Saturday, April 10, 2010

Relung (Part 5)

Ku hanya terdiam. Ku pejamkan mata serapat yang aku bisa. Tak ingin rasanya membaca jika ku tahu harapan yang ku miliku terpatahkan begitu saja.
Sendiri. Itu yang aku rasa kini.
Rasa itu memang bermain di antara kita dan mengalir begitu saja. Meski aku, kamu sudah mengetahui hati ini telah dimiliki siapa. Dan aku sudah jelas tahu kamu telah dimiliki. Tapi, rasa yang terlarang itu mengalir juga. Perasaan suka, mengagumi, sayang, dan tidak ingin ditinggalkan pun terjadi.
Aku pernah tahu ketika kamu menangis karena takut ku meninggalkanmu. Ku pernah mendapat marahmu tatkala aku mengatakan pergi tanpa sepengetahuanmu.

Friday, March 19, 2010

Ijs kopi soesoe Indotjina (baca: es kopi susu Indocine)

Ngopi? Yah ke kopitiam lah. Kopitiam berarti kedai kopi. Dalam dialek Hokkian, kedai kopi disebut ka fe tien. Nah, ada tempat ngopi yg dapat saya rekomendasikan, yaitu Kopitiam Oey, yg berlokasi di jalan Sabang. Karena kedai kopi, maka berpuas-puaslah mencoba kopi beragam jenis, baik lokal n internasional. Mulailah dengan kopi tubruk, kopi saring. Atau jika ingin, cobalah kopi taloea boekittinggi, kopi saring dengan campuran telor kocok ayam kampung mentah. Jangan tanya bagaimana rasanya. Bagi yg mencoba cita rasa kopi dari negara lain, silahkan berpetualang ke Itali. Dari negara ini, Kopitiam Oey, menyajikan Italian Black Coffe dan es kopi Sisiliana, tidak ketinggalan, cappuccino. Next,

Monday, March 15, 2010

Green Zone

Ternyata masih ada film perang yah. Apalagi yang mengangkat perang Irak ke dalam film. Namun, mengangkat latar belakang terjadinya perang Irak? Wow wow wow wait...Oke, 19 Maret 2003 saat Baghdad jatuh. Green Zone adalah film yang mengisahkan tentang penyelidikan pemicu terjadinya perang Irak di era Saddam Hussein. Nah, ada dugaan di Irak tersimpan beberapa senjata pemusnah masal yang berada di sebuah tempat tersembunyi di negeri tersebut. Namun, cerita di balik keberadaan senjata pemusnah massal ini justru menimbulkan faksi di antara CIA dan Pentagon. Dalam film berdurasi 115 menit, garapan Paul Greengrass ini terlihat jelas, bahwa perang di Irak, bukanlah semata-mata perang antara AS dan Irak untuk meruntuhkan tirani Saddam Hussein, melainkan 'perang kepentingan' antara CIA dan Pentagon. Keduanya berusaha mencari 'nama' dalam memecahkan kasus ini. Chief Warrant Officer Roy Miller (Matt Damon), pun harus menguji keyakinan, dimana dia harus berdiri, CIA atau Pentagon. Jelas sekali dominasi AS di film ini. Seolah-olah hidup warga Irak ada di tangan AS dengan skenario-skenarionya. Kesannya justru perang Irak jadi side story saja.Tapi, dominasi itu dipatahkan oleh seorang warga Irak. Who is he?
Powered by Blogger.