Dia tahu sekali cara memanipulasi pikiranku. Pintar sekali merajuk. Dan itu kelemahanku. Dia menggunakan senjata itu. Aku takut luluh.
"Kamu, tuh, jahat. Sadar nggak sih? Kamu datang ada hanya membawa masalah untuk aku. Dan aku sudah selesai dengan kamu. Aku harap kamu paham".
Kenapa aku menjadi terus mengumpat? Ini bukan aku. Ini bukan Bimo. Apakah sakit ini demikian menghujam dan menahun? Sampai aku bersikap seperti ini? Damn....
"Bimo, aku tahu aku salah. Please, maafkan aku, yah."
Kalo sudah masuk dalam tahapan seperti ini biasanya....
"Bukan pengakuan salah kamu yang aku butuhin. Aku dah maafin kamu. Tapi, jangan membebaniku dengan cara kamu seperti ini. Kalo kamu ikhlas untuk tidak lagi bersamaku maka aku juga bisa benar-benar ikhlas. Aku ngerasa kamu belum ikhlas dan aku ngerasa itu".
"Jangan dibahas lagi"
Saturday, July 23, 2011
Relung (Part 7)
Aku hanya bisa mengumpat dalam hati. Gelisah seketika itu juga menyelimutiku. Geram pun merajaiku. Lama jemariku tak berkutik di atas keyboard. Tertegun. Bingung.Rasa kangen dan sayang itu begitu menyakitkan aku. Tapi rajutan kalimatnya yang menolakku seperti sebuah tamparan keras.
"Bimo".
"Bimo".
Entah dorongan apa yang menguatkanku, meski hanya sebuah kata dari dua huruf saja.
"ya".
Damn. "Kenapa aku harus membalasnya?" keluhku dalam hati. Tekanan begitu dalam yang aku rasakan saat ini. Semuanya begitu bercampur aduk.
"Apa kabar, Bimo?"
Friday, July 22, 2011
Random - (transkrip acc twitter)
Jujur tidak biasanya ku hilang kata-kata. Resah yang kian merasuk ini buatku pilih jadi pendiam. Gamang tiada henti.
Beranjak dari lamunan, terkesan ku mampu. Tapi, jika ku terendap. Relakanlah, ku dapat maju meski ku harus merangkak.
Aku diam tak mengapa. Merajut sisa kembali utuh. Meski sulit, biarkanlah. Aku terbiasa.
Aku ingin meminjam hidupmu. Atau, biarkan aku berada di hidupmu.
adhie's #TselBlackberry®
Beranjak dari lamunan, terkesan ku mampu. Tapi, jika ku terendap. Relakanlah, ku dapat maju meski ku harus merangkak.
Aku diam tak mengapa. Merajut sisa kembali utuh. Meski sulit, biarkanlah. Aku terbiasa.
Aku ingin meminjam hidupmu. Atau, biarkan aku berada di hidupmu.
adhie's #TselBlackberry®
Subscribe to:
Posts (Atom)
Powered by Blogger.
