:00</published><updated>2011-02-06T09:55:44.258+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liburan'/><title type='text'>#Painan - #Padang, West Sumatra (Part 3)</title><content type='html'>Lepas makan pagi, aku segera melakukan persiapan terakhir berkemas. Tidak ada bawaan berarti, kecuali pakaian kotor, dan segudang kenangan tentang Painan di hati dan pikiran, serta barang bukti di kamera digital.&lt;br /&gt;10:30 Uda Inang, menghentikan mobil travel menuju Padang. Hanya aku penumpangnya. Berbeda dengan kali pertama menumpang mobil travel saat di bandara, kali ini aku jauh lebih rileks. Sesekali memejamkan mata, namun, lagi-lagi pemandangan Painan - Padang memaksaku untuk terus terjaga. Hanya aku dan 2 penumpang lainnya saat itu. Laju mobil juga tidak terlalu kencang. Jadi, aku benar-benar menikmati perjalanan. Padahal, aku tidak tahu titik balik ke Padang. Beberapa titik ku lupa. Hanya pada saat aku lihat papan penunjuk arah jalan padang painan, baru lah aku paham, jalur yang ku lalui kemarin. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang selalu aku tanyakan ke setiap orang, dan memang menjadi kebiasaanku adalah menanyakan waktu tempuh, dan bukan jarak tempuh. Kalau aku sudah mengetahuinya, berarti aku dah siap dengan alokasi waktu tidur.&lt;br /&gt;Saat mobil turun bukit, dan kembali menyisir pesisir, aku hanya diam, tersenyum dalam hati. Tuhan, indah benar. 1,45 menit, aku tiba di Padang. Lagi-lagi, tanpa alamat jelas. Yang aku tahu nama jalan, di mana aku, pada hari pertama diturunkan dari bus damri, jalan imam bonjol. Yup, aku janji bertemu, sesepuh temanku di titik itu, jam 13:00.&lt;br /&gt;Membunuh waktu, aku rebahkan tubuh di atas rumput lapangan kodam. Mungkin karena aku pakai baju merah, plus tas ransel, kontan aku jadi pusat perhatian. Ga nyaman sih, tapi, sudahlah, aku capek, dan butuh istirahat. Ransel ku jadikan bantal. Sambil dengerin musik, aku coba untuk tidur.&lt;br /&gt;Setelah menunggu sekian lama, aku pun mengucap selamat datang pada kebosanan. Ngga ada cara lain, selain perlu ngobrol. Thanx for calling #nomention&lt;br /&gt;Berlibur mestinya memiliki jadwal yang bisa aturable, tapi tidak untukku. 3 hari cuti plus 2 hari libur reguler, dengan total 5 hari justru membuatku perlu tegas mengalokasikan waktu. Hitung-hitungan jarak tempuh, waktu plesir di satu kota, harus tegas. Tapi, nyatanya, hari kedua, jadwal berantakan.&lt;br /&gt;Jika tiba di Padang jam 1 siang, maka aku akan sempat mengunjungi Pantai Air Manis, 15 menit perjalanan, dan segera ke Batu Sangkar, dengan 2 jam perjalanan. Tapi, kenyataannya, aku menghabiskan waktu akhirnya dengan makan sate Padang, dan keliling sekitar Imam Bonjol, hingga berakhir di Masjid untuk ashar. Baru kemudian jam 3, sepupuh temanku datang. Marah? Ga perlu lah. Segera bersiasat dan manuver. Tak ingin berlama-lama, aku pun menuju Pantai Air Manis.&lt;br /&gt;Tawaran naik turun bukit dengan jalan berliku bisa jadi satu karakteristik Sumatra Barat. Setelah Painan, Pantai Air Manis pun seperti itu. Motor yang kami kendarai juga tak kuat di jalan menanjak.&lt;br /&gt;Menuju pantai ini, telah banyak artikel yang merekomendasikan untuk dikunjungi. Ku pikir bagus, nyatanya? Kalau ada pilihan lain segera, maka ku pilih untuk menggunakan mesin waktu cabut dari lokasi ini. Kenapa? Baru masuk kawasan, sudah ditagih uang masuk. So ke lah, gak masalah, tapi, mintanya yang oke dong. Ngga mesti bergaya preman plus tanpa sobekan tiket. Belum lagi, uang parkir. G, ga banget. Dan semakin lengkap dengan kekecewaan, pantai yang super jorok. Ngga bersih! Oke, say sorry, kalo Pantai Air Manis dihapus dari kunjungan. Situs Malin Kundangnya pun, entah. Yang ada dipikiranku adalah segera pergi. KECEWA!!!&lt;br /&gt;Next trip makan gulai kakap di Bunguis. 15 menit perjalanan. Jam 4, ah meragu, apakah sampai atau tidak. Menuju Bunguis, berarti, kembali menuju arah Painan. Ku pikir, itu adalah nama tempat makan. Pfuih, jauh sekali. Hanya ingin segera sampai. Karena tawaran berikutnya, aku akan diajak ke Situs Syech Burhanuddin, di Padang Pariaman. Mulai deh, aku hitung-hitungan waktu.&lt;br /&gt;Dengan bonus ekstra monyet yang turun bukit dan pemeriksaan polantas, tiba di rumah makan dekat pelabuhan, n gulai kakap, habis. Huwaaaaaaaaaaa!!! *iris nadi&lt;br /&gt;Intinya cuma bisa makan nasi padang. Jam 5, kami segera meluncur ke Padang Pariaman.&lt;br /&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry®&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-2940261251415229143?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/2940261251415229143/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=2940261251415229143' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/2940261251415229143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/2940261251415229143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/02/painan-padang-west-sumatra-part-3.html' title='#Painan - #Padang, West Sumatra (Part 3)'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-4030340822095488096</id><published>2011-02-01T22:40:00.002+07:00</published><updated>2011-02-06T09:58:05.038+07:00</updated><title type='text'>Rahasia</title><content type='html'>Jika menatap cermin, ku pilih tak miliki rawut seperti saat ini&lt;br /&gt;Jika menarik nafas dalam, ku pilih tak rasakan galau ini&lt;br /&gt;Sempurna ku rasakan, betapa ku tak ada daya simpan ini darimu&lt;br /&gt;Cela ku rasakan, betapa ku tak ingin salah di depanmu jika ku jujur&lt;br /&gt;Sungguh ku tak ingin sesali bertemu denganmu&lt;br /&gt;Dan sungguh ku ingin akui kelemahanku&lt;br /&gt;Ku tak pernah mampu jujur&lt;br /&gt;Ku pun tak ingin kau hilang saat jujur menghampiri&lt;br /&gt;Merasakan hangat penerimaanmu&lt;br /&gt;Dan hangat air mata kala ku tulis puisi ini&lt;br /&gt;Aku pernah digauli galau sekian lama&lt;br /&gt;Dan kini ku kalah&lt;br /&gt;Maka ku yakin, ku tak kan lagi melangkah&lt;br /&gt;Cukup pada titik ini &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk merasakan indahmu pada titik ini&lt;br /&gt;Ku tak mampu jujur benamkan itu&lt;br /&gt;Mencoba terbiasa&lt;br /&gt;Indah rahasia ini untuk mu. &lt;br /&gt;Dan ku biarkan hidup, tanpa janji kapan terungkap &lt;br /&gt;Dan ku salah &lt;br /&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-4030340822095488096?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/4030340822095488096/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=4030340822095488096' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/4030340822095488096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/4030340822095488096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/02/rahasia.html' title='Rahasia'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-7662379653045167327</id><published>2011-01-29T07:02:00.004+07:00</published><updated>2011-02-06T10:36:52.199+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liburan'/><title type='text'>#Painan, West Sumatra (Part 2)</title><content type='html'>Lebih karena tidak ingin lupa, detail hal yang gue lakukan di hari ke dua liburan ini, maka, malam ini kupaksakan untuk menulisnya.&lt;br /&gt;Terbiasa bangun jam 5:30 di Jakarta, terbawa saat berada di pagi di Tarusan, Painan. Sepi, itu yang melekat. Berada lebih ke barat, maka gerak matahari juga lebih lama terang di titik ini. Yang ga berubah, hanya jam biologis.&lt;br /&gt;Ok, setelah lelap tidur semalam, pagi, sesuai janji, gue sudah dijemput untuk keliling Painan seri ke-2, Tempat pelelangan ikan, dan batu kalang.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TU4Whvae0aI/AAAAAAAACM4/ELrEnvnZiJY/s1600/IMG_0783.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TU4Whvae0aI/AAAAAAAACM4/ELrEnvnZiJY/s200/IMG_0783.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570414558022914466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di daerah nelayan kebanyakan, aktivitas warga di tempat pelelangan ikan ini pun biasa saja. Tapi, karena haus dengan suasana baru, apapun gue lahap. Dan, memang, lagi-lagi bisa menikmati suasananya. Seru.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, pindah ke lokasi lain, batu kalang. Situs wisata alam ini letaknya tidak jauh dari pelelangan ikan. Cukup menyusuri tepian pantai, dan melalui jalan pintas desa nelayan, maka tibalah.&lt;br /&gt;Painan, atau kota kecamatan Tarusan, sepertinya memang memiliki garis pantai yang teramat panjang. Selain memang lokasinya di pesisir selatan, kota ini juga kaya dengan keindahan alam lainnya.&lt;br /&gt;Dan batu-batu besar yang berserakan di tepian pantai, adalah paduan bukit dan pantai. Yup, batu-batu berukuran besar hingga yang kecil, dulunya karena longsoran dari bukit. Sebaran batunya panjang, menutup garis pantai. Dan di sisi lainnya, kehidupan nelayan juga bisa menjadi bonus wisata.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TU4XB2SXqFI/AAAAAAAACNA/AuQ2ROSAnA4/s1600/IMG_0809.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TU4XB2SXqFI/AAAAAAAACNA/AuQ2ROSAnA4/s200/IMG_0809.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570415109623752786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sayang entrupsi air laut sudah sangat parah. Ini bisa dilihat dari tumbangnya sejumlah pohon kelapa, dan naiknya garis pantai. Di beberapa titik, dekat pemukiman warga nelayan, misalnya, sudah ada beton penahan entrupsi. Makin lama memang semakin tergerus.&lt;br /&gt;Satu hal lagi yang bisa gue bagi adalah, sepertinya warga lokal sini, punya tradisi untuk memakamkan keluarganya di lereng bukit. Tidak hanya di sini saja. Saat menuju Painan dari Padang pun ada beberapa lokasi pemakaman yang berada di lereng bukit.&lt;br /&gt;Dua lokasi rasanya memang kurang, apalagai ada tawaran untuk melihat situs lainnya. Tapi, karena keterbatasan waktu, gue pun harus segera menyudahi keberadaan gue di Tarusan. Sesi terakhir, pantai di depan desa.&lt;br /&gt;Gue baru sekali ini melihat pulangnya para nelayan dari melaut. G, kagum cara mereka, para nelayan, menafkahi diri. Yang gue lihat sih, mereka tidak begitu gembira pagi itu, lantaran hasil tangkapannya tidak begitu banyak. Padahal sudah semalaman mereka berada di laut.&lt;br /&gt;Pantai di titik ini, ternyata juga mengalami pergeseran yang besar. 15 tahun lalu, garis pantai jauh ke tengah, dan bisa dijadikan lapangan bola. Pulau kecil terdekatnya pun, tidak tampak garis putih pantai. Namun, kini, semua berubah.&lt;br /&gt;Satu hal yang gue ga sukai, perpisahan. Tapi, harus tebal hati. Ada makna lain dari sebuah perjalanan. Kehangatan warga lokal yang menjadi bonus liburan ini. Ayam goreng balado, menggenapi gue di Tarusan, sebelum menuju Padang.&lt;br /&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry®&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-7662379653045167327?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/7662379653045167327/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=7662379653045167327' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/7662379653045167327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/7662379653045167327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/01/painan-west-sumatra-part-2.html' title='#Painan, West Sumatra (Part 2)'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TU4Whvae0aI/AAAAAAAACM4/ELrEnvnZiJY/s72-c/IMG_0783.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-2944128377079137207</id><published>2011-01-27T06:07:00.005+07:00</published><updated>2011-02-06T10:39:40.167+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liburan'/><title type='text'>#Painan, West Sumatra (Part 1)</title><content type='html'>08:15 pesawat pun akhirnya landing di Bandara Internasional Minangkabau, 30 menit lebih lama dari jadwal semestinya. Cuaca buruk sempat membuat pesawat memutar hingga 2 kali, sebelum akhirnya mendarat.&lt;br /&gt;Awan tebal memang menutup Padang pagi itu, nyaris, landasan pacu, n bahkan rumah-rumah penduduk tidak terlihat. Ngeri juga sebenarnya, plus, BIM dikelilingi bukit, perlu cermat dan cari cela untuk bisa menembusnya. Apalagi, tu&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TU4PnCgyBwI/AAAAAAAACMY/0z9Maw-c-5E/s1600/IMG_0719.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TU4PnCgyBwI/AAAAAAAACMY/0z9Maw-c-5E/s200/IMG_0719.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570406952467564290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;rbulence juga sering menggelitik badan pesawat. Guncangan sering terjadi.&lt;br /&gt;Suasana kian menyeramkan, saat salah satu penumpang anak, sejak take off hingga landing, berteriak histeris minta turun. Berkali-kali. Gagal sudah rencana untuk menggenapi waktu tidur yg terpotong. Padahal terbang 1 jam 25 menit cukuplah untuk tidur. Tapi, nyatanya, teriakan itu bikin perjalanan tidak nyaman. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari bandara, mulai deh, calo calo travel datang mengerubuti menawarkan jasa. Masalah pertama, gue Blind Traveler. Masalah kedua, gue ga ngerti bahasa warga lokal. Jadinya, gue pasang muka antara muka galak n tegas. *gubrak, ga penting bayangin muka gue saat itu. Penting untuk orang tahu, kalo kita punya pertahanan diri, meski hanya lewat mimik muka.&lt;br /&gt;Well, pilihan jatuh pada Damri, 18K idr hingga ke tujuan akhir mereka. Lebih aman sih berkat jualan instansi daripada gue naik angkutan lain. Meragu.&lt;br /&gt;Oke, tujuan hari pertama adalah Painan. 60 km selatan Padang. Ga ada alamat jelas, hanya patokan. Dan karena ga ada bus menuju ke sana, gue naik mobil travel. Penuh dengan warga lokal, panik dengan clostrophobia yang menyerang mendadak. Stress dapat duduk di belangkang. Sempit pula. Protes. Gw pun dapat duduk ternyaman, di tengah, pinggir pula. Sedap. Satu setengah jam perjalanan selanjutnya penuh dilema. Mata berat untuk melihat, tapi pemandangan sepanjang perjalanan, sulit dibiarkan begitu saja. Sisi kiri, deretan bukit, sementara sisi kanan, pantai! Manteb, kan?&lt;br /&gt;Akhirnya, tiba pula di Tarusan. Kota kecamatan dari Kabupaten Painan. Sasaran gue untuk menelusuri situs turistik di sini, terlebih dahulu singgah di rumah teman.&lt;br /&gt;Gue kenal teman ini, saat menjadi relawan di kantor gubernuran sumatra barat di Jakarta, saat gempa padang. Ia menawari gue, kalo ke Padang, mampirlah. Ya sudah, 2 tahun berselang, datanglah gue. Namun, karena pada saat gue datang, dia sedang berada di Jakarta, maka, dia mengutus saudara-saudaranya untuk menemani guw selama di Painan.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TU4QM1M4SAI/AAAAAAAACMg/Lqw8-IzcADo/s1600/IMG_0759.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TU4QM1M4SAI/AAAAAAAACMg/Lqw8-IzcADo/s200/IMG_0759.