Stasiun Tawang pukul 07:30 pagi. Meski hanya membawa satu ransel, tapi tetap ada yang membebaniku.
Ugh, Bu Sri, secara diam-diam ternyata memberiku oleh-oleh untuk ku bawa ke Jakarta.
Aku sendiri nggak tahu kapan Bu Sri belanja oleh-oleh ini. Yang jelas, wingko babat dan bandeng presto sudah membuat tangan kanan ku gontai dan hilang keseimbangan.
Akunya yang nggak tahu diri. Sudah menumpang, tapi tidak memberi balasan yang berarti.
Kapan waktu ke Semarang aku harus mampir ke tempat Pak Suryo dan Bu Sri.
Bunyi peringatan penumpang berbunyi. Aku segera bergegas masuk ke dalam gerbong kereta Kamandanu yang akan membawaku kembali ke Jakarta. Di lorong gerbong aku mencoba mencocokan karcis kereta dengan mata melihat nomor kursi.
Ah, ku dapati juga akhirnya. Pfuih, kantong oleh-oleh aku letakkan di atas. Sementara tas ransel aku biarkan diletakkan di bawah kursi. Duduk di tepian dekat kaca. Posisi bagus untukku, karena aku bisa melihat pemandangan siang pantai utara Jawa.
Saat aku mulai bersandar, dari kejauhan aku dengar suara yang cukup menarik perhatian seluruh penumpang gerbong ku. Mengganggu ketengangan penumpang lain saja, keluhku.
Ugh, Bu Sri, secara diam-diam ternyata memberiku oleh-oleh untuk ku bawa ke Jakarta.
Aku sendiri nggak tahu kapan Bu Sri belanja oleh-oleh ini. Yang jelas, wingko babat dan bandeng presto sudah membuat tangan kanan ku gontai dan hilang keseimbangan.
Akunya yang nggak tahu diri. Sudah menumpang, tapi tidak memberi balasan yang berarti.
Kapan waktu ke Semarang aku harus mampir ke tempat Pak Suryo dan Bu Sri.
Bunyi peringatan penumpang berbunyi. Aku segera bergegas masuk ke dalam gerbong kereta Kamandanu yang akan membawaku kembali ke Jakarta. Di lorong gerbong aku mencoba mencocokan karcis kereta dengan mata melihat nomor kursi.
Ah, ku dapati juga akhirnya. Pfuih, kantong oleh-oleh aku letakkan di atas. Sementara tas ransel aku biarkan diletakkan di bawah kursi. Duduk di tepian dekat kaca. Posisi bagus untukku, karena aku bisa melihat pemandangan siang pantai utara Jawa.
Saat aku mulai bersandar, dari kejauhan aku dengar suara yang cukup menarik perhatian seluruh penumpang gerbong ku. Mengganggu ketengangan penumpang lain saja, keluhku.
