Monday, July 28, 2008

owur trip

Perjalanan dua hari kemarin rasanya begitu indah meski lelah benar-benar mengancam kebersamaan yang terjalin selama dua hari itu. Bagaimana tidak? Perjalanan sangat menyita waktu hingga lima jam. Bangun yang telat pada hari keberangkatan juga mengancam waktu bersamanya. Bahkan lelah turut memaksaku berusaha untuk bangkit dari rasa kantuk.
Nyatanya.....semua kemudian hilang. Keajaiban dirinya bantu aku kembali merasa segar. Kejutan yang aku persiapkan sejak perjalanan pun sukses buatnya histeris. –aku menang, sayang-.
Dua bulan sudah cukuplah menahan rasa ingin ketemu. Tak ingin lagi paksakan rindu yang aku rasa dan dirinya rasa semakin menggunung. Dan tak ada alasan lagi untuk batalkan rencana yang sebenarnya telah lama ada. Berkunjung.
Aku cukup puas dengan pertemuan kemarin meski nyatanya waktu yang singkat tak mampu puaskan rasa ini. Namun, cukuplah untuk saat itu. Aku tak pandai berkata-kata.
Menelusuri jalan bersamamu cukuplah aku dan kamu yang rasa. Guratan kenangan itu cukup aku dan kamu pula lah yang memiliki. Yang aku rasa, ku yakin juga kamu juga rasakan.
Yang aku rasa saat ini adalah penyesalan karena tak bertemu dengan mu sejak dulu. Dan kini tak ada ragu lagi. Aku inginkan kamu.

Saturday, June 28, 2008

posting di bruni

Perjalanan yang lima hari yang begitu melelahkan di Jambi. Tapi menjadi hal yang menyenangkan dapat tugas liputan di kota ini. Akhirnya, aku berenang, setelah cukup lama nggak melakukan ini. Nyaris tiap hari aku manfaatkan untuk berenang. Hanya saja cukup aneh buatku ketika peraturan hotel tempatku menginap menyatakan, batas maksimal berenang adalah jam 6. Wekz... Gila aja. Sementara aku baru pulang liputan itu sekitar jam 5 atau lepas maghrib. Jadinya....sudahlah, dari awalnya yang mati gaya karena lama tak berenang, sekarang sudah mulai terbiasa lagi.
Lepas berenang biasanya, aku langsung mandi dan duduk di cafe sambil ngetik naskah, nyambi ngopi dan ngerokok. Duh santai banget. Seperti selesai jam kerja, aku bisa melakukan kegiatan bebas ku. Meskipun sebenarnya, aku ingin sekali habis-habisan liputan di Jambi. Angkat berita budaya, kerajinan, kuliner, dan apapun sepanjang menarik di penglihatanku. Tapi, nyatanya.....hanya beberapa yang bisa ku garap.
Aku nggak ingin menyebut ini sebagai kendala untukku. Tapi banyak hal lah yang dapat membantuk sukses tidaknya sebuah liputan. Kerjasama dan fasilitas. Kalau pengetahuan??? Well hello...aku memang gak tahu banyak tentang Jambi, apalagi medan Jambi. Tapi referensi yang aku dapat, nggak mungkin lah tidak membuat otakku penuh dengan ide. But nyatanya, apa yang kuinginkan, tidak sesuai dengan yang terjadi di lapangan. Mudah-mudahan yang telah kugarap bisa terlihat maksimal.
Mmmm Jambi. Aku tidak begitu berharap banyak dengan kota ini. Dan memang benar. Tak banyak tempat hiburan yang bisa kukunjungi. Ancol-nya Jambi yang kupikir menarik karena terletak di tepian sungai Batang hari, nyatanya??? Awalnya memang ingin sekali ku garap Ancol sebagai tempat nongkrong anak muda Jambi. Tapi, kondisinya tidak mendukung gambar untuk sebuah tayangan. Lewatlah sudah.
Oh yah...aku hari ini cukup jauh melakukan sebuah wawancara. Enam jam perjalanan. Wex, gak perlu lah dikomentarin. Begitu melelahkan. Tapi ada satu hal unik yang aku temui. Begitu sulitnya mencari makan siang, sampai aku melakukan perjalanan 12 kilometer ke dermaga muara subak. Dan warung nasi padang menjadi sasaranku. Standar makanannya. Tapi, hanya itu yang layak dapat di makan siang ini.

Tuesday, June 17, 2008

nit zlip

Terbiasa tidur malam, bahkan larut malam, berimbas pada jam biologisku lagi. Padahal sejak awal jam kerjaku dimulai pukul 7 aku sudah biasakan tidur paling telat jam 9 agar bisa bangun jam 5 pagi. Nyatanya, settingan jam tidurku berubah drastis. Paling gak, aku baru bisa mulai tidur jam 1 dan bangun jam 9 pagi. Pfuih, bagaimana aku bisa mulai hari pertama kerjaku besok setelah sembuh dari campakku dan sisa cuti yang belum aku pakai sepenuhnya.
Dunia kerja bikin aku senang dan terus bergairah. Apalagi saat harus keluar kantor bertemu dengan orang-orang yang menyenangkan. Beda jika berada di dalam. Terserah mengartikan apa, yah.
Mmmm... sisi romantis ku dalam berkata-kata kok hilang tiba-tiba yah? Apakah aku memang ditakdirkan untuk produktif menulis kata-kata sulit dalam masa-masa ‘sulit’ku? Kalau dalam keadaan senang seperti ini, tak satu kata pun bisa kubuat. Yang ada kata-kata yang hanya ingin ku telan dan rasakan sendiri. Kalau mau bukti....yah, coba baca arsip yang pernah ada di blog ini aja. Puisi-puisi bercerita banyak kok. Upz. Dico la verita!!!
Powered by Blogger.