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570407601729456130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama di Painan hanyalah Jembatan Akar yang telah berusia seratus tahun lebih. Dan dengan bermotor, gue pun menuju Bayan Utara, letak jembatan itu berada. Terasa sekali noraknya gue, sepanjang perjalanan, sesekali teriak kagum di atas motor. Gimana nggak? Bagus banget pemandangannya.&lt;br /&gt;Mendapati jalan dengan track lurus sedikit bergelombang, jadilah gue menjajal bawa motor. Widiiiiiih, no helm, apalagi spion, 80KM, berasa liar gue.&lt;br /&gt;Usai berfoto-foto di Jembatan akar dan berisitirahat sejenak, gue pun segera pulang, karena sudah ditelpon untuk makan malam. Yup, jam 6:15 sudah. Gulai ikan patin! Mantap, kan? Makannya di atas tikar. Kalap, nambah euy. Gulainya enak. Dosa kalo makannya malu-malu. Ehehehehe&lt;br /&gt;Belum lepas hilang capek gue, mereka sudah berencana ajak gue ke satu tempat, dimana bisa melihat pemandangan kota Painan dari atas bukit. Maka, meluncurlah, kami 45 perjalanan yang dibayar dengan pemandangan kereeeeeeeen. Sumpah keren. Mesti harus ke sana lagi untuk liat di kala siang. Dimana aktivitas warga dan laut menyatu. Cakep.&lt;br /&gt;Tapi, karena waktu yang gue punya harus berbagi, jadinya tidak akan lama berada di Painan. Melihat aktivitas desa nelayan adalah agenda pagi, jelang menuju Padang. Well, Tuhan, terima kasih, aku sudah pertemukan aku dengan warga lokal yang begitu baik.&lt;br /&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry®&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-2944128377079137207?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/2944128377079137207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=2944128377079137207' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/2944128377079137207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/2944128377079137207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/01/painan-west-sumatra-part-1.html' title='#Painan, West Sumatra (Part 1)'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TU4PnCgyBwI/AAAAAAAACMY/0z9Maw-c-5E/s72-c/IMG_0719.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-1728454593072027450</id><published>2011-01-23T20:45:00.001+07:00</published><updated>2011-01-23T20:45:06.514+07:00</updated><title type='text'>Lelah</title><content type='html'>Aku mau kamu | tapi, ku ta bisa | beri ku alasan u/ pergi, jika kau tak ingin | aku hanya tak bisa pahami mu, smtr ku tak miliki waktu lagi&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ku hanya bisa menatapnya lekat. Ku raih tangannya. Ku dekatkan ke dadaku. Ku tarik nafas dalam. &amp;#39;Ku ingin aku ada saat kau tak lagi ada&amp;#39;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dia membisu. Tatapannya nanar. Perlahan airmatanya turun. | ku juga ingin kamu, tp ku tak ingin biarkanmu simpan duka saat ku tiada |&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ku diam, terpaku dalam ucapannya yg bergetar. Terbius aliran air mata yg tak kunjung usai | aku ikhlas dgn masa depanku, asal ijinkan aku |&lt;br&gt;&lt;br&gt;Entah, kata apa lagi u/ yakinkannya, aku mau dia. Ku tak ingin pula larut di ujung waktunya, smntara ku masih punya kata agar dia bertahan&lt;br&gt;&lt;br&gt;| kamu tahu, kenapa ku teramat ingin kamu? Karena dari sisa hidupmu kini, ku pahami jika aku ingin belajar hidup dari kamu dalam pasrah |&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-1728454593072027450?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/1728454593072027450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=1728454593072027450' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/1728454593072027450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/1728454593072027450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/01/lelah.html' title='Lelah'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-2721089372644184443</id><published>2011-01-23T18:35:00.000+07:00</published><updated>2011-01-23T18:36:00.257+07:00</updated><title type='text'>Jikalau</title><content type='html'>Selalu saja ku temukan bagaimana terangi jalanku, &lt;br&gt;menyelamatkan hidupku dengan kemampuan membaca rahasia di tiap gelagat. &lt;br&gt;Aku tahu cara bagaimana tak terluka. &lt;br&gt;Ku pahami, kapan ku harus menjadi malaikat untuk ragaku. &lt;br&gt;Dan ku selamatkan diri ku. &lt;br&gt;Kemudian ku menghilang, dan terlahir kembali saat ku ingin. &lt;br&gt;Menafikan semua yang meracuni paham atas keyakinanku. &lt;br&gt;Betapa berharganya aku atas diriku. &lt;br&gt;Dan diriku berbicara atas aku. &lt;br&gt;Dan kemudian ku menghilang. &lt;br&gt;Ego ku tak membebaniku. &lt;br&gt;Tak munafik aku lepaskan apapun demi aku. &lt;br&gt;Jikalau ku ingin, aku inginkan apa yg ku mustahilkan. &lt;br&gt;Kemustahilan. &lt;br&gt;Dan aku selalu saja punya cara sembuhkan hatiku, atas luka apapun. Jikalau ku menghilang, itu bukan keajaiban atas kuasaku. &lt;br&gt;Tapi diriku tlah meminta. &lt;br&gt;Naluri.&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-2721089372644184443?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/2721089372644184443/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=2721089372644184443' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/2721089372644184443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/2721089372644184443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/01/jikalau.html' title='Jikalau'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-1931419156056927191</id><published>2011-01-23T18:28:00.000+07:00</published><updated>2011-01-23T18:29:01.394+07:00</updated><title type='text'>S.I.C.K</title><content type='html'>Tuhan, jika aku salah menjadikan intuisi sebagai tongkat hidup ku, maka, biarlah ku hidup tanpa perlu mereka reka, &lt;br&gt;dan biarkan juga ku hidup tanpa perlu lihat kesuraman. &lt;br&gt;Karena aku pun tlah merasa membelah jiwa ku pada keraguan yang juga tak ku pahami. &lt;br&gt;Karena aku pun tlah merasa merangkul sesak yg tidak semestinya. &lt;br&gt;Ku bertahan kini, meski tak miliki janji untuk berdamai dengan yang tidak sepantasnya. &lt;br&gt;Lalu, kiranya ini telah cukup jatah bagiku, maka ku rasa ini telah berujung.&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-1931419156056927191?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/1931419156056927191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=1931419156056927191' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/1931419156056927191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/1931419156056927191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/01/sick.html' title='S.I.C.K'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-1945842835992746449</id><published>2011-01-22T22:14:00.001+07:00</published><updated>2011-01-22T22:14:48.189+07:00</updated><title type='text'>#NoMention</title><content type='html'>Hanya diam, meski kerap terkesan klise&lt;br&gt;Tapi perlahan ku biarkan rasa ini bermain&lt;br&gt;Di dalam tiap rangkai kata saat aku dan kamu ada&lt;br&gt;Aku tak pentingkan kau pahami tiap kataku&lt;br&gt;Aku pun tak paksakan kau larut dalam tiap candaku&lt;br&gt;Ku hanya ingin ruang agar nyaman hati dan pikiranku saat bercumbu dengan caraku&lt;br&gt;Aku yakin jika kau pun meragu menyerap tanda itu, mengerti kah kamu&lt;br&gt;Karena yang ku ucapkan pun kerap menyentuh hati dan pikiranmu&lt;br&gt;Namun, jika kau pikir itu kosong&lt;br&gt;Maka ku pahami kekeliruanku&lt;br&gt;Aku tak ingin ini nyata&lt;br&gt;Aku tak ingin harap terwujud&lt;br&gt;Biar kemudian hati ini bermain dengan caraku&lt;br&gt;Biar pula ku kagumi kamu dengan caraku&lt;br&gt;Jika kau pikir, ku mampu bertahan &lt;br&gt;Maka ku jawab tidak&lt;br&gt;Entah, ku tak lagi dapat temukan jalan lain untuk sentuh hatimu&lt;br&gt;Atau mungkin, hati mu telah tersentuh? &lt;br&gt;Jika cinta butuh kata, mungkin ku pilih tak ingin ungkapkan cinta itu&lt;br&gt;Meski ku ingin kamu sungguh&lt;br&gt;Galau karenamu #NoMention &lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-1945842835992746449?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/1945842835992746449/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=1945842835992746449' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/1945842835992746449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/1945842835992746449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2011/01/nomention.html' title='#NoMention'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-5598489720903026310</id><published>2010-12-31T16:48:00.001+07:00</published><updated>2010-12-31T16:48:25.179+07:00</updated><title type='text'>Mati</title><content type='html'>Ada satu hal yang terus memaksaku mengais relung dalam rongga tubuhku. Entah masih adakah tersisa sabar, sementara ku tak pernah minta ditambah atas sabar yang kian surut. &lt;br&gt;Mungkin, aku memang sudah tak ingin lagi, bukan pula atas hendakku. Aku beringsut dari kepahitan dalam menghitung waktu. Merapatkan harapan akan sebuah janji yang telah terucap. &lt;br&gt;Dan saat kusadari, ku tak lagi bebas buang sabar, ku hanya mampu kais yang tersisah.&lt;br&gt;Dan entah, masih adakah.&lt;br&gt;Sementara ku tak lagi bernafas lega dengan himpitan ruang yang lama ku damaikan. Berontak dalam keterbatasan.&lt;br&gt;Ku lelah digadaikan dengan janji.&lt;br&gt;Ku lelah seakan terus mengemis untuk hakku.&lt;br&gt;Ku lelah gunakan topeng kemunafikan&lt;br&gt;Aku lelah&lt;br&gt;Dan ku tak ingin maafkan dengan airmata yang jatuh atas sisi hidup yang bukan ku hendaki. Penantian dalam menanti hak. &lt;br&gt;Ku sadar hakku, bukan pula milikmu.&lt;br&gt;Tapi, kau gadaikan dalam taruhan sabar ku yang tak lagi tersisa. &lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-5598489720903026310?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/5598489720903026310/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=5598489720903026310' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/5598489720903026310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/5598489720903026310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2010/12/mati.html' title='Mati'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-5388755612775217722</id><published>2010-12-26T10:14:00.008+07:00</published><updated>2011-02-06T10:08:34.695+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liburan'/><title type='text'>Gunung Padang (Part 1)</title><content type='html'>Jumat malam, jelang wiken. Gw n teman2, seperti biasa sudah mulai tidak  merasa nyaman jika belum nemu ide, akan kemana wiken ini? Dan jam 9  malam, kami pun memutuskan untuk ke Bandung. Komentar gw datar saat  deng&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TRa2_xMvUFI/AAAAAAAACL8/g765jig0dfE/s1600/IMG_0564.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TRa2_xMvUFI/AAAAAAAACL8/g765jig0dfE/s200/IMG_0564.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5554828397062869074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ar kata 'Bandung'. Meragu. Karena, mereka mau untuk segera berangkat  ke esokan paginya. Sementara gw? *pfuih absen les bahasa lagi nih&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Well,  akhirnya, gw menyetujui rencana ke Bandung. Tapi, gw mengajukan syarat,  tidak naik bus, tidak naik mobil pribadi, tapi naik kereta. Plus ekstra  perjalanan ke Cianjur, tepatnya ke Gunung Padang. Alasannya karena gw  ingin melihat pemandangan dan menikmati rute lain menuju Bandung. No  more Cipularang. Karena mereka menginginkan gw ikut, jadi persyaratan pun dipenuhi. Ehehehehe&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TRa4pUfLELI/AAAAAAAACME/8l_jO_L3fJU/s1600/IMG_0569.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TRa4pUfLELI/AAAAAAAACME/8l_jO_L3fJU/s200/IMG_0569.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5554830210421690546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sabtu pagi, jadilah kami berempat kumpul di stasiun  Gambir. Usulan pertama, naik Argo Gede dengan harga promo 10K IDR. Soal  harga tiket promo, gw yang akan selalu berada di garis depan. Tapi,  ternyata, harga promo itu, tidak ada untuk keberangkatan pagi di tanggal  itu. Adanya sore, jam 4. Kasir bilang, sudah ada jadwalnya, sambil  nunjuk lembar fotokopi berisi hari dan jam promo. Usil, gw pinjam  lembaran itu untuk gw fotokopi. Misi dilanjutkan dengan beli tiket  bisnis dan sukses tidak dapat tempat duduk.&lt;br /&gt;&lt;div class="hidenpost"&gt;Karena memang komitmen awal  adalah perjalanan irit, jadinya ga masalah, yang penting sampai tujuan.  Meski, akhirnya, dengan berbagai cara, kami dapatkan kenyamanan selama 3  jam perjalanan. Jangan tanya bagaimana!!!&lt;br /&gt;3 jam perjalanan cukup menyenangkan. Dan sesuai yang diinginkan, pemandangannya baguuuuuuuus. Kereeeeeeen.&lt;br /&gt;Jam  1, kami tiba di Bandung. Makan siang. Istirahat untuk perjalanan  selanjutnya. Catatan, kami tidak lebih d&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TRa5jC9XzhI/AAAAAAAACMM/8nDcVYk2OaU/s1600/IMG_0584.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TRa5jC9XzhI/AAAAAAAACMM/8nDcVYk2OaU/s200/IMG_0584.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5554831202148929042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ari 200 meter dari Stasiun  Bandung. Tapi, kami sempatkan untuk acara wajib, foto-foto. Yah,  setidaknya untuk menunjukkan kami telah berada di Bandung.&lt;br /&gt;Sebagai 4  orang yang tidak mengenal jalur dan tujuan kereta selanjutnya, kami  cukup cerewet. Namun sayang, petugas informasi, juga tidak punya cukup  informasi ke kami. Bahkan tidak tahu di mana Gunung Padang berada.&lt;br /&gt;Dan,  akhirnya setelah nanya sana sini, kami disarankan untuk naik kereta  tujuan Ciroyom. Beberapa orang menanyakan ke kami, 'Kenapa tidak turun  di Cimahi?' Walah, jawab kami enteng, kami sedang ingin naik kereta.&lt;br /&gt;Dari petugas keamanan dalam stasiun, kami mendapat  informasi, kereta reguler tujuan Ciroyom dibatalkan. Tapi, kami bisa  ganti dengan kereta lainnya, dengan tujuan sama. Harga tiket yg hanya  seribu rupiah, cukup menenangkan hati. Sempat kaget sebenarnya dengan  harga tiket yang di luar perkiraan.&lt;br /&gt;Perjalanan babak ke dua adalah awal yang menyenangkan. Kenapa? Karena kami menikmati berada di kereta lokal. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-5388755612775217722?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/5388755612775217722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=5388755612775217722' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/5388755612775217722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/5388755612775217722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2010/12/gunung-padang-part-1.html' title='Gunung Padang (Part 1)'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/TRa2_xMvUFI/AAAAAAAACL8/g765jig0dfE/s72-c/IMG_0564.