Sunday, February 07, 2010

Relung (Part 2)

“Hi, Bim!”
“Hi, Bim!”
“Apa kabar, Bro?”
Mendadak suasana pecah dengan suara yang aku kenal akrab. Masih dalam keadaan mata terpejam, aku coba mengenali suara itu satu persatu. Anti, Dina, dan Rio. Teman kantorku. Aku berusaha membuka mataku yang begitu lekat. Efek obat tidur yang aku minum siang tadi, ternyata masih kuat efeknya.
“Hai, guyz!” sapaku setengah berbisik.
“Aduh, sorry, Bim, dah ganggu waktu istirahat lo!” ujar Anti seraya mendekat. Dina dan Rio mengekor di belakang dan kemudian mengelilingiku.
“Gak apa-apa, kok, aku seneng ketemu kalian!” jawabku.
“Mudah-mudahan, sih, kehadiran kami, gak ganggu kamu. Nih, ada buket bunga dari temen-temen kantor. Mereka juga titip salam untuk kamu. Kangen tuh!”

Saturday, February 06, 2010

Relung (The Series)

Sudah seminggu sejak aku bulat dengan keputusan itu. Tapi menjelang satu minggu ini, aku merasa jengah dengan semuanya. Apa salahku? Kenapa jujur dengan perasaan juga kemudian harus dipersalahkan. Dan kini setelah sempat ku ungkap rasa itu, keadaan kemudian tidak menjadi lebih baik. Sms yang tak terbalas, ku pikir sibuk lah. Atau dia memang perlu waktu. Yah, waktu. Aku ingin menelponnya, tidak hanya sms. Aku ingin benar-benar menghubunginya. Ada apa? Haruskah ku menghubunginya atau dia memang perlu waktu untuk menyendiri. Menghubunginya akan menjawab semua pertanyaan itu.
Kriiiing...kriiing
Cukup sekali saja aku menghubunginya.
Aku bersandar pada kursi kerjaku. Meregangkan otot kaki dan tanganku. Menghela nafas panjang. Pejamkan mata. Ah sudahlah. Pikirku dalam hati. Sudah saatnya memang. Dia ingin benar-benar pergi. Dan tidak ingin lagi di ganggu oleh bajingan seperti ku.

Friday, February 27, 2009

Jum'at

Perjalanan dimulai pukul 2 siang tadi. Wuih, sempet bobo siang kurang lebih satu jam usai sholat Jumat. Agak gak rela juga setelah terbangun. Tapi harus balik ke rencana awal hari ini. Upz, ya wez langsung melesat dengan transjakarta. Tujuan pertama Ratu Plaza. Hunting DVD. Cari film mana suka. Berusaha untuk mood nonton film art dan festival, tapi, gak dapat-dapat tuh moodnya. Padahal, wuih, film festival dan art apa sech yang ga gw tonton. Mau nonton dengan bahasa nativ....lanjut. Tapi, sekarang....prefere film yang memang untuk hiburan dan mudah dicerna. Udah ada film-film art dan festival yang dibeli, namun belum punya mood untuk nonton. Sayang lah. Akhirnya dapat satu film Korea dan satu film Prancis.
Powered by Blogger.