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-2468007439393916917</id><published>2010-10-29T21:24:00.001+07:00</published><updated>2010-11-05T15:32:11.906+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Relung (Part 6)</title><content type='html'>Berkali-kali ku coba buka mata ini. Berat rasanya. Entah sekarang jam  berapa. Yang aku tahu, cahaya matahari begitu kuat menerobos masuk lewat  sela daun jendela kamarku. Ku lirik jam di dinding. Jam 1 siang. Pfuih,  12 jam lebih aku tidur. &lt;br /&gt;Aku tidak segera beranjak. Masih terkapar dalam kantukku. &lt;br /&gt;Aku tarik selimut kembali menutupi seluruh tubuh.  &lt;br /&gt;Argh, bangun!!!!&lt;br /&gt;Ku duduk di tepian tempat tidur. Beranjak menuju jendela kamar dan membukanya lebar-lebar. Panas euy, keluhku. AC ku matikan. &lt;br /&gt;Musik turn on. Gen Fm. Sindentosca – Kepompong. Medium beat. Ini yang aku ingin dengar saat ini. &lt;br /&gt;Perlahan aku menuju dapur. Berhati-hati dengan langkahku.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Damn, aku harus  cek lagi gips yang membalut kaki ku ini. Terpenjara banget. Gak bisa kemana-mana dan gak bisa nakal. Halah.&lt;br /&gt;Mbo Ina dah pulang pastinya kalo dah jam segini. &lt;br /&gt;Aku ambil gelas ukuran besar untuk minum kopi. Dua sendok makan kopi  plus setengah sendok makan gula, seperti biasa. Dan air panas dari  dispenser.&lt;br /&gt;Aku letakkan gelas dan membuka tutup saji di meja makan. Sayur sop yang  pastinya dah dingin. Malas aku untuk menghangatkannya. Goreng ayam  tepung. Mmmmmm yamie. Tapi gak untuk hari ini. &lt;br /&gt;Aku mengernyitkan dahi. Berpikir. “Dimakan gak yah?” tanyaku dalam hati.  Tergoda dengan balutan tepung di tiap permukaan. Sepertinya crispy  banget kalo digigit. Ah, ada potongan di bagian dada. Aku suka.  Apalagi  kalo dimakan dengan sambal botol rasa pedas. Aku tergoda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat.&lt;br /&gt;Aku menyeruput kopi dan berlalu menuju kamar.&lt;br /&gt;Damn.&lt;br /&gt;...And high up above or down below, When you're too in love to let it  go, But if you never try you'll never know. Just what you're worth&lt;br /&gt;Lights will guide you home, And ignite your bones, And I will try to fix you&lt;br /&gt;Fix You – Coldplay&lt;br /&gt;Mengingatkankan pada mantanku 3 tahun lalu. Sudahlah. &lt;br /&gt;Sebatang rokok telah terselip di antara bibirku. Ku buka laci meja  kerja. Telunjuk menekan roda kecil di mulut pemantik hitam. Sebentar  kemudian asap tebal mengepul. Ku hisap dalam-dalam rokok itu. Lagi, asap  mengepul. &lt;br /&gt;Duduk aku kemudian. &lt;br /&gt;Bergantian kopi dan rokok masuk dalam tubuhku. &lt;br /&gt;Gak ada ide mau kemana hari ini dan gak tau mau ngapain hari ini. &lt;br /&gt;Life is so suck for me. Menjadi tidak berguna.&lt;br /&gt;Sudah online di YM. Invisible Mode. Seperti biasa. Entah sejak kapan aku  punya kebiasaan ini. Prinspinya kan aku juga punya pilihan dengan siapa  aku mau ngobrol. Pfuih, banyak yang online siang ini. &lt;br /&gt;Ah, sepi, butuh teman ngobrol. Ponsel juga sejak tadi gak berdering, sms pun gak ada. &lt;br /&gt;Aku ganti. &lt;br /&gt;Visible mode ON. &lt;br /&gt;Mataku tertuju kepada sebuah nickname. Dia online. &lt;br /&gt;Why?&lt;br /&gt;Pikiranku cukup jernih sudah sejak bangun tadi. Pikiranku pun sudah  tidak fokus lagi kepadanya. Masih ada memang, tapi tidak sebanyak dulu. &lt;br /&gt;Belum sempat aku ganti ke visible....&lt;br /&gt;“Bimo.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-2468007439393916917?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/2468007439393916917/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=2468007439393916917' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/2468007439393916917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/2468007439393916917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2010/10/relung-part-6.html' title='Relung (Part 6)'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-3546784359177249720</id><published>2010-04-10T17:58:00.000+07:00</published><updated>2010-04-10T17:58:39.481+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Relung (Part 5)</title><content type='html'>&lt;div class="hidenpost"&gt;Ku hanya terdiam. Ku pejamkan mata serapat yang aku bisa. Tak ingin rasanya membaca jika ku tahu harapan yang ku miliku terpatahkan begitu saja. &lt;br /&gt;Sendiri. Itu yang aku rasa kini.&lt;br /&gt;Rasa itu memang bermain di antara kita dan mengalir begitu saja. Meski aku, kamu sudah mengetahui hati ini telah dimiliki siapa. Dan aku sudah jelas tahu kamu telah dimiliki. Tapi, rasa yang terlarang itu mengalir juga. Perasaan suka, mengagumi, sayang, dan tidak ingin ditinggalkan pun terjadi. &lt;br /&gt;Aku pernah tahu ketika kamu menangis karena takut ku meninggalkanmu. Ku pernah mendapat marahmu tatkala aku mengatakan pergi tanpa sepengetahuanmu. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Ku pernah mendengar kekecewaanmu tatkala aku membatalkan pertemuan kita. &lt;br /&gt;Kamu begitu dengan rasa yang kamu miliki ke aku. Aku pun juga. Kamu seperti tidak memperdulikan hati dari kekasih yang sebenarnya lebih pantas untuk itu. Berulang kali kau pun berbohong dan bermain di belakang kekasihmu. Hanya untuk kita.&lt;br /&gt;Sayang, ketika waktu kemudian tidak lagi memungkinkan kita bertemu, kamu pun mencari ku. Dan ketika aku berjuang untuk kamu? &lt;br /&gt;Kemana rasa itu kini?&lt;br /&gt;Lepas dari siapa aku, bukankah kamu juga telah menghianati hati kamu dengannya? &lt;br /&gt;Dan ketika hati ini terpaut utuh untuk kamu, kamu buang aku. &lt;br /&gt;Hatiku meradang.&lt;br /&gt;Aku harus apa kini? Terbuang. &lt;br /&gt;Masih membeku rasanya tubuh ini, bergeming. Mati rasa. “tak tahu kah kamu kondisi ku saat ini? Tak rasakankah kau, terkaparnya aku saat aku berusaha menemuimu?” runtukku dalam hati. Kesal merasuki ku. Geram. &lt;br /&gt;Rindu yang ku tanam pun ku tuai bagai sekam dalam diri.&lt;br /&gt;Mungkin baiknya ku makan obat tidur itu segera, agar ku lelap.&lt;br /&gt;Satu pil.&lt;br /&gt;Dua.&lt;br /&gt;Tiga.&lt;br /&gt;Empat.&lt;br /&gt;Hanya pil-pil itu yang bisa membuatku melupakannya. Membiarkanku tertidur untuk waktu yang cukup lama.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-3546784359177249720?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/3546784359177249720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=3546784359177249720' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/3546784359177249720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/3546784359177249720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2010/04/relung-part-5.html' title='Relung (Part 5)'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-4430879838867269140</id><published>2010-03-19T17:08:00.005+07:00</published><updated>2010-04-10T18:32:05.230+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kuliner'/><title type='text'>Ijs kopi soesoe Indotjina (baca: es kopi susu Indocine)</title><content type='html'>&lt;div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S6SI7gG8ZuI/AAAAAAAACKM/fRxN6c68Rzg/s1600-h/kt.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S6SI7gG8ZuI/AAAAAAAACKM/fRxN6c68Rzg/s200/kt.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ngopi? Yah ke kopitiam lah. Kopitiam berarti kedai kopi. Dalam dialek Hokkian, kedai kopi disebut ka fe tien. Nah, ada tempat ngopi yg dapat saya rekomendasikan, yaitu Kopitiam Oey, yg berlokasi di jalan Sabang. Karena kedai kopi, maka berpuas-puaslah mencoba kopi beragam jenis, baik lokal n internasional. Mulailah dengan kopi tubruk, kopi saring. Atau jika ingin, cobalah kopi taloea boekittinggi, kopi saring dengan campuran telor kocok ayam kampung mentah. Jangan tanya bagaimana rasanya. Bagi yg mencoba cita rasa kopi dari negara lain, silahkan berpetualang ke Itali. Dari negara ini, Kopitiam Oey, menyajikan Italian Black Coffe dan es kopi Sisiliana, tidak ketinggalan, cappuccino. Next, &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;ke negera Vietnam, ada Vietnamese coffee, dengan cara penyajian, berupa ekstra susu kental manis. Silahkan pilih, yang tersaji panas atau dingin. Yang menarik di kedai kopi ini adalah penyajijan kopi diadaptasi dari negara asal. Misalnya black coffee dari Italia. Alat pengekstrak kopi ada di depan pelanggan. Alat yang pernah saya akrabi beberapa tahun lalu ini, jelas mengingatkan kembali memori saya. Penasaran, saya pun mempreteli alat itu menjadi beberapa bagian. Sajian kopi plus makanan ringan penggugah selera, makin lengkap rasanya dengan balutan desain interior ruang yang cozy. Pas untuk nongkrong, diskusi sambil nge-net, karena memang tempat ini juga menyediakan fasilitas wifi.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-4430879838867269140?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/4430879838867269140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=4430879838867269140' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/4430879838867269140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/4430879838867269140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2010/03/ijs-kopi-soesoe-indotjina-baca-es-kopi.html' title='Ijs kopi soesoe Indotjina (baca: es kopi susu Indocine)'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S6SI7gG8ZuI/AAAAAAAACKM/fRxN6c68Rzg/s72-c/kt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Kebon Kacang, Jakarta Capital Region 10240, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.188896691617832 106.82504653930664</georss:point><georss:box>-6.194229691617832 106.81775103930664 -6.183563691617832 106.83234203930664</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-7906687412729809498</id><published>2010-03-15T21:00:00.003+07:00</published><updated>2010-03-15T21:19:26.814+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><title type='text'>Green Zone</title><content type='html'>&lt;div class="hidenpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S547xw_6oSI/AAAAAAAACKA/abGgt67aLEw/s1600-h/greenzoneposter.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S547xw_6oSI/AAAAAAAACKA/abGgt67aLEw/s200/greenzoneposter.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ternyata masih ada film perang yah. Apalagi yang mengangkat perang Irak ke dalam film. Namun, mengangkat latar belakang terjadinya perang Irak? Wow wow wow wait...Oke, 19 Maret 2003 saat Baghdad jatuh. Green Zone adalah film yang mengisahkan tentang penyelidikan pemicu terjadinya perang Irak di era Saddam Hussein. Nah, ada dugaan di Irak tersimpan beberapa senjata pemusnah masal yang berada di sebuah tempat tersembunyi di negeri tersebut. Namun, cerita di balik keberadaan senjata pemusnah massal ini justru menimbulkan faksi di antara CIA dan Pentagon. Dalam film berdurasi 115 menit, garapan Paul Greengrass ini terlihat jelas, bahwa perang di Irak, bukanlah semata-mata perang antara AS dan Irak untuk meruntuhkan tirani Saddam Hussein, melainkan 'perang kepentingan' antara CIA dan Pentagon. Keduanya berusaha mencari 'nama' dalam memecahkan kasus ini. Chief Warrant Officer Roy Miller (Matt Damon), pun harus menguji keyakinan, dimana dia harus berdiri, CIA atau Pentagon. Jelas sekali dominasi AS di film ini. Seolah-olah hidup warga Irak ada di tangan AS dengan skenario-skenarionya. Kesannya justru perang Irak jadi side story saja.Tapi, dominasi itu dipatahkan oleh seorang warga Irak. Who is he? &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Gambar yang tidak steady, kesan suram, out of focus, pecah, light under, justru menu tersendiri di film ini. Jadi, lupakanlah gambar-gambar indah. Gambar indah pasca perang? No way. Toh, film masih layak ditonton dengan ketegangan dari awal hingga akhir. Ketegangan tidak kendor kok, apalagi musiknya. Scene yang harus ditunggu adalah pada saat peperangan malam. Peralatan tempur canggih milik Amrik dikeluarin, meski hanya helikopter saja. Tapi itu tidak mengurangi serunya film ini. Tapi, kalo melihat Damon di film ini, apalagi setelah di seperempat film, mulai mirip-mirip peran dia di Bourne Identity. Ada hubungannya kah, lantaran Paul Greengrass sendiri adalah sutradara dari film B.I? Kebetulan saja mungkin.&amp;nbsp; Film ini sendiri berdasar pada sebuah buku berjudul "Imperial Life in the Emerald City: Inside Iraq's Green Zone" karya Rajiv Chandrasekaran&amp;nbsp; &lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt0947810/"&gt;goes to "Green Zone"&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-7906687412729809498?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/7906687412729809498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=7906687412729809498' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/7906687412729809498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/7906687412729809498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2010/03/green-zone.html' title='Green Zone'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S547xw_6oSI/AAAAAAAACKA/abGgt67aLEw/s72-c/greenzoneposter.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-3816635334368721616</id><published>2010-03-13T10:29:00.000+07:00</published><updated>2010-03-13T10:29:06.521+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><title type='text'>The Blind Side</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S5r-UaWYfhI/AAAAAAAACJk/a0H1vHYeWtg/s1600-h/The-Blind-Side-2009.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S5r-UaWYfhI/AAAAAAAACJk/a0H1vHYeWtg/s200/The-Blind-Side-2009.jpg" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;The Blind Side berdasar pada kisah nyata seorang pemuda yang (awalnya) terabaikan dari keluarga, lingkungan, bahkan sekolah sekalipun. Adalah Michael Oher (Quinton Aaron), sosok remaja Afro Amerika yang bertubuh besar dan menjadi sosok sentral film yang digarap penulis sekaligus sutradara John Lee Hancock. Michael dengan tubuh besarnya kerap dipanggil Big Mike. Selintas orang yang baru mengenalnya, akan mendapat kesan Big Mike adalah sosok yang lamban, dan lemah berpikir. Tapi, dirinya ternyata memiliki bakat yang luar biasa dalam olahraga. Toh, kelambatan dalam berpikirnya pun pada akhirnya tidak terbukti. Kenapa? Jadi berpikir sendiri, mungkin saja Big Mike terkesan lemot, karena dipengaruhi kehidupan keluarga yang suram saat kecil [baca: minder]. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Kehidupan suram Mike mulai menemui titik terang saat bertemu dengan keluarga Touhy. Melihat ketulusan keluarga Touhy mengasuh Big Mike.....- God, andai banyak keluarga yang dengan tulus membantu orang lain - jadi kagum. Gimana nggak? Big Mike diterima baik oleh seluruh anggota keluarga. Bahkan Mike adalah anak perwalian keluarga ini. Kehadiran Mike juga menginspirasi kedua anak Touhy untuk bisa menerima kekurangan dan kelebihan seseorang. Sikap baik kedua anak ini, bisa jadi lantaran ibu mereka Leigh Anne (Sandra Bullock) juga aktif di bidang sosial. Over all, ceritanya sederhana. Plotnya pun digarap sederhana. Nggak ribet deh nontonnya. Yang jelas, film ini menginspirasi kita setelah nonton untuk berbagi antar sesama. Well, tidak sesimple itu, bisakah kita berbagi seperti yang telah dilakukan keluarga Touhy? Ada Tim McGraw juga di film ini. Penyanyi country ini berperan sebagai suaminya Leigh Anne Touhy. Terakhir, &lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;congri Sandy for the Oscar!!!&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.imdb.com/find?s=all&amp;amp;q=the+blind+side"&gt; goes to "The Blind Side"&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-3816635334368721616?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/3816635334368721616/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=3816635334368721616' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/3816635334368721616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/3816635334368721616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2010/03/blind-side.html' title='The Blind Side'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S5r-UaWYfhI/AAAAAAAACJk/a0H1vHYeWtg/s72-c/The-Blind-Side-2009.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-6372584256828179111</id><published>2010-03-09T13:31:00.002+07:00</published><updated>2010-03-09T13:32:45.171+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='giorni'/><title type='text'>Traffico</title><content type='html'>&lt;div class="hidenpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S5XpKa7LgwI/AAAAAAAACJY/E2n2Sm1w91g/s1600-h/road-signs-and-traffic-light.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S5XpKa7LgwI/AAAAAAAACJY/E2n2Sm1w91g/s200/road-signs-and-traffic-light.png" width="182" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Pasar Minggu - Kedoya, 24 Km/ 24 menit. Pfuih&lt;/b&gt;. Setidaknya itu yang diinformasikan google maps. Yeah rite *mencibir. Nyatanya tidak seperti itu. Entah itung itungan dari manakah google maps. Yang jelas, butuh waktu 45 - 1 jam untuk mencapai jarak sejauh itu, yah memang dengan rata-rata kecepatan 60 km/ jam. Waktu selama itu masih bisa nego kok, lantaran, waktu tempuh itu bisa dicapai dalam waktu 24 menit. Pfuih catat yah, di pagi hari pukul 05:30 waktu keberangkatan. Itu sudah waktu yang maksimal loh berangkat dari rumah. Lewat dari itu?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S5XpxWIksYI/AAAAAAAACJc/LK59QRz8IRk/s1600-h/koridor-8.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S5XpxWIksYI/AAAAAAAACJc/LK59QRz8IRk/s200/koridor-8.jpg" width="101" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Rute yang saya akrabi adalah&lt;span style="color: blue;"&gt; TB Simatupang - Fatmawati - Lebak Bulus - Pondok Indah - Simprug - Permata Hijau - Kebon Jeruk - Kedoya&lt;/span&gt;. Rute tersebut semakin terbaca karakteristik pengguna jalan, terutama dari demografisnya. Oke, kita mulai dari perempatan pertama Ragunan. Penumpukan pengguna jalan disini selalu terjadi, lepas dari jam 6 pagi. Titik ini adalah konsentrasi kemacetan pertama yang saya hadapi. Demografi pengguna jalan di titik ini adalah mereka yang bermukim di Selatan Jakarta (baca: Depok). Mereka terpecah di Tanjung Barat, karena sebagian melanjutkan ke arah Pasar Minggu, sebagian lainnya berbelok ke arah Ragunan. Namun, kemacetan kemudian akan terurai. Sebagian besar akan berbelok kiri arah Mampang, dan pengguna jalan yang tersisa akan lanjut ke Cilandak. Nah, Meski tidak ditemukan kemacetan di perempatan selanjutnya di Cilandak. Tapi, terlihat jelas demografi pengguna jalan di titik ini. Yaitu, mereka yang bermukim di Ciganjur. Arus lalu lintas kemudian terpecah ke arah Pasar Minggu, dan yang mengarah ke Fatmawati. Kemacetan kemudian terurai kembali di perempatan Fatmawati. Pengguna jalan yang didominasi mereka yang tinggal di Fatmawati, sebagian menuju Lebak Bulus, sementara sisa-sisa pengguna jalan, akan melanjutkan ke arah Fatmawati dan Lebak Bulus. Daaaaaaaaaaaaaaan, Welcome pada kemacetan sesungguhnya di Lebak Bulus. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-6372584256828179111?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/6372584256828179111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=6372584256828179111' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/6372584256828179111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/6372584256828179111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2010/03/traffico.html' title='Traffico'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S5XpKa7LgwI/AAAAAAAACJY/E2n2Sm1w91g/s72-c/road-signs-and-traffic-light.png' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-1707950309982594101</id><published>2010-03-05T12:28:00.001+07:00</published><updated>2010-03-05T12:37:23.438+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><title type='text'>Hurt Locker</title><content type='html'>&lt;div class="hidenpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S5CYQ-XMbsI/AAAAAAAACJU/gX9fK5ADJBo/s1600-h/the-hurt-locker1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S5CYQ-XMbsI/AAAAAAAACJU/gX9fK5ADJBo/s200/the-hurt-locker1.jpg" width="155" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Film berlatar belakang perang Irak ini menceritakan kisah heroik para penjinak bom AS di kota Baghdad tahun 2004. Jadi, sampai di kalimat pertama ini, lupakan saja akan adanya adegan pertempuran yang melibatkan alat perang canggih. Karena memang, film garapan sutradara Kathryn Bigelow ini lebih fokus pada upaya penjinak bom melakukan tugasnya. Mereka dikenal dengan pasukan Army Explosive Ordnance Disposal (EOD). Tugasnya, menyisir area yang akan dilewati tentara Amerika  untuk mencari ranjau yang kemungkinan ditanam oleh tentara Irak.&amp;nbsp; Itu saja sih. Tapi, gak sesederhana itu pula menyaksikan film berdurasi lebih dari 2 jam ini (130 menit). &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Lebih dari setengah perjalanan film ini didominasi keheningan. Minus balutan musik. Ilustrasi musik hanya sesekali saja terdengar. Itu pun justru memperkuat adegan yang berlangsung dan menambah ketegangan. Ekspresi aktor saat menjinakkan bom pun rasanya sudah cukup. Pengambilan gambar yang moving juga menambah kesan dramatis. &lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt0887912/"&gt;goes to "Hurt Locker"&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-1707950309982594101?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/1707950309982594101/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=1707950309982594101' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/1707950309982594101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/1707950309982594101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2010/03/hurt-locker.html' title='Hurt Locker'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S5CYQ-XMbsI/AAAAAAAACJU/gX9fK5ADJBo/s72-c/the-hurt-locker1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Baghdad, Iraq</georss:featurename><georss:point>33.3157 44.3922</georss:point><georss:box>33.2798375 44.333835 33.3515625 44.450565000000005</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-7660712072571952094</id><published>2010-03-02T10:48:00.001+07:00</published><updated>2010-03-02T10:51:56.130+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Relung (Part 4)</title><content type='html'>&lt;div class="hidenpost"&gt;Baru aku mau klik email itu. Dan...&lt;br /&gt;"Hai, Bro!”&lt;br /&gt;Dion tiba-tiba sudah di depan pintu kamar yang memang terbuka sejak tadi. &lt;br /&gt;Aku urungkan membaca email. Kecewa. Penasaran. Tertunda dech. &lt;br /&gt;Sign out ASAP.&lt;br /&gt;“Elu. Kaget gue. Kok gue gak denger suara mobil lo?” &lt;br /&gt;Nggak penting aku menoleh ke arah suara itu. Sudah akrab terdengar suara baritonnya. Cuma agak sulit menyembunyikan kekecewaanku coz aku harus mengurungkan niat membaca email. But, Dion dah di rumahku. Smile!!!!&lt;br /&gt;“Yah mana mungkin lo denger, kalo lo pasang musik sekenceng itu. Lagipula mana tega kalo lo yang bukain pintu. Pintu juga gak dikunci tuh. Kenapa juga muka lo? Cemberut gitu?”&lt;br /&gt;Udah mulai cerewetnya.&lt;br /&gt;“Gak apa-apa. Boring gue!”, jawabku sekenanya.&lt;br /&gt;Ternyata Mbok ina lupa mengunci pintu.  Aku tidak beranjak dari kursiku. &lt;br /&gt;Shut down. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Nech gue bawa pesenan lu. Ponsel yang lo titip beli ke gue. W 902, kan? Dan simcard lu. Nomor masih tetap sama”.&lt;br /&gt;Satu paper bag warna coklat diangkat setinggi dada Dion. Maksudnya ingin memperlihatkan apa yang ia bawa. &lt;br /&gt;Ia menuju arahku dan meletakkan paper bag itu di atas meja. Aku menyambutnya dengan senang. Akhirnya, aku punya ponsel baru, termasuk simcard dengan nomor yang sama.&lt;br /&gt;Aku memang minta tolong Dion untuk mengurus nomorku yang hilang dan juga membeli ponsel baru untukku. Yah, aku minta tolong Dion saat terakhir aku ketemu dengannya di rumah sakit. &lt;br /&gt;“Tetep lo yah, browsing terus”, ucapnya sambil mengintip layar laptop yang sudah mati. Sorry, bro, private area.&lt;br /&gt;“Sorry, kalo gue baru bisa datang sekarang. Gak sempet ke Sony Ericsson. Lagian gue pikir, sekalian aja lah, gue ke sini barengan ma jadwal kontrol lo”, lanjutnya sambil menjatuhkan tubuhnya di tempat tidurku.&lt;br /&gt;“Jadwal kontrol? Mang sekarang? Gue lupa”, ucapku sambil menoleh ke arahnya. Aku kaget setengah mati kalo hari ini ternyata memang jadwal kontrol pertamaku. Janjian dengan dokter Laksmi.&lt;br /&gt;“Kan lo sendiri yang bilang ke gue, sehari sebelum lo cek out dari rumah sakit, kalo jadwal kontrol lo tuh hari minggu. Dan lo minta gue yang nganterin lo. Gak mungkin juga Mbok Ina, kan? Nah sekarang hari minggu, Bim!” ucap Dion. Sementara tangannya sudah asik dengan BB digenggaman. Dua jempolnya bergerak lincah di keypad. Chatting or update facebook. Salah satu kebiasaannya saat waktu kosong di kantor. “Asli, Dion, gue tuh bener-bener lupa”, ucapku.&lt;br /&gt;Aku sebenarnya masih kesal dengan kedatangan Dion. Beri aku waktu sedikit aja. Pasti aku bisa baca email itu. Pasti suasana hatiku jauh lebih baik setelah bisa baca email itu. &lt;br /&gt;Sepuluh hari lebih tidak dapat kabar darinya. Kangen banget tau. Dan dia pasti juga gak tahu bagaimana menghubungiku. Sama halnya denganku. Ponsel hilang. Hikz. Email or facebook. Hanya itu harapanku bisa menemuinya. Meski di dunia maya. Sebesar itu harapanku, meski aku harus menanggung semuanya sekarang. Gips yang membalut kakiku aku anggap sebagai tanda perjuanganku untuk mendapatkannya. Meski ia tidak tahu, seburuk apa keadaan fisikku saat ini. Love!!!&lt;br /&gt;“Dah jangan dilihat-lihat, tuh, ponsel. Cepetan!” runtuk Dion sambil meraih remote cd player. &lt;br /&gt;Musik off.&lt;br /&gt;“Motor lo masih di bengkel?” tanya Dion saat melangkah menuju mobilnya dan diketahuinya motorku gak ada di ruang tamu. &lt;br /&gt;“Biar aja lah dulu. Lagian juga gue gak bisa make buru-buru”, jawabku datar. “Nggak penting banget, sih, pertanyaan lo, Dion”, keluhku dalam hati.&lt;br /&gt;"Sekalian cari atm yah, gue mau transfer uang ke elo, buat ganti uang ponsel yang lo dah talangin", ucapku. &lt;br /&gt;Sambil tertatih-tatih aku pun menghampiri pintu mobil Dion. Kalau nggak ada Dion, gak kepikiran kalo harus pergi ke rumah sakit naik taksi. Gubrak. Apalagi dengan kruk ini. Gosh berapa lama lagi???&lt;br /&gt;Mampang – MMC, pada hari minggu menjadi tidak seberapa jauh. Lengang. &lt;br /&gt;Dua jam tubuhku di periksa habis-habisan. Membosankan. Diperlakukan seperti orang yang tidak berdaya sama sekali. Dion nunggu di luar ruangan. Thnx, bro, lo bantu gue banget. Nggak hanya hari ini, tapi juga untuk yang kemarin-kemarin.&lt;br /&gt;Setelah mengantarku balik ke rumah. Dion sign out. &lt;br /&gt;Sudah malam dan aku kembali sendiri di rumah. Menyantap masakan buatan Mbok Ina siang tadi. Perkedel kentang dan tempe goreng. Standar. Secara juga aku gak terlalu bernafsu untuk makan. Aku makan pun karena harus makan obat rutin dari dokter. Obat tidur sengaja aku minum nanti-nanti saja. Masih ingin melek. Masih ingin baca email darinya. Setelah tertunda tadi siang. &lt;br /&gt;Kalau saja gips ini sudah dibuka, aku pasti bisa leluasa bergerak. Gosh.&lt;br /&gt;Lima menit sudah berada di depan layar laptop.  &lt;br /&gt;Entah kenapa aku tiba-tiba tidak punya keberanian untuk klik email darinya. Padahal hanya tinggal satu hentakan ringan, rasa penasaran itu bisa terobati. Tapi tidak saat ini. Aku ragu dan ada ketakutan yang ku pikir tidak beralasan. Kenapa? Kenapa? Kenapa?&lt;br /&gt;10 menit sudah berlalu. Masih membeku.  Mataku nanar. Bergeming. &lt;br /&gt;Ada begitu banyak hal terlintas di benakku. Seakan-akan semua kenangan tentangnya menahanku berada dalam satu waktu yang beku. Aku benar-benar benci dengan saat seperti ini. Sekarang atau nanti? Dua pertanyaan sederhana. Tapi berat untuk membuat keputusan. &lt;br /&gt;Email darinya pun akhirnya ku baca.&lt;br /&gt;“Bimo, aku nggak ingin kamu kecewa nantinya. Kamu sudah tahu kenyataannya seperti apa. Kamu terlalu baik untuk menjadi luka. Luka yang sebenarnya kamu bisa hindari.”&lt;br /&gt;Hanya empat kalimat itu saja. &lt;br /&gt;Dingin.&lt;br /&gt;Teramat dingin.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-7660712072571952094?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/7660712072571952094/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=7660712072571952094' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/7660712072571952094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/7660712072571952094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2010/03/relung-part-4.html' title='Relung (Part 4)'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-3878717980052908248</id><published>2010-03-02T09:29:00.003+07:00</published><updated>2010-03-02T10:41:24.873+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='giorni'/><title type='text'>Motocycletta</title><content type='html'>&lt;div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S4x4J6sreOI/AAAAAAAACJI/2dwXtCf4GGc/s1600-h/image-upload-24-799728.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S4x4J6sreOI/AAAAAAAACJI/2dwXtCf4GGc/s200/image-upload-24-799728.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;'Besok motor datang', seru nyokap kala itu. Aku yang tak terlalu berminat mengendarai motor, menganggap hanya gurauan. Lantaran karena wacana beli motor sudah seringkali diomongin. Dan tahukah? Senin sore di bulan April, motor itu sudah ada di ruang tamu. Gubrak. Ok, enough, gw ga bisa bawa motor, Mak! Ah, sudahlah, semua sudah tersaji, hajar saja.&lt;br /&gt;Sejak saat itu, aku belum memulai petualangan menjajah jalan Jakarta dengan motor. Busway, ojek, masih menjadi andalan yang mengantar ku kemanapun ku mau. Ibaratnya, simple, aku tinggal bayar, dan kemudian aku bisa tidur sepanjang perjalanan. Tapi ini tak bisa dibiarkan begitu saja. Motor itu bukan properti yang menghias ruang tamu. Teronggok tak bernilai begitu saja. Halah. Ya sudah. Aku pun berusaha keras untuk terbiasa. Alhasil, tense headache mendera ku. Seminggu penuh aku fisioterapi. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;God. Karena belum terbiasa? atau? Gak bisa protes. Fisioterapi aku jalani seminggu penuh. Pulang kantor menuju rumah sakit. Tetep, bawa motor. Terapi ultrasound atau apalah. Kapok? ya iyalah. Mengganggu sekali tenseheadache itu. Selain terapi, aku juga harus nelan obat penghilang rasa sakit. Selang beberapa lama, aku pun biar kan motor itu, (kembali) teronggok di ruang tamu. Gak pernah dipanasin mesinnya. Bensin full tank, untuk 2 minggu. Motor hanya aku gunakan untuk jarak yang dekat, misalnya untuk potong rambut, ke supermarket, dan nonton di Pejaten Village. Jauh dibayanganku untuk menjelajah Pasar Minggu - Kedoya. Ups, dah mau setahun nih. Maaf yah, pak Polisi, saya masih lugu di jalanan, hehehehe hanya itu yang kukatakan saat tilang pertamaku di bulan februari wkwkwkwkwkwk 14/02/10 @ Semanggi. Well, coba terbiasa saja, santai. Alhamdulillah, kini, sebelum pergi jauh ke kantor, aku mulai melakukan peregangan di sekitar kepala dan bahu. Anehnya, hingga kini, kerap saat nyampe di kantor, "Dhie, lo bawa motor? Sejak kapan? Well heloooooooooooooo&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-3878717980052908248?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/3878717980052908248/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=3878717980052908248' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/3878717980052908248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/3878717980052908248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2010/03/motocycletta.html' title='Motocycletta'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S4x4J6sreOI/AAAAAAAACJI/2dwXtCf4GGc/s72-c/image-upload-24-799728.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-6734142356973832817</id><published>2010-02-21T18:08:00.003+07:00</published><updated>2010-02-21T18:54:59.715+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><title type='text'>Nine</title><content type='html'>&lt;div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S4EcVnwJKGI/AAAAAAAACJE/TTVI5Es6rCs/s1600-h/nine-poster.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S4EcVnwJKGI/AAAAAAAACJE/TTVI5Es6rCs/s200/nine-poster.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Guido Contini, sutradara film, berkejaran dengan waktu pembuatan film terbarunya. Namun, ide tidak berpihak padanya. Sementara, ia juga harus berhadapan dengan wanita-wanita dalam hidupnya, istri dan selingkuhannya. Konfliknya memang terkesan biasa. Jika tidak mau dibilang pasaran. Tapi, sosok Daniel Day-Lewis, Marion Cotillard, Nicole Kidman, Penelope Cruz, Judi Dench, Sophia Loren, bisa menjadi alasan untuk tetap terus nonton film garapan Rob Marshall ini. Alasan lainnya karena film ini adalah drama musikal. Semua peran dipastikan ambil bagian untuk lebih dari sekedar akting. Penelope Cruz! Aaaaarg! Kate Hudson!&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Wuf wuf yeah, They'r hot. Bagaimana yg lainnya? nonton sajalah. Lebih dari sekedar nyanyian plus setting panggung yg megah, tapi lirik yang dinyanyikan adalah benang merah film ini. Selain cerita, pemeran di film ini punya karakter kuat dalam perannya. Berlatar belakang suasana Italia era tahun 70-an, plus balutan musik di eranya, Nine, boleh saja dilihat hanya sebuah karya drama musikal saja yg diangkat dari drama musikal broadway. Tergantung selera. Meski suka film ini, tapi ga minat untuk nonton kedua kalinya. &lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt0875034/" style="color: red;"&gt;goes to "Nine"&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-6734142356973832817?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/6734142356973832817/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=6734142356973832817' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/6734142356973832817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/6734142356973832817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2010/02/guido-contini-sutradara-film-berkejaran.html' title='Nine'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S4EcVnwJKGI/AAAAAAAACJE/TTVI5Es6rCs/s72-c/nine-poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-7663620970491399132</id><published>2010-02-18T15:30:00.003+07:00</published><updated>2010-02-19T19:44:05.598+07:00</updated><title type='text'>Menyeruput Sekoteng @ Kemiri Pejaten Village</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S36Gwp7jQfI/AAAAAAAACI0/1VCnqXenZzg/s1600-h/Bluetooth%20Exchange%20Folder.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S36Gwp7jQfI/AAAAAAAACI0/1VCnqXenZzg/s200/Bluetooth%20Exchange%20Folder.jpg" width="177" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kesan megah pusat perbelanjaan di bilangan pejaten, pasar minggu ini, ternyata menyimpan nostalgia akan masa lalu. Deretan tiap kedai makanan franchise di tiap lantai, rasanya tak cukup puas menikmati sajian ala western. Cobalah bernostalgia dengan menyeruput sekoteng, sambil mendengarkan sayup sayup lagu tempo dulu. Atau jika itu belum cukup, cicipi mie jawa, tongseng kambing, dan es goyang sekalipun. &lt;br /&gt;Saya sengaja memilih tempat duduk yang punya pandangan luas, sampil menyeruput sekoteng. Jadi, selain perut terisi, mata juga dapat belanja nuansa kampung. Baiknya sih, sebelum memutuskan ingin menyantap menu yang ada, Anda berjalan-jalan saja di area resto yang cukup luas ini. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Sempatkan pula untuk foto-foto di sejumlah titik, yang menurut pengamatan saya cukup menarik untuk berfoto. Apalagi, puluhan lampu gantung jaman belanda, disengaja di gantung memenuhi langit-langit. Plus becak, dan juga sarang burung di atas langit-langit.&amp;nbsp; Kesan tempo dulu masih dibalut dengan daun jendela yang diletakkan pada tiang penyanggah. Bahkan satu daun jendela ukuran besar diletakkan menempel dinding. Sepertinya, kemasan Kemiri, tidak hanya menawarkan makanan kampung saja yang jarang dijumpai di pusat perbelanjaan, tapi juga suasana. Detail interior, meninggalkan kesan tersendiri. Bicara soal harga? Cukup masuk akal, dengan keberadaannya di pusat perbelanjaan, dan kemasan rumah makan yang ala kampung nan mewah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-7663620970491399132?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/7663620970491399132/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=7663620970491399132' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/7663620970491399132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/7663620970491399132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2010/02/menyeruput-sekoteng-kemiri-pejaten.html' title='Menyeruput Sekoteng @ Kemiri Pejaten Village'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S36Gwp7jQfI/AAAAAAAACI0/1VCnqXenZzg/s72-c/Bluetooth%20Exchange%20Folder.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Unknown location</georss:featurename><georss:point>-6.28023501090077 106.82787895202637</georss:point><georss:box>-6.29089951090077 106.81328795202637 -6.26957051090077 106.84246995202636</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-2735463092884709993</id><published>2010-02-18T12:58:00.003+07:00</published><updated>2010-02-18T13:00:18.526+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Relung (Part 3)</title><content type='html'>&lt;div class="hidenpost"&gt;Dah sepuluh hari. Terasa banget jenuhnya berada di rumah sakit. Sendiri pula. Tanpa pacar. "Damn! Thanx Rio, lo dah ingetin gue untuk mencari seorang pacar. Tapi lo gak tau kalo kondisi gue sekarang ini, karena dalam perjuangan mencari pacar", umpatku sekesal-kesalnya.&lt;br /&gt;Time to go home now. Dokter Laksmi meminta ku untuk terus kontrol dan melakukan fisioterapi. Ya ya ya ya ya.&lt;br /&gt;Syukurnya, patah tulang ku tidak begitu parah, tapi harus nunggu tiga minggu untuk lepas gips. Lecet di lengan ku pun, sudah mengering. Memar di badan pun sudah berangsur membaik. Cidera di kepala saja yang masih harus rutin di cek. Pfuih, jadi penyakitan gini. Antibiotik, vitamin, dan .... obat tidur....lagi????&lt;br /&gt;Dengan kondisi seperti ini, mustahil aku bisa kembali ke kantor. Jadi, sementara ini tugas kantor bisa aku lakukan di rumahku. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Ya iyalah aku nggak bisa kemana-mana. Gips ini jelas menghalangi gerakku. Dan aku nggak bisa kemana-mana. Hanya mbok Ina yang akhirnya sangat berperan dalam masa terapi ku ini. Memasak, mencuci, dan.... tak perlu lah ku jelaskan pekerjaan rutinnya. Yang jelas, Mbok Ina membantu banget. &lt;br /&gt;Wanita paruh baya itu sudah membantuku sejak aku pertama kali tinggal di rumah ini. Tiga tahun lalu. Tiga tahun sudah saat kali pertama tiba di Jakarta. Keluarga ku semua ada di Semarang. Tak ada satu sanak saudara pun ada di Jakarta. Sendiri. Sebatang kara. Halah!!!&lt;br /&gt;Aku kontrak sebenarnya di rumah ini dari seorang pemilik warga asli. Rumah petakan satu kamar dengan satu kamar mandi dan dapur. Mungil. Sejak kali pertama melihatnya aku dah jatuh cinta dengan rumah bercat coklat muda. Letaknya strategis di bilangan Mampang Prapatan. Tidak terlalu jauh dari jalan utama. Tapi dari lokasi rumahku dengan kantorku, lumayan jauh aku berkendara. Pfuih, Kalo motorku segera aku ambil dari bengkel sekembalinya aku dari Jogja, mungkin aku bisa dengan cepat bertemu dengannya hari itu. Umpat ku dalam hati.&lt;br /&gt;Sunyi. &lt;br /&gt;Aku nggak tahu dia di mana saat ini. Bukannya aku tidak mau mencari. Tapi bagaimana bisa ku cari dia. Meski aku tahu dia bekerja di mana pun, aku tidak mungkin menghampirinya. Jera setelah ditinggal kabur saat janji terakhir itu. Pasang surut perasaannya yang bikin aku pusing.&lt;br /&gt;Aku hela nafas panjang. Nafas yang begitu berat. Aku perlu waktu untuk diriku dulu. Dan ku yakin dia juga. Tapi, entah, seberapa besar keyakinan ku kini. Aku tidak dalam keadaan berdaya untuk melakukan apapun. Apa yang dia lakukan waktu itu? Kenapa dengan mudah dia meninggalkan ku. Padahal aku tinggal hitungan menit berada di sampingnya. Pertanyaan itu yang selalu menghantuiku.&lt;br /&gt;Sudahlah. Aku dalam sepi kembali saat ini dan yang aku rasa terlalu sepi juga rasanya kamar ini. Tapi untuk kamar yang sudah lebih dari satu minggu ditinggalkan penghuninya, kamar ini masih tetap segar dan wangi. Rapih. &lt;br /&gt;Padahal aku ingat sekali, pagi di saat hari naas itu, aku bangun kesiangan. Lelah dan harus segera rapat redaksi. Artikel yang aku tulis pun harus diselesaikan hari itu juga. Untungnya selama tiga hari tugas di Jogja aku tetap menyicil tulisan. Jadinya, hanya merapihkan saja kata-kata yang tidak perlu. Dan kini, semua begitu teratur. Thnx, yah, Mbok.&lt;br /&gt;Agh, sudah setengah jam aku buang waktu ku dengan termenung. Dan selama itu pula aku duduk di tepian tempat tidur. &lt;br /&gt;Dengan kruk di ketiakku, ku berusaha mengambil remote cd player. Dan play.&lt;br /&gt;February Song by Josh Groban dari album Awake pun perlahan memecah kesunyian. Damn, aku suka banget lagu ini. Temanku saat menulis. Aku pun menuju meja kerjaku. Ku tarik kursi perlahan.&lt;br /&gt;Tok..tok...tok&lt;br /&gt;“Masuk!” seru ku dari dalam.&lt;br /&gt;“Den Bimo, kalo tidak ada lagi yang Mbok lakukan, Mbok pamit pulang yah”. &lt;br /&gt;Kursi ku kembalikan ke posisi semula. Aku menghampiri Mbok Ina. Tapi, baru satu kali kaki melangkah, Mbok Ina sudah menghampiriku cepat.&lt;br /&gt;“Aduh, Den Bimo, jangan banyak jalan dulu. Biar cepat sembuh”.&lt;br /&gt;“Gak apa-apa, Mbok. Aku yang minta maaf sama, Mbok. Gara-gara aku di rumah sakit, gaji bulanan, Mbok tertunda”.&lt;br /&gt;Aku merogoh kantong celanaku. Sebuah amplop putih pun sudah digenggaman.&lt;br /&gt;“Ini, Mbok, gaji bulanOktobe. Maaf sekali lagi, kalo telat, yah”.&lt;br /&gt;“Aduh, Den, masih sempet-sempetnya mikirin, Mbok. Kalo uang itu masih Den Bimo perlu, gak apa apa, nanti-nanti aja ngasih ke Mboknya”.&lt;br /&gt;“Sudah kewajibanku, kok, Mbok. Diterima yah. Aku ada kok”, pintaku pelan sambil berusaha meraih telapak tangannya agar Mbok mau nerima uang itu.&lt;br /&gt;“Makasih, Den. Mudah-mudahan Aden lekas sembuh, yah. Mbok pamit sekarang. Lauk kesukaan Aden dah Mbok masakin. Cepetan dimakan”.&lt;br /&gt;Ada senyum. Senyum Mbok Ina di hadapanku. Guratan tua di wajahnya. Mengingatkanku pada nenekku. &lt;br /&gt;Mbok Ina melangkah pergi. Pulang.&lt;br /&gt;Ku sendiri lagi.&lt;br /&gt;Agh, ku kembali menuju meja kerjaku. Menyalakan laptop. Sementara Josh nyanyi In Her Eyes. Aku buka facebook ku. Dah lama gak update. Begitu juga di e-mail.&lt;br /&gt;Loading.....&lt;br /&gt;Wex, banyak banget postingan di wall-ku. Dominan kasih ucapan lekas sembuh. Hikz, jadi haru. Aku menyapu semua postingan yang masuk, membaca sekilas dan aku mengerutkan kening, sedih, karena tak ada satupun dari....aku liat mail dari nya. Aku liat. Yes, dia kirim aku email. Gemetar aku klik mail dari nya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-2735463092884709993?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/2735463092884709993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=2735463092884709993' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/2735463092884709993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/2735463092884709993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2010/02/relung-part-3.html' title='Relung (Part 3)'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-1795308569916946216</id><published>2010-02-15T15:17:00.002+07:00</published><updated>2010-02-15T15:18:26.567+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='giorni'/><title type='text'>Puluhan Pendonor Darah Ramaikan 'Bloody Valentine'</title><content type='html'>&lt;div class="hidenpost"&gt;&lt;div class="jam_artikel"&gt;Minggu, 14 Februari 2010 | 16:00 WIB&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #666666;"&gt;&lt;b&gt;TEMPO &lt;i&gt;Interaktif&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: #666666;"&gt;&lt;b&gt;Jakarta&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; - Suasana guyub terlihat di ruang donor darah Palang Merah Indonesia Jakarta Pusat, Ahad (14/2) sore. Belasan calon pendonor darah di ruang itu, tampak saling berkenalan dan bertukar informasi, meski sebenarnya mereka berasal dari komunitas yang sama: situs kaskus.us. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami baru kopi darat sekaligus &lt;i&gt;charity&lt;/i&gt; (beramal) di PMI," kata Eva, salah satu anggota Kaskus Indonesian Traveller (KIT), salah satu grup yang terbentuk dari situs komunitas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Bloody Valentine' adalah nama acara donor darah bersama di PMI dalam rangka Valentine atau hari kasih sayang. Penggagas kegiatan ini bukan KIT, melainkan sebuah komunitas pengguna layanan internet sebuah operator seluler. "Kegiatan ini sudah dua kali kami lakukan," kata Adi Pamungkas, ketua komunitas tersebut. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adi lantas mengajak kawan-kawan KIT untuk mengikuti 'Bloody Valentine'. "Kami mengajak KIT lewat milis, seminggu lalu," ujar Adi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penanggung jawab kegiatan 'Bloody Valentine', Hari, baru kali ini KIT mengikuti aksi sosial. "Karena biasanya kami kumpul untuk travelling, bukan untuk kegiatan sosial," aku Hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hari, rencananya ada puluhan anggota KIT yang akan berpartisipasi dalam 'Bloody Valentine'. "Yang sudah daftar ke saya dan datang ke lokasi ada 30 orang. Tapi tidak menutup kemungkinan akan ada lebih banyak anggota KIT yang datang," ujar Hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heni, petugas PMI bagian penyadapan darah, mengaku hari ini jumlah pendonor darah lebih banyak dari biasanya. "Sejak pagi, sudah ada lebih dari 120 orang yang mendonor," kata dia. Ia mengatakan jumlah itu meningkat salah satunya karena kegiatan 'Bloody Valentine'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ISMA SAVITRI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-1795308569916946216?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2010/02/14/brk,20100214-225736,id.html' title='Puluhan Pendonor Darah Ramaikan &apos;Bloody Valentine&apos;'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/1795308569916946216/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=1795308569916946216' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/1795308569916946216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/1795308569916946216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2010/02/puluhan-pendonor-darah-ramaikan-bloody.html' title='Puluhan Pendonor Darah Ramaikan &apos;Bloody Valentine&apos;'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Kramat, Jakarta Capital Region, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.180913 106.857293</georss:point><georss:box>-6.1835795000000005 106.853645 -6.1782465 106.860941</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-4201240240713890106</id><published>2010-02-10T14:48:00.000+07:00</published><updated>2010-02-10T14:48:57.242+07:00</updated><title type='text'>Mumet</title><content type='html'>&lt;div class="hidenpost"&gt;Rasanya ingin meledak saja kepala ini. Ibarat harddisk komputer, kepala ini sudah penuh, &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;dan menuju crash. Pfuih. Pingin tiket PP segera&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-4201240240713890106?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/4201240240713890106/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=4201240240713890106' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/4201240240713890106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/4201240240713890106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2010/02/mumet.html' title='Mumet'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-7603455343597213024</id><published>2010-02-07T20:59:00.000+07:00</published><updated>2010-02-07T20:59:26.202+07:00</updated><title type='text'>Relung (Part 2)</title><content type='html'>&lt;div class="hidenpost"&gt;“Hi, Bim!”&lt;br /&gt;“Hi, Bim!”&lt;br /&gt;“Apa kabar, Bro?”&lt;br /&gt;Mendadak suasana pecah dengan suara yang aku kenal akrab. Masih dalam keadaan mata terpejam, aku coba mengenali suara itu satu persatu. Anti, Dina, dan Rio. Teman kantorku. Aku berusaha membuka mataku yang begitu lekat. Efek obat tidur yang aku minum siang tadi, ternyata masih kuat efeknya. &lt;br /&gt;“Hai, guyz!” sapaku setengah berbisik.&lt;br /&gt;“Aduh, sorry, Bim, dah ganggu waktu istirahat lo!” ujar Anti seraya mendekat. Dina dan Rio mengekor di belakang dan kemudian mengelilingiku. &lt;br /&gt;“Gak apa-apa, kok, aku seneng ketemu kalian!” jawabku.&lt;br /&gt;“Mudah-mudahan, sih, kehadiran kami, gak ganggu kamu. Nih, ada buket bunga dari temen-temen kantor. Mereka juga titip salam untuk kamu. Kangen tuh!”&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum dan berusaha hadirkan tawaku di tengah kehadiran teman-temanku. Bunga warna kuning. Manisnya perhatian mereka. Air muka ku berubah seketika. Ada yang membebaniku di dalam mata ini. Air mata ini perlahan bergelayut, memaksa bergulir. Tapi, tidak. Aku gak ingin.&lt;br /&gt;“Letakin di samping meja aja, An. Jadi merepotkan”,&lt;br /&gt;“Sudahlah, kita kan teman”, jawab Dina.&lt;br /&gt;“Ya, bro, yang penting lo istirahat aja dulu. Pekerjaan di kantor dah beres kok. Artikel yang lo tulis, besok juga dah publish. Ada beberapa yang memang harus diedit. Tapi gak banyak. Yah, gue tahu lah, gimana lo nulis”, hibur Rio padaku.&lt;br /&gt;Yah, sudah tiga hari ini aku terbaring di rumah sakit. Dan tak banyak yang bisa aku lakukan kini, selain bed rest. Untung aku memiliki teman yang memperhatikanku. Jenuh sebenarnya terus berada di tempat tidur ini. &lt;br /&gt;Kecelakaan itu. Yah, kecelakaan motor tiga hari lalu yang pada akhirnya membuat kaki kanan ku patah, lecet di lengan pada sejumlah titik, dan perut yang masih memar. Luka dalam. Kepalaku pun masih terbalut perban. Dokter bilang gegar otak ringan. Gak serius. Aku sendiri tidak tahu siapa orang yang berbaik hati mengantarku ke MMC. Tapi yang ada dipikiranku adalah bagaimana nasib tukang ojek itu? Nasib pemilik mobil itu. Gara-gara aku mereka jadi menderita. Mestinya aku tidak perlu paksakan tukang ojek itu untuk ngebut. &lt;br /&gt;Hal terakhir yang aku tahu, motor yang aku tumpangi menabrak mobil saat akan belok di tikungan Four Season. &lt;br /&gt;Dan aku pun dalam balutan gips di bagian paha bawah kanan.&lt;br /&gt;“Gue kemari waktu lo masuk ke MMC. Rumah sakit yang telpon kantor. Untungnya mereka liat id karyawan lo. Semua dah diurus kantor, kok”, ucap Rio menghiburku.&lt;br /&gt;“Keluarga lo gak ada yang datang, Bim?”&lt;br /&gt;Aku berusaha merubah posisi tidurku. Capek. &lt;br /&gt;“Mereka kan tinggal di luar kota. Gak tega juga lah, gue ngabarin mereka. Toh gue juga dah gak apa-apa sekarang ini. Lagipula, bagaimana gue bisa menghubungi mereka,”&lt;br /&gt;Ponsel ku hilang. Aku gak tahu hilang di mana. Mungkin saja ada orang jahil yang mengambil ponselku saat aku terkapar. &lt;br /&gt;“Jadi dari hari pertama lo dirawat, selain kami yang datang, gak ada lagi yang besuk lo?” tanya Anti. Dan aku berusaha memahami pertanyaannya itu. &lt;br /&gt;“Cari pacar, bro. Kalo lo dalam keadaan seperti ini, kan, jadi enak ada yang ngurusin lo”, imbuh Rio.&lt;br /&gt;Dalam benakku muncul satu kata yang juga menjadi pertanyaanku berikutnya. Pacar?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-7603455343597213024?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/7603455343597213024/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=7603455343597213024' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/7603455343597213024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/7603455343597213024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2010/02/relung-part-2.html' title='Relung (Part 2)'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-403283628680254356</id><published>2010-02-06T20:38:00.000+07:00</published><updated>2010-02-06T20:38:39.243+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>Relung (The Series)</title><content type='html'>&lt;div class="hidenpost"&gt;Sudah seminggu sejak aku bulat dengan keputusan itu. Tapi menjelang satu minggu ini, aku merasa jengah dengan semuanya. Apa salahku? Kenapa jujur dengan perasaan juga kemudian harus dipersalahkan. Dan kini setelah sempat ku ungkap rasa itu, keadaan kemudian tidak menjadi lebih baik. Sms yang tak terbalas, ku pikir sibuk lah. Atau dia memang perlu waktu. Yah, waktu. Aku ingin menelponnya, tidak hanya sms. Aku ingin benar-benar menghubunginya. Ada apa? Haruskah ku menghubunginya atau dia memang perlu waktu untuk menyendiri. Menghubunginya akan menjawab semua pertanyaan itu. &lt;br /&gt;Kriiiing...kriiing&lt;br /&gt;Cukup sekali saja aku menghubunginya.&lt;br /&gt;Aku bersandar pada kursi kerjaku. Meregangkan otot kaki dan tanganku. Menghela nafas panjang. Pejamkan mata. Ah sudahlah. Pikirku dalam hati. Sudah saatnya memang. Dia ingin benar-benar pergi. Dan tidak ingin lagi di ganggu oleh bajingan seperti ku. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bip...bip...bip&lt;br /&gt;Aku beranjak. Tanganku menggapai ponselku. Pfuih, ada sms darinya. Tak segera ku baca. Takut berisi tulisan yang tidak aku harapkan. Aku lekatkan tubuhku pada tepian meja. Harus ku baca sms ini, ucapku dalam hati.&lt;br /&gt;“...Kita harus ketemu. Aku tunggu jam 7 di Setiabudi @ mangkuk putih”&lt;br /&gt;“Jam tujuh”, ucapku pelan. Akhirnya sms dari nya pun datang. Ponsel masih digenggamanku. Tak ingin lepas, tak ingin segera hapus isi sms itu. Senyum mulai terbangun dari sudut bibirku. Hati perlahan cerah. Suntuk perlahan terkikis. Hanya karena sebuah sms. Lama juga aku tidak beranjak dari kursiku. Menikmati suasana hati yang berubah. &lt;br /&gt;Wex, aku lihat jam dinding.&lt;br /&gt;“6:10? Damn!”.&lt;br /&gt;Aku melompat kesetanan. Membiarkan komputer dan kerja ku. Ku biarkan mereka kangen. Toh besok juga ketemu lagi, pikirku. Tapi, untuknya, aku tidak tahu kapan akan bisa bertemunya lagi. Hari ini, jam 7 malam adalah kesempatan ku melepas kangen dan membicarakan semuanya. Kota – Setiabudi? Sampaikah? Tapi, bagaimana aku bisa tiba di sana tepat waktu?&lt;br /&gt;Thnx, God, Express baru saja menurunkan pelanggan. I’m lucky.&lt;br /&gt;Tak banyak basa basi, aku perintahkan supir segera meluncur cepat ke arah Setiabudi. &lt;br /&gt;Tak ada lagi sms darinya. Ku pun ragu untuk menghubunginya. Sms dari ku pun tak dibalasnya. Kenapa? Gumanku. &lt;br /&gt;20 menit menuju jam 7.&lt;br /&gt;Apakah mungkin ku tiba tepat waktu? Apakah mungkin ia bersedia menungguku meski aku telat beberapa menit? &lt;br /&gt;“Pak, maaf, bisa lebih cepat lagi?” &lt;br /&gt;Aku sebenarnya sadar keadaan lalu lintas jam pulang kantor sangat tidak bersahabat. Tapi apa lagi yang harus aku lakukan? Aku tidak ingin kehilangan kesempatan untuk menemuinya. Ada yang harus aku sampaikan. &lt;br /&gt;Macet.&lt;br /&gt;10 menit lagi.&lt;br /&gt;“Pak, maaf, saya buru-buru. Saya turun di sini saja”. Argo ku bayar dengan sedikit tips. Aku nggak mau buat kecewa orang hanya karena tujuanku.&lt;br /&gt;Ojek. Yah, naik ojek, gak ada cara lain. Setiabudi building hanya beberapa ratus meter dari ku. Harus naik ojek.&lt;br /&gt;Aku bergegas menuju sejumlah ojek motor di bawah skywalk dukuh atas. &lt;br /&gt;“Setiabudi building, pak”.&lt;br /&gt;Auch....&lt;br /&gt;Bip...bip...bip&lt;br /&gt;Berbagai cara ku lakukan untuk meraih ponselku. &lt;br /&gt;“....aku harus segera pulang. Maaf, tidak bisa menunggu kamu”.&lt;br /&gt;Gosh.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-403283628680254356?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/403283628680254356/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=403283628680254356' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/403283628680254356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/403283628680254356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2010/02/relung-series.html' title='Relung (The Series)'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-1312460948615757402</id><published>2009-02-27T22:51:00.010+07:00</published><updated>2010-01-31T15:11:19.886+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cuore'/><title type='text'>Jum'at</title><content type='html'>Perjalanan dimulai pukul 2 siang tadi. Wuih, sempet bobo siang kurang lebih satu jam usai sholat Jumat. Agak gak rela juga setelah terbangun. Tapi harus balik ke rencana awal hari ini. Upz, ya wez langsung melesat dengan transjakarta. Tujuan pertama Ratu Plaza. Hunting DVD. Cari film mana suka. Berusaha untuk mood nonton film art dan festival, tapi,  gak dapat-dapat tuh moodnya. Padahal, wuih, film festival dan art apa sech yang ga gw tonton. Mau nonton dengan bahasa nativ....lanjut. Tapi, sekarang....prefere film yang memang untuk hiburan dan mudah dicerna. Udah ada film-film art dan festival yang dibeli, namun belum punya mood untuk nonton. Sayang lah. Akhirnya dapat satu film Korea dan satu film Prancis. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aduh kenapa juga gw belakangan jadi demen nonton film Korea yah? Sepintas sih, gw suka dengan ilustrasi musik yang minimalis, hanya berpianokan saja, sinematografi dan pergerakan kamera yang kalem. Ada juga pintar capture mimik cats pemainnya. Cuttingannya juga gak kasar. Perpindahan adegannya juga gak kasar. Gak cape dech nontonnya. Tapi, capek hati sih. Habis mellow banget. Terakhir nonton, malah menyisakan sesak di dada hingga keesokan harinya....halah. Gak berani lagi nonton tuh film. Hikz.&lt;br /&gt;Next destination, perempatan sarina thamrin. Ha ah, gw mau liat art performance acara closing Jakarta Biennale. Mereka performance pada saat lampu merah menyala dan berhenti kemudian berada pada sisi jalan di mana lampu merah menyalah di sana. Begitu bergantian. Seru. Dan niat banget yah, gw ke Thamrin. Karena niat menghibur diri itulah, gw dapat hadiah yang besaaaaaaaaaaaar banget. Tau apa? Gw ketemu temen-temen jaman jadi volunteer di JakArt 2002. Damn, dari tahun 2002. Jaman gw kuliah. Yang gw kenali pertama adalah Titis. Partner gw waktu jadi Liason Officer untuk penari tradisional dari Rusia.  Around 10 harian dech gw bergantian mendampingi mereka. Seruuuu banget. Nginep di hotel Sultan [sekarang]. Minum vodka asli Rusia lah hahahah. Pergi ke sana ke mari. Nemenin para penari. Menyenangkan sekali yah, meski capek habis, tapi puas banget. Apalagi kalo udah berhasil membuat mereka nyaman sama kita, dah percaya sama kita, imbasnya mereka dekat n bakal nyari kita terus. Sampai curhat....mereka dimana sekarang yah? Tapi hadiah dari mereka masih ada kok, tuh boneka kayu asal sana masih disimpan.&lt;br /&gt;Secara memang sengaja nonton, dah tau dong ada temen Metro yang juga incharge di sana. Hai Riri, sorry kali ini gw bener2 off. Jadinya gw memang sengaja datang cuma untuk nonton hehehehe.&lt;br /&gt;Next destination, Plaza Semanggi. Ke tempat mbak Inul. Yah karaokean lah. Ketemu temen-temen baru. Ada anny n hary juga. Rencana dadakan yang aku setujui last menit. Ugh.  Antara iya atau nggak, ikut or autis? Akhirnya, seru juga nech. Playlist andalan, Ada Band n Peterpan. Upz itu playlist andalan gw. Sementara yang lainnya, Linkin Park, Oasis, Greenday, Evanescence, Beyonce, etc. Cukup dua jam. Cabut.&lt;br /&gt;Bingung...gamang... halah. ok Giant Pejaten Village, tugas berikut dari nyokap belanja bulanan. Melesat dengan busway dari halte bendungan hilir stop di Dukuh Atas n lanjut koridor 6. Tapi, apa daya, sorry, mum, dah jam 9 malam. Nggak pengen belanja buru-buru. Akhirnya turun di Halte Jati Padang. Dasyat hujan turun deras banget. Sumpah dech. Terjebak selama setengah jam. Gak hilang bosan meski sejak di bus tadi chat sama Yue, Riri, n AAF, bout rencana ke Bandung next week. 15 menit. Perut dah mulai ngajak ribut nech. Laper. Apa daya hujan deras. Gak mungkin juga nekat berbasah ria. Upz, nengok ke kanan. Yes, tukang nasi goreng. Mantap or mantab sech? Kanopi halte nyatanya nggak cukup bisa menahan hembusan angin yang pada akhirnya membawa butiran hujan hinggap di tubuh...ugh. Meski gak begitu basah juga sech. Dan tibalah di warung tenda. Sempat berpikir, ah pendapatan mereka pasti berkurang kalo hujan seperti ini. Oke. nasi goreng setengah, pedas, gak pake kecap, telurnya dicampur yah. Plus air jeruk anget. Kombinasi yang pas untuk pengusir dingin. Sementara hujan masih terus saja mengguyur jalan dan yaaaa tendanya juga tampyas euy. Basah. But, gak lama kemudian. Lengkap sudah. Mati lampu. Huaaaaaa. Nggak kebayang dech, makan di suasana gelap seperti ini. Hujan pula. Dan gak lama kemudian terdengar bunyi deritan mobil. Alamak....sebuah taksi terjebak dalam separator busway. Kasihan. Sepertinya parah. Dan lebih parah lagi, coz gak ada yang berminat untuk bantuin. Hujan. Cuma supir yang berupaya melepaskan jeratan separator itu. Dan pada akhirnya penumpang pun turun tangan. Hujan loh inget hujan. Aku pun juga gak konsen makan. Gimana bisa. Keganggu banget dengan suara derita body bawah mobil. Apalagi rodanya dah mulai berasap ketika dipaksakan. Butuh waktu setenga jam untuk bisa membebaskan mobil. Itu pun dengan bantuan beberapa orang yang baik hati. Menurut info yang didapat dari penjual nasi goreng, kejadian itu tuh gak cuma sekali ini aja. Sering terjadi. Terutama kalo hujan. Karena separator itu gak kelihatan. Ayo ada apa? Kok malah gak jadi perhatian petugas sech??? Dan, cerita ini pun usai saat aku posting di blog. Mum, i'm home!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-1312460948615757402?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/1312460948615757402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=1312460948615757402' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/1312460948615757402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/1312460948615757402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2009/02/long-trip-in-town.html' title='Jum&apos;at'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Gelora, Jakarta Capital Region 10270, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.214452544421948 106.81835174560547</georss:point><georss:box>-6.235784044421948 106.78916924560546 -6.193121044421948 106.84753424560547</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-7749355346247663009</id><published>2009-01-28T21:46:00.004+07:00</published><updated>2010-02-03T12:53:28.058+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cuore'/><title type='text'>Kamu</title><content type='html'>Berulang kali aku coba memendam jiwamu dalam-dalam&lt;br /&gt;mencoba untuk pahami dan melupakanmu&lt;br /&gt;menghapus pikiran dari mu yang membebaniku&lt;br /&gt;yang selalu manipulasi benak dan jalan pikiranku&lt;br /&gt;namun....&lt;br /&gt;pesonamu menjebakku&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;bibirmu melumat hatiku&lt;br /&gt;genggamanmu cengkram gelisahku&lt;br /&gt;tatapanmu atur detak jantungku&lt;br /&gt;dan senyumanmu leburkan egoku&lt;br /&gt;Damn, kamu masih terlalu indah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-7749355346247663009?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/7749355346247663009/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=7749355346247663009' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/7749355346247663009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/7749355346247663009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2009/01/kamu.html' title='Kamu'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-4911857473052102068</id><published>2009-01-24T12:24:00.004+07:00</published><updated>2010-02-06T14:06:57.695+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cuore'/><title type='text'>Meradang</title><content type='html'>Seperti biasa kamu datang dan pergi&lt;br /&gt;dan aku pun telah terbiasa&lt;br /&gt;terbiasa untuk menahan&lt;br /&gt;dan terbiasa untuk meradang&lt;br /&gt;coba pahami lagi dan lagi&lt;br /&gt;coba berdamai dan berdamai lagi&lt;br /&gt;tapi kamu seolah tak pernah tahu&lt;br /&gt;pun tak pernah menyadari tiap kata yang terucap olehmu&lt;br /&gt;karena tak pernah kamu rasakan itu&lt;br /&gt;karena tak pernah sungguh sungguh kamu berkata&lt;br /&gt;hanya keinginan saja&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;tapi tak pernah merasa perlu&lt;br /&gt;dan ketika kemudian kamu beranjak pergi&lt;br /&gt;kamu pergi seolah aku tak pernah ada&lt;br /&gt;dan aku pun meradang&lt;br /&gt;dan kembali berdamai&lt;br /&gt;seolah kamu tidak pernah menyadari&lt;br /&gt;sungguhkan atau hanya kosong belaka tiap kata yang terucap kan mu&lt;br /&gt;seberapa tulus antara kata dan hati yang kamu miliki&lt;br /&gt;selalu itu pertanyaan yang kerap mengusik lamunku&lt;br /&gt;dan kembali aku meradang&lt;br /&gt;mengusik relung&lt;br /&gt;tapi kamu menggenapi semuanya&lt;br /&gt;dari sejuta suasana hati yang naik dan yang turun&lt;br /&gt;kamu melengkapi hari ku&lt;br /&gt;meski kamu hanya bagian kecil itu&lt;br /&gt;karena aku ingin apa adanya kamu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-4911857473052102068?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/4911857473052102068/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=4911857473052102068' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/4911857473052102068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/4911857473052102068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2009/01/meradang.html' title='Meradang'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-774767753688786580</id><published>2009-01-21T13:09:00.004+07:00</published><updated>2010-02-06T10:17:02.037+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='giorni'/><title type='text'>Bravo technologia</title><content type='html'>Bosan dengan lagu lokal dan terhambat dengan koleksi lagu asing non inggris, akhirnya semalam klik ke &lt;a href="http://www.radiosiena.com/"&gt;www.radiosiena.com&lt;/a&gt;. Berharap dapat mendengarkan lagu-lagu italia. Dengan kecepatan akses internet hsdpa/ 3g Flash, rasanya besar harapan mendengarkan siaran radio streaming tanpa buffering. Klik radio on air, than....loading.. radio station call... yamie. Jam 21 waktu Indonesia, while di sana jam 15 sore. On air acara -- kalo di sini seperti --- requesting lagu dan messaging. Kirim2 salam gitu dech. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Mmmmm nggak seru kalo cuma dengerin aja. Melongok ke bagian bawah window, ada nomor untuk kirim sms. Try lah.. nothing to loose. Lagi lagu Radio Head Karma Police. Pfuih...ternyata lagu bahasa Inggris lagi dan lagi.&lt;br /&gt;..."Ciao ragazzi, sono Adhie da Indonesia. Sto asclotando la radio Siena da Internet. Spero che posso ascoltare Raff. Ciao..." sms terkirim...nothing to loose lah. Yup, pengen dengerin Raf, salah satu penyanyi favorit "Tutti miei giorni". Volume streaming-an lumayan keras 60 persen. Aktivitas browsing lanjuuuut. Music stop, dan.... mereka bacain sms ku!!!! Mereka kaget dan sekaligus senang coz ada pendengar mereka yang langsung dengerin di Indonesia. Mmmm lanjut mereka komentar tentang siapa aku. Intinya sih mereka berspekulasi keberadaan aku di Indonesia. Wakakakakak. It was so fun.&lt;br /&gt;Kirim sms lagi, dan menjelaskan ke mereka kalau aku pernah tinggal di sana 4 tahun lalu di Via San Marco. Damn, i love technologie!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-774767753688786580?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.radiosiena.com/web/liveonair.php' title='Bravo technologia'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/774767753688786580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=774767753688786580' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/774767753688786580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/774767753688786580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2009/01/bravo-technologia.html' title='Bravo technologia'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Sienna SI, Italy</georss:featurename><georss:point>43.3186614 11.3305135</georss:point><georss:box>43.303049900000005 11.301331000000001 43.3342729 11.359696</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-9029417244010923874</id><published>2009-01-17T08:38:00.005+07:00</published><updated>2010-02-06T21:14:12.657+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='giorni'/><title type='text'>So freaky</title><content type='html'>Bangun jam 7:23. Seperti hafal sudah letak ponsel diletakkan semalam, tangan ini merayap di atas tempat tidur. Di genggam langsung. Than, seperti biasa, tekan etoile dan chiave....on. Sementara mata masih terpejam, meski sudah cukup sadar. Tekan tombol menu...organiseur...applications...n push facebook mobile. Pfuih, dah update saja pagi-pagi. Next....open yahoo mail.....Next.....yahoo messanger. Gubrak. Belum juga bangun, dah langsung ke dunia maya. Off.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Than nyalain laptop....internet terkoneksi sudah. Ke kamar mandi, sikat gigi, terus makan roti gandum satu tangkap dan air putih satu gelas besar. Dan sekarang berada di depan komputer update blog n facebook. Mencari kopi dan sebatang rokok. Damn, i'm so freaky!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-9029417244010923874?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/9029417244010923874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=9029417244010923874' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/9029417244010923874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/9029417244010923874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2009/01/so-freaky.html' title='So freaky'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total><georss:featurename>Jakarta Selatan, Jakarta Capital Region, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.2689913 106.8060388</georss:point><georss:box>-6.4396258 106.5725793 -6.0983567999999995 107.03949829999999</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-4647337403223196306</id><published>2009-01-16T09:23:00.001+07:00</published><updated>2009-07-29T19:05:08.403+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cuore'/><title type='text'>Sejenak saja</title><content type='html'>Tak bisa lagi membaca dirimu&lt;br /&gt;Jauh sudah&lt;br /&gt;Tak lagi ku kenal sosok hangat itu&lt;br /&gt;Sudah jelas kamu ingin pergi&lt;br /&gt;Mudah itu semua terganti dan berubah untuk mu&lt;br /&gt;Dan menghapus hati yang kamu miliki&lt;br /&gt;Mudah itu semua bagimu&lt;br /&gt;Perasaan sesaat&lt;br /&gt;Terbawa emosi sesaat&lt;br /&gt;Hanyut aku karena mu&lt;br /&gt;Hanya merindukanmu yang kini telah semu&lt;br /&gt;Berada di tiap saat dengan bayanganmu&lt;br /&gt;Sudah jelas kini seperti apa aku kini di hadapmu&lt;br /&gt;Hanya sejenak mengisi ruang kosong dan kejenuhanmu&lt;br /&gt;Kala itu, tak ada yang bisa dan memungkinan mengisi ruang itu&lt;br /&gt;Karena ku telah terpilih olehmu&lt;br /&gt;Semoga indah waktu bersamaku yang kamu miliki dulu kamu rasakan&lt;br /&gt;Meski sejenak&lt;br /&gt;Tak ada hak ku atas kamu kini&lt;br /&gt;Karena aku tak lebih dari hanya simpananmu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-4647337403223196306?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/4647337403223196306/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=4647337403223196306' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/4647337403223196306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/4647337403223196306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2009/01/sejenak-saja.html' title='Sejenak saja'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-6442894793772983413</id><published>2009-01-16T09:19:00.002+07:00</published><updated>2009-01-16T09:23:21.967+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cuore'/><title type='text'>Jauh</title><content type='html'>Kamu tau nggak?&lt;br /&gt;Kalo aku masih ingat tiap garis wajahmu yang membekas usai kamu tersenyum&lt;br /&gt;Dan garis itu kian tegas jika kamu usai tertawa&lt;br /&gt;Apalagi aura wajha mu begitu dapat ku nikmati indahnya saat kamu menatapku begitu lekat&lt;br /&gt;Aku kangen itu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-6442894793772983413?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/6442894793772983413/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=6442894793772983413' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/6442894793772983413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/6442894793772983413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2009/01/jauh.html' title='Jauh'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-2974539105854876021</id><published>2009-01-10T12:31:00.002+07:00</published><updated>2009-07-29T19:05:08.403+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cuore'/><title type='text'>luluh</title><content type='html'>Itu yang aku rasa&lt;br /&gt;Itu yang mengganggu pikiranku&lt;br /&gt;Perang batin dalam diri yang aku jalani&lt;br /&gt;Berdiri dalam abu abunya diriku&lt;br /&gt;Tapi ku tak bisa&lt;br /&gt;Aku ingin bebaskan hatiku&lt;br /&gt;dari kebohongan yang memasungku&lt;br /&gt;Kebohongan itu hanya menambah luka menuju palung hatiku&lt;br /&gt;dan jujur pada perasaan yang ku miliki adalah jawab dari semua galau&lt;br /&gt;Endapan lara ku sudah berada pada titik nadir ku&lt;br /&gt;Dan ku pun tak mampu kuasai diriku&lt;br /&gt;Aku tak ingin galau ini&lt;br /&gt;kalau aku sendiri tahun jawab untuk hapus galau itu&lt;br /&gt;Aku luluh dan sadar akan keyakinan jalan ini&lt;br /&gt;jalan pada sebuah kenyataan kalau kamu pun ingin&lt;br /&gt;Ingin kangen dan rindu itu&lt;br /&gt;Kenapa haru ada aral tinggi yang melintang&lt;br /&gt;karena itu tak ada&lt;br /&gt;kalau tanpa nya pun kamu mudah melangkah dan memelukku&lt;br /&gt;meraihku&lt;br /&gt;Aku juga ingin indah&lt;br /&gt;Aku juga ingin kamu indah denganku&lt;br /&gt;Masih ada ruang itu untuk kamu&lt;br /&gt;Biar kan hati kecil mu yang berkata jujur&lt;br /&gt;dengan kasih yang kamu miliki&lt;br /&gt;Bila rasa ini adalah juga rasamu&lt;br /&gt;mau kah kamu? dan membiarkanku menjadi lelakimu&lt;br /&gt;Meski semua telah terjadi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-2974539105854876021?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/2974539105854876021/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=2974539105854876021' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/2974539105854876021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/2974539105854876021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2009/01/luluh.html' title='luluh'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-170352845083350110</id><published>2009-01-10T11:12:00.000+07:00</published><updated>2009-07-29T19:05:08.403+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cuore'/><title type='text'>Lelaki untuk mu</title><content type='html'>Kalau cinta masih ada saat ini, kenapa harus munafik&lt;br /&gt;dengan meredam cinta yang kita punya&lt;br /&gt;Tak ingin ku kubur itu semua jika kamu juga merasakan yang aku rasakan&lt;br /&gt;Dan pertarungan batin yang ada tak mungkin juga aku kalahkan&lt;br /&gt;Karena aku ingin terus berjuang untuk perasaanku kini&lt;br /&gt;Perasaan yang juga ku yakin kamu masih ada untukku&lt;br /&gt;Karena aku ingin menjadi lelaki mu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-170352845083350110?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/170352845083350110/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=170352845083350110' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/170352845083350110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/170352845083350110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2009/01/lelaki-untuk-mu.html' title='Lelaki untuk mu'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-3058231477503254926</id><published>2009-01-05T18:42:00.006+07:00</published><updated>2010-02-21T21:12:29.845+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cuore'/><title type='text'>bedtime stories</title><content type='html'>Kalau memang bahagia yang harus aku raih dari bawah lagi harus dengan cara seperti ini, maka aku lebih memilih ini&lt;br /&gt;Memilih ini meski tidak menyenangkan dan menyesakkan&lt;br /&gt;Aku hanya bisa mengenang sebuah keindahan waktu yang pernah ku jalani dengan mu&lt;br /&gt;Senyummu, wajah masam mu, dan dingin tatkala kelam menyelimuti aura wajahmu&lt;br /&gt;Entah kenapa aku bisa baca garis wajah duka yang tiap kali menyelimutimu&lt;br /&gt;Bahkan berat suaramu ku yakin ada yang membuatmu galau&lt;br /&gt;Berat bebanmu seakan ku ingin bantu untuk ringankan, meski ku tak tahu mampu kah aku&lt;br /&gt;Kala malam bergelayut pun&lt;br /&gt;Kala mata berat untuk terbuka&lt;br /&gt;Kala lelah telah begitu terbebani sekalipun&lt;br /&gt;Masih ingat tatkala mengamati gelisah mu tatkala dirimu menyimpan getir dalam senyummu&lt;br /&gt;Sudahlah, kamu masih begitu indah untuk dikenang, sayang&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekali pun kamu tidak akan pernah menyadari bagaimana aku masih bisa menikmati di saat seperti ini, di diriku&lt;br /&gt;Bahagia yang kamu jalani kini bersamanya adalah caraku menikmati indahmu&lt;br /&gt;Tatkala kerut keningmu berkurang&lt;br /&gt;Tatkala perlahan aura kelammu berkurang&lt;br /&gt;Dan beban itu perlahan hilang&lt;br /&gt;Itu&lt;br /&gt;Buatku mungkin itu caraku agar kamu lebih indah&lt;br /&gt;Agar dia juga melihat keindahanmu&lt;br /&gt;Agar kamu utuh untuknya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-3058231477503254926?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/3058231477503254926/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=3058231477503254926' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/3058231477503254926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/3058231477503254926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2009/01/bedtime-stories.html' title='bedtime stories'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-9140174920105107733</id><published>2009-01-04T22:31:00.003+07:00</published><updated>2009-07-29T19:05:08.403+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cuore'/><title type='text'>die</title><content type='html'>Biar ku sembuhkan diri dan bangkit atas keterpurukan aku&lt;br /&gt;dan tidak mudah&lt;br /&gt;Biar ku pergi dan menghilangkan luka&lt;br /&gt;meski ku tak bisa&lt;br /&gt;aku jatuh dalam dilema&lt;br /&gt;dan aku sudah tidak temukan aku lagi&lt;br /&gt;asa yang tiada dari hela nafas yang tercekik&lt;br /&gt;terbaring&lt;br /&gt;dan menerawang&lt;br /&gt;gelap&lt;br /&gt;dan menangis&lt;br /&gt;jatuh&lt;br /&gt;rapuh&lt;br /&gt;tawa hanya semu yang tertinggal di belakang&lt;br /&gt;kosong&lt;br /&gt;dan ku ingin nikmati itu semua seorang diri&lt;br /&gt;tanpa siapapun&lt;br /&gt;hanya aku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-9140174920105107733?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/9140174920105107733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=9140174920105107733' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/9140174920105107733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/9140174920105107733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2009/01/die.html' title='die'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-3726487936115590529</id><published>2009-01-02T23:28:00.004+07:00</published><updated>2009-07-29T19:05:08.404+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cuore'/><title type='text'>Noir</title><content type='html'>Mestinya ku tahu dan menyadari dengan semu yang kumiliki,&lt;br /&gt;Mestinya sudah ku ketahui juga jika jelagah ini begitu kelam menuntunku&lt;br /&gt;Beragam warna yang ada di depanku sebenarnya hanya kamuflase dari jelaga itu&lt;br /&gt;Hitam, tidak lain&lt;br /&gt;Dan bukankah, seindah apapun warna itu, akan hitam juga akhirnya&lt;br /&gt;Hitam yang kudapat, tidak lain&lt;br /&gt;Dan dalam kelam pun pada akhirnya aku harus berjalan&lt;br /&gt;Sendiri&lt;br /&gt;Dan aku tak bisa&lt;br /&gt;Mestinya sudah ku ketahui itu sejak dulu&lt;br /&gt;Dan ketika ku bertemu satu persinggahan, akankah mudah bagiku menelusuri&lt;br /&gt;Sengaja memenjarakan diri&lt;br /&gt;Meski ku tahu ku mampu terbang jika ku mau&lt;br /&gt;Pergi&lt;br /&gt;Jauh&lt;br /&gt;Mencari jalan yang tidak berujung dan bebas&lt;br /&gt;Terbang, namun jatuh karena kerapuhanku juga&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-3726487936115590529?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/3726487936115590529/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=3726487936115590529' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/3726487936115590529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/3726487936115590529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2009/01/noir.html' title='Noir'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-8730519921305288634</id><published>2008-12-31T08:29:00.002+07:00</published><updated>2009-07-29T19:05:08.404+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cuore'/><title type='text'>lay down</title><content type='html'>Ada rasa enggan beranjak dari peraduan, meski mentari sudah menantangku dengan panasnya. Berulang kali hela nafasku mengusir keluh di pagi. Menata semangat untuk satu hari. Satu hari ini saja. Satu hari ini dulu. Itu pun bila kumampu. Tapi, bagaimana ku dapat melangkah, jika mataku enggan mengajakku langkahi hari ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-8730519921305288634?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/8730519921305288634/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=8730519921305288634' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/8730519921305288634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/8730519921305288634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2008/12/lay-down.html' title='lay down'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-7613664513635479980</id><published>2008-12-31T00:34:00.003+07:00</published><updated>2009-07-29T19:05:08.404+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cuore'/><title type='text'>in fuoco</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Aku baru saja masuk ke dalam fase baru perjuangan hidup yang aku ciptakan sendiri untuk satu jalan yang aku anggap dapat memberi pencerahan pada diriku. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-7613664513635479980?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/7613664513635479980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=7613664513635479980' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/7613664513635479980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/7613664513635479980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2008/12/in-fuoco.html' title='in fuoco'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-416448137346708188</id><published>2008-12-29T22:43:00.004+07:00</published><updated>2008-12-29T22:59:33.576+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cuore'/><title type='text'>Con te</title><content type='html'>Mencoba untuk terbiasa dengan keadaan baru di dalam hati yang telah mulai terisi. Terisi oleh gelisah, penat, dan cinta. Entah mana yang akan mendominasi? Seberapa besar kekuatanku untuk dapat menang dengan pertarungan batin dan cinta yang aku punya? Aku tidak ingin ungkap. Aku ingin simpan ini sendiri. Meski ini bukan kebiasaanku. Tapi, kenapa harus teredam? Dan kenapa harus dipaksakan samar, kalau cinta ini sebenarnya telah ada dan telah kita nikmati?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-416448137346708188?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/416448137346708188/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=416448137346708188' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/416448137346708188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/416448137346708188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2008/12/con-te.html' title='Con te'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-2175623873123227004</id><published>2008-12-28T23:06:00.006+07:00</published><updated>2009-07-29T19:05:08.404+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cuore'/><title type='text'>Me in grey area</title><content type='html'>Aku hanya ingin menata hidupku. Dan aku ingin tahu tujuan akhir hidupku. Apakah salah? Dan ketika kemudian harus berbenturan dengan kepentingan pihak lain, apakah aku harus mengorbankan perasaan diriku untuk diberikan kebahagiaan ke orang lain? Dan ketika waktu terus berjalan, apakah penyesalan yang akan datang akan terhapus dari sebuah permintaan maaf yang datang? hanya karena membela kebahagiaan orang lain sementara kebahagiaanku sendiri tidak aku perjuangkan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-2175623873123227004?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/2175623873123227004/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=2175623873123227004' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/2175623873123227004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17670356/posts/default/2175623873123227004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/2008/12/me-in-grey-area.html' title='Me in grey area'/><author><name>Adhie Pamungkas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00972012249055991791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_omg3vIOESDo/S79fPY8akaI/AAAAAAAACKw/eU3l7pKZrqE/S220/IMG_0776.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17670356.post-6559774396300632785</id><published>2008-12-27T12:35:00.004+07:00</published><updated>2009-07-29T19:07:58.442+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='giorni'/><title type='text'>Share with me, please!!!</title><content type='html'>Jakarta pagi tadi teramat lengang. Taksi yang kutumpangi pun melaju di atas kecepatan 80 kilometer per jam, tanpa hambatan sama sekali. Nggak heran, kalo nyampe kantor 30 menit dari yang biasanya satu jam lebih. Andai Jakarta bersahabat seperti ini setiap hari. Kepala masih tersisah efek pening imbas dari kurang tidur sebelumnya. Sementara, semalam pun tidur tidak pula nyenyak. Tidak ingin terlambat bangun untuk ke kantor, alarm dan morning call pun sedia membangunkanku. 5 jam waktu tidurku. Badanku sudah mulai hangat. Perlu aspirin. Atau tidur lebih lama. Entah yang mana bisa ku pilih sebagai alternatifnya. Tidak ingin terlalu merasa drop, apapun ku kerjakan di kantor. Ngoprek Fezbuq, compile dok liputan pribadi, dan nulis di blog. Kata-kata yang tersusun ini sebenarnya benar-benar pilihan. Kata-kata yang tertulis gak muda terlahir. Agh, ingin sekali berbaring dan merasakan indahnya kata-kata yang ku ketik semalam. Mencoba terbiasa dengan perubahan yang datang mendadak. Aku ingin merasakannya kembali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;embed src="http://www.freewebtown.com/zawa/aksesorisblog/swf/zawafreeclocks.swf?c=0x3f93ff&amp;p=http://s52.photobucket.com/albums/g30/zawaserver/template/blogfamclock.jpg&amp;a=70&amp;s=3" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" width="120" height="120" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17670356-6559774396300632785?l=adhiepamungkas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhiepamungkas.blogspot.com/feeds/6559774396300632785/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17670356&amp;postID=6559774396300632785' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